
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Daerah selatan tepatnya kota Kronoz.
Kota Kronoz merupakan tempat Akademi Red Eagle berdiri akan tetapi sekarang kota tersebut sekarang ini telah jatuh ke tangan para iblis.
Bunga-bunga tak lagi bermekaran, pepohonan sudah tak lagi berwarna hijau dan udara yang semula segar berubah menjadi tak enak bagi tubuh.
Ya, kota yang semula damai dan indah itu sekarang menjadi kacau dan penuh kehancuran karena dikuasai oleh musuh.
Dikota itu tak hanya para iblis saja yang berkeliaran akan tetapi orang yang bermasalah dengan hukum dan bandit gunung juga ada disana.
"Si akhir' merekrut setiap penjahat yang mau berada dibawah perintahnya dan hal itu atas usulan dari Tatsumi Kidou 'sang raja monster'.
Pihak musuk benar-benar kuat dengan pasukan yang terdiri dari 3.000 iblis dan 7.000 kriminal bermasalah.
Ya, salah satu anggota Red Eagle yang memiliki kemampuan meniru wujud orang membaur diantara mereka.
Ia adalah Takayuki Jirou 'si ahli berubah bentuk'
Jirou menyamar menjadi seorang bandit dan ia tengah berada dibagian bongkar muat barang, "Sialan, kenapa juga aku harus melakukan ini?" Gumamnya dalam hati dengan mengangkat satu box kotak yang tak diketahui apa isinya.
Ia yang tak terbiasa mengangkat muatan barang nampak sudah kelelahan.
"Hey, kau!! Cepat berkerja!! Kau terlihat lebih lambat dari yang lainnya!!" Bentak salah satu bandit yang terlihat lebih kejam dari pada yang lainnya dan ia diberikan kewenangan khusus mengatur wilayah bongkar muat barang.
Jirou tak menjawab dan yang ia lakukan hanya mempercepat langkah kakinya meskipun itu hal yang tak mudah karena ada beban dipunggungnya, "Sialan, ini semua terjadi karena kami kalah perang!! Kami kalah perang dan kota ini diambil alih oleh pihak musuh..."
"Kota yang sebelumnya indah bagaikan surga karena penduduknya ramah sekarang berubah menjadi neraka karena berisikan para pendosa..." gumamnya dalam hati.
Jirou meletakan barang yang ia bawa lalu kembali lagi ke tempat semula dan mengangkat lagi barang, "Awal kejadian sebelum kota jatuh ke tangan musuh kami sedang mengadakan Turnament Lima Bintang..."
"Para iblis turun secara mendadak dari langit dan perang hebat tak bisa dihindari lalu para peserta turnament yang semula bertarung dipihak kami secara perlahan berubah haluan memihak musuh karena putus asa..."
"Ya, aku tak bisa menyalahkan mereka dan itulah jalan yang mereka pilih akan tetapi bagiku mereka adalah pengecut yang pantas dihabisi..." gumam Jirou dengan ekspresi geram.
Jirou yang dari tadi melamun menjadi lengah dan iapun tanpa sengaja tersandung oleh kerikil, "Bruk...!!" Kotak kayu yang dibawahnya jatuh dan hancur, "Apa!!! Peledak!!!" Ia sontak terkejut ketika melihat apa isinya.
Semua bandit yang membawa barang seperti Jirou menentertawakannya atas ketidak mampuannya, "Hahahahaha...!!"
"Dasar lemah!!"
"Jika tak mampu maka kembali saja ke penjara!!"
Merekapun mengejek Jirou akan tetapi ia tak peduli dan masih terkejut ketika melihat isi kotak yang ia bawa, "Sialan, jadi semua kotak-kotak yang ada disini isinya peledak!!"
"Apakah mereka berniat membumi hanguskan tempat ini?" Gumamnya dalam hati yang geram.
Seorang bandit yang memerintah tempat itu sangat marah begitu melihat peledak-peledak berceceran, "Sialan!! Apa yang telah kau lakukan!! Kau melakukan kesalahan dan harus mendapatkan hukuman!!!" Bentaknya dengan melesatkan cambukan.
"Sllash!!" Sebuah cambuk melesat akan tetapi Jirou dengan mudah menangkapnya, ia kembali kewujudnya sendiri dan menatap tajam, "Kalian membuatku muak!!!"
Semua kriminal yang ada disana terkejut begitu salah satu rekan kerja mereka adalah orang lain yang menyamar dan merekapun segera waspada.
Jirou berdiri tegak ditengah-tengah kepungan banyak orang, "Sudah ku putuskan!! Aku akan membuat perlawananku sendiri!!"
Bandit yang merupakan penguasa tempat itu menjadi sangat geram, "Sialan!! Kau pikir siapa dirimu!!!!" Ia mengambil sebuah pistol dari pinggangnya.
Jirou menyeringai dan ia mengambil sebuah peledak yang berceceran ditanah, "Aku adalah Takayuki Jiro 'si ahli meniru wujud' dari Red Eagle..." iapun menyalakan peledak itu dan melemparkannya pada kotak-kotak bertumpuk yang isinya peledak.
"Apa...!!!!!" Sontak perbuatan gila Jirou membuat semuanya terkejut, merekapun panik dan berlarian menjauh.
"DHHUUAARR...!!!" Ledakan-ledakan terjadi bersautan ditepian kota Kronoz bagian barat.
*****
Sementara itu.
Kitsune memiliki kemampuan menghilang dan sihir unik yaitu Absolute Lucky.
"Duh, sudah berapa lama aku terperangkap didalam sini?" Gumam lelaki itu yang sebenarnya takut pada kegelapan.
"Ya, jujur saja aku sangat beruntung karena begitu para iblis melakukan invasi aku segera lari..."
"Tetapi sialnya aku terpelesat lalu jatuh ke dalam sumur tua..." iapun berjalan menyusuri gua itu, "Cih, aku hanya berputar-putar ditempat ini!!"
Iapun tampak lelah, "Di permukaan sana para iblis berkuasa dan aku bisa dibunuh akan tetapi dibawah sini aku hidup tapi terperangkap dan tak bisa keluar jadi sebenarnya aku ini beruntung atau sial, sih?"
"Uuuggh...!!! Apa yang lainnya baik-baik saja, ya?" Gumam Kitsune yang dalam kesendirian itu.
Iapun melamun dalam gelapnya gua bawah tanah itu akan tetapi mendadak atap gua retak, "Krak!!! Krak!!"
"Eeehh...!!!??" Kitsune menatap ke atas, "Kyyaa...!!!" Iapun langsung menjerit begitu retakan-retakan semakin banyak dan tak butuh waktu lama atap gua itupun runtuh.
Kepulan debu tercipta digua bawah tanah yang gelap itu akan tetapi dengan kemampuan 'keberuntungan mutlak' Kitsune berhasil selamat dari tanah yang mendadak runtuh.
"Meow..." kucing hitam pembawa keberuntungan berada diatas kepala Kitsune, "Fiuh, aku selamat!! Aku tak pernah mengira masih hidup..."
"Ini semua berkat dirimu..." ucap Kitsune dengan mengelus kucing hitam yang berada diatas kepalanya, "Meow..."
Kepulan debu perlahan memudar dan nampaklah sesosok pria yang berdiri tegak lalu Kitsune yang melihatnya jadi panik, "Siapa dia!!! Pasti musuh!!!"
Kitsune segera berlari secepat mungkin mendekatinya, "Karena keberadaanku sudah ketahuan maka akan ku hajar dia sebelum melakukan sesuatu..." ucapnya dengan langsung saja menerkam pria yang belum jelas itu.
Dalam dedebuan yang perlahan menghilang itu keduanya bergelut, saling pukul memukul, tendang menendang hingga keduanya babak belur.
Lalu setelah kepulan debu benar-benar menghilang keduanya sama-sama terkejut, "Eeehh...!!!"
"Kitsune!!!"
"Jirou!!!"
"Mengapa kau bisa ada disini?" Ucap keduanya serentak.
"Ah... kau dulu!!" Kitsune mengalah.
"Aku membuat keributan dengan melempar peledak pada tumpukan peledak..." jelas Jirou.
"Wah, benar-benar tindakan gila..."
Jirou bertanya balik, "Kalau kau?"
"Yah, aku sembunyi dari musuh..." jelas Kitsune agak malu.
"Cih, kau memang selalu saja begitu..."
Kitsune mendadak meneteskan air mata.
"Hey, mengapa kau menangis?"
"Aku tak menangis tapi hanya saja aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi..." ucap Kitsune dengan mengusap air matanya.
"Cengeng banget!!!" Gumam Jirou dalam hati dan iapun mendadak berubah menjadi serius, "Simpan air matamu itu untuk nanti karena kita akan melakukan sesuatu yang besar..."
"Eeehh...!! Apa maksudmu? Memangnya apa yang akan kita lakukan?"
"Kita akan membebaskan teman-teman kita yang ditangkap dan memulai perlawanan..." ucap si ahli berubah wujud itu.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1054 : Menyerang Dari Dalam
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****