
Perjalanan mereka kembali menemui masalah dan kini Arashi berhadapan langsung dengan Eden yang merupakan 'raja iblis duri'
Arashi yang melihat kekejaman dan kejahatan dari 'raja iblis duri menjadi sangat emosi, iapun berubah menjadi marah dan kini amarahnya tengah memuncak, "Sialan...!!!!! Kau tak bisa dimaafkan!!!!"
"Hahahaha, siapa juga yang minta dimaafkan? Bukankah sudah tugas iblis melakukan kejahatan?" Ucap Eden dengan sombongnya tanpa ada rasa takut akan tetapi mendadak ia terkejut karena Arashi bergerak sangat cepat sampai seperti menghilang, "Apa?? Kemana dia??"
Dengan sekejap mata saja Arashi telah berada dibelakang punggung 'raja iblis duri' dan iapun langsung mengepalkan tangan berbalutkan api lalu tanpa ragu memukul, "Jbbllast...!!!" Iblis itupun terpental jauh menembus beberapa bangunan akan tetapi ia terlihat baik-baik saja.
"Sial, aku lengah dan dia cepat sekali..." gumam Eden 'raja iblis duri' yang berusaha bangkit lagi.
Disaat ia berusaha berdiri tegak Arashi langsung melesat menembus kepulan debu dan menendang dari arah samping.
"...!!!" Sang iblis terkejut akan tetapi ia mampu menghindar dengan menunduk, "Jbbllast...!!" Tendangan api Arashi membakar beberapa bangunan yang ada dibelakang 'raja iblis duri'
"Sialan!!!" Teriak Eden yang jengkel pada serangan bertubi-tubi dari lawan, iapun menatap tajam dan duri-duri tajam mendadak muncul dari dalam tanah melesat ke arah Arashi.
Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindar dengan bersalto beberapa kali ke belakang.
Ya, Arashi mundur sejenak dan Eden perlahan berdiri tegak dengan penuh kekesalan, "Sialan!!! Sebenarnya apa maumu? Kenapa kau tiba-tiba menyerangku?"
Arashi menatap tajam dan berkata dengan tegas, "Aku tak ingin bicara pada iblis kejam sepertimu dan tujuanku sekarang hanyalah menghajarmu..." iapun meningkatkan energi dan melapisi kedua kakinya dengan api lalu tanpa ragu melesat cepat dengan sekali pijakan.
Eden menjadi kesal, iapun menghentakan kaki ke tanah, "DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Duri-duri tajam muncul dari dalam tanah dengan cepat.
Pergerakan Arashi untuk mendekati lawannya melambat akan tetapi dengan instingnya yang tajam iapun mampu bergerak lincah didalam menghindari duri-duri tersebut.
Dengan sorot mata tajam penuh kekesalan Arashi mengepalkan tangan dan tanpa ragu memukul iblis itu, "Sialan!!!!"
Iblis itupun juga tak tinggal diam, iapun juga mengepalkan tangan lalu tanpa ragu memukul, "Jbbuuak...!!!" Dua kepalan tinju beradu.
"ARRGGH...!!!" Arashi mendadak berteriak kesakitan karena 'raja iblis duri' menggunakan kemampuannya, ia menumbuhkan duri dari kepalan tangannya dan hal itu menembus sampai bahu Arashi.
Arashi segera melompat kebelakang, "Sialan!!! Aku lengah!!" Gumamnya dalam hati.
"Khihihi...!!!" Eden 'raja iblis duri' tersenyum menyeringai, "Inilah kemampuanku..." ucapnya dengan menumbuhkan duri disekujur tubuhnya.
"Kau tak mungkin bisa mengalahkanku!! Aku bisa bertahan dan menyerang sekaligus..." iapun mengepalkan tangan yang berlapiskan duri.
Arashi menyembuhkan luka pada tangannya dengan elemen darah spesial dan ia bergumam dalam hati, "Kurasa ini jadi agak sulit..." iapun meningkatkan energi dan seluruh tubuh berbalutkan elemen api.
"Hey, apa kau tak paham juga? Kau tak akan bisa menyerangku?" Ucap Eden yang menyombongkan diri karena sekarang sekujur tubuhnya terlapisi duri.
"Kita lihat saja..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam, iapun melesat cepat dengan sekali pijakan dan memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangan kananya.
"Percuma saja..." Eden merasa sombong karena terlapisi duri dan iapun berdiri tegak tanpa ada niat menghindar.
"Jbbllast...!!" Pukulan Arashi berhasil menghempaskannya meski tak mengenai secara langsung.
Eden segera bangkit kembali dan nampak kebingungan akan hal yang baru saja terjadi, "Cih, apa yang barusan? Meski pukulannya belum mengenaiku tapi mengapa sudah berdampak? Trik apa yang ia gunakan?"
Arashi tak menjawab dan iapun melesat cepat dengan sorot mata tajam, ia memfokuskan energi api pada kepalan tangan kanan lalu memukul dengan melemparkan semua energinya sekaligus, "Jbbllast...!!" Dampak pukulannya itu mengenai wajah si iblis dan menghempaskannya lagi.
"Trik apa yang ia gunakan?" Pikir Eden yang bertambah kesal.
Iapun tak tinggal diam dan balas menyerang, "DYYEESS...!!" dengan sekali hentakan kaki pada tanah duri-duri muncul dan mengarah pada Arashi.
Arashi mempertajamkan insting dan bukannya mundur tapi ia melesat maju dengan menghindari setiap duri yang muncul, "Aku akan menghajar iblis kejam sepertimu...!!" Teriak Arashi yang tak terhentikan.
Ia memfokuskan semua energi pada kepalan tangan dan memukul dengan melemparkan semua energi yang terkumpul itu sekaligus.
Eden tak mau terus-menerus diserang jadi ia menahan dengan menyilangkan tangan, "Jbbllast...!!!" Ya, tetap saja 'raja iblis duri' itu terdorong dari tempatnya berpijak karena pukulan lawan
"Sebenarnya trik yang ia gunakan itu apa? Dia seakan menyerang tanpa menyentuhku?" Pikir 'sang raja iblis duri'
Ia menjadi lebih kesal pada lawannya, "Jadi sebenarnya siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba menggangu kesenanganku?" Iapun melapisi kepalan tangannya dengan duri-duri tajam lalu berlari ke arah lawan dan tanpa ragu memukul.
Arashi dengan instingnya yang tajam mudah saja menghindar, "Tak ada yang perlu ku bicarakan denganmu!! Aku hanya perlu menghajarmu..." ia memfokuskan energi pada kepalan tangannya memukul sekuat tenaga sambil melemparkan energi yang terfokus sekaligus, "Jbbllast...!!!"
Pukulan tersebut tepat mengenai wajah lawan sampai membuatnya sempoyongan, "Sial..." Eden geram dan ia menumbuhkan dua tanduk dikepala lalu mulai memfokuskan energi.
Ya, bola energi hitam terbentuk.
"Cero...!!!!" Arashi cukup terkejut.
"Terima ini!!" Eden 'sang raja iblis duri' tanpa ragu menembakan Cero tersebut.
Arashi yang tak punya waktu untuk menghindar segera mengarahkan dua telapak tangannya ke depan, "HIIAA...!!!!" ia tanpa ragu menangkap cero itu dan meski terdorong kebelakang tapi Arashi tetap bertahan.
Arashi melemparkan bola energi itu ke atas dan meledak, "DHUUAARR...!!"
Eden sangat terkejut dengan cara Arashi mengatasi serangannya, "Bocah ini sepertinya sangat berpengalaman dalam pertarungan jadi aku harus sangat berhati-hati tapi yang membuatku penasaran siapa dia?"
Setelah berhasil menahan Cero itu Arashi menatap tajam ke arah lawannya, "Kau benar-benar iblis kejam yang tak bisa diampuni karena menyerang penduduk yang tak bersalah..."
"Ya, aku kalah dengan 'si penyihir hutan' dan hal itu membuatku sangat kesal!!!! Akan ku luapkan kekesalan itu padamu jadi bersiaplah..." Arashi memperkuat pijakan kakinya dan meledakan energi kegelapan.
Eden 'sang raja iblis duri' tak mengerti akan apa yang lawannya katakan akan tetapi ia tahu satu hal bahwa lawannya menunjukan kekuatannya yang sebenarnya.
Tubuh Arashi terselimuti kegelapan pekat dan tak butuh waktu lama kegelapan itu meledak ke segala arah, "DHUUAARR...!!!!"
"Mode : Devil"
Ya, Arashi menggunakan wujud iblis.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 921 : Dua Iblis