Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1002 : Darah Sang Pendiri


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Airi mendekat pada Arashi yang terbaring karena terluka, "Hey, si pengacau, dimana kakak ku?"


"Hah? Aku tak tau!!"


"Jangan bohong!! Kau berada disampingnya jadi mana mungkin kau tak tau!!!" Airi curiga pada Arashi.


Arashi malah tersenyum lebar, "Jujur saja aku tak tau dia kemana akan tetapi firasatku mengatakan dia akan melakukan sesuatu yang sangat hebat..."


Airi menjadi khawatir setelah melihat senyuman licik Arashi, "Dia itu sedang terluka jadi seharusnya kakak ku itu istirahat..."


"Itu bukan urusanku!!"


"Kau ini benar-benar brengsek!! Cepat katakan dimana kakak ku berada?" Airi mulai geram pada sikap Arashi.


"Hahahaha...!!! Dasar bodoh, dia itu kakak mu dan bukan adikmu jadi berhentilah mengkhawatirkannya...!!!!" Ucap Arashi dengan suara lantang sehingga semua perhatian tertuju padanya.


"Iiihh..." Airi menjadi semakin jengkel, iapun menarik telinga kanan Arashi dan menjewernya.


"Aduh, sakit!!!! Lepaskan telingaku!!!" Teriak Arashi.


"Katakan dimana dia!!" Bentak Airi.


"Bisakah kalian diam!!!!" Ucap semua orang yang ada disana dengan sorot mata tajam menatap ke arah keduanya.


Keduanya tertunduk dengan rasa bersalah karena membuat kegaduhan, "Maafkan kami..."


Orang-orang yang jengkel itupun kemudian memalingkan pandangan begitu keduanya merasa bersalah dan diam.


"Ayo ikut aku!!"


"Memangnya mau kemana?"


Airi kemudian menarik Arashi keluar dari tempat itu agar tak mengganggu mereka yang terluka, ia membanting tubuh Arashi ke lantai dan membuatnya terkapar.


"Sakit sekali!! Begini kah perlakuanmu pada orang sakit?"


Airi tak peduli, ia naik ke perutnya dan kemudian mencekik lehernya, "Sekarang katakan padaku dimana dia!!!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam.


Arashi tak menjawab karena tak bisa bernafas, "Uhuk!!"


"Dimana kakak ku??!!!" Airi mengulangi pertanyaannya.


Arashi semakin kesulitan bernafas dan secara perlahan tubuhnya pucat.


"Eehh...!!" Airi baru menyadari bahwa Arashi tak bisa bernafas dan ia segera melepaskan cengkraman pada leher lalu turun dari tubuh Arashi.


"Uhuk..." Arashi mulai bernafas lega, "Kau hampir membunuhku..."


"Aku tak peduli jika kau mati, 'si pengacau'..." ucap Airi dengan memalingkan wajah, "Sekarang katakan dimana kakak ku?"


"Cih..." Arashi agak jengkel dengan sikap Airi, "Sudah ku bilang aku tak tau kemana dia akan tetapi dengan penciumanku yang tajam aku dapat mengetahui ke mana ia pergi..."


"Kalau begitu cepat tunjukan jalannya!!!" Bentak Airi.


"Setidaknya kalau meminta bantuan katakan dengan halus dan dengan nada lebih sopan..." Arashi semakin jengkel akan tetapi ia mulai mengendus dan memusatkan penciumannya yang tajam untuk mencari dimana bau Ryusuke berada, "Ke arah sini jadi ikuti aku!!"


"Baik..." jawab Airi yang khawatir.


*****


Sementara itu, Ryusuke terus berjalan dengan langkah perlahan dan gerakan sempoyongan.


Rasa sakit yang diderita karena kehilangan kedua lengan mulai terasa lagi dan hal itupun membuat pandangan mata Ryusuke memudar, "Dasar payah..." ucapnya dengan menyandarkan tubuh pada lorong.


"Aku hampir sampai..." ia mengumpulkan kekuatan dan mulai berjalan lagi lalu tak butuh waktu lama Ryusuke sampai pada sebuah pintu lalu iapun masuk ke dalamnya.


Ya, tempat itu adalah ruangan pribadi milik Tuan Kai dan disana Tuan Kai sedang duduk disebuah sofa, ia menatap tajam pada kemunculan Ryusuke, "Kau terlalu memaksakan diri jadi untuk apa kau datang kemari..."


"Hah... hah... hah..." nafas Ryusuke tak beraturan dan iapun menyandarkan punggungnya pada dinding.


Setelah cukup tenaganya terkumpul iapun berjalan mendekat ke hadapan Tuan Kai.


Ryusuke dengan tatapan tajam dan penuh keseriusan berkata, "Aku datang kemari untuk meminta bantuan pada anda!!!"


"Memangnya apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku sama sekali tak bisa membantumu..." ucap Tuan Kai dengan acuh.


"Bruuk...!!" Secara mendadak Ryusuke tumbang karena luka yang dideritanya akan tetapi ia tetap bersikeras, "Jika sebelumnya lengan iblis dan tatto yang merupakan senjata iblis cocok dengan ku maka sepertinya darah anda juga cocok dengan ku..."


"Berikan aku darah anda!!!"


"Oh, jadi itu yang kau minta?"


"Benar sekali!!"


"Sayang sekali tapi aku tak bisa memenuhi permintaanmu itu..."


"Kenapa?" Tanya Ryusuke yang kecewa.


"Dulu sewaktu kecil kau telah mati dan nyawamu yang sekarang adalah pemberian dari rekanku Kurogiri..."


"Lalu meski kau cocok dengan lengan Kurogiri dan cocok menggunakan tatto iblis bukan berarti kau cocok dengan darahku..."


"Tapi ku mohon!! Kita tak tau sebelum mencobanya!!" Ryusuke yang terbaring dilantai masih bersikeras.


"Adikmu yang telah lama kau anggap mati masih hidup jadi tak bisakah kau menikmati hidupmu sekarang?"


"Tidak bisa!!!" Teriak Ryusuke, "Meski adikku masih hidup tapi aku yang sekarang sangatlah lemah!! Aku tak bisa melindunginya dan bila suatu saat terjadi perang besar diriku yang tak berguna ini hanya akan jadi beban bagi semua orang!!!"


"Aku ingin melindungi Airi dan aku juga ingin bertarung bersama dengan teman-temanku!! Aku tak ingin kehilangan siapapun lagi!!!" Jawab Ryusuke dengan penuh keseriusan.


Tuan Kai yang melihat tekad dari Ryusuke perlahan pendiriannya menjadi goyah, "Apa kau yakin? Jika darahku tak cocok denganmu mungkin saja hal terburuk yang terjadi kau akan mati atau mungkin kau akan jadi iblis tak sempurna tanpa akal..."


Ryusuke terdiam, "Aku tak peduli bila harus mati dan jika aku kehilangan akal maka anda sendirilah yang harus membunuhku!!!"


Tuan Kai terdiam sejenak dan berfikir lalu ia membuat keputusan, "Baik, aku akan membantumu akan tetapi jangan salahkan aku bila nanti gagal"


"Aku mengerti!!" Jawab Ryusuke yang telah membulatkan tekadnya.


"Kalau begitu tunggu sebentar..." ucap Tuan Kai yang kemudian pergi.


Ryusuke yang jatuh dilantai mulai kesakitan lagi dan luka karena kehilangan kedua lengannya mulai terasa lagi lalu iapun berteriak kesakitan, "ARRRGGGH...!!"


Pandangan Ryusuke mulai tak jelas dan samar-samar, kepalanya pusing lalu suhu tubuhnya meningkat seakan demam.


Lalu disaat ia mau sekarat itu Tuan Kai muncul dengan membawa sebuah serum dengan darah didalamnya, "Kau yang memintanya sendiri jadi jangan salahkan aku..." ucap Tuan Kai yang hanya dijawab oleh Ryusuke dengan teriakan.


Tuan Kai tanpa ragu menyuntikan serum darah itu pada Ryusuke dan iapun semakin berteriak kesakitan lebih keras lagi, "AARRGGGHH...!!!"


*****


Dilorong Arashi menggendong Airi dipunggungnya.


"Hey, mengapa kau naik ke punggungku!!"


"Sudahlah, jangan banyak protes!! Aku naik ke sini agar lebih cepat!!!" Bentak Airi.


"Cih..." Arashi agak kesal akan tetapi ia mempercepat langkah kakinya dan berlari.


Keduanya merasakan tekanan energi kuat yang berasal dari tempat yang mereka tuju.


Tak butuh waktu lama merekapun sampai dan Airi sangat terkejut begitu melihat kakaknya menggeliat seperti cacing kepanasan karena merasakan sakit.


Airi segera melompat turun dari punggung Arashi, "Kakak, apa yang terjadi padamu?" Ia langsung panik.


"Aku telah memberikan padanya darah iblis..." ucap Tuan Kai.


"Darah apa itu?" Tanya Arashi.


"Darah iblis terkuat dan dia merupakan salah satu dari enam pendiri, darah itu milik sang iblis api..."


"Ya, darah itu milik ayahku..." ucap Tuan Kai dengan serius.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1003 : Mengamuk


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****