
Wilayah pelabuhan kota yang sekarang membeku karena kemampuan Excel 'sang raja iblis es'
Tekanan udara disana sangatlah dingin karena permukaan air laut membeku yang menghasilkan kabut tebal menutupi pandangan mata.
"Zink!!!" Arashi dan Misaki berteleport ke tempat itu, keduanya berpijak pada permukaan air laut yang telah membeku.
"Fiuh..." Misaki menghembuskan nafas panjang dan terlihat sangat lega karena berhasil lolos dari para raja iblis, "Kita beruntung bisa melarikan diri dari mereka!! Ya, itu karena disaat-saat terakhir aku bisa melakukan teknik clon..."
"Aku berterima kasih padamu Yami karena kemampuan teleportmu kami berdua jadi selamat..."
Yami adalah clon yang diciptakan oleh Misaki dan meskipun ia clon tapi sifatnya sangat mirip dengan aslinya yaitu memiliki sifat yang buruk, "Cih, kalian orang-orang lemah merepotkanku saja..." ucapnya yang malah terlihat kesal.
"Hehehe..." Misaki hanya bisa tersenyum meski mendengar kata-kata tak menyenangkan dari Yami.
Meskipun ia pencipta clon tapi Misaki tak punya kendali penuh atas clon ciptaannya itu, "Karena tugasmu sudah selesai maka akan ku nonaktifkan dirimu..."
"Ya, cepatlah!!" Ucap Yami yang seolah tak peduli.
Misaki menghapus lukisan Yami dan secara perlahan iapun menghilang.
Dilain Arashi memasang wajah tertunduk penuh kekesalan karena lari dari pertarungan, "Sialan!! Aku tak berdaya melawan mereka dan malah lari padahal mereka telah menghabisi banyak sekali nyawa!! Apa aku ini masih lemah?"
Misaki yang melihat sikap rekannya itu menjadi sedikit kasihan dan mencoba menghibur, "Jangan berfikir seperti itu!! Kau itu kuat hanya saja lawan kita adalah 5 raja iblis jadi mustahil menang..."
"Laripun tak masalah dan bisa lari dari mereka adalah suatu pencapaian yang luar biasa..."
"Bodoh!!" Arashi berteriak, "Jika kau bisa menggunakan teknik clon mengapa kau menciptakan Yami untuk kabur bukan petarung lainnya yang kuat untuk melawan mereka..."
"Kemampuanmu itu sangatlah berguna tapi mengapa hanya digunakan untuk melarikan diri!!"
"Hah..." Misaki menghela nafas dan iapun menanggapi Arashi dengan kepala dingin, "Kaulah yang bodoh!! Meskipun aku dapat menciptakan banyak clon dengan berbagai kemampuan dari berbagai petarung yang sangat mirip dengan aslinya tapi kemampuanku ada batasannya..."
"Ya, sebanyak apapun cloning yang kuciptakan tetap saja sumber energinya hanya ada padaku jadi tetap saja jika kita bertarung tadi pasti akan kalah..."
Arashi terdiam setelah mendengar penjelasan Misaki tersebut.
Misaki terdiam sejenak akan tetapi ia kemudian berkata, "Udara disini sangatlah dingin dan itu membuatku kesusahan bernafas jadi mari segera selesaikan tujuan kita disini lalu pergi..."
Arashi mengangkat wajahnya, "Memangnya kita mau kemana?"
Misaki berjalan menjauh dan berkata, "Kita akan memeriksa keadaan Rain..."
"Eehh...!!" Arashi terkejut dan mengejar Misaki, "Memang bagaimana keadaannya sekarang?"
"Hmm... entahlah, cloning yang ia ciptakan sebelum menghilang berkata padaku bahwa ia telah kalah..." jelas Misaki.
"Kalau begitu si jenius itu telah kalah tapi bukan berarti dia telah mati..." ucap Arashi
"Yap, kau benar tapi keberadaannya yang sekarang belum jelas jadi kita harus segera memeriksanya..."
Keduanya terus berjalan pada permukaan air beku itu meski hawa dingin terasa menusuk kulit.
"Bhheeerr... udaranya benar-benar dingin..." gerutu Misaki.
"Kekuatan Raja Iblis benar-benar hebat sampai-sampai mampu membekukan lautan jadi pantas saja 'si jenius' itu kalah..."
"Kau benar!! Mereka sangat kuat..." Misaki setuju.
Keduanya terus berjalan dan meski butuh waktu lama tapi mereka akhirnya menemukan tubuh Senju Rain yang kini mematung membeku karena lapisan es.
"Misaki..."
"Apa?"
"Sekujur tubuhnya membeku karena es jadi apa benar dia masih hidup?"
"Ya, itu hanya penilaianku saja karena untuk manusia normal pasti sudah mati kalau membeku dalam es seperti itu..."
"Cih..." Misaki agak jengkel pada kata-kata Arashi, "Seharusnya kau sedih saat melihat kondisi rekan kita seperti ini dan bukannya asal bicara seenaknya..."
"Ya, ya, maaf deh..." Arashi menjadi sedikit merasa bersalah, "Jadi sekarang apa yang harus kita lakukan padanya?"
"Jangan bertanya padaku..."
"Hadeh..." Arashi agak jengkel pada jawaban Misaki dan iapun berjalan mendekati Senju Rain yang telah membeku, "Hmm..." Arashi memperhatikan dengan seksama Senju Rain yang membeku dengan mengacungkan tombak.
"Apa yang kau pikirkan?"
"Hmm... yang ku pikirkan adalah apakah benar dia masih hidup? Tidak mungkin makluk yang telah membeku seperti ini masih punya nyawa..."
"Sudah ku bilang jangan berfikir yang tidak-tidak..." Misaki agak kesal.
"Baik, aku akan mencoba menggerakannya..." ucap Arashi dengan memegang bahu dan secara paksa mencoba menggerakannya, "Krak...!!!" Lengan Senju Rain retak dan malah patah.
"Patah...!!!" Teriak Misaki dan Arashi secara serentak yang benar-benar panikg
Misaki langsung memukul kepala Arashi, "Tyeng!!! Bodoh, apa yang telah kau lakukan? Kau telah mematahkan bahunya..."
Arashi juga panik, "Aku benar-benar minta maaf jadi akan ku coba ku sambungkan kembali..." ucapnya yang berusaha memasangkannya kembali akan tetapi ketika ia berusaha memasang tanpa sengaja siku Arashi mengenai kepala Senju Rain dan sekali lagi malah mematahkannya.
"Eehh...!!??" Ucap Arashi yang melihat kepala tersebut jatuh tepat dihadapannya.
"Apa yang telah kau lakukan? Kau telah membunuhnya!!!!" Teriak Misaki yang benar-benar panik.
Arashi mencoba membela diri, "Mana ku tahu!!! Kepalanya jatuh sendiri...!!!!"
"Itu tak penting!! Akan ku pasangkan kepalanya lagi..." Misaki cepat-cepat mengambil kepala tersebut dan memasangkannya kembali akan tetapi ia menekan terlalu kuat dan berakibat tubuh bagian perutnya patah menjadi dua.
"KYYAA...!!!!!" sontak keduanya berteriak karena terkejut, "Kau semakin menghancurkannya...!!"
"Kaulah yang terlebih dahulu menghancurkannya...!!" Ucap Misaki yang mencoba membela diri.
"Tiada gunanya kau menyalahkanku!! Cepat perbaiki dia...!!!" Teriak Arashi yang panik.
Keduanya lalu secepat mungkin memperbaiki tubuh yang membeku dan patah-patah itu.
Ya, bagaikan menyusun puzzle yang penuh dengan teka-teki dan membutuhkan waktu lama tapi keduanya berhasil menyusun kembali tubuh Senju Rain.
"Fiuh, selesai juga..."
"Tapi kok susunannya absurd?" Arashi yang merasa kasihan pada teman jeniusnya itu.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan..." ucap Misaki yang seolah tak peduli akan tetapi sebenarnya dalam hati ia sangat kasihan, iapun bergumam dalam hati, "Kita seperti membuat tubuhnya jadi mainan!! Kita orang-orang yang kejam..."
"Hmm..." Arashi berfikir.
Misaki yang memperhatikannya bertanya, "Apa yang tengah kau pikirkan, bodoh?"
"Ya, Rain memang memiliki kekuatan hutan yang regenerasinya sangat tinggi akan tetapi sekarang ini dia membeku jadi yang masalahnya sekarang bagaimana kita menghidupkannya kembali?"
"Eeehh...!!!" Misaki terkejut dan iapun terlihat sangat panik, "Bagaimana ini??!!"
"Mana ku tahu..." ucap Arashi yang juga panik.
Ya, keduanya sekali lagi menemui jalan buntu.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 928 : Kita Pasti Bertemu Lagi!!