
Dinegeri para dewa yang sekarang telah hancur dan hanya tersisa puing-puing bangunan kosong yang sudah ditinggalkan karena perang.
Angin berhembus sangat kencang karena saat ini sudah tak ada lagi penghalang yang melindungi Aera.
Lalu dibagian tepi Aera kelompok yang sebelumnya melawan 'si akhir' kini tengah beristirahat.
"Kak Arashi sudah pergi..." ucap Kaoru dengan pergi ke tepi pulau langit dengan menatap ke bawah.
Airi berjalan mendekati Kaoru dan berkata, "Pemandangan dibawah tak terlihat karena tertutup awan..."
"Aku tau..." jawab Kaoru.
"Menjauh dari tepi karena disana juga berbahaya..." ucap Airi lagi.
"Aku tau!! Aku akan mati bila jatuh dari tempat ini!!" Ucap Kaoru lagi yang masih menatap ke bawah.
Dilain sisi, Daisuke berkata pada kedua rekannya, "Arashi memang telah dibangkitkan kembali akan tetapi entah mengapa ada hal yang berbeda darinya..."
"Aku tau!! Aku juga merasakan hal yang sama..." ucap Torano.
"Dia jadi lebih dingin..." ucap Daisuke lagi.
Ryusuke yang semula duduk mendadak berdiri tegak, "Tak ada yang tau apa yang telah terjadi pada Arashi setelah ia mati akan tetapi semua khawatir padanya..." iapun berjalan ke tepi Aera dan berkata, "Bukankah lebih baik kita juga turun untuk melihat pertarungan mereka..."
Mendadak Torano dan Daisuke berdiri.
"Aku sepemikiran denganmu..." ucap si pemegang Raja Pedang itu.
"Berdiam diri juga bukan gayaku..." sahut si pemegang Cahaya Surga itu.
"Ya, kalau begitu mari kita berangkat..." sahut Kaoru yang terlihat paling khawatir diantara mereka, ia yang dapat melihat masa depan sangat risau.
*****
Kemunculan Arashi yang tiba-tiba jatuh dari angkasa membuat semuanya terkejut dan untuk sesaat perang terhenti karena keberadaannya.
"Itu 'si pengacau' Kosuke Arashi..."
"Ku harap ia bisa mengakhiri perang ini..."
"Ya, setidaknya kita bisa berharap padanya..." gumam para siluman dari pulau abad yang telah kelelahan berperang.
"Dia muncul...!!"
"Si brengsek itu tak mungkin dapat mengalahkan tuan kita!!"
"Jangan gentar!! Meski ia telah datang kemunculannya tak merubah apapun..." ucap para pasukan iblis yang khawatir pada kemunculan Arashi yang mungkin dapat membalikan keadaan.
Dilain sisi seluruh anggota Red Eagle nampak senang pada kemunculan Arashi.
"Si brengsek itu akhirnya telah tiba..." ucap Kiba.
"Cih, kemunculannya bagaikan bintang dalam perang ini..." sahut Shirou agak iri.
"Dia pasti akan membuat sesuatu yang tak terduga..." ucap Ritsu dengan tersenyum lebar.
"Aku senang ia baik-baik saja..." gumam Misaki dalam hati.
"Ku harap ia dapat mengakhiri perang ini..." gumam Yemi dalam hati.
"Kenapa dia lama sekali..." ucap Akiru/Akaru.
Kucing hitam yang merupakan perwujudan dari kemampuan 'Absolute Lucky' yang ada diatas kepala Kitsune menghilang, "Kurasa Arashi adalah keberuntungan terakhir kita..."
"Ya, aku setuju padamu..." ucap Ashura yang telah sadar.
*
Dipertarungan 'si akhir' menjadi sangat kesal karena kekasihnya yaitu Utsugi Reina telah berenkarnasi dan kehilangan ingatan masa lalunya.
'Si akhir' mencoba meraih kepala Yuuki akan tetapi mendadak Arashi jatuh dari langit dengan pijakan kaki kuat dan balas mencengkram tangan sang iblis.
"Sudah cukup!! Jangan sakiti mereka dan mari akhiri semua ini!!!" Ucap Arashi dengan sorot mata tajam.
'Si akhir' terkejut pada kemunculan Arashi yang sebelumnya telah ia habisi, "Ada yang tak biasa darinya..." gumamnya dalam hati dengan melompat mundur.
"Ryuzaki dan juga Rain..." ucap Arashi dengan menatap ke arah dua rekannya, "Bawa anak-anakku pergi..."
Senju Rain dan Masamune perlahan berdiri tegak, "Ku harap kau bisa membawa kemenangan bagi kami..." ucap Senju Rain.
"Maaf Arashi, ku serahkan sisanya padamu..." ucap Masamune.,
Keduanya mendekat pada anak-anak Arashi yang tak sadarkan diri akan tetapi mendadak Yuuki berlari dan memeluk Arashi dari belakang.
"Papa!! Aku tau mau pergi!! Aku rindu denganmu..."
Arashi kemudian berbalik dan mengelus kepala gadis iblis kecil itu, "Baiklah, akan tetapi kau harus sedikit menjauh dan juga biarkan Yui menjagamu..."
"Emm..." Yuuki mengangguk paham dan kemudian berlari ke belakang ke dekat Yui.
Yui berkata, "Berjuanglah, Arashi!!"
"Ya..." jawab Arashi yang kemudian beralih menatap ke arah sang iblis dengan sorot mata tajam, "Aku sama sekali tak membencimu akan tetapi aku harus mengalahkanmu agar perang ini berakhir..."
"Kau terlalu sombong, bocah!!! Entah apa yang terjadi setelah kau mati akan tetapi kau terlalu meremehkanku..." 'si akhir' membalas dengan sorot mata tajam, ia meningkatkan energi sehingga kobaran api meledak-ledak dari pijakan kedua kakinya.
Sang iblis menghentakan kaki kanan ke depan, "DYYEESS...!!!" Sebuah gelombang api yang membumbung tinggi melesat.
Arashi tak gentar sedikitpun, ia mengarahkan telapak tangan kanan ke depan lalu memusatkan energi pada satu titik.
Gelombang api itu menyentuh telapak tangan Arashi dan disaat itulah Arashi melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!" Gelombang api terkena tembakan energi dan terbelah jadi dua bagian.
'Si akhir' sudah tak lagi ada ditempatnya, ia melesat menerjang dan tau-tau sudah berada disamping kanan Arashi, "Mati!!" Ia mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dari jarak dekat, "Sllash!!" Serangan angin yang mampu membelah benua melesat.
Arashi yang telah mempertajamkan instingnya mampu membaca sebuah serangan mengarah padanya, ia menghindar dengan menunduk, "Sllash!!" Beberapa gunung dikejauhan terpotong.
"Serangan kejutanmu gagal..." ucap Arashi dengan sorot mata tajam.
'Si akhir' melompat ke belakang untuk menjaga jarak akan tetapi Arashi berkata, "Sekarang giliranku membalas!!" Bagaikan teleport, iapun melesat sangat cepat dan tau-tau sudah berada disamping kanan sang iblis.
"Apa!!!" Sang iblis terkejut.
Arashi mengepalkan tangan kanan dan memusatkan energi pada satu titik lalu memukul sambil melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!"
Kepala sang iblis terkena pukulan telah dan jadi hancur lebur akan tetapi hal itu belum cukup untuk mengalahkannya, 'si akhir' yang dibenci oleh kematian hanya membutuhkan waktu selama 5 detik untuk pulih seperti sedia kala.
"Sialan!! Kekuatan dari serangannya bertambah kuat berkali lipat dari pada sebelumnya..." gumam 'si akhir'
Arashi berkata, "Kau memang tak bisa mati akan tetapi hal itu percuma bila kau tak mampu mengalahkanku..."
"Berisik!!!" Bentak si iblis yang geram.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan Tatsumi Kidou 'sang raja monster' berjalan mendekati pertarungan, ia membawa sang adik ditangannya lalu melemparkan pada Arashi.
Arashi menatap tajam Tatsumi Kidou.
"Hahahaha... jangan menatapku seperti itu!! Adikku yang tak berguna itu terlalu lemah untuk menahan ku..."
"Ya, dia bahkan tak layak untuk mati ditanganku..."
"Aku tak peduli hubunganmu dengan Saburo akan tetapi karena kau sudah berada disini bersiaplah untuk kalah..." ucap Arashi.
"Hahahaha...!! Menarik sekali!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1208 : Kekacauan Vs Si Akhir II