Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 958 : Panitia Turnament


Arashi terdesak dan nyaris mati lalu Rikie dan yang lainnya terkejar oleh 'sang raja iblis cahaya'


Mereka dalam situasi yang tak menguntungkan akan tetapi dalam keadaan yang tak mendukung itu para bantuan tiba.


Masamune muncul dengan jubah raja kegelapannya dan langsung saja membelah serangan 'sang raja iblis cahaya' dengan pedangnya.


"Khehehe... kalian tak apa?"


Rikie terdiam lalu tersadar dari lamunannya, "Ah... Ya, kami baik saja dan kami selamat karenamu, senpai..."


Misaki datang dengan berlari dan nampak kelelahan lalu nafasnya tak beraturan, "Bodoh, kau lari terlalu cepat tau!!"


"Kau saja yang jarang olahraga sehingga gerakanmu jadi lambat..." jawab Masamune.


Disaat yang tak terduga, Kamui yang berada diangkasa langsung melesat ke arah Masamune.


"Senpai awas...!!!" Teriak Hinowa.


Masamune langsung saja menggenggam erat pedang hitamnya dan menebas, "Cthing!!" Pedangnya tersebut berbenturan dengan pedang yang terbuat dari cahaya milik Kamui.


Kilatan cahaya menyebar ke segala arah dan gelombang kegelapan membumbung tinggi akibat benturan senjata keduanya.


"Misaki, bawa mereka menjauh..."


"Aku mengerti!!" Ucap Misaki yang memimpin Rikie dan yang lainnya menjauh.


Kamui meningkatkan energi sehingga tekanan kekuatan cahaya meningkat akan tetapi Masamune juga tak mau kalah dan melakukan hal yang sama, "HIIAA...!!!!" Keduanya sama-sama imbang.


Kamui melompat ke belakang, iapun melihat sosok Dewa Kematian pada diri lawannya, "Cih, siapa kau?"


Masamune tersenyum menyeringai lalu mengacungkan pedangnya, "Aku adalah 'Sang Pahlawan Hitam' dan sebagai panitia turnament aku akan menghajarmu karena telah mengacaukan acaran ini...!!"


Kamui yang tak mengerti menjadi jengkel, "Cih..." iapun melesat cepat dan menyerang dari samping dengan tebasan.


Akan tetapi Masamune dengan sigap menangkis serangan itu, "Cthing!!!!"


"Jangan sombong hanya karena kau memiliki kekuatan Dewa Kematian...!!!!" Teriak Kamui yang geram.


*****


Dilain sisi Arashi yang terdesak sangat terkejut dengan kemunculan Torga, Gora, Ryusuke dan Daisuke.


Torga tersenyum menyeringai, "Kondisi mu menyedihkan sekali, saudaraku!! Tetapi aku senang kau masih hidup dan mulai sekarang serahkan semuanya pada kami!!"


Arashi bersikeras, "Dia kuat dan kalian tak akan menang menang melawannya jadi yang perlu kalian lakukan hanyalah menahannya selama 30 menit!! 30 menit lagi aku akan pulih dan mampu bertarung lagi!!"


"Berisik!! Jangan meremehkan kami!!" Bentak Gora dengan sorot mata tajam, "Kau sama saja dengan para iblis ini!! Kalian sama-sama mengacaukan Turnament Lima Bintang dan setelah mengurus para iblis ini aku akan memberimu pelajaran..."


Arashi terdiam seketika.


Gora dan Torga melangkahkan kaki maju berhadapan langsung dengan Venom.


"Setelah bocah naga muncul lagi 2 siluman!! Ya, akupun tak peduli dan akan langsung saja ku habisi kalian..." ucap Venom dengan mengangkat kepalan tangan kanannya dan memperbesar kepalan tangan itu dengan kemampuan memanipulasi otot.


"HIIAA...!!!!!"


"Jbbllaast...!!!!" Serangan tersebut hanya mengenai permukaan tanah dan menciptakan sebuah cekungan dalam.


Torga dan Gora mampu menghindar lalu melesat dan balas menyerang.


Gora berlari dilengan lawan dan menendang wajah lawan, "Jbbuuak!!" Sementara itu Torga menarik pedangnya dan tanpa ragu memotong kaki kiri Venom, "Sllash!!"


"Sebagai panitia turnament kami akan mengalahkanmu!!" Ucap Gora dan Torga serentak dengan sorot mata tajam.


Venom yang telah pulih segera berlari dan memukul dengan sekuat tenaganya, "Jbbllast!!!" Meskipun sangat kuat tapi Gora dan Torga dapat menahan serangan itu dengan kedua tangan mereka.


*****


Sementara itu dihadapan Karma 'sang raja iblis petir' ada Ryusuke dan dibelakangnya ada Daisuke.


Daisuke berkata pada semua peserta yang mengelilingi mereka, "Semuanya, mulai sekarang Turnament Lima Bintang dihentikan!!!"


"Apa!!!"


"Tapi kami ingin mengalahkan mereka!!" Teriak beberapa peserta yang tak terima.


Daisuke berkata lagi, "Jika kalian melawan maka sama halnya kalian bunuh diri jadi sekarang pergilah dan serahkan semuanya pada kami...!!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam, iapun bahkan mengacam para peserta dengan menembakan petir.


Karma 'sang raja iblis petir' hanya melirik ke belakang saat Daisuke menyuruh para peserta menjauh, "Bocah naga itu lalu kalian ini sebenarnya siapa? Kenapa kalian mengganggu kami?"


Ryusuke yang berada dihadapannya menarik pedang, "Kami adalah Red Eagle dan bukan kami yang mengganggu kalian tepatnya kalianlah yang mengganggu kami..." iapun mulai melapisi sebilah pedangnya dengan pusaran angin pencabik, "Aku tak suka bicara jadi akan ku habisi saja dirimu, iblis..."


"Sllash!!!" Ryusuke bergerak bagaikan hembusan angin dan menebas langsung dari arah kiri.


"Cthing!!!" Karma menahan tebasan tersebut dengan lengannya yang berlapiskan elemen petir, "Meski kau tak sekuat bocah naga itu tapi sepertinya kau bisa sedikit menghiburku..." ucapnya dengan meledakan energi petir sehingga memaksa Ryusuke mundur.


Ryusuke dengan sorot mata tajam meningkatkan energi pada sebilah pedang yang ia genggam dan menebas, "Sllash!!!" Sebuah angin pemotong melesat akan tetapi Karma menepisnya dengan mudah menggunakan telapak tangan berlapiskan petir.


"Cobalah lebih keras, bocah..." ejek Karma 'sang raja iblis petir'


Dilain sisi, Daisuke membentuk sebuah pedang dari elemen petir dan ukurannya sangat besar, "Jangan abaikan aku, sialan!!!!" Iapun tanpa ragu menebas.


Saat berhadapan dengan Ryusuke, Karma merasakan energi kuat terasa dibelakangnya, ia segera menoleh ke belakang akan tetapi terlambat karena serangan dari Daisuke yang cepat langsung saja mengenainya, "Sllash!!!"


"Cruat...!!!" Raja Iblis Petir itupun kehilangan sebagaian tubuhnya.


Ryusuke tak menyiakan kesempatan, iapun menebaskan pedangnya yang sudah terlapisi pusaran angin, "Sllash!!"


"WUUSS...!!!" Pusaran angin pencabik berukuran besar melesat dan langsung saja memotong-motong beberapa bagian tubuh 'sang raja iblis petir'


"Tap..." setelah melesatkan serangannya Ryusuke maupun Daisuke menginjakan kaki dipermukaan tanah dengan tenang.


Kepulan asap pekat tercipta akan tetapi dari kepulan asap tersebut meledaklah kilatan-kilatan petir ke angkasa, "Sialan, aku terlalu meremehkan kalian..." ucap Karma yang muncul dengan sebagaian tubuhnya yang hancur.


"Mulai sekarang aku akan bertarung sungguh-sungguh untuk membunuh kalian semua..." ucapnya dengan sorot mata tajam, iapun memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi.


*****


Dilain tempat Arashi masih terbaring ditanah dan perlahan memulihkan diri dengan kemampuan regenerasi iblis dan dipadukan dengan penyembuhan dari elemen darah spesial.


"Sial, kenapa penyembuhannya lama sekali!!!" Gerutunya yang tak sabaran.


"Tap... tap... tap..." sebuah langkah kaki mendekat dan ia merupakan ahli medis.


Dia adalah Kosuke Yui yang memiliki kekuatan naga, "Aku akan membantumu, Arashi..." ucapnya dengan mengembangkan sepasang sayap putih.


"Ya, terima kasih!! Aku harus segera pulih dan bertarung lagi"


Yui tersenyum dan berkata, "Kurasa itu tidak perlu!! Kami para panitia turnament akan mengurus para perusuh itu tanpa perlu bantuanmu..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 959 : Otot Dan Tulang