
Venom terjatuh ke tanah bersimbah darah karena Arashi menembus tubuhnya dan mengambil jantungnya, "Ugh!!! Sialan!!" Teriak si iblis otot dan tulang itu.
Arashi berjalan mendekatinya dan mencengkram jantungnya tepat dihadapannya, "Aku tau iblis memiliki regenerasi yang luar biasa hebat akan tetapi mereka tetap mati juga kalau kehilangan jantungnya..."
Venom terlihat geram dan tak mampu bangkit lagi karena kehilangan organ pentingnya, "Uhuk!!" Iapun bahkan mulai memuntahkan darah.
Leona mendekat dan nampak senang, "Rencanamu berhasil juga, Arashi!!"
"Hahahaha!! Jangan memujiku begitu!! Aku jadi malu!!" Ucap Arashi dengan wajah tersipu.
Litha berkata, "Aku benar-benar tak menyangka bisa mengalahkannya!!"
"Sekuat apapun dia asal kita tak menyerah pasti dapat dikalahkan..." jawab Arashi dengan bangganya.
Ketiganya nampak senang merayakan kemenangannya akan tetapi Venom menjadi sangat geram saat melihat tawa mereka, "Sialan!!!!"
"Berisik!!!" Bentak Leona dengan menendang kepala Venom dari atas.
Venom mengangkat kepalanya dan dengan sorot mata tajam berkata, "Kalian menang sekarang akan tetapi kemenangan kalian tak akan lama!! Kita akan bertemu lagi dan disaat itu kalian akan tamat!!!"
"Ku pastikan para 'raja iblis' akan membumi hangusankan tempat ini!!!!"
Mereka bertiga hanya terdiam akan tetapi Arashi mendadak tersenyum, "Hey, kalau mau mati ya mati saja!! Jangan terlalu banyak ngoceh!!"
"Brengsek!!! Kosuke Arashi 'si pengacau'!! Aku akan mengingat namamu!!" Teriak Venom yang merasa tersinggung.
"Cih, dia terlalu berisik!! Boleh ku habisi sekarang?" Ucap Leona.
"Yah, terserah saja..." ucap Arashi.
Leona dengan kemampuannya langsung saja membakar tubuh Venom menggunakan apinya.
"Lalu setelah ini kita kemana?" Tanya Litha.
"Iblis petir telah diatasi oleh Daisuke dan Ryusuke jadi kita beralih mengejar iblis cahaya itu saja..." jawab Arashi.
"Oh, aku setuju!!" Jawab Leona.
*****
Dilain tempat sebuah ledakan cahaya yang sangat besar tercipta diangkasa.
Ledakan itu akibat dari pertarungan Masamune melawan Kamui 'sang raja iblis cahaya'
Semua orang dari berbagai tempat dapat melihat cahaya menyilaukan dari ledakan itu bahkan kelompok yang melarikan diri membawa Mizorogi terhenti sejenak.
"Hembusan anginnya sangat kuat ku harap Ryuzaki-senpai baik-baik saja..." ucap Hinowa.
"Dia pasti baik-baik saja dan ku yakin itu karena dia adalah Ryuzaki-senpai...!!!" Ucap Rikie yang memilih untuk optimis.
"Optimis boleh saja tapi lawan kita adalah iblis kelas atas yang memiliki kecepatan cahaya!! Kita harus segera meninggalkan tempat ini!!" Ucap Misaki yang sangat mengetahui kemampuan musuh.
"Emm..." Yuuki, Yuuka dan Yuzuru mengangguk.
Mereka berlima kembali berlari menjauh sejauh mungkin dari area pertarungan.
Misaki yang melihat Mizorogi digendong oleh Rikie dipunggungnya bergumam dalam hati, "Turnament Lima Bintang menjadi kacau karena munculnya para raja iblis dan dewa yang ada dibelakang mereka ini diincar oleh mereka..."
"Aku tak mengerti dengan semua ini tapi aku sadar hal yang tak beres sedang terjadi..." gumamnya dengan terus berlari.
"Sllash!!!" Sebuah kilauan cahaya melesat cepat dari angkasa dan jatuh tepat dihadapan mereka berlima sampai membuat mereka terhempas.
"Ugh!! Aduh, bokongku sakit..." gerutu Hinowa dengan perlahan berdiri.
"Tetap waspada!!" Ucap Misaki dengan serius.
"Kami mengerti!! Ucap mereka serentak yang langsung mengerti akan apa yang dikatakan oleh Misaki itu.
Kepulan asap tebal tercipta akibat kilauan cahaya yang jatuh itu dan sebuah energi kuat terasa mendekat, "Hahahahaha!!" Sebuah tawa terdengar meski masih tertutupi dedebuan tebal.
Hinowa, Rikie dan Misaki waspada bersiap bertarung.
"Mana Kak Ryuzaki!!" Teriak Yuuki.
"Apa yang terjadi padanya?" Teriak Yuuka.
"Kau iblis jahat pergilah!!" Teriak Yuzuru.
"Hahahahaha...!!" Kamui tertawa lepas, "Aku tak tau keberadaan orang yang kalian akan tetapi dia dengan nekatnya menusuk bola cahayaku dan meledak dengan dahsyatnya!! Ya, mungkin pria itu hancur berkeping-keping menjadi debu..."
"Bohong!!!!" Teriak Yuuki, Yuuka dan Yuzuru secara serentak yang tak percaya.
Rikie berkata pada ketiganya, "Simpan energi kalian untuk melarikan diri darinya dan soal Ryuzaki-senpai ku yakin dia baik-baik saja..."
Kata-kata Rikie itupun membuat emosi ketiganya mereda.
Kamui dengan senyuman liciknya berkata, "Baiklah, aku akan mulai menghabisi kalian semua!!" Iapun memfokuskan energi pada ujung jarinya dan sebuah cahaya mulai terkumpul.
"Semuanya menjauh!!!" Teriak Rikie dengan menjatuhkan Mizorogi yang ada dipunggungnya, iapun membuka perban yang ada dikedua lengannya.
"Sllash!!!!" Kamui menembakan laser akan tetapi Rikie menahan dengan lengan Naga Emasnya sehingga cahaya laser itu terpental ke arah lain.
"Cih..." sedikit demi sedikit Rikie terdorong ke belakang.
Hinowa segera membawa Mizorogi, "Semuanya ikuti aku!!!"
"Baik..." jawab ketiga anak kecil itu yang mengerti akan keadaan.
Kamui menyeringai dan menghentikan serangannya, "Tak akan ku biarkan kalian kabur lagi..." iapun melesat ke atas secepat cahaya lalu mengangkat kedua tangan ke atas dan mulai mengumpulkan energi.
Ya, bola energi putih dengan cepat terbentuk dan ukurannya sangat besar.
"Aku tak mungkin bisa menahan serangan itu..." ucap Rikie yang geram.
"Terimalah ini!!!" Bola energi itupun dilemparkan dan melesat dengan cepat.
Semuanya terkejut dan tak dapat melarikan diri akan tetapi Misaki berdiri tegak dengan sorot mata tajam penuh keseriusan, "Biar ku atasi!!!" Iapun mengambil grimoire sihirnya dan membukanya lalu mengangkat ke atas.
Serangan cahaya Kamui melesat akan tetapi secara perlahan terserap ke dalam grimoire sihir Misaki, "Sialan, lagi-lagi mereka berhasil mengatasi seranganku..." ucap Kamui yang terkejut dan bercampur dengan kesal.
Misaki mengambil kembali grimoirenya dan Rikie berkata, "Kemampuanmu hebat sekali, senpai!!!"
"Ya, tapi itulah hal yang ku bisa kulakukan untuk menahan serangannya dan bila dia menyerang lagi maka kita harus menahannya dengan cara lain..." ucap Misaki yang memperlihatkan grimoire sihirnya hanya tersisa satu lembar.
"Khehehe..." Kamui tertawa, "Aku mendengar kata-katamu itu!! Ya, kalau sudah begini maka menyerahlah dan serahkan nyawa Dewa Langit itu..."
"Omong kosong!!" Misaki memasang sorot mata tajam, "Dengan satu lembar saja aku bisa mengalahkanmu dan aku tau siapa yang cocok menjadi lawanmu..."
"Hah??" Kamui tak mengerti apa yang dikatakan lawannya.
Misaki mengambil tinta, kuas dan darah lalu iapun mulai melukis, "Teknik Sihir Lukisan : Clon"
Ya, seseorang muncul dari kertas terakhir dari grimoire Misaki itu dan dia adalah Yamanaka Ashura 'si hantu'
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 966 : Kegelapan Vs Cahaya
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****