Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 952 : Jatuh


Rikie muncul dan langsung saja melesat secepat cahaya, iapun menendang sekuat tenaga akan tetapi dapat ditahan oleh Arashi dengan lengannya.


Arashi yang memperhatikan wujud Rikie yang memiliki telinga rubah dan ekor berkata, "Hohoho... jadi kau melakukan fusion dengan Yuuka, ya?"


"Benar sekali, senpai!! Dan kekuatan ini sangat menakjubkan..." iapun memasang kuda-kuda, meningkatkan energi sehingga dirinya terlapisi elemen cahaya, "Senpai, bersiaplah!!"


Rikie melesat cepat dan memukul dari arah depan, "Jbbllast...!!!" Meski memiliki insting tajam tapi Arashi tak mampu menahan serangan berkecepatan cahaya dan iapun berakhir dengan terhempar jatuh ke bawah.


"Aku belum selesai, senpai..." Rikie mengangkat tangannya dan bola energi cahaya terbentuk, "WUUSS...!!" Iapun tanpa ragu melemparkan serangan itu ke tempat Arashi yang jatuh.


"DHUUAARR...!!!" Ledakan besar terjadi dan menciptakan hembusan angin kuat ke segala arah.


Semua petarung yang ada disana terkejut dengan serangan itu bahkan sebagaian dari mereka ada yang terhempas karena kuatnya angin.


"Apa-apaan kekuatan ini?"


"Serangan ini setara dengan kekuatan kita semua!!" Ucap para petarung yang berusaha bertahan dari kuatnya tekanan angin.


Hinowa dan Yuzuru juga terlempar akan tetapi keduanya bertahan dengan berpegangan pada batang pohon.


"Apa-apaan Rikie itu, bagaimana mungkin dia memiliki kekuatan sehebat ini?" Ucap Hinowa.


"Kak Rikie bersatu dengan Kak Yuuka, itulah penyebab mereka sangat kuat..." jelas Yuzuru.


Tekanan angin kuat perlahan melemah lalu asap kepulan dedebuan perlahan menghilang dan beberapa saat kemudian nampaklah cekungan luas.


Rikie perlahan berjalan mendekati cekungan itu, "Tunjukan dirimu, Arashi-senpai!! Aku tau kau tak mungkin kalah hanya dengan serangan ini!!"


Secara mendadak kepulan asap ledakan yang berada dipusat cekungan menghilang lalu nampaklah bola energi yang terbentuk dari elemen kegelapan.


Rikie tersenyum menyeringai, "Jadi begitu caramu bertahan, senpai!! Kau melapisi daerah sekitarmu dengan elemen kegelapan, ya?"


Bola kegelapan terbuka dan nampak Arashi berdiri tegak, hal itupun membuat semua peserta terkejut dan tak percaya, "Mustahil!!"


"Dia bahkan tak terluka!!"


"Levelnya benar-benar berbeda dari kita!!"


Arashi malah tertawa, 'Hahahaha... fusion kalian berdua benar-benar kuat..."


Rikie tak menjawab, iapun langsung saja melesat ke arah Arashi, "HIIAA...!!!" Ia mengepalkan tangan kanan lalu tanpa ragu memukul.


Arashi diam saja ditempat, iapun mempertajamkan instingnya sehingga mampu membaca arah seranga lawan, "Bodoh..." ucap Arashi yang mudah saja menghindar dengan melangkahkan kaki satu langkah kekanan.


Rikie kesal, ia langsung berbalik dan melesatkan tendangan pada kepala Arashi, "Jbbuuak...!!" Arashi yang memiliki insting tajam menahan dengan pergelangan tangannya.


"Kau kuat dan cepat akan tetapi dalam hal insting dan pengalaman kau sangat kurang..."


Rikie langsung saja melompat kebelakang, ia sangat kecewa pada dirinya sendiri, "Sial, padahal aku sudah melakukan fusion dengan Yuuka tapi tetap saja aku tak mampu mengalahkan Arashi-senpai!! Diriku ini benar-benar lemah!!"


"Hahahaha..." Arashi malah tertawa, "Kau tidaklah lemah tapi hanya saja aku yang terlalu kuat!!


Secara mendadak tekanan energi kuat melesat dari kejauhan lalu menembus pepohonan, ia melesat cepat lalu jatuh tepat disamping Rikie, "Kalau begitu kami berdua akan melawanmu..." ucapnya dengan semangat.


Ya, dia merupakan seorang iblis dan dia tak lain adalah Yuuki dalam wujud dewas.


"Khehehe... boleh juga!! Aku sedang bosan jadi berusahalah sekuat tenaga untuk menghiburku..." ucap Arashi secara spontan.


Rikie melirik ke arah Yuuki, "Apa kau yakin kita berdua dapat mengalahkannya?"


"Entahlah, tapi kita tak akan tau sebelum mencoba..." ucap Yuuki yang terlihat percaya diri, "Yuuka, gunakan kemampuan fusionmu!! Kita bertiga harus bergabung bila ingin mengalahkan papa..."


Secara mendadak tubuh Rikie mengeluarkan cahaya terang benerang yang sangat menyilaukan.


Arashi bergumam dalam hati, "Oh, aku tau rencana mereka!! Mereka bertiga mau bergabung..."


Cahaya menyilaukan perlahan redup lalu nampaklah Rikie yang saat ini memiliki tanduk dengan tambahan ekor dan duri-duri dipunggungnya.


"Jadi seperti ini kekuatan iblis..." ucap Rikie yang merasakan tekanan energi meluap-luap dalam dirinya.


"Hahahaha..." Arashi tertawa lepas lalu mengejek, "Kalian bertiga bersatu dan sekarang kemarilah lalu buat aku senang..."


"Uhuk!!" Iapun tanpa ragu memukul perut Arashi dan membuat Arashi terlempar jauh menembus pepohonan hutan.


"Hebat!!


"Orang itu menghajar 'si pengacau'..."


"Apakah dia bisa mengalahkannya?" Pikir para peserta yang lain.


Meski tertimpa batang pohon tapi ecara perlahan Arashi bangkit lagi, "Sialan, aku lengah..." ucapnya dan iapun menatap ke atas.


Diatas Rikie membuka mulutnya lalu memfokuskan energi pada satu titik dan terciptalah bola energi.


"Dia menggunakan cero..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam, iapun memperkuat pijakan kedua kakinya lalu menyeringai, "Akan ku coba menahannya..."


"Terima ini, senpai!!!!!"


"WUUSS...!!!" Bola energi hitam itu ditembakan dari atas dan melesat cepat.


Tetapi Arashi menahannya dengan mengangkat kedua tangan lalu menangkap serangan itu.


Rikie dibuat terkejut, "Apa yang dipikirkannya? Senpai menangkap seranganku!!"


Arashi mencengkram erat cero tersebut dan secara perlahan bola energi hitam itu membeku, "Krak...!!" Dengan cengkraman yang lebih kuat cero beku itu retak lalu hancur.


Rikie menjadi kesal, "Aku lupa kalau Arashi-senpai memiliki es dewa..."


"Khehehe..." Arashi tersenyum lebar dan berkata, "Ayolah!! Tiga lawan satu dan seharusnya kalian menang..."


Rikie yang jengkel melesat dengan cepat, "Tentu saja kami akan menang!! Kami akan mengalahkanmu!!" Iapun mengepalkan tangan berbalutkan kegelapan dan memukul langsung dari arah depan.


Arashi menahan dengan menyilangkan kedua tangannya, "Jbbllast!!!" Meski sedikit terdorong kebelakang akan tetapi pukulan Rikie tak terlalu berpengaruh pada Arashi.


Ya, keduanya bertarung sengit saling menjatuhkan serangannya masing-masing.


Tetapi dilain sisi saat Hinowa dan Yuzuru mengamati pertarungan keduanya sesuatu jatuh dengan keras dari langit.


"DYYEESS...!!!!"


"Apa itu?" Ucap Yuzuru.


"Entah, tapi sebuah cekungan tercipta disana..." sahut Hinowa.


Karena penasaran mereka berdua memeriksanya, "...!!!!" Keduanya seketika terkejut ketika seorang pria penuh luka berada ditengah-tengah cekungan itu.


Ya, Hinowa ataupun Yuzuru tau betul bahwa pria itu adalah sesuatu yang jatuh itu.


"Kita harus segera menyelamatkannya!!" Teriak Hinowa.


"Benar..." jawab Yuzuru.


Keduanya segera berlari mendekati pusat cekungan.


Seorang pria yang merupakan Dewa Langit terbaring tak sadarkan diri dan pria itu tak lain merupakan salah satu dari Delapan Dewa Penguasa yang baru.


Dan dia adalah Mizorogi.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 953 : Tiga Raja Iblis


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.