
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Setelah keluar dari ruangan tempat Ryusuke dirawat Arashi langsung pergi ke tanah lapang yang letaknya dibagian bawah lembah ditengah-tengah markas Pasukan Bayangan.
Disana para pasukan sedang mengadakan latihan bertarung bersama.
Arashi muncul dari atas dengan hentakan kaki yang kuat, "DYYEESS!!" Iapun menjadi pusat perhatian semuanya, "Halo, semua!! Aku sedang bosan!!! Aku menantang yang terkuat diantara kalian!!!" Teriaknya dengan lantang.
Semua pasukan yang mengitarinya tiada yang menjawab akan tetapi salah satu dari mereka terprovokasi, "Sialan, kau, 'si pengacau' berani-beraninya kau mengganggu latihan kami!!" Bentaknya yang agak kesal.
Ia adalah Akira, seorang pemuda yang mewarisi Pedang Suci dari 'sang raja api' Masamune Kanzaki.
"Oh, jadi kau ya?" Arashi merespon datar.
Akira langsung menarik pedangnya dan tekanan api meluap dari kedua pijakan kakinya, iapun terselimuti jubah energi, "Jubah Raja Api!!"
Arashi menyeringai dan malah mengejek, "Majulah, kau, si rambut merah!!!"
"Rambutmu juga merah, sialan!!!" Teriak Akira yang langsung saja melesat dengan sekali pijakan kaki yang berbalutkan api, iapun langsung saja menusuk.
Arashi mempertajamkan insting yang membuatnya mampu melihat sebuah celah pada serangan lawan, ia memperkuat pijakan kakinya dan dengan mudahnya menahan tusukan Akira menggunakan dua telapak tangan yang menekan dari samping kanan dan kiri, "Khehehe... bahkan setelah memiliki Pedang Suci dari Tuan Masamune Kanzaki, kau tetap saja tak mampu menggeserku dari tempat berpijak!! Dasar lemah!!"
Akira menjadi semakin geram, ia menarik kembali pedangnya lalu melompat mundur, "Jangan meremehkanku, sialan!!" Iapun memfokuskan energi pada pedangnya lalu tanpa ragu menebas.
"Sllaash!!"
"Wuuss...!!" Sebuah kobaran api yang membumbung tinggi tercipta.
Meskipun begitu Arashi memperkuat pijakan kakinya lalu memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan yang suhunya sangat dingin, "Jbbllast!!" Dengan sekali pukulan saja kobaran api yang sangat tinggi itu membeku karena es dewa.
"Hey, ayolah!! Aku yang terlalu kuat atau kau yang terlalu lemah?" Ejek Arashi dengan tersenyum menyeringai.
Akira semakin tersulut emosi, iapun melesat cepat dan langsung saja menendang dari arah depan, "Jbbllast!!" Arashi yang sigap menahan dengan menyilangkan kedua tangang
"Aku akan menghajarmu!!!" Ucap Akira dengan sorot mata tajam.
"Hehehe... lakukan bila kau mampu!!" Ejek Arashi dengan tersenyum lebar.
Keduanya meningkatkan energi dengan Arashi yang memperkuat pijakan kakinya dan Akira yang terus saja menekan dengan kakinya.
"HIIAA...!!!!" bentrokan energi keduanya bagaikan dua kobaran api yang saling beradu.
*
Kekuatan energi dari keduanya membuat para pasukan yang ada disana khawatir.
"Mereka terlalu kuat!!"
"Pertarungan mereka harus dihentikan!!"
"Tempat ini bisa hancur!!" Ucap para pasukan yang berdiri mengitari pertarungan keduanya.
Tetapi ditengah-tengah kegelisahan para pasukan itu seseorang berkata, "Biarkan saja mereka berdua bertarung..." ucapnya dengan santai.
Ia adalah Gakuma Taka.
"Tapi jika dibiarkan maka tempat ini akan jadi tak stabil!!" Ucap salah satu dari mereka.
Gakuma tersenyum lalu berkata, "Aku kenal betul mereka berdua!! Baik Akira maupun Arashi adalah rival dan keduanya selalu saja bertarung bila bertemu..."
"Saat ini ku yakin keduanya hanya saling mengetes kekuatan satu sama lainnya jadi mereka berdua pasti akan berhenti bila sudah waktunya!! Kalian tak perlu mengkhawatirkan dampak pertarungan mereka..." ucap Gakuma.
Meski kata-kata Gukuma yang menyuruh para pasukan tak risau tapi tetap saja luapan energi dari keduanya sangat hebat dan membuat mereka semua agak takut.
*****
Dilain tempat Yui mengamati dari lokasi yang agak jauh tepatnya diatas sebuah bangunan.
"Duh, si Arashi itu!! Lagi-lagi dia membuat onar..." ucapnya.
"Apa yang membuatmu berada ditempat ini?"
"Tuan Kai..." ucap Yui yang agak terkejut, "Aku disini karena merasa tempat ini indah dan juga disini aku bisa melihat semuanya..."
"Oh..." ucap Tuan Kai dengan nada datar.
"Lalu kenapa anda bisa ada ditempat ini?"
"Jujur saja tempat ini adalah favoritku dan aku juga punya alasan sama ditempat ini aku bisa mengamati keseluruhan Lembah Bayangan..." jelas Tuan Kai dan iapun menatap ke bawah, "Jadi 'si pengacau' itu ada disana, ya?"
"Aku minta maaf..." ucap Yui yang secara spontan membungkukkan badan, Tuan Kai melirik padanya, "Bahkan setelah anda menyelamatkan kami di Aera dan membantu penyembuhan Ryusuke tapi kami tak bisa memberikan apapun!!"
"Dan sekarang bahkan Arashi malah membuat onar dengan mengganggu latihan kalian..."
"Hah..." Tuan Kai menghembuskan nafas panjang, "Tegakkan badanmu dan dengarkan apa yang ku katakan!!"
"Eehh...!!" Yui yang sebelumnya membungkuk perlahan mengangkat wajahnya.
"Saat kami menyelamatkan kalian di Aera itu hanya sebuah kebetulan saja!!"
"Kebetulan??" Yui tak mengerti.
"Ya, kebetulan kami dalam misi mengamati pergerakan para 'raja iblis' jadi kalian tak perlu berterima kasih..."
"Dan juga soal perawatan Ryusuke kalian tak perlu sungkan, dia adalah kakak Airi jadi sudah sepantasnya dia diperlakukan spesial dan juga dia merupakan salah satu peninggalan rekanku jadi sudah sewajarnya aku menjaganya..."
"Asal kau tau saja setelah dipikir-pikir Ryusuke itu agak mirip denganku..." jelas Tuan Kai.
"Bagaian mana dari Ryusuke yang mirip dengan anda?" Tanya Yui.
"Dia orangnya dingin dan terlihat kejam akan tetapi dibalik sikapnya itu ia tak ingin kehilangan sesuatu yang berharga untuknya terlebih ia sangat mencintai segala yang dimilikinya..." jelas Tuan Kai.
Yui mengangguk paham.
"Kau juga tak perlu minta maaf atas tindakan Kosuke Arashi..." ucap Tuan Kai, "Lihatlah sekarang, dia bertarung dengan Akira dan mereka terlihat sangat menikmatinya..."
"Bertarung bagaikan rival yang saling bersaing untuk menentukan siapa yang lebih kuat..."
Yui memperhatikan seksama pertarungan keduanya dan mulai mengerti akan apa yang dikatakan oleh Tuan Kai.
"Kosuke Arashi 'si pengacau', dia sangat mirip dengan kakak ku dulu..."
"Kakak??" Yui bertanya-tanya.
"Tentu saja kakak ku 'si akhir'..."
Yui terkejut, "Bagian mana dari Arashi yang mirip dengan iblis terkuat itu??"
"Hampir semuanya!! Dulu kakak ku memiliki sifat yang sama persis dengan Kosuke Arashi akan tetapi sifatnya berubah drastis ketika ia dikhianati oleh rekan-rekannya yang ia lindungi..."
"Kakak ku berubah menjadi sesosok jahat yang sangat berbahaya..." ucap Tuan Kai serius.
Yui hanya bisa terdiam.
"Jika kakak ku berniat memulai perang terbesar maka hal itu akan jadi bencana terburuk yang pernah ada..."
"Kekaisaran Dewa telah runtuh dan Yang Mulia Dewa Kematian telah tiada jadi untuk saat ini yang mampu mengimbangi kekuatannya hanyalah Sang Naga Emas Legendaris..."
"Tetapi saat ini Sang Naga Emas yang telah kehilangan kedua lengannya jadi apakah ia mampu mengimbangi kakak..." ucap Tuan Kai.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 992 : Tamu Tak Terduga
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****