
Belial menggunakan kemampuan telekinesis dan iapun mengangkat bongkahan- tanah ke udara yang kemudian dijatuhkan pada lawannya.
"Sial..." Senju Rain terkejut saat melihat bongkahan-bongkahan tanah berukuran besar mengarah padanya dengan cepat dari berbagai sisi.
"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Iapun terkubur dalam tumpukan tanah.
"Khehehehe..." Belial terlihat sangat senang, "Ku yakin ia tak dapat bernafas..."
"Ya, dia memang tak akan bisa bernafas akan tetapi hal itu belumlah cukup untuk membunuhnya..." sahut Dante.
"Dia pemilik kekuatan hutan jadi wajar saja bila serangan seperti itu tak berpengaruh padanya..." ucap Va'al.
"Aku tau!! Dan kalian berdua tak perlu repot-repot menjelaskan hal itu padaku karena hal itu terkesan membuatku bodoh..." ucap Belial agak kesal.
Keduanya terlihat santai akan tetapi mendadak tumpukan bongkahan tanah itupun meledak oleh air yang sangat banyak, "DHHUUAARR...!!!" Terlihat Senju Rain berdiri tegak dengan mengangkat Tombak Poseidon menggunakan tangan kanannya.
"Hah... hah... hah..." nafasnya tak beraturan dan penampilannya acak-acakan, 'si jenius' itupun dalam puncak emosinya, "Aku tau kalian abadi akan tetapi hal itu tak membuat kalian tak terkalahkan..."
"Jangan terlalu sombong dan bersiaplah karena kalian akan kalah..." ucap Senju Rain dengan meningkatkan energi, "HIIAA...!!!" iapun mengayunkan Tombak Poseidon sekuat tenaga, "Sllash!!"
Pisau air pemotong melesat akan tetapi dengan kemampuan telekinesis Belian segera mengangkat tanah dan menjadikan tanah tersebut menjadi dinding.
Dinding tanah itupun terpotong menjadi dua akan tetapi serangan Senju Rain berhasil dihalau.
"Akui saja kekalahan kalian..." ucap Dante yang melompat ke udara lalu memukul dengan kepalan tangan yang sudah berbalutkan tatto iblis.
Senju Rain terkejut akan tetapi ia merespon cepat dengan segera melompat ke belakang, "DYYEESS...!!!" Kepalan tinju kuat milik Dante tepat mengenai permukaan tanah dan membuat tanah terhempas tinggi ke udara.
"Dia kuat dan sepertinya aku tak mungkin bisa mengalahkannya dalam hal kekuatan..." pikir Senju Rain yang terhempaskan oleh kuatnya angin hantaman.
"Khehehe..." tiba-tiba saja Belial sudah berada dibelakang punggung Senju Rain.
"Apa!! Sejak kapan?" Senju Rain yang terkejut segera berbalik akan tetapi Belial dengan cepat melesatkan cakaran, "Sllash!!"
Senju Rain yang terlambat menghindar kehilangan satu lengannya akan tetapi dengan kemampuan regenerasi iapun memulihkan lengan tersebut bagaikan tumbuhan yang tumbuh.
"Pasti merepotkan melawan kami berdua sekaligus..." ucap Dante dengan mengangkat tangan kanannya ke udara.
Kegelapan terkumpul pada telapak tangannya itu lalu kegelapan yang terkumpul memadat dan membentuk sebuah topeng, "Khi..." Dante tersenyum menyeringai, "Akan ku tunjukan kemampuanku..." ucapnya dengan energi meningkat pesat.
Senju Rain yang sedang berhadapan dengan Belial melirik ke arah Dante yang ada dikejauhan dan bergumam dalam hati, "Tekanan energinya berubah jadi lebih mengerikan yang artinya dia sedang melakukan suatu hal yang merepotkan..."
Dikejauhan Dante mengumpulkan energi dan memusatkan energi tersebut pada bagian kaki lalu melesat cepat dengan sekali pijakan, "WUUSS..." iapun mengepalkan tangan.
Senju Rain yang menyadari lawan datang dan akan menyerang segera mengambil tindakan, ia melapisi kepalan tangan dengan akar-akaran sehingga ukurannya berubah menjadi sangat besar.
"HIIAA...!!!!" Dante memukul begitupun dengan Senju Rain.
"DHUUAARR...!!" Kepalan tangan raksasa yang terbuat dari akar-akaran milik Senju Rain hancur lebur dan bahkan ia kehilangan sebagian tubuhnya.
Senju Rain terlihat sangat geram akan tetapi ia segera meregenerasi tubuhnya.
Disaat yang tidak tepat Belial muncul lagi dibelakang punggung Senju Rain, "Khehehe..."
Senju Rain langsung saja berbalik akan tetapi Belial lebih dahulu melesatkan kepalan tinju pada perutnya, "Jbbllast!!"
"DHUUAARR...!!" Semua tubuh Senju Rain hancur dan sekarang menyisahkan kepala saja.
Belial segera mencengkram wajah Senju Rain yang tinggal kepalanya saja itu, "Khehehehe... sihir hutan memanglah unik dan bahkan kau masih hidup meski tinggal kepala saja..." iblis itupun tanpa ragu melempar kepala Senju Rain sekuat tenaga.
Ya, kepala Senju Rain membentur tanah dengan sangat keras hingga membentuk sebuah cekungan.
Meskipun begitu kepala tersebut tidaklah hancur hanya saja retak-retak saja.
"Tap... tap... tap..." disaat terdesak 'si jenius' itu terdesak oleh keadaan mendadak sebuah langkah kaki mendekat.
Senju Rain melirik ke arah sumber suara langkah kaki itu dan terlihat sangat kesal padanya pasalnya yang datang bukan kawan melainkan Va'al 'sang raja iblis hutan'
"Khehehehe... kau terlihat sangat menyedihkan, adikku..." ejek Va'al.
Va'al mengejek lagi sambil menginjak kepala Senju Rain, "Kekuatan hutan memang memberikan kita keabadian akan tetapi kondisimu sekarang sangatlah menyedihkan..."
"Ya, lihatlah dirimu yang hanya tersisa bagian kepala saja dan sepertinya sekarang ini regenerasimu melambat..."
Senju Rain terlihat geram akan tetapi ia yang tak berdaya hanya bisa terdiam dan menatap dengan sorot mata tajam saja.
Va'al mengangkat kakinya lalu menginjak-injak kepala Senju Rain berulang kali sambil tertawa lepas, "Hahahahaha..."
Senju Rain mencoba beregenerasi akan tetapi Dante dan Belial segera mendekat dan menghancurkan tubuhnya lagi.
"Sial, meski tak bisa mati tapi keadaan seperti ini lebih buruk dari kematian itu sendiri..." gumam 'si jenius' dalam hati.
Dalam ketidak berdayaan itu sebuah keberuntungan tercipta yaitu mendadak saja Tsuruna jatuh tepat dihadapan ketiga 'raja iblis' itu.
"...!!!" Ketiganya terkejut.
Tsuruna dengan cepat melesat lalu menebas, "Sllash!!" Ketiganya merespon cepat dengan melompat ke belakang.
"Kau tak apa?"
"Cih, apa perlu kau bertanya?" Tanya balik Senju Rain yang keadaannya menyedihkan itu.
Tsuruna yang tau betul keadaan rekan bertanya, "Baiklah, berapa waktu yang kau butuhkan untuk pulih seperti sedia kala?"
"5 menit..."
"Lama sekali!! Dengan waktu selama itu melindungimu dari 5 raja iblis tak akan mudah..."
"5 raja iblis?" Gumam Senju Rain yang kurang mengerti.
"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Mendadak saja Excel dan Karma jatuh tepat disamping ketiganya.
"Kalian berdua brengsek!! Bagaimana mungkin dua raja iblis tak sanggup mengurus seorang gadis kecil?" Ucap Belial agak kesal.
"Berisik!!" Bentak Excel.
"Meskipun dia gadis kecil tapi jangan sekali-kali meremehkan pengalaman bertarungnya!!" Ucap Karma.
"Ya, benar!! Mungkin saja jika kau bertarung satu lawan satu dengannya kau mungkin akan langsung kalah..." ucap Excel.
Dante berkata dengan tenang, "Setelah apa yang telah terjadi dan kita telah dihabisi oleh mereka maka tiada alasan lagi bagi kita meremehkan kemampuan mereka..."
"Ya, mereka memang bocah-bocah yang berbahaya dan mau tak mau kita harus mengakuinya..."
Belial, Karma dan Excel yang telah dibangkitkan terdiam, ketiganya setuju dengan pendapat Dante.
Va'al menjadi geram, "Kalian telah ku bangkitkan jadi berhenti omong kosong dan cepat habisi mereka..."
Mereka bersiap bertarung lagi akan tetapi mendadak Saburo terjatuh dari langit tepat ditengah-tengah mereka.
"Gyahahahaha...!!" Saburo terjatuh dengan tangan kanan mencengkram kepala Eden, ia kemudian melemparkan Eden tepat ke hadapan mereka.
"Buat aku senang!!"
Kelimanya sangat geram saat melihat rekannya babak belur.
Eden segera berdiri lagi dan meregenerasi luka-lukanya, "Cih, bocah sialan!!!"
Disaat yang sama Mogura dan Venom sampai yang artinya 8 raja iblis berkumpul lagi.
Tsuruna dan Senju Rain yang sebagian tubuhnya telah pulih berjalan ke depan lalu berhadapan dengan ke delapannya.
Senju Rain berkata dengan sorot mata tajam, "Kalian memang kuat dan menang jumlah akan tetapi kami tak akan kalah..."
Mereka berkumpul kembali dan pertarungan 3 lawan 8 siap dimulai lagi...!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1117 : Kembalinya Sang Kematian