
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Jirou dan Kitsune berjalan menyusuri lorong akan tetapi mememukan jalan buntu.
"Kok buntu?"
"Jangan khawatir!!" Ucap Jirou dengan memegang peledak dan menyalakannya, "DHUUAARR...!!" ledakan tercipta dan terowongan itupun runtuh.
"Sialan, kau akan membuat kita terkubur hidup-hidup..." protes Kitsune.
"Jangan khawatir!! Dengan kemampuan Absolute Lucky milikmu ku yakin kita akan baik-baik saja..." ucap Jirou
Secara perlahan debu ledakan menghilang dan nampaklah ruangan luas lalu disana ada banyak sekali musuh.
"Mulai sekarang semuanya akan jadi lebih sulit dari pada yang sebelumnya..." ucap Jirou dengan sorot mata tajam penuh dengan keseriusan.
Sementara itu si penakut Kitsune merasa merinding, "Kita mungkin akan mati ditangan musuh..." gumamnya dalam hati yang pesimis.
Jirou menyentuh bahu rekannya dan ia mulai menggunakan kemampuannya dengan berubah wujud menjadi Kitsune.
Sekarang ada dua Kitsune dan mereka langsung menggunakan kemampuan menghilang untuk mengecoh para musuh.
"Apa yang terjadi?"
"Mengapa tanahnya mendadak meledak?"
"Mungkin penyebabnya adalah gas alam..." ucap para penjahat yang ada disana dan merekapun berkumpul memeriksa ledakan yang dibuat oleh Jirou.
Sementara itu Jirou yang berubah wujud menjadi rekannya dan Kitsune secara hati-hati menyelinap dengan kemampuan menghilang, keduanya berjalan secara mengendap-endap dan terus maju.
"Kita berhasil mengecoh mereka..." gumam keduanya yang merasa sukses dalam beraksi.
Dengan kemampuan menghilang yang telah dimiliki keduanya membuat mereka tak terhentikan dan terus maju.
Dengan peta yang telah dibuat oleh Jirou, mereka berdua bergerak menuju penjara ruang penjara tempat rekan-rekan mereka ditahan.
"Hey, Jirou!! Sepertinya ini akan berjalan dengan mudah..." bisik Kitsune.
"Bodoh, jangan menganggap hal ini remeh!! Jika kita belum bisa membebaskan rekan-rekan kita maka jangan mengatakan misi ini mudah..." ucap Jirou.
"Ya, ya, aku tau!!" Ucap Kitsune.
Dengan mengendap-endap menggunakan kemampuan menghilang keduanya perlahan melangkahkan kaki, mereka mampu mengecoh para penjaga yang ada disana karena tak terlihat oleh mata.
Ya, meski membutuhkan waktu yang cukup lama mereka berdua sampai disebuah ruang bawah tanah yang sangat luas dengan para tahanan tertata rapi dalam sel.
"Kita sampai juga..."
"Jangan berisik!!" Ucap Jirou yang memperingatkan rekannya itu.
Seketika Kitsune membekap mulutnya dan sedikit menyesal karena terlalu berisik akan tetapi ia bersyukur karena tak membuat para penjaga yang lalu lalang mengetahui keberadaan mereka.
Kitsune mengamati orang-orang yang ada didalam sel dan iapun mengenali mereka, "Wah, disana ada Ashura, Ritsu dan Yuri, jika kita bisa membebaskan mereka bertiga ku yakin kita bisa membebaskan semua petarung yang ada ditempat ini..." bahkan didalam sel itu ada dua wanita buas yaitu Leona 'si singa api' dan Litha 'si serigala badai'
"Mengatakannya memang mudah akan tetapi lihatlah itu!! Ada tujuh iblis kuat yang menjaga tempat ini!!" Ucap Jirou dengan menunjuk ke beberapa iblis yang ada dikejauhan.
Kitsune memperhatikan dengan seksama, "Kau benar dan hal itu membuatku takut..."
"Sudah ku bilang jangan takut..." ucap Jirou.
Ya, ketujuh iblis yang menjaga tempat itu adalah rekan-rekan Heliel.
Yamaru iblis dengan kemampuan membentuk darah
Irene seorang iblis wanita yang mampu memanipulasi duri.
Kogara si iblis dengan tiga perubahan.
Betty iblis wanita yang mampu mengendalikan mayat dengan benang.
Gona iblis yang mampu mengendalikan tanah
Tatsu si iblis pasir
Zen si iblis dengan elemen petir
*
Jirou nampak geram, "Aku pernah mencoba membebaskan mereka tapi gagal dan berakhir dengan pertarungan melawan ketujuh iblis kuat itu..."
"Lalu bagaimana hasilnya?" Kitsune terkesan pada sepak terjang rekannya itu.
"Aku kalah tetapi diriku sangat beruntung karena bisa melarikan diri..."
Kitsune bergumam dalam hati dan makin pesimis, "Aku ragu kita bisa membebaskan mereka!! Yah, jika ketahuan dan kita kalah pasti nyawa kita akan hilang..."
Jirou berkata lagi, "Yang terpenting kita harus menemukan kunci sel mereka..."
"Hmm... aku jadi kepikiran kenapa mereka tak keluar saja dari penjara tersebut dengan cara paksa?"
"Kau sama sepertiku kemarin..."
"Apa maksudmu?"
Jirou menjelaskan, "Alasan mengapa aku gagal ada pada sel mereka..."
"Aku yang menyamar menjadi salah satu bandit dengan kemampuan berubah wujud lalu tanpa pikir panjang mendekati sel mereka dan begitu tanganku menyentuh sel mereka kemampuan berubah wujudku langsung menghilang..."
"Aku berpendapat bahwa sel itu menekan segala energi dan kekuatan fisik jadi menghancurkan dengan cara paksa tak mungkin dilakukan..."
Kitsune menjadi panik dan berkata, "Duh, gimana ni?"
"Satu-satunya cara membebaskan mereka hanyalah dengan menggunakan kunci sel..."
"Tapi yang jadi masalah dimana mereka menyimpan kunci sel tahanannya?" Tanya Kitsune.
"Selama beberapa hari aku telah melakukan beberapa investigasi dan dari investigasi itu kurasa kunci sel mereka ada dipos pengawasan..." ucap Jirou dengan menunju ke arah sebuah bangunan paling tinggi.
"Aku ragu mereka menyimpannya disana..."
"Khehehe... maka daripada itu Aku mengandalkan keberuntungan mutlak darimu..." jawab Jirou dengan tersenyum lebar.
"Baiklah, kalau begitu..." ucap Kitsune dan ia bergumam dalam hati, "Kuharap keberuntungan mutlak milikku berkerja..."
Mereka berdua akhirnya mendekati menara yang merupakan pos pengawasan dengan kemampuan menghilang.
Rencana dan pergerakan mereka berdua berjalan lancar karena tak mampu dideteksi oleh musuh.
Satu persatu halangan mampu dilalui oleh keduanya hingga akhirnya mereka menyerang para penjaga yang ada dipos pengawasan dengan kemampuan menghilang sehingga sangat merepotkan lalu menyandra salah satu penjaga yang ada dimenara pengawas itu.
Jirou menjatuhkan penjaga itu ke lantai dan mengarahkan mata pisaunya pada leher lawan, "Katakan padaku dimana kalian menyimpan kunci-kunci para tahanan!!"
Pria itu nampak panik dan takut dibunuh, "Ku mohon jangan sakiti aku!!!"
"Kalau begitu turuti apa mauku!!" Ucap Jirou dengan sorot mata tajam.
"Baik, aku mengerti..."
Jirou menyandra seorang pria dengan ancaman menggorok lehernya, ia dan pria itu berjalan menuju sebuah ruangan.
"Ku harap ini berjalan dengan lancar..." gumam Kitsune yang mengikuti dari belakang dengan kemampuan menghilang.
Didalam ruangan yang mereka tuju terdapat sebuah brankas besi, "Cepat buka!!!" Jirou melepaskan sandra tersebut dan menyuruhnya membuka brankas besi itu.
Pria yang menjadi sandera itupun mengotak-atik brankas tersebut dan meski membutuhkan waktu lama akhirnya brankas itu terbuka.
Jirou tak membutuhkan sandera itu dan menikamnya dari belakang, "Jleebb..." pisau menembus dadanya, "Terima kasih telah membantukku..."
Pria dengan kemampuan meniru wujud itu nampak senang dan iapunmengambil kunci tahanan yang ada didalam brankas, "Akhirnya aku bisa membebaskan mereka..."
"Sayang sekali tapi kau harus mengembalikannya kembali pada tempatnya..." ucap salah satu petarung elite yang ada diwilayah itu, ia adalah Zen si iblis dengan elemen petir.
"Tidak mau!! Aku susah payah mendapatkannya jadi aku tak mau mengembalikannya..."
"Sllash!! Sllash!!" Situasi bertambah buruk dengan munculnya enam iblis kuat yang lainnya dan mereka segera mengepung Jirou.
"Kau terkepung, penyusup..." ucap Zen lagi dengan sorot mata tajam.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1056 : Melawan Elite Penjara.
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****