Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 930 : Si Akhir


Disebuah tempat tepatnya sebuah samudra luas dan gelap.


Dilautan itu ombak menggulung-gulung sangat tinggi, angin dingin berhembus sangat kuat, awan hitam pekat menutupi langit dan hujan badai sedang terjadi.


Ya, seekor iblis lautan yang berwujud gurita raksasa sedang mengarungi lautan ekstrem dan ganas itu, iblis gurita raksasa itu bernama Kraken.


Di atas kepala Kraken berdiri empat iblis kelas atas dan mereka adalah Heliel, Leonidas 'sang raja iblis gempa', Rafathar 'sang raja iblis pelahap' dan Lindouw 'sang raja iblis kematian'


"Lautan ini sangat ekstrem dan seolah-olah menolak kami!! Kami seolah-olah tak boleh melanjutkan perjalanan oleh lautan ini..."


"Lautan ini seolah-olah berkata jangan mendekat pada kami..." gumam 'si iblis muda' Heliel.


Iapun bertanya pada Rafathar, "Tuan, apa benar kita dijalan yang benar..."


Rafathar tak menjawab, ia hanya terdiam dan menatap lurus ke depan penuh keseriusan dengan tatapan mata tajam sementara itu Leonidas yang melihat sebuah peta berkata, "Kita sudah berada dijalan yang tepat!! Lautan yang ekstrem ini memang harus kita lalui..."


"Begitu, ya? Ku harap Kraken bisa bertahan..." ucap Heliel yang tak bertanya lagi.


Lindouw 'sang raja iblis kematian' berkata, "Iblis legendaris 2.000 tahun yang lalu kira-kira seperti apa, ya? Dan juga aku ingin tau apakah dia lebih kuat dariku..."


"Ya, jujur saja aku ingin bertarung dengannya..."


Rafathar melirik ke arah Lindouw, "Jika kau ingin bertarung dengannya lupakan saja!!"


"Kenapa kau berkata seperti itu?"


"Ya, karena kau lemah!! 'si akhir' adalah iblis 2.000 tahun yang lalu dan dia telah mengalahkan 10.000 pengguna jalan ksatria yang mengakibatkan terciptanya daratan pedang..."


"Dari kisahnya saja dia merupakan iblis super kuat jadi kita berdua sekalipun tak akan mampu mengalahkannya..." ucap Rafathar 'sang raja iblis pelahap'


"Kau terlalu merendahkan diri Tuan Rafathar!! Ku yakin kau dan Tuan Lindouw mampu menyamai 'si akhir' itu jika bertarung berdua secara bersama-sama..." ucap Heliel.


"Cih, aku tak akan pernah mau bertarung bersama dengannya karena kami ini rival..." teriak Lindouw.


Rafathar tak mempedulikan teriakan Lindouw akan tetapi ia merespon kata-kata Heliel yang merupakan iblis mudah, "Heliel, kau terlalu menaruh harapan tinggi kepada kami berdua..."


"Pada kenyataannya kami kekuatan kami hanya dibawah Dewa Kematian dan Naga Emas sementara itu untuk menyegel 'si akhir' diperlukan kekuatan Dewa Kematian, Naga Emas dan juga Enam Pendiri..."


"Yang artinya 'si akhir' itu benar-benar kuat pada masanya!! Dia adalah sesosok iblis yang cocok untuk memimpin pergerakan kita nantinya..." jelas Rafathar 'sang raja iblis pelahap'


"Bodoh!! Aku tetap ingin mencoba melawannya!!" Ucap Lindouw dengan ekspresi agak kesal.


"Terserah kau saja..." ucap Rafathar yang seolah tak peduli.


Setelahnya Heliel sebagai iblis muda tak bertanya lagi dan iapun menyadari bahwa masih banyak iblis-iblis kuat di dunia ini.


Ya, perjalanan mereka sangatlah berbahaya karena lautan yang sangat ekstrem akan tetapi sang iblis monster lautan Kraken sangat tangguh, iapun mampu menerjang segala halang rintangan yang menghadang dilautan ganas itu.


Meskipun memakan waktu lama tapi mereka akhirnya mencapai sebuah teritori yang lain dimana karang-karang menjulang tinggi.


Leonidas 'sang raja iblis gempa' dan yang merupakan pemegang peta berkata, "Sepertinya kita hampir sampai ditempat tujuan akan tetapi mulai dari sini kurasa kita harus berjalan kaki..."


"Cih..." Lindouw yang kesal langsung saja melompat dari atas tubuh Kraken.


Heliel bertanya, "Jadi tempat ini merupakan tempat dimana iblis yang berjulukan 'si akhir' disegel, ya?"


"Oh..."


"Kita juga harus segera bergegas dan tak boleh membiarkan si bodoh Lindouw itu berbuat gegabah..." ucap Rafathar.


Heliel menepuk pundak 'raja iblis pelahap' dan 'raja iblis gempa' lalu dalam sekejap mata saja mereka berteleport, "Zink!!!"


Keempatnya sampai dihadapan Lindouw yang terlebih dahulu berjalan, "Jangan gegabah!!!" Ucap Rafathar 'sang raja iblis pelahap'


"Terserah aku!!! Aku akan menantang 'si akhir' itu..." ucap Lindouw yang tak peduli, iapun berjalan melewati ketiga rekannya.


"Tuan Lindouw tak mendengarkan jadi apa yang harus kita lakukan?"


"Jangan khawatir!! Jika dia tak mau mendengarkan tak masalah dan biarkan saja ia bertarung dengan 'si akhir' agar dia puas!! Ya, dia adalah pewaris kekuatan Dewa Kematian jadi dia tak akan mati..." ucap Leonidas.


*


Keempat iblis kelas atas itu berjalan melalui sela-sela karang laut yang menjulang tinggi dan jalan yang mereka lalui sangatlah terjal.


Meskipun begitu mereka tetap maju hingga kemudian sampailah mereka dihadapan sebuah gerbang raksasa.


Digerbang raksasa itu terdapat tulang-tulang tengkorak dari berbagai makluk entah itu manusia ataupun iblis dan disana tertulis sebuah peringatan dengan warna merah darah.


"Dialah sang pembawa petaka dan saat dia kembali maka segala yang ada didunia ini akan berakhir..."


"Dia adalah iblis abadi tak terkalahkan dan bila dia berkehendak maka segalanya akan berakhir dalam sekejap baik itu perang, kehidupan ataupun sebuah era..." ucap Leonidas yang membaca peringatan itu.


Heliel yang mendengarnya menelan ludah dan berkeringat dingin, iapun terlihat sangat ketakutan, "Entah mengapa tapi aku punya firasat buruk..." gumamnya dalam hati.


Sebagai iblis kelas atas Rafathar tak merasa takut sedikitpun akan tetapi ia merasakan aura kuat dari gerbang tersebut, "Gerbang ini bukanlah gerbang biasa karena dibuat langsung oleh Dewa Kematian jadi siapa saja yang menyentuhnya akan mati..."


"Sepertinya Dewa Kematian tak ingin ada yang mengusik 'si akhir'..." ucap Leonidas.


"Cih, siapa peduli!!!" Lindouw agak kesal dan iapun langsung saja mengarahkan dua telapak tangannya ke depan lalu tanpa ragu meletakannya pada gerbang itu.


Heliel bergumam dalam hati, "Benar sekali!!! Tuan Lindouw merupakan pewaris dari Dewa Kematian jadi ku yakin dia dapat membuka gerbang ini..."


"HIIAA...!!!" Lindouw 'sang raja iblis kematian' meningkatkan energi dan mulai menyerap aura kematian yang ada pada gerbang tersebut.


Ya, benar saja!! Ia mampu menetralkan gerbang tersebut dan dengan kemampuannya Lindouw mampu membusukan gerbang itu lalu tak butuh waktu lama sebuah lubang besar muncul digerbang itu.


"Hah... hah... hah..." Lindouw merasa agak kelelahan dan iapun bergumam dalam hati, "Aku menyerap aura kematian dan aku bisa melihat semua makluk yang terbunuh karena gerbang ini..."


"Hebat...!!!" Gumam Heliel dalam hati yang kagum.


Meskipun begitu sebuah tekanan energi yang sangat kuat melesat ke arah mereka, 'WUUSS...!!!" Tekanan energi itu mampu meretakan tanah.


Leonidas langsung saja menghantamkan tinju berlapis gempa pada tekanan energi yang mengarah padanya, "Krak...!!!" Udara retak dan tercipa gelombang penghancur dan iapun mampu mengalahkan tekanan energi tersebut.


Rafathar memasang sorot mata tajam penuh dengan keseriusan, "Dia telah menyadari keberadaan kita..."


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 931 : Si Akhir II