
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Dikerajaan Alvarez bagian selatan sedang diadakan Turnament Lima Bintang untuk menunjukan kekuatan militernya pada dunia.
Sementara itu perang besar melawan dewa terjadi 2 bulan yang lalu dan kini pihak dewa juga sedang berusaha memulihkan kekuatan militernya.
Beberapa kembang api meletup diatas Aera bagaikan sebuah perayaan.
Para penduduk negeri langit itu sedang bersorak-sorak ria dalam pesta yang megah.
Mereka para penduduk keluar dari rumah memenuhi sepanjang menyambut rombongan dewa-dewa penting yang menaiki kereta.
Baik yang tua, muda dan anak-anak para dewa terlihat sangat antusias.
Rombongan itu bergerak menuju alun-alun kota setelahnya mereka naik sebuah panggung yang tersedia disana.
Seorang dewa yang merupakan dewa tipe badai maju ke depan dan berkata dengan lantang menggunakan pengeras suara pada para penduduk, "Semuanya selamat datang dalam acara terpenting abad ini...!!!!!"
"Yeah...!!!" Jawab para penduduk dengan sorak-sorak meriah.
"Perang besar telah mengakibatkan Yang Mulia Dewa Agung yaitu Dewa Kematian gugur dan membuat Delapan Dewa Penguasa tumbang..."
"Kita kehilangan banyak kekuatan karena perang itu akan tetapi waktu telah berlalu 2 bulan lamannya dan sekarang waktunya kita memulihkan kekuatan tempur Aera..." ucapnya lagi dengan lantang dan dijawab dengan sorak-sorak penuh semangat dari para penduduk negeri langit itu.
Setelah 2 bulan berlalu para dewa perlahan juga membenahi diri.
Dewa tipe badai itupun berkata lagi dengan lantang, "Pada saat ini dan pada waktu ini kita akan memilih delapan dewa yang akan menduduki jabatan pemimpin Aera..."
"Tap... tap... tap..." delapan dewa muda naik panggung dan semua penduduk nampak kagum pada mereka.
"Mereka adalah Delapan Dewa Penguasa yang baru...!!!!" Teriak dewa tipe badai itu dengan lantang.
Semua penduduk menjadi berteriak penuh semangat setelah mengetahui posisi penting yang kosong itu terisi kembali.
Ya, mereka mengetahui bahwa sekarang era dewa yang lama berakhir dan berganti yang baru.
Salah satu dari delapan dewa itu ada Mizorogi yang merupakan Dewa Langit, ia juga merupakan lawan akhir Arashi dalam insiden hancurnya penjara Arkstrem.
Aera dalam keadaan pesta pora karena pemerintahan baru terbentuk akan tetapi mendadak seorang anak dewa perempuan naik ke panggung dan berteriak, "Semuanya, cepat tinggalkan Aera!!!!"
Semuanya terkejut mendengar teriakan itu apa lagi dari Kaoru 'dewa yang mampu melihat masa depan'
Beberapa dewa penjaga segera menangkap Kaoru karena dianggap pengacau acara, "Kau tak boleh berada ditempat ini!! Disini kau hanya mengganggu saja!!"
Kaoru yang tertangkap berusaha membebaskan diri dengan meronta-ronta, "Aku harus tetap berada disini untuk memperingatkan semuanya!! Kalian semua dalam bahaya!!" Teriaknya akan tetapi para dewa penjaga malah menyeretnya keluar panggung.
Disaat Kaoru hendak diusir Yume yang merupakan salah satu dewa mantan pembunuh dari Pasukan Bayangan muncul.
Iapun langsung menarik sebilah pedangnya lalu melompat ke atas panggung, "Sllash...!! Sllash...!!" Dengan kelincahan dan ketangkasannya para penjaga itupun dapat dikalahkan.
Semuanya terkejut karena terjadi keributan dipanggung yang seharusnya merupakan pusat perhatian.
"Berani-beraninya kau mengacungkan senjata ditempat ini...!!!" Ucap Dewa Badai yang merupakan pembawa acara dengan sorot mata tajam.
Yume malah mengacungkan pedangnya dan juga membalasnya dengan sorot mata tajam, "Dengarkan apa kata Kaoru!! Dia punya peringatan pada kalian semuanya...!!!"
Semuanya terdiam dan beranggapan bahwa mendengarkan adalah jalan terbaik dari pada kekerasan.
"Anu..." Kaoru nampak gugup karena semua perhatian dan pandangan sorot mata tertuju padanya, iapun mencoba untuk tetap tenang, "Aku bisa melihat masa depan!! Aku melihat masa depan yang sangat buruk sebentar lagi akan terjadi dan kalian harus segera meninggalkan tempat ini..."
"Hahahahaha...!!!" Mizorogi 'sang dewa langit' malah tertawa lepas dan berkata dengan sombongnya, "Bahaya apa yang kau maksud? Jikapun ada bahaya yang mengacam Aera maka dengan segenap tenaga aku akan melindungi Aera..."
Iapun menatap ke arah semua orang, "Aku adalah Dewa Penguasa yang baru dan dengan segenap jiwaku aku akan melindungi kalian semua...!!!"
"Aku akan membawa kejayaan baru bagi Aera...!!!!" Ucapnya dengan lantang dan penuh keyakinan.
Semua penduduk yang ada disana mendengarnya dan menjadi menaruh kepercayaan yang besar pada Mizorogi.
"Benar sekali!!"
"Kita akan aman!!"
"Tak perlu ada yang dikhawatirkan!!"
"Masa depan yang kau katakan hanya omong kosong!!"
"Turun dari sana gadis kecil dan jangan ganggu kami!!" Ucap para penduduk Aera yang malah mencemooh Kaoru.
Kaoru menjadi shock akan tetapi karena kepedulian dan kecintaannya pada negeri langit, iapun mencoba menguatkan diri, "Kalian tak mengerti!!! Dia iblis dari 2.000 tahun yang lalu!! Dia terlalu kuat!!"
"Pergilah saja!!"
"Kau mengganggu kami!!" Teriak para penduduk yang mengusir Kaoru.
Mizorogi tersenyum menyeringai, "Lihatkan, mereka lebih mempercayaiku jadi tak perlu ada yang dikhawatirkan..."
Kaoru tak punya lagi kesempatan bicara akan tetapi secara mendadak Aera berguncang, "DYYEESS...!!!!" sesuatu jatuh dari atas dan membuat pulau langit itupun miring.
"Kita terlambat!! Dia datang!!" Gumam Kaoru yang dalam hati berkeringat dingin
*****
Beberapa saat yang lalu...
Para iblis yang terdiri dari iblis kelas atas berada diatas Aera.
Mereka menaiki sebuah pulau kecil yang diatasnya tumbuh sebuah pohon rindang.
'Si Akhir' tersenyum menyeringai saat melihat Aera dari atas, "Khehehe... akhirnya kita sampai juga!!"
Ia terlihat bersemangat dan berkata pada para 'raja iblis' yang lainnya, "Kalian tetap disini dan biarkan aku saja yang mengatasi masalah ini..." iblis itupun tanpa ragu melompat.
Heliel yang merupakan iblis muda terkejut, "Apa!!! Dia berniat bertarung seorang diri?? Ini adalah negeri para dewa, bukankah seharusnya kita membantunya?"
"Tidak perlu..." jawab Leonidas 'sang raja iblis gempa' dan iapun berkata, "Bukankah ini kesempatan yang bagus melihat kekuatan legendaris dari iblis terkuat 2.000 tahun yang lalu..."
*
'Si Akhir' seorang diri jatuh ke Aera dengan sangat keras, "DYYEESS...!!!" ia yang jatuh bahkan membuat pulau langit itu miring.
"Khehehe... setelah 2.000 tahun lamanya aku akhirnya kembali lagi ke Aera..." ucapnya dengan tersenyum menyeringai.
Iblis 2.000 tahun yang lalu akan beraksi lagi dan penyerangan dimulai...!!!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 949 : Penyerangan II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.