
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"Aku sudah muak denganmu atau dengan dirimu yang lainnya..." teriak Arashi dengan meningkatkan energi dan dari pijakan kedua kakinya meluap kegelapan pekat.
Kara kembali bersemangat.
"Elemen kegelapan bersifat menyerap segalanya sementara elemen cahaya mampu menciptakan energi yang telah diserap..."
"Inilah kekuatanku baruku yang tercipta dari konsep itu..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam lalu dari kegelapan yang ada dibawah kaki Arashi secara perlahan muncul empat bentuk dirinya.
Empat bentuk Arashi adalah mode iblis, mode dewa, mode naga dan mode elemen.
"Kami akan mengalahkanmu!!!" Teriak kelimanya serentak.
Kara 'si pelahap iblis' tersenyum menyeringai, "Kau bocah yang menarik, Kosuke Arashi 'si pengacau'...!!!!"
"HIIAA...!!!" Keduanya meningkatkan energi dan terciptalah wilayah kegelapan karena luapan energi mereka.
Arashi mode elemen melesat dengan pegas dari elemen karet yang ada dikedua kakinya, ia memukul dengan tinju berlapis angin peruntuh, "HIIAA...!!" Kara menahan dengan menyilangkan kedua tangannya meskipun begitu ia tetap terdorong dari tempatnya berpijak.
Kara menyeringai karena Arashi menunjukan sesuatu yang menarik baginya.
Mode iblis langsung saja memfokuskan energi pada ujung tanduknya dan menembakan cero, "Wuuss...!!" Kara mengarahkan dua telapak tangan ke depan untuk menangkap serangan itu lalu melemparnya ke atas.
"DHHUUAARR...!!" Tercipta ledakan besar diatas.
Mode naga melesat dengan cepat menggunakan api pendorong dikedua kakinya, iapun melesatkan cakaran-cakaran tetapi Kara bertahan dengan memutar-mutar batangan besi hitamnya.
Mode naga memundurkan langkah kaki akan tetapi mode dewa menghentakan kaki kanan ke depan sehingga permukaan tanah membeku lalu hal itu membuat Kara tak dapat bergerak meski sementara, "Sial..."
Arashi dalam mode cahaya kegelapan bergerak cepat dan tau-tau berada dihadapan Kara, ia memukul wajahnya dengan tinju berlapiskan cahaya, "Jbbllast!!!" Kara yang lengah terkena pukulan telak dan terlempar tetapi ia segera bangkit.
Kelima Arashi berdiri tegak berdampingan dihadapan 'si pelahap iblis'
Arashi dalam mode cahaya kegelapan berkata, "Inikah hasil latihanku!! Kami semua nyata dan asli bukan bayangan..."
"Aku menyerap berbagai macam energi yang ada didalam tubuhku sendiri dengan kegelapan lalu mewujudkannya dengan elemen cahaya sehingga mereka memiliki wujud nyata dan asli..." jelasnya dengan tegas.
Bukan marah atau geram, Kara malah tersenyum menyeringai dan tertawa, "Hahahahaha...!!! Kosuke Arashi 'si pengacau' selama 1.000 tahun telah berlalu dan sejak saat itu aku telah membunuh banyak sekali iblis akan tetapi belum ada petarung yang seperti dirimu..."
"Kau langka dan spesial hal itu semakin membuatku ingin melahapmu..."
"Sayang sekali, aku bukan makanan ataupun cemilan..." ucap Arashi mode cahaya kegelapan dengan sorot mata tajam.
Kara menciptakan sebuah tombak besar dan perisai dengan elemen kegelapan yang dipadatkan dan ia menggenggam erat menggunakan empat tangannya, "Sekarang mari mulai pertarungan sesungguhnya..."
Arashi mode elemen tanpa berkata-kata langsung melesat cepat dengan pegas dikakinya, ia memanjangkan lengan kanan ke belakang dengan elemen karet, mengepalkan tangan lalu memfokuskan energi pada satu titik, "Terimalah ini!!!" Teriaknya dengan melapisi kepalan tangannya menggunakan besi yang membara.
"HIIAA...!!!"
"JBBLLASST...!!!!"
Kara menahan dengan perisainya, ia terdorong ke belakang cukup jauh dan masih berdiri tegak, "Kuat sekali!!!" Gumamnya dalam hati.
*
"Perisainya tak hancur yang artinya perisai tersebut memiliki sifat seperti kegelanan yaitu menyerap energi..." gumam Arashi mode cahaya kegelapan.
"Menyerangnya secara asal hanya akan merugikan kita..." sahut Arashi mode naga.
"Kita lebih diuntungkan, selain memiliki kecerdasan 5X lipat kita juga memiliki pengelihatan 5 orang yang saling terhubung..." sahut Arashi mode iblis.
Arashi mode cahaya kegelapan berkata dengan semangat, "Baiklah, kalau begitu mari hajar dia!!!!"
"Siap...!!!!!" Jawab ketiga Arashi yang berdiri didekatnya.
*
Arashi mode elemen segera melompat ke belakang setelah menyerang akan tetapi Kara menembakan bola energi hitam dari mulut yang ada diperutnya, "WUUSS...!!"
Bola hitam itu meledak sebelum mengenai sasaran, "DHUUAARR...!!!" Dari ledakan itu Arashi mode elemen malah tertarik maju ke arah ledakan itu.
"Dia menggunakan serangan seperti tadi!! Black Hole..." gumam Arashi mode elemen.
Kara memanfaatkan kesempatan karena Arashi mode elemen kesusahan bergerak, ia berlari maju dan memukul, "Apa!!!!" 'si pelahap iblis' itupun terkejut karena sasaran dapat berpindah tempat.
Ya, dikejauhan Arashi mode iblis menarik Arashi mode elemen dengan elemen kegelapan, "Bukan hanya kau yang bisa melakukannya..." ucap dua Arashi itu secara serentak.
Dilain sisi Arashi mode naga dan Arashi mode dewa telah berada disamping kanan dan kiri, "HIIAA...!!!" Keduanya memukul dengan elemennya masing-masing.
Kara yang memiliki insting tajam segera menahan dengan dua telapak tangannya, "Jbbllast!!" Lengan kanannya hancur lebur karena Arashi dalam mode naga melemparkan semua energinya yang terkumpul sementara itu sebagian tubuh Kara bagian kiri langsung membeku.
"Sialan!!!" Iapun menjadi sangat geram.
"Sllash!!!" Dalam sekejap saja Arashi mode cahaya kegelapan berada tepat dihadapan 'si pelahap iblis' dan ia langsung menendang dagu Kara, "Jbbuuak!!"
Kara terlempar cukup jauh akan tetapi sebuah bola energi hitam yaitu cero dan bola energi yang terbentuk dari elemen angin peruntuh, api dan petir melesat ke arahnya, "WUUSS...!!" Serangan itu adalah milik Arashi mode iblis dan mode elemen.
"DHHUUAARR...!!" Kara terkena telak dan iapun terkena ledakan.
Kara berlindung dengan menciptakan bola kegelapan meski sebagian tubuhnya hancur karena ledakan.
Kelima Arashi berkumpul, "Bagaimana rasanya melawan 5 orang sekaligus dengan pengelihatan yang saling terhubung dan kecerdasan yang sama rata?" Ucap Arashi dalam mode cahaya kegelapan.
Untuk pertama kalinya Kara menjadi sangat geram karena sebagaian tubuhnya hancur dan ia tak dapat beregenerasi.
"Hey, berganti tempat saja dengan Rafathar yang memiliki 10.000 kemampuan!! Kau itu sangat lemah..." ejek Arashi mode iblis.
"Kurang ajar sekali!!!" Ucap Kara yang telah kehilangan kedua lengan kanannya.
"Meski kau sangat terampil dan berpengalaman tapi bagiku sendiri melawan 10.000 kemampuan jauh lebih merepotkan..." ejek Arashi mode elemen.
Kara meningkatkan energi dan menciptakan dua lengan pengganti dengan elemen kegelapan, ia menyeringai setelah bagian tubuhnya pulih, "Begini lebih baik..." ucapnya yang siap bertarung lagi.
Arashi mode cahaya kegelapan tetap meremehkan, "Kau lebih lemah dari Rafathar dan juga kau tak mungkin menang melawan 5 orang..."
"Berisik!!! Hentikan omong kosongmu!! Setelah terkurung selama bertahun-tahun aku sangat ingin bertarung!!! Ini tubuhku dan aku tak akan membiarkan 10.000 iblis itu terus menerus memiliki tubuhku...!!!" Teriak Kara.
Arashi mode naga menjadi serius, "Sekarang aku mengerti!! Kalian dua sisi yang berbeda dan saling bermusuhan meski satu tubuh..."
"Kau tak sama sepertiku..."
"Hentikan ocehanmu!!!!" Teriak Kara.
"Pada dasarnya ia ingin melahap kita karena iri pada kemampuan kita yang bisa saling membantu meski 5 kekuatan yang berbeda..." sahu Arashi mode elemen.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1046 : Tantangan Perang
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****