Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1102 : Satu Lawan Dua


Arashi mendadak muncul dan ia sekarang tengah berjalan maju ke arah dua 'raja iblis' yang sebelumnya bertarung Ritsu dan Yuri.


"Tap... tap... tap..." Dante dan Belial nampak geram saat mendengar langkah kaki Arashi yang mendekat secara perlahan.


Arashi berdiri tepat dihadapan kedua raja iblis itu dan tersenyum menyeringai, "Khehehehe..."


"Kosuke Arashi 'si pengacau'..." gumam Beliel dan Dante dengan sorot mata tajam.


"Aku tak mengenal kalian berdua akan tetapi maaf saja tapi aku harus menghabisi nyawa kalian..." ucap Arashi dengan entengnya.


"Cih, apa kau pikir bisa mengalahkan kami?" Ucap Belial dengan meningkatkan energi dan hal itu membuat puing-puing bangunan terangkat ke udara.


"Tentu saja, aku dapat mengalahkan kalian..."


"Sombong sekali!!" Sahut Dante dengan sorot mata tajam, iapun juga meningkatkan energi.


Dikejauhan Ritsu berteriak memperingatkan, "Arashi!! Hati-hati, iblis itu memiliki kemampuan telekinesis..."


"Dan yang satunya memiliki 10 senjata iblis yang berupa tatto..." sahut Yuri.


Arashi menoleh ke belakang dan berkata dengan entengnya, "Terima kasih telah telah mengkhawatirkanku akan tetapi aku baik saja..."


"Kalian duduk manis disana dan perhatikan dengan seksama bagaimana aku menghajar mereka..."


Yuri dan Ritsu terdiam, mereka berdua yang tengah melemah tiada pilihan lain selain menyerahkan semua masalah pada rekannya itu.


Arashi dengan tersenyum lebar berkata, "Yah, lebih baik kita langsung saja mulai pertarungannya..."


Belial geram dan iapun memperkuat pijakan kedua kakinya lalu melesat sangat cepat maju ke depan, "Sialan!!!!" Iapun memukul sekuat tenaga.


Arashi yang memiliki insting tajam tajam mampu mengukur kekuatan lawannya, ia memperkuat pijakan kedua kaki dan menyilangkan kedua tangan ke depan, "Jbbuuak!!!" Pukulan kuat Belial dapat ditahan oleh Arashi.


"Khehehe..." Arashi tertawa dan iapun berdiri tegak tanpa bergerak dari tempatnya berpijak.


Belial geram dan iapun segera melompat ke belakang lalu mengendalikan semua puing-puing yang berterbangan dengan kemampuan telekinesis, iapun melemparkan semua puing-puing pada Arashi.


Arashi mempertajamkan instingnya dan dengan mudahnya mampu menghindari setiap puing-puing yang jatuh menimpa dirinya, "Hey, ayolah!! Apa hanya segini kemampuanmu?"


"Dia meremehkan kita..." ucap Dante yang jadi lebih kesal dari pada sebelumnya, "HIIAA...!!!!" Iapun berlari ke arah Arashi secepat mungkin lalu menggunakan tatto bergambar kapak dan kedua lengan berubah menjadi kapak.


Dante yang melesat tanpa ragu menebas akan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu mengatasi tebasan-tebasan kapak dari lawannya, "Lincah sekali!! Dia mampu menghindari setiap tebasan dariku..." pikir Dante dalam hati.


Disaat Dante menebas maka Arashi tersenyum menyeringai, ia menjaga jarak ke belakang lalu memukul dengan memfokuskan energi pada satu titik yaitu kepalan tangannya dan melemparkan energi tersebut, "Jbbllast!!" Pukulan Arashi beradu dengan tangan Dante yang telah berubah menjadi kapak dan berhasil menghancurkannya.


Dante segera menjaga jarak, "Yang tadi itu apa?" Gumam Dante dalam hati, ia merasa agak heran karena tangannya yang telah berubah menjadi kapak hancur lebur oleh pukulan Arashi, "Padahal kepalan tinjunya belum mengenaiku tapi mengapa dapat menghancurkan sasaran?"


Puing-puing terus melesat sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh Belial.


"Cih, aku bosan menghindar terus..." ucap Arashi dengan meningkatkan energi dan mendadak ia meledakan kobaran sayap api dari punggungnya.


"WUUSS...!! WUUSS...!!" Dengan beberapa kali kibasan sayapnya semua puing-puing bangunan yang melesat tersapu.


Dante dan Belial berkumpul kembali.


"Cih, aku tau!!" Ucap Dante agak kesal


Arashi tersenyum menyeringai dan mengejek lagi, "Waktuku meladeni kalian hanya 20 menit jadi aku akan langsung saja serius bertarung..." ucapnya dengan meningkatkan energi.


Dante menjadi sangat kesal saat merasakan energi yang sangat kuat dari Arashi, "Sialan, apa kau pikir aku akan takut saat merasakan tekanan energimu?" Ucapnya dengan meningkatkan energi.


Dante menggunakan 10 tattonya sekaligus sehingga tubuhnya berubah bentuk dipenuhi oleh senjata, "Belial, aku sama sekali tak meremehkan dirinya!! Aku akan mengeluarkan semua kekuatan yang ku punya..."


"Ya, kau boleh melakukannya, kawanku..." ucap Belial dengan sorot mata tajam, ia juga meningkatkan energi.


Dante memperkuat pijakan kedua kakinya dan iapun melesat sangat cepat, "HIIAA...!!!" Salah satu tatto merubah lengan kanannya menjadi bor dan iapun menyerang dengan tusukan secara langsung.


"Khehehe..." Arashi tersenyum menyeringai, ia bukannya menghindar akan tetapi melapisi lengan kanannya dengan berlian.


Ia mengepalkan tangan dan mengumpulkan energi pada satu titik lalu memukul sekaligus melemparkan energi yang terkumpul itu, "Jbbllast!!"


"Tidak mungkin!!!" Ucap Dante yang tak percaya saat lengannya yang telah berubah menjadi bor hancur lebur.


Arashi tersenyum menyeringai, "Khehehe..." ia mengepalkan tangan kiri, memfokuskan energi pada satu titik lalu memukul sekaligus melemparkan energi yang terkumpul itu, "Jbbllast!!!" Kepala Dante hancur lebur.


"Dante...!!!!!" Teriak Belial yang benar-benar shock dengan kondisi rekannya, ia dengan kemampuan telekinesis segera menggerakan puing-puing bangunan untuk menimpa Arashi.


Arashi dengan instingnya yang tajam tak merasa kesulitan dalam menghindari puing-puing yang mengarah padanya.


Ritsu yang berada dikejauhan menjadi agak kesal, "Sialan, si Arashi itu!! Susah payah kita melawan kedua iblis kelas atas itu tapi ia hanya main-main saja dan sudah mampu memojokkan keduanya..."


"Ya, aku juga mengerti perasaanmu..." sahut Yuri.


Belial segera melompat ke dekat rekannya, "Dante, kau tak apa?"


Dante yang merupakan iblis kelas atas segera memulihkan diri meski telah kehilangan lengan kanan dan kepala, "Cih, aku baik saja..."


"Tapi yang paling membuatku kesal adalah mengapa serangannya begitu mematikan bahkan untuk kita yang merupakan 'raja iblis'?"


Belial juga geram, "Kurasa kabar ia telah mengalahkan 'sang raja iblis pelahap' memang kenyataan pahit yang harus kita akui..."


"Tap... tap... tap..." Arashi berjalan perlahan ke arah keduanya dan ia berdiri tepat dihadapan dua raja iblis itu, "Karena kalian lemah maka aku akan berbaik hati..."


"Ada dua pilihan yang kalian punya, pertama lari dari tempat ini dengan terbirit-birit atau kedua kalian minta dihabisi..."


Belial dan Dante terdiam akan tetapi keduanya tak bisa lagi menerima penghinaan dari Arashi, "Sombong sekali!!"


"Akan kami tunjukan seberapa hebat kekuatan kami sebagai 'raja iblis'..." ucap Belial dengan meningkatkan energi.


Seluruh tempat itu bergetar hebat karena energi keduanya yang meningkat pesat dan meskipun begitu Arashi malah tersenyum lebar, "Khehehe... semuanya jadi makin menarik saja..."


Dua iblis kelas atas itupun secara perlahan berubah bentuk menjadi wujud yang sebenarnya, "Mode : Devil"


Ya, pada akhirnya Belial dan Dante masuk ke dalam wujud iblisnya.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1103 : Satu Lawan Dua II