
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Sepertinya mereka dalam kondisi baik-baik saja..." ucap Akiru si sisi dewa es yang memiliki sikap baik hati.
"Benarkah?" Ucap Senju Rain yang tak percaya, "Bagiku mereka seperti menghibur diri sebelum kematian datang!! Semacam salam perpisahan sebelum mati..."
"Kenapa kau berfikir seperti itu?" Ucap Sena dengan ekspresi wajah agak kesal.
"Aku juga melihat seperti apa yang dikatakan olehnya!! Kondisi mental pasukan kita ini sangatlah menyedihkan..."
"Merekapun ragu pada kemenangan dalam perang ini..." ucap Daisuke.
"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membuat mereka bersemangat lagi?" Tanya Akiru.
"Entahlah..." sahut Daisuke.
Sena berkata, "Jika tau kondisi mental para siluman seperti ini maka seharusnya kita tak meminta bantuan untuk berperang..."
"Kita tetap membutuhkan bantuan mereka dalam perang ini..." ucap Senju Rain dengan sorot mata tajam, iapun menyatukan dua telapak tangannya dan meningkatkan energi.
"Kau mau apa?" Tanya Akiru.
"Sebisa mungkin aku akan mencoba menghilangkan beban tekanan mental mereka..." ucap 'si jenius' itu.
Tekanan energi dari Senju Rain meningkat dan dari pijakan kedua kakinya mendadak tumbuh sebuah pohon besar lalu nampaklah ia berdiri tegak diatas pohon tersebut, "Semuanya dengarkan aku!!!!" Teriaknya dengan lantang.
Semua pasukan yang semula istirahat dengan bersantai mengalihkan pandangan dan mereka semua menatap ke arah 'si jenius'
"Itu tuan muda Senju Rain!!"
"Apa yang akan dia lakukan?"
"Apa yang akan dia katakan?" Ucap para pasukan yang terkejut pada kemunculan Senju Rain yang begitu mendadak itu.
Senju Rain menarik nafas panjang-panjang dan menghembuskannya secara perlahan, "Sebelum memulai perang aku ingin berterima kasih pada kalian semua!!"
"Kalian datang dari tempat yang sangat jauh dan kita tak saling mengenal satu sama lainnya lalu kalian pasti sangat berat meninggalkan kampung halaman dan juga keluarga dirumah..."
"Dalam perang kali ini ku ucapkan terima kasih pada kalian!! Sebagai pemimpin, aku akan maju paling depan dimedan perang ini!!"
"Musuh memang kuat dan juga punya banyak pasukan akan tetapi kalian tak perlu takut ataupun risau karena kita akan memenangkan pertarungan ini dan kembali ke rumah dengan senyuman bahagia..."
"Ya...!!!!!" Teriakan penuh semangat dari Senju Rain itu dijawab dengan kompak oleh para pasukan bangsa siluman dari pulau abad itu.
Ketiga anggota Red Eagle yang berdiri dibawah pohon besar tempat berpijak Senju Rain tersenyum penuh rasa bangga ketika melihat semangat dari para pasukan.
"Dia berhasil meningkatkan semangat pasukan ini!!" Ucap Akiru si sisi dewa es yang memiliki sifat baik, ia terlihat sangat senang.
"Ya, aku tau itu dan kepemimpinannya itulah yang membuatku mau mengikutinya..." sahut Sena sang dewa langit dengan penuh rasa bangga.
"Sisanya kita tinggal menunjukan kehebatan dan kegigihan kita lalu para pasukan tak akan ragu lagi dalam bertarung..." ucap Daisuke.
*
Diatas pohon yang dapat dilihat oleh semua pasukan siluman itu, Senju Rain berteriak dengan lantang, "Semuanya!!! Waktu istirahat telah selesai, angkat senjata kalian dan kita mulai bergerak!! Kita mulai berperang!!"
"Siap!!!!" Jawab para pasukan itu serentak.
Ya, mereka mendadak berdiri tegak lalu mengangkat senjatanya masing-masing dan setelahnya pasukan itupun bergerak maju dengan penuh semangat.
*
Para penjaga yang berdiri diatas gerbang yang merupakan benteng pertahanan kota sangat terkejut dengan pergerakan musuh mereka.
"Mereka bergerak lagi!!" Ucap salah satu dari mereka yang mengamati menggunakan sebuah teropong.
"Kita juga harus mempersiapkan diri untuk berperang..." ucap salah satu rekannya dan iapun menembakan suatu kode ke langit dengan sebuah cahaya merah.
Merekapun mulai bergerak dengan mengangkat senjatanya masing-masing, pasukan para iblis yang terdiri dari para kriminal dan bangsa iblis perlahan muncul dari balik gerbang raksasa kota Kronoz.
Pasukan itu berjumlah 10.000 petarung dengan 7.000 kriminal dan 3.000 iblis.
Gendang perang telah ditabuh dan pasukan musuh itu berdiri tegak didepan benteng kota, merekapun siap menghadapi pasukan lawan.
*
Dilain sisi, Senju Rain memberikan aba-aba secara langsung pada pasukannya, "Serang!!!!" Teriaknya yang berlari paling depan mengacungkan tombak sang penguasa lautan yaitu Tombak Poseidon.
"HIIAA...!!" Semuanya bergerak serentak mengikuti pewaris kekuatan hutan itu dari belakang.
Mereka berlari mendekat akan tetapi mendadak tanah tempat mereka berpijak meledak, "DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!"
"ARRGGH!!" Perang baru saja dimulai tapi para pasukan siluman sudah berjatuhan.
"Apa!!!!" Pasukan itupun terkejut dan terhenti sejenak.
Senju Rain terlihat sangat geram dan iapun berkata, "Sialan, mereka telah memasang banyak sekali ranjau pada tanah lapang ini sehingga kita tak bisa mendekat..."
Mereka kebingungan antara bergerak atau tidak, "Biarkan aku yang mengatasinya!!!!" Teriak Akiru si sisi dewa es secara mendadak, iapun melompat dari atas punggung gajah lalu jatuh tepat dihadapan Senju Rain.
"HIIAA...!!!!" Pria dari Red Eagel itupun meningkatkan energi lalu menghentakan kaki kanan ke depan, "DYYEESS...!!"
"WUUSS...!!" Angin dingin berhembus darinya dan secara perlahan tanah tempatnya menghentakan kaki membeku oleh lapisan es, "Krak...!! Krak...!!" Es tersebut membekukan ke segala arah dan membuat tanah tertutup.
"Cerdas..." gumam Senju Rain dalam hati, ia bangga pada apa yang dilakukan Akiru.
Senju Rain sebagai pemimpin pasukan berteriak lagi, "Serang...!!!!"
Pasukan bangsa siluman itupun kembali bergerak dan mereka melangkahkan kaki pada permukaan tanah yang licin karena tertutupi oleh es.
Mereka terlepas dari ledakan ranjau yang ada dibawah tanah tetapi harus bergerak secara hati-hati agar tak tergelincir.
Pasukan musuh yang awalnya merasa unggul karena ada ranjau dibawah tanah menjadi terkejut begitu musuh bergerak lagi pada tanah yang tertutup es.
"Apa!!!"
"Tidak mungkin!!"
"Mereka membekukan tanah untuk mengatasi ranjau!!" Mental pasukan sedikit terguncang.
Tetapi perang baru saja dimulai, pasukan musuh mengisi meriam mereka dan mulai menembak dari atas benteng, "DHUUAARR...!! DHUUAARR...!!" Bola-bola besi peledak melesat dengan cepat.
Para pasukan siluman itupun bersiap menghadapi tembakan meriam itu akan tetapi Yasaka Sena jatuh tepat dihadapan mereka, "Biar aku saja yang mengatasinya..." ucapnya dengan meningkatkan energi dan secara perlahan bola-bola besi peledak itu melambat dan berakhir dengan melayang diudara.
"Apa!!!!" Sontak pasukan musuh terkejut.
"Aku adalah dewa langit dan kemampuanku adalah memanipulasi gravitasi, gaya dorong dan tarikan..." ucap Sena yang telah menghentikan serangan itu.
Mental dari pasukan siluman meningkat sementara mental dari pasukan iblis turun drastis lalu Daisuke melayang diudara dan berdiri tepat didekat Sena, "Sekarang giliranku..." ucapnya dengan meningkatkan energi.
Si pemilik sebagaian dari energi Cahaya Surga itupun mengarahkan dua telapak tangan ke depan lalu kilatan-kilatan petir muncul dilangit kemudian jatuh tepat didepan telapak tangan Daisuke, "Sllash!! Sllash!!"
Kilatan-kilatan petir itupun membentuk sebuah bola petir berukuran besar, Daisuke menatap tajam, "Akan ku buka pertahanan mereka dengan ini..."
Pada akhirnya perang melawan para iblis dimulai juga!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1063 : Melawan Para Raja Iblis
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****