Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1123 : Semuanya!! Bagian 2


Puing-puing reruntuhan yang melayang diudara perlahan jatuh ke tanah


Lindouw 'sang raja iblis kematian' yang merupakan salah satu iblis tertinggi tiba.


Arashi menatap tajam pada sang iblis lalu berkata pada teman-temannya, "Hey, kalian!! Sepertinya lawan yang merepotkan telah tiba jadi jangan harap aku bisa melindungi kalian lagi..."


"Cih, jangan meremehkan kami..." ucap Yuri agak kesal.


"Siapa juga yang minta perlindunganmu..." sahut Ritsu.


"Jujur saja, aku bisa melindungi diriku sendiri..." ucap Yume.


Arashi melirik ke belakang dan melihat teman-temannya waspada, "Kalau begitu baguslah dan juga persiapkan diri kalian..."


Lindouw menatap remeh Arashi lalu berkata dengan suara pelan, "Jadi kau adalah Kosuke Arashi 'si pengacau' itu?"


"Ya, memangnya kenapa?"


"Zink!!" Mendadak Rafathar muncul didekat 'sang raja iblis kematian', "Hati-hati dan jangan meremehkannya..."


"Aku tak akan kalah dengannya sama sepertimu..." ucap Lindouw penuh dengan kesombongan, ia mengangkat kedua tangan ke atas lalu kegelapan terkumpul, memadat dan terciptalah dua senjata yaitu sabit.


Arashi yang memiliki insting tajam mampu merasakan aura kematian dari dua senjata Lindouw, iapun melapisi kedua kepalan tangannya dengan berlian untuk bersiaga.


Ia mempertajamkan insting, "Zink!!" Dan benar saja, mendadak Lindouw muncul tepat dihadapannya lalu menebas, "Sllash!!"


"Cthing!!" Arashi menangkis dengan kepalan tangan kanan.


Lindouw menebas lagi akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu membaca arah serangan sehingga segera menangkis dengan kepalan tangan kiri.


"Cih, jangan terlalu sombong karena bisa menangkis seranganku..." ucap Lindouw yang kemudian melesatkan tebasan beruntun tanpa jeda.


Arashi yang memiliki insting tajam menangkis setiap serangan yang mengarah padanya akan tetapi sesekali ia juga menghindar.


Ketiga teman Arashi berniat membantu akan tetapi mendadak puing-puing bangunan yang mereka pijak berubah menjadi sangat berat sehingga jatuh tepat ke bawah.


"Graviton!!" Ya, Tesla 'sang iblis gravitasi' menggunakan kemampuannya sehingga puing-puing jatuh dengan cepat ke tanah.


"Kita tak boleh terkena lagi tekniknya..." ucap Ritsu.


"Aku tau!!!" Ucap Yume, iapun menggenggam erat sebilah pedangnya lalu meningkatkan energi, "HIIAA...!!!" Pedangnya itu mendadak menghasilkan bunga-bunga yang berterbangan dan iapun menebas, "Sllash!!"


Bungan-bunga tajam bergerak ke arah sang iblis, "...!!" Tesla terkejut dan kehilangan konsentrasinya sehingga tekniknya batal, "Kurang aja!! Rupanya gadis itu adalah dewa bunga..." ia segera memfokuskan energi pada ujung kedua tanduknya lalu menciptakan sebuah cero, "WUUSS...!!"


"DHHUUAARR...!!" Cero itupun membakar habis bunga-bunga yang mengarah padanya.


"Tap..." ketiganya mendarat diatas permukaan tanah.


Ritsu memberikan perintah, "Yang bisa kita lakukan adalah mengalihkan para raja iblis yang lain agar Arashi tak terganggu..."


"Kami tau!!" Sahut Yume dan Yuri.


"Berpencar!!" Teriak Ritsu.


*****


Diudara Arashi masih disibukkan oleh tebasan-tebasan sabit dari Lindouw akan tetapi meskipun begitu sesekali pandangan matanya teralihkan pada teman-temannya yang ada dipermukaan tanah.


"Ku harap mereka baik-baik saja..." gumam Arashi dalam hati yang mengkhawatirkan teman-temannya.


Lindouw yang mampu membaca pikiran lawan jadi sangat kesal, "Lawanmu adalah aku!! Sang iblis kematian jadi hawatirkan dirimu sendiri, bocah..." iapun meningkatkan energi sehingga empat lengan lagi muncul dari bahunya dan yang lebih buruk lagi empat lengan itu masing-masing menggenggam sabit.


Lindouw menyerang Arashi makin cepat akan tetapi Arashi sangat fokus dan bahkan ia menyebar sedikit energinya ke udara sehingga pergerakan lawan terasa lambat jadi ia tak terlalu kesulitan untuk menghindar.


"Cih..." Arashi kesal, ia yang terus saja menghindar memfokuskan energi pada kepalan tangan dan memukul dada 'sang raja iblis kematian'


"Jbbllast!!" Lindouw terdorong ke belakang.


Rafathar mendekatinya, "Apa yang telah terjadi padamu? Aku merasa kau jadi lebih lemah?"


'Sang raja iblis kematian' meningkatkan energi dan iapun membelah tubuhnya menjadi 5 bagian.


Rafathar memperingatkan, "Jangan gegabah!! Mari hadapi dia bersama!!"


"Terserah kau saja!!" Jawab Lindouw tak peduli dan kelimanya menghilang dengan kemampuan teleport.


Arashi yang melihat Lindouw berubah menjadi lima langsung mempertajamkan instingnya, ia juga menyebar sedikit energinya ke udara bebas, "Ia memiliki 6 lengan dengan enam senjata yang bila terkena langsung mati dan juga yang lebih buruk jumlahnya ada 5..."


"Artinya aku harus mengatasi 30 senjata mematikan..." pikir Arashi dengan sikap sangat waspada.


"Zink!!" Kelima Lindouw muncul dengan teleport lalu menyerang dengan tebasan, "Sllash!! Sllash!!"


Arashi menghindar dengan lincahnya dan iapun sesekali menangkis serangan yang ada.


Lindouw semakin jengkel, "Dengan teleport aku bisa muncul dimana saja lalu dengan 30 senjata yang menyerang beruntun seharusnya tak dapat diatasinya..."


"Tapi mengapa dia dapat bertahan? Sehebat apakah bocah ini?"


Dilain sisi, Rafathar bergegas, "HIIAA...!!" Iapun meningkatkan energi lalu menghasilkan kegelapan pekat yang menutup daerah sekitar termasuk menelan Arashi, "Dark Zone"


Arashi mempunyai firasat buruk karena kesulitan bernafas saat kegelapan Rafathar berada disekitarnya, "Aku mengerti!! Kemampuannya ini menjadikan area ini jadi miliknya..."


"Ya, aku seolah-olah telah berada digenggaman telapak tangannya..." pikir Arashi.


"Sllash!!"


"Jleebb...!! Jleebb...!!" Serangan 30 sabit Lindouw tepat menusuk tubuh Arashi.


"Semua telah berakhir..." ucap 'sang raja iblis kematian' dengan ekspresi wajah senang.


Arashi terdiam akan tetapi mendadak ia meledakan energi kuat dan hal itu membuat Rafathar terpaksa mengambil jarak, "Mode : Cahaya Kegelapan" energi Arashi makin kuat akan tetapi terasa sangat stabil.


Ujung rambutnya berubah warna jadi hitam sementara bagian pangkal berubah menjadi putih.


"Inilah kekuatan terhebatku!!!" Teriak Arashi yang terpaksa menggunakan kekuatan yang merupakan kartu AS miliknya.


Lindouw merasakan hal tak wajar dan Arashi meningkatkan energinya sehingga pijakan kaki bersinar terang, "Sllash!!" Ia melesat secepat cahaya lalu mulai menghajar Lindouw satu persatu.


Ya, tak butuh waktu lama empat 'raja iblis kematian' telah disingkirkan.


"Kenapa? Padahal kau ada dalam wilayah Rafathar tapi mengapa kau tak melemah?" Ucap Lindouw yang dipojokkan.


Arashi berteriak, "Itu karena aku memiliki elemen cahaya!!!" Iapun meningkatkan energi lalu meledakan cahaya terang menyilaukan dari tubuhnya ke berbagai sisi.


"Sial..." ucap Rafathar yang kegelapannya mulai terhapus.


Arashi dengan cepat mengumpulkan kegelapan pada tangan kanan lalu menarik paksa Rafathar, "Ugh!!"


"Jbbllast!!" Rafathar dipukul Arashi dengan elemen cahaya yang ada dikepalan tangan kirinya dan sekarang ia jatuh dengan keras ditanah.


"Dia menghapus wilayah Rafathar dan mampu menghajar balik..." gumam Lindouw yang terkejut.


"Sllash!!" Dengan kecepatan cahaya Arashi tau-tau berada dihadapan Lindouw, "Sial, aku lengah!!"


"Jbllast!!" Arashi memukul wajah 'sang raja iblis kematian' dengan sekuat tenaga.


"Kalian tak ada apa-apanya!!!!" Teriak Arashi dengan lantang.


Dilain sisi ketujuh raja iblis telah berkumpul dan yang paling mengejutkan mereka telah menyandra Yume, Ritsu dan Yuri.


"Kosuke Arashi 'si pengacau' menyerahlah atau ketiga rekanmu akan mati..." ucap Leonidas dengan mencengkram kepala Yume dari belakang.


Sontak hal itu membuat Arashi terkejut, "Sialan!! Kalian benar-benar pengecut!!"


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1124 : Red Eagle Vs 17 Raja Iblis