
Pertarungan sengit terjadi dinegeri para dewa.
Lalu ditepian Aera sebuah portal terbentuk dan dua orang melompati pertal tersebut kemudian menginjakan kaki secara perlahan ditanah.
Keduanya adalah Sakazaki Airi yang merupakan adik Ryusuke dan Tuan Kai yang merupakan pemimpin ke-2 Pasukan Bayangan.
"Kita sampai juga..." ucap Tuan Kai.
Airi nampak terkejut begitu melihat bangunan-bangunan negeri para dewa hancur, "Semuanya sekarang rusak..."
"Dan aku tak merasakan energi keberadaan para dewa bahkan dinegeri mereka..."
Tuan Kai terlihat geram, "Benar, setelah Aera jatuh ke tangan para iblis sepertinya para dewa melarikan diri..."
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Airi.
"Energi-energi kuat sedang berkecamuk dan beradu..."
"Sepertinya salah satu energi tersebut milik kakak ku jadi kita bergegas ke sana..." jelas Tuan Kai.
Airi melihat ke tepian pulau dan terbelalak, "Tuan Kai..." ucapnya dengan menunjuk.
"Ada apa?" Tuan Kai menatap ke arah yang ditunjukan Airi.
"Sial, kita harus cepat!! Bila kakak ku mengamuk dan mengeluarkan kekuatan penuhnya maka pulau langit bisa jatuh..." ucapnya setelah melihat seperlima Aera terpotong.
*****
Ditempat lain.
Arashi yang sebelumnya unggul kini berhasil dipojokkan.
Tinju beku melawan tinju api iblis.
"Jbbllast!!" Keduanya beradu pukulan dan terlihat sama kuat meski elemen mereka berbeda.
Arashi menjaga jarak lalu 'si akhir' mencengkram Pedang Pembelah Benua dengan tangan kirinya dan menebas, "Sllash!!" Angin pemotong kuat melesat.
"Cih..." Arashi yang memiliki insting tajam mampu mengelak.
"Serangan seperti itu tak akan mempan padaku..." teriak Arashi yang kemudian menghentakan kaki kanannya ke depan.
"Krak!! Krak!!" Gelombang yang membekukan segalanya melesat ke arah sang iblis.
"Serangan seperti itu juga tak mempan padaku...!!" Teriak 'si akhir' dengan memperkuat kedua pijakan kakinya lalu menebas secara horizontal, "WUUSS...!!" Gelombang panas melesat cepat.
"DHUUAARR...!!" Dua serangan tersebut berbenturan dan menciptakan sebuah ledakan.
'Si akhir' tersenyum menyeringai dan berkata, "Jujur saja, kau lebih merepotkan dengan kemampuan elemen-elemen yang sebelumnya dari pada yang sekarang kemampuan dewa es..."
"Cih, aku tak butuh pendapatmu..." ucap Arashi yang kemudian meluncur pada lapisan es, ia mengepalkan tangan kanan dan memfokuskan energi pada satu titik lalu memukul
"Jbbllast!!" 'Si akhir' menangkis pukulan tersebut dengan menggunakan telapak tangan.
Sang iblis terdorong dari tempatnya semula akan tetapi ia baik-baik saja dan bahkan tersenyum menyeringai, "Lihatkan? Kekuatan es tak mempan padaku!!"
"Kalau begitu bagaimana dengan yang ini...!!!" Teriak Arashi yang geram dan iapun melesat kembali ke arah lawannya dengan luapan energi kegelapan pekat, "Mode : Devil"
Ia menggunakan wujud iblis dan melesatkan pukulan yang berbalutkan kegelapan, "Jbbllast!!" Iapun memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.
'Si akhir' terkejut dan ia yang terkena pukulan tepat pada perutnya terhempas, "Tak ku sangka ia juga punya kekuatan iblis..." gumamnya dalam hati, ia segera berdiri tegak lagi akan tetapi Arashi sudah berada tepat dihadapannya dengan menciptakan sebuah cero diujung kedua tanduknya.
"WUUSS...!!" Arashi tanpa ragu menembakan cero.
'Si akhir' mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan, "DHHUUAARR...!!" Ledakan hebat pun terjadi.
*
Dilain sisi.
"Krak!! Krak!!" Lapisan es yang menutupi tubuh 'sang raja monster' perlahan retak-retak.
Dan tak butuh waktu lama Tatsumi Kidou melihat Arashi dikejauhan, "Itu dia!!!" Ucapnya dengan tersenyum menyeringai
'Sang raja monster' memperkuat pijakan kaki lalu melesat dengan sekali lompatan, "Gyahahahaha...!!"
Meski memiliki insting tajam tapi Arashi yang masih fokus pada 'si akhir' terkejut pada kemunculan Tatsumi Kidou, "Apa!!!"
Tatsumi Kidou menyerang dengan hantaman siku akan tetapi Arashi bertahan dengan menyilangkan kedua tangan ke depan dada, "Jbbuuak!!" Arashi yang kurang waspada terlempar hingga menembus beberapa bangunan.
"Tap... tap... tap..." 'si akhir' keluar dari dalam ledakan dengan langkah perlahan.
Ia mendekati Tatsumi Kidou, "Ku kira kau sudah mati..."
"Meski jantungku telah dibekukan olehnya tapi jiwaku masih hidup dan aku tak akan mati hanya karena hal sepele seperti..." jawab Tatsumi Kidou dengan tersenyum lebar.
"Oh..." 'si akhir' merespon datar, "Jadi sekarang dimana 'si pengacau' itu?"
Tatsumi Kidou tersenyum menyeringai, "Sebentar lagi dia akan muncul!!"
Mendadak puing-puing bangunan berterbangan ke udara karena tekanan energi kuat dari Arashi, "Sialan!!!" Arashi memfokuskan energi pada satu titik yaitu ujung jarinya dan menembakan laser dari kejauhan, "Sllash!!"
Tatsumi Kidou berdiri tegak menghadang dan mengarahkan telapak tangan kanan yang berlapiskan berlian hitam ke depan.
"Khehehe..." 'sang raja monster' tersenyum menyeringai saat tembakan laser itu tercerai berai ke segala arah.
Arashi geram dan iapun bergumam dalam hati, "Aku bisa saja menggunakan kekuatan andalanku yaitu mode cahaya kegelapan..."
"Tetapi energiku terbatas dan dengan energiku yang terbatas itu aku hanya bisa mengaktifkan mode cahaya kegelapan sekali saja..."
"Ya, sebuah pertaruhan yang sangat besar jadi aku harus menunggu saat yang tepat didalam menggunakan mode cahaya kegelapan..." pikir Arashi dengan ekspresi wajah serius.
Arashi yang tengah berfikir lengah karena mendadak saja 'si akhir' sudah berada dihadapannya dan siap melancarkan tinju berbalutkan api hitam, "Jbbllast!!" Sekali lagi Arashi terlempar jauh.
Arashi segera bangkit akan tetapi Tatsumi Kidou jatuh tepat dihadapannya lalu menendang dada Arashi, "Jbbuuak!!" Arashi terjatuh lagi dan Tatsumi Kidou menginjak dadanya hingga ia kesulitan berdiri dan bernafas, "Ugh!!"
"Gyahahaha...!! Pada akhirnya kau hanya bocah biasa!!" Ucap 'sang raja monster' dengan tawa puasnya.
Arashi meningkatkan energi hingga tercipta ledakan untuk membebaskan diri akan tetapi Tatsumi Kidou menekan kaki kanannya yang tengah berada diatas dada Arashi dengan lebih kuat, "Ugh!! Sial!!" Gumamnya yang semakin kesulitan untuk bernafas.
"Kurasa tiada pilihan lain!! Aku harus menggunakan mode cahaya kegelapan" pikir Arashi yang tengah terdesak itu.
Iapun meningkatkan energi yang sangat tenang akan tetapi 'si akhir' mempunyai perasaan buruk jadi ia segera melompat ke samping Tatsumi Kidou.
"Aku tak tau apa yang tengah kau lakukan akan tetapi tak akan ku biarkan semuanya berjalan sesuai rencanamu..." teriak 'si akhir' dengan mengangkat pedangnya, "Jlleebb...!!!" Sang iblis menusuk dada Arashi.
Arashi yang tengah meningkatkan energi kehilangan fokusnya dan iapun meringis kesakitan, "Ugh!!" Selain kesakitan ia juga kesulitan bernafas karena kaki Tatsumi Kidou berada diatas tubuhnya.
"Berakhir sudah!!!!" Teriak keduanya secara serentak.
Tatsumi Kidou menekan kakinya lebih kuat hingga tubuh Arashi remuk lalu 'si akhir' meningkatkan energi dan memusatkan energi tersebut pada ujung mata pedangnya yang menembus tubuh Arashi, "DHUUAARR...!!" Tubuh Arashi hancur terkena ledakan.
Ya, sosok yang diharapkan dapat mengakhiri perang telah mati.
"Tap..." setelah itu Tuan Kai muncul bersama dengan Airi.
'Si akhir' menoleh ke arahnya dengan tersenyum menyeringai, "Yo, adikku!! Kau terlambat!! Aku telah menghabisi 'si pengacau'...!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1146 : Adikku!! Bagian 2
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Terima kasih atas perhatiannya.
*****