
"Zink!!" Dalam sekejap saja Rafathar melakukan teleport dan mendadak muncul disamping kanan Arashi lalu tanpa ragu memukul dengan kepalan tangan hitam super kerasnya.
Tetapi dengan insting tajamnya Arashi berhasil mengelak, iapun lalu melompat ke belakang, "Aku harus berhati-hati..." pikir Arashi.
"Ho... kau dapat menghindar rupanya..." ucap Rafathar dengan tenang.
"Zink!!" Lagi-lagi 'sang raja iblis pelahap' itu menghilang dengan kemampuan teleport dan memaksa Arashi untuk mempertajamkan instingnya.
"Dimana ia akan muncul?" Gumam Arashi dalam hati.
"Zink!!" Rafathar muncul dari atas dan langsung saja memukul, "1 ton!!"
"Jbbllast!!" Pukulannya itu mengenai lantai dan menghancurkannya akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindar.
"Respon yang bagus..." Rafathar malah memuji lawannya dan sekali lagi ia menghilang dengan kemampuan teleport.
*
Pertarungan mereka menjadi berat sebelah setelah Rafathar mulai menunjukan kemampuannya dan terus menerus mendesak Arashi.
"Khehehe... aku sudah menduga jalan pertarungan ini dan sepertinya bocah itu akan kalah..." ucap Blast 'sang raja iblis api'
"Ya, aku juga sudah tau!! Apalagi lawannya adalah Tuan Rafathar yang hampir setingkat dengan Dewa Kematian!! Bocah itu sama sekali tak memiliki kesempatan untuk menang..." sahut Excel 'sang raja iblis es'
Dilain sisi, Juzo 'sang raja iblis lautan' menatap ke langit-langit atap yang terus saja bergetar, "Jika dibiarkan terus-menerus tempat ini akan hancur karena pertarungan mereka..."
"Yah, apa boleh buat!! Tuan Rafathar sudah menjadikan bocah itu sebagai mangsa jadi kita tak bisa ikut campur seenaknya..." ucap Silka 'si iblis wanita'
Eden 'sang raja iblis duri' terlihat geram, "Sialan, padahal aku juga ingin melawan bocah itu..."
"Kenapa?" Tanya Silka.
*****
Kembali ke pertarungan Arashi melawan Rafathar.
Arashi terpaksa harus menghindari setiap serangan mematikan dari lawannya dan ia saat ini tengah terdesak.
"Hah... hah... hah..." nafas Arashi mulai tak beraturan dan ia terlihat lelah, "Sial, kemampuan teleport darinya benar-benar merepotkan dan juga tubuhnya jadi sangat keras sehingga sulit ditembus..." pikirnya.
"Zink!!" Mendadak Rafathar muncul dari atas dan memukul dengan berat tubuh satu ton, "Jbbuuak...!!" Lantai menjadi hancur akan tetapi Arashi mampu menghindar.
"Jangan terus menerus menghindar karena pertarungan ini tak akan pernah selesai jika kau tak melawan..." ejek 'sang raja iblis pelahap' itu.
Arashi tak menjawab akan tetapi ia menjadi sangat geram, "Menyebalkan!!"
"Ya, kalau begitu aku akan menggunakan kekuatan dewa..." pikir Arashi yang mendadak menonaktifkan wujud iblisnya.
"Oh, apa yang kau lakukan? Apa kau masih punya kemampuan lainnya?" Ejek Rafathar.
"Ya, aku akan menujukan kemampuanku yang lainnya dan akan ku buat kau menyesal..." ucap Arashi dengan meluapkan hawa dingin menusuk kulit.
Tekanan energinya meluap dan dirinya terlapisi es tebal, "Mode : God" secara mendadak es itupun hancur.
"Eeehh...!!!???" Arashi terkejut ketika dirinya tak masuk wujud dewa es, "Kenapa wujud dewaku tak mau keluar?"
Rafathar menyeringai, "Aku paham sekarang!! Kau sudah kehabisan energi dan sepertinya kau tak dapat bertarung lagi!! Aku kecewa..."
Arashi terdiam dan iapun teringat pada pertarungannya melawan Venom yang sangat menguras energi, "Sialan, sejak pertarungan itu aku sama sekali tak istirahat dan akupun belum mengisi ulang energiku..." gumamnya dalam hati yang terdesak.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 977 : Lolos