Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1013 : Jiwa Para Ksatria


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


"Dengar!!! Kami tak datang untuk bertarung!!!" Teriak Kiba yang sedang beradu pedang.


Sang Penjaga Makam menjadi geram, "Lalu untuk apa kalian kemari? Apa kalian datang untuk mencuri lagi!!!!" Iapun menggenggam erat pedangnya meningkatkan energi dan memaksa Kiba untuk mundur.


"Cih, ini lebih merepotkan dari pada yang ku duga..." gumam Kiba dalam hati, ia menyarungkan dua pedangnya akan tetapi ia menarik sebuah belati yang ada disarung tangan kanannya dengan tangan kirinya.


Belati itu berwarna putih dan berubah memanjang lalu sarung tangannya berubah menjadi armour sampai bahu.


Dengan tangan kanannya yang sudah terlapisi armour, Kiba menarik pedang hitam yang ada dipinggang kirinya, "Jika kau tak bisa diajak bicara maka aku akan menggunakan cara kasar..." ucapnya dengan sorot mata tajam.


Sang penjaga daratan pedang juga memasang sorot mata tajam, "Dia memiliki senjata dewa..." gumamnya dalam hati.


Lengan kanan Kiba yang terlapisi armour dan memegang pedang perlahan muncul kilatan-kilatan petir sementara itu pedang dilengan kirinya terlapisi pusaran angin, "Ayo mulai!!!" Ucapnya dengan berlari ke arah lawan.


Iapun menyerang dengan tusukan pedang hitam yang mampu melesatkan kilatan petir, "Sllash!!!"


Kilatan petir melesat dari ujung mata pedang hitam milik Kiba akan tetapi sang Penjaga Makam itu mampu memotong-motong petir itu dengan pedangnya.


"Boleh juga..." ucap Kiba yang malah tersenyum menyeringai meski serangannya dapat diatasi.


Iapun melancarkan serangan lanjutan dengan menebaskan sebilah pedang ditangan kirinya berulang kali, "Sllash!! Sllash!!" Beberapa angin pemotong melesat.


Sang Penjaga Makam menatap tajam, ia memusatkan energi dan juga menebaskan pedangnya berulang kali, "Sllash!! Sllash!!"


"Cthing!! Cthing!!" Serangan angin pemotong dari keduanya saling beradu.


"Hanya sebatas itukah kemampuanmu?" Ejek sang penjaga makam.


Kiba menjadi sedikit tertantang, ia menggenggam erat dua pedangnya, "Baiklah, ku ladeni kau!!!!" Ia mengangkat kedua pedangnya ke atas dan meningkatkan energi.


"SLLAASH...!!"


"WUUSS...!!!" Sebuah topan angin pemotong bercampur dengan kilatan petir melesat ke arah Sang Penjaga Makam.


"Serangan kombinasi!!!!" Sang Penjaga Makam menatap tajam, ia menggenggam pedangnya dengan dua tangan.


"SHHRRIING...!!" Sang penjaga makam menahan serangan tersebut secara langsung, "HIIAA...!!!!" Dengan sekuat tenaga ia melemparkan serangan tersebut ke angkasa.


"Hah... hah... hah..." ia menjadi sangat kelelahan lalu disaat itulah keempatnya bergerak cepat dan tau-tau mereka sudah mengepungnya.


"Kau tak bisa kemanapun lagi..." ucap Shirou.


"Hey, ayolah!! Kami kemari bukan untuk bertarung..." ucap Masamune.


"Benar tuan, kami ada urusan penting dengan anda..." ucap Torano.


Sang penjaga makam bertambah geram dan menjadi lebih marah, "Kalian yang telah mencuri pedang dariku bukan orang baik..." ucapnya dengan meningkatkan energi.


Iapun menusukan pedangnya ke pasir lalu membuat permukaan pasir bergelombang.


Lalu secara mengejutkan hal yang merepotkan terjadi yaitu mayat-mayat hidup yang berupa tengkorak muncul dari bawah pasih dan mereka menarik pedang-pedang suci yang tertancap.


Sudah ku duga dia tak dapat diajak bicara..." ucap Kiba agak jengkel.


"Teknik ini sama seperti dulu!! Ini gawat!!" Masamune agak panik.


Mereka berempat mengepung sang penjaga makam akan tetapi sekarang mereka tengah dikepung oleh mayat-mayat hidup yang tak terhitung jumlahnya dari berbagi arah.


Sang Penjaga Makam berkata, "Kalian tak bisa lari bahkan menang dariku!! Sebagai penjaga tempat ini aku bisa menggunakan jiwa ksatria yang mati disini!!!!"


Para mayat yang telah dibangkitkan itu mulai menggunakan jubah raja mereka dan membuat keempatnya semakin terdesak tetapi Torano yang geram berkata, "Konyol sekali!!"


"Apa maksudmu?"


"Aku pemilik kekuatan Raja Pedang dan jika kau menantangku dalam kebangkitan maka sudah jelas akulah yang akan menang..."


Sang Penjaga Makam tak menghiraukan kata-kata Torano, ia tetap pada pendiriannya.


"Kami tak ingin bertarung!! Kami hanya ingin tau kelemahan iblis terkuat yaitu 'si akhir'...!!!" Ucap Masamune.


"Apa maksudmu?" Sang Penjaga Makam itupun terkejut.


Kiba dengan serius berkata, "Dia telah kembali!! Konon katanya dialah yang telah mengalahkan 10.000 ksatria sehingga terciptalah Daratan Pedang..."


"Kalian pasti bohong!! Tak mungkin 'si akhir' kembali!!!" Ucapnya yang tak percaya.


"Kenyataannya memang begitu dan dia berserta pasukannya telah menaklukan setengah dunia dan bahkan negeri para dewa telah jatuh ke tangan mereka..." jelas Shirou.


Sang Penjaga Makam terdiam dan ia jadi shock dalam hati ia bergumam, "Tidak mungkin!!! Malapetaka terburuk telah bangkit jadi bagaimana caranya kami menghentikannya?" Ia menarik kembali pedangnya yang tertancap dan seketika mayat-mayat hidup itu berubah menjadi abu dan menghilang bersama dengan hembusan angin.


Keempatnya menyarungkan senjatanya, "Kami tak bisa lama ditempat ini jadi bisa beritahu kami kelemahan iblis terkuat itu?" Tanya Torano.


"Ia tak punya kelemahan..."


"Apa!!!!!" Keempatnya sontak terkejut.


"Tidak mungkin!! Tiada gading yang tak retak!! Sekalipun dia iblis terkuat pasti dia punya kelemahan..." ucap Kiba yang geram.


Sang Penjaga Makam berkata, "Dulu sekali dia bertarung dengan 10.000 pengguna jubah raja..."


"Dia bertarung siang malam dengan brutalnya dan tak mampu dihentikan..."


"Lalu bagaimana mungkin dia bisa disegel?" Tanya Kanzaki Shirou.


"Entahlah..."


"Jika kau tak tau kelemahannya pasti kau tau semua kemampuan dan kekuatannya!! Katakan pada kami..." ucap Torano.


Sang Penjaga Makam terdiam lalu iapun berkata, "Dia yang terkuat karena memiliki 'pedang pembelah benua', tiga senjata dewa yaitu Ark langka lalu yang terakhir dan terburuk dia dibenci oleh kematian itu sendiri sehingga ia tak bisa mati..."


"Mengalahkannya adalah hal yang mustahil dan untuk sekarang ini satu-satunya petarung yang dapat mengimbanginya adalah Sang Naga Emas Legendaris akan tetapi saat ini aku tak tau dimana keberadaannya..."


Keempatnya terdiam setelah mendengar penjelasan sang penjaga makam, mereka menyadari bahwa perjalanan jauh yang mereka tempuh percuma dan hanya menemui jalan buntu.


Tetapi mendadak Masamune tertawa lepas, "Hahahahahaha...!!!"


"Apanya yang lucu? Apakah kau tak tau seberapa mengerikannya 'si akhir' itu?" Ucap sang penjaga makam.


"Dia memang kuat akan tetapi aku memiliki impian untuk jadi yang terkuat..." ucap Masamune dengan optimis, "Jika satu-satunya yang dapat mengimbangi adalah Naga Emas maka artinya aku cukup mencarinya dan berguru padanya lalu melampaui guruku..."


"Ya, caraku memang simpel tapi kurasa itu efektif..." ucap Masamune dengan semangat.


Hal itupun membuat ketiga rekannya menyeringai tetapi hal itu juga membuat Sang Penjaga Makam geram, "Kalian tak tau seberapa kuat dia!!! Kalian meremehkannya!!!"


"Kaulah yang terlalu meremehkan kami!! Kami telah melalui banyak hal sulit dan kami akan melewati setiap kesulitan yang menghalangi jalan kami..." ucap Torano.


"Benar sekali!!" Sahut Kiba dan Shirou serentak.


Meski menemui jalan buntu tapi keempatnya tetap optimis akan tetapi masalah terbesar akan datang pada mereka.


Didunia luar sang iblis terkuat 'si akhir' menarik pedangnya dan menebas, "Sllash!!" Ia mampu merobek batas dimensi, "Hahahaha... serasa nolstalgia!! Aku kembali ke tempat ini lagi!!!" Ucapnya dengan semangat.


"Ya, ini adalah makam 10.000 kstaria dan kalian boleh bersenang-senang nanti..." ucapnya pada tiga raja iblis yang berdiri dibelakangnya.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1014 : Melawan Iblis Terkuat


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****