Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1032 : Hancurkan!!


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Tsuruna melangkahkan kaki perlahan mendekatinya lawannya yang telah kehilangan kaki tangan, ia berkata dengan entengnya, "Iblis kelas atas memang berbeda akan tetapi katanya mereka akan mati jika dipenggal lalu dihancurkan jantungnya..."


"Mari kita buktikan..."


"Sialan...!!!" Teriak Leonidas yang sangat geram dan ia sudah menyadari bahwa dirinya telah kalah.


"Sungguh menyedihkan!! Ternyata meski kau iblis kelas atas tapi kau bisa menjerit juga..." ucap Tsuruna yang kemudian melesatkan tebasan ke leher lawan, "Sllash!!" Kepala 'sang raja iblis gempa' itu terpenggal akan tetapi ia masih berusaha pulih dengan kemampuan regenerasi.


Tsuruna dengan sorot mata tajam berkata, "Keras kepala sekali..." iapun mengangkat pedangnya dan tanpa ragu menusuk dada bagian jantung, "Jlleebb...!!" Begitu jantungnya hancur tubuh 'sang raja iblis bumi' itupun berhenti beregenerasi.


"Selesai sudah!! Ia telah mati..." ucap Tsuruna yang secara perlahan menarik pedangnya dari tubuh lawan, iapun menonaktifkan Jubah Raja Besi miliknya lalu menyarungkan pedangnya yang berlumuran darah secara pelan- pelan.


"Uhuk..." Tsuruna batuk darah karena luka yang dideritanya sangat parah, pandangan matanya menjadi kabur dan iapun perlahan mulai kehilangan keseimbangan dan berakhir jatuh.


"Sllash!!" Dengan kecepatan cahaya mendadak Yashiru berada disamping Tsuruna dan menahan tubuhnya agar tak jatuh.


"Khehehehe... kau telah mengalahkannya dan kau menang kawanku..." ucap 'si pengguna sihir cahaya' itu dengan tersenyum lebar.


"Ya, aku telah menang akan tetapi aku juga babak belur..." ucap Tsuruna dengan nada datar.


Shiki yang berada dikejauhan berteriak, "Maaf mengganggu kemenangan kalian akan tetapi aku sudah tak kuat lagi!! Efek dari sihir merah akan hilang jadi kalian harus segera pergi...!!"


"Oh, dasar lemah..." gumam Yashiru dan Tsuruna serentak.


*****


Dipertarungan yang lain, Saburo juga berhasil memenggal kepala raksasa batu milik 'sang raja iblis bumi'


"Gyahahahaha..." ia berdiri diatas tubuhnya dan tertawa lepas


Raizel dan Aogami Hiruma masih tak percaya akan hal yang dilakukan oleh Saburo.


"Yang benar saja!! Semudah itukah dia kalah!!" Ucap Raizel.


Aogami Hiruma menatap tajam dan berkata, "Konon katanya untuk membunuh iblis kelas atas kita harus menikam jantungnya dan memegal kepalanya jadi dia masih hidup..."


"Lalu yang dia potong adalah kepala raksasa batu sedangkan kitapun tau bahwa sang iblis masih berada didalam tubuh raksasa batu itu..." ucap sang pengeran dengan sorot mata tajam.


*


Saburo yang semula berdiri diatas tubuh raksasa batu dan tertawa lepas mulai diam, ia perlahan menonaktifkan lapisan berlian yang ada ditubuhnya, "Hah... membosankan!! Semua berakhir dengan cepat..." ucap pria brutal itu dengan nada kecewa.


Tetapi secara perlahan tubuh raksasa batu yang telah kehilangan kepalanya itu bergetar hebat.


Saburo segera melompat turun dan mendadak tubuh tanpa kepala itu berdiri tegak.


"Khi..." Saburo tersenyum menyeringai, iapun tau bahwa pertarungan belum berakhir.


Tubuh tanpa kepala itu perlahan meregenerasi bagian tubuhnya yang hilang.


Guts menatap ke bawah tepatnya Tatsumi Saburo dengan tatapan tajam, "Kau cukup membuatku kerepotan..."


"Gyahahahaha...!! Aku senang semuanya belum berakhir dan aku senang kau belum mati!!! Mari bertarung sampai mati...!!!" Saburo tertawa lepas, ia meledakan energi kuat dan lapisan berlian kembali menutupi tubuhnya.


Ia melompat dan menghantam tubuh raksasa itu dengan pukulan, "Jbbuuak...!!" Pukulan kuat itu membuat raksasa batu sempoyongan tapi ia tak jatuh.


Guts semakin jengkel, iapun mencengkram Saburo dengan genggaman tangan besarnya lalu melemparnya ke atas.


Kemudian begitu jatuh ke bawah Guts langsung menyambut Saburo dengan tendangan kaki raksasanya, "Jbbuuak...!!" Saburo sempat menahan dengan menyilangkan kedua tangannya akan tetapi hal itu percuma.


Ia melesat bebas menembus beberapa bangunan lalu berakhir dengan jatuh tepat dialun- alun kota.


"Gyahahahaha...!!!" Saburo tertawa lepas, "Ini mulai membuatku senang lagi!!!" Ucapnya dengan mengangkat sebuah puing bangunan lalu dengan kekuatannya melemparkan bongkahan bangunan itu.


"DYYEESS..." puing bangunan itu mengenai wajah bagian kiri Guts.


Guts menatap tajam dan memfokuskan pandangan, iapun terkejut ketika yang melempar adalah Saburo, "Dia belum mati..." pikirnya.


Saburo mengambil puing-puing bangunan lagi dan berulang kali melemparkannya, "Gyahahahaha...!! Lawan aku!!" Ucapnya dengan semangat


Guts menjadi sangat geram dan iapun berlari ke arah Saburo yang setiap langkahnya menciptakan getaran dipermukaan tanah, iapun melompat dan berteriak, "Sadarlah!!!! Usahamu selama ini sia-sia...!!!!"


Dengan kedua kakinya ia jatuh menimpa Saburo, "DYYEESS...!!!!" Raksasa setinggi 500 meter dengan berat berton-ton itupun jatuh ke tanah dan membuat sebuah cekungan luas.


Tanah maupun bangunan yang ada sekitar raksasa batu hilang terhempas ke angkasa.


*


Bahkan getaran jatuhnya sang raksasa membuat bangunan yang ada disekitar Aogami Hiruma dan Raizel hancur.


"Sial, getarannya sangat luar biasa sampai-sampai menghancurkan bangunan yang ada disekitar kita!! Getarannya bagaikan gempa..." ucap sang pangeran.


Raizel menjadi sangat geram, "Kalau pertarungan mereka terus berlanjut maka dipastikan kota Altenar akan hancur total..."


"Cih, sayang sekali!! Kita yang telah terluka tak bisa berbuat apapun..." ucap Aogami Hiruma yang kesal pada dirinya sendiri.


*


Lalu dipertarungan.


"Sudah berakhir..." ucap sang raksasa dengan berdiri tegak ditengah-tengah cekungan, ia merasa sudah menang tetapi mendadak satu kakinya yaitu kaki kanan perlahan terangkat.


"Apa ini!!!!" Guts terkejut.


"Gyahahahaha...!!" Saburo tertawa lepas dan iapun mampu mengangkat satu kaki raksasa batu dengan berat berton-ton itu.


Saburo melemparkan kaki sang raksasa dan mengakibatkan ia terjatuh, "DYYEESS...!!" Sang raksasa yang jatuh menciptakan getaran hebat lagi.


"Sialan!!" Raksasa batu itu mencoba berdiri lagi akan tetapi Saburo melompat ke atasnya lalu memukuli wajahnya, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"


"Gyahahaha...!!!" Iapun tertawa lepas sambil melancarkan pukulan-pukulan brutal.


Wajah sang raksasa hancur lebur dan Saburo yang telah puas melompat turun, ia membiarkan tubuh tanpa kepala itu berdiri kembali.


"Ayolah, pulihkan dirimu dan mari bermain lagi...!!!" Ucap Saburo dengan tersenyum lebar.


Sang raksasa perlahan memulihkan luka-lukanya, Guts yang geram meletakan telapak tangan ke tanah dan iapun menciptakan sebuah kapak berukuran besar, "Ini bukan permainan lagi!! Aku akan benar-benar menghabisimu!!!"


Lawan tengah emosi akan tetapi Saburo malah tersenyum menyeringai, "Majulah!! Mari bersenang-senang bersamaku!!"


Raksasa batu itupun menggenggam kapak besarnya dengan dua tangan lalu mengangkatnya ke atas, "HIIAA...!!!!!" Iapun menebas sekuat tenaga.


"DYYEESS...!!" Tebasan kapak raksasa itupun menghempaskan segala apa yang ada disekitarnya baik itu bangunan maupun tanah.


"Selesai sudah..." ucap Guts yang merasa bangga pada serangannya akan tetapi secara perlahan kepulan debu menghilang dan nampak Saburo menangkis serangan mematikan super kuat itu dengan menyilangkan dua pedangnya.


"Tidak mungkin!!"


"Gyahahaha...!!!" Saburo meningkatkan energi yang sangat kuat, ia menyeringai lalu berteriak, "Ini semakin menyenangkan saja!!!"


"Buatlah aku puas!!!!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1033 : Si Penghancur Vs Si Bumi


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****