Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 963 : Kau Akan Kalah!!


Venom telah berhasil menumbangkan Torga dan Gora akan tetapi disaat yang tak terduga dua wanita merepotkan muncul.


"Kemarilah dan tunjukan dirimu, sialan!!!!" Teriak Venom dengan lantang.


"Hahahaha!!!" Leona melesat dari balik pepohonan dengan tubuh terselimuti kobaran api, iapun menerjang tulang-tulang setinggi 3 meter begitu saja dan langsung saja memukul sekuat tenaga, "Jbbllast!!!"


Kobaran api membumbung tinggi ke angkasa karena Venom yang memiliki insting tajam menahan dengan telapak tangannya, "Hahahaha...!! Akhirnya kau menunjukan diri juga!!"


"Hahahaha!! Ya, itu karena aku akan menghajarmu!!" Ucap Leona dengan penuh semangat, iapun meningkatkan energi dan memfokuskannya pada kepalan tangan yang sedang ditahan lalu melemparkan energi itu sekaligus, "Jbbllast!!" Terjadi ledakan api dan mampu mendorong 'sang iblis'


"Sepertinya kau kuat..." Venom makin bersemangat lalu dengan empat lengannya ia memukul secara bertubi-tubi.


Meskipun serangan tiada henti tapi Leona yang liar dan buas dapat menghindar, "Ayolah, tunjukan kemampuan terbaikmu?"


Dilain sisi Litha mendekat pada Torga dan Gora.


"Kami tiba disaat yang tepat!! Lawan kalian adalah iblis kelas atas jadi hebat sekali bisa bertahan..."


Gora mencoba berdiri tegak, "Kami akan bertarung lagi dan melawannya!! Kami akan menang!!"


"Sudah cukup, Gora!!"


"Apa maksudmu, Torga?"


"Kita terluka parah dan sebaiknya segera memulihkan diri melawannya sekarang sama halnya bunuh diri!! Kita hanya akan jadi beban dalam pertarungan..." jelas Torga.


Gora terdiam dan berfikir, iapun menatap pertarungan Leona dan Venom yang begitu brutal, "Cih, baiklah!! Kita mundur sekarang untuk memulihkan diri..."


"Ya, itu lebih baik dan begitu kalian sampai disini maka pertarungan sudah berakhir..." ucap Litha dengan menarik dua pedang dipunggungnya.


*


Dipertarungan Venom dibuat jengkel oleh Leona karena terus saja mampu menghindar.


"Hahahahaha, apa hanya itu yang kau bisa? Pukulanmu selalu meleset!!"


"Sialan!!!" Venom yang geram mengangkat dua tangannya dan menyatukannya dua kepalan tangan itu lalu menghantamnya ke tanah sekuat tenaga, "DYYEESS...!!!" Puing-puing berterbangan dan menghalangi pandangan mata.


Leona tak dapat melihat karena terhalang puing-puing akan tetapi Litha muncul dan dengan dua pedangnya iapun mampu memotong setiap puing-puing yang ada.


"Sepertinya kau kesusahan kawan..." ucap Litha.


Leona menyeringai, "Tidak juga..."


Litha mengarahkan pedang ditangannya ke arah lawan, "Mari kita kalahkan iblis itu!!"


"Ya..." jawab Leona dengan semangat.


Venom menjadi geram, "Sampai kapanpun aku tak akan kalah!!!!" Iapun menghentakan kaki dan duri-duri tulang melesat ke arah keduanya.


Leona dan Litha mampu menghindar dengan masing-masing melompat ke samping kanan dan kiri.


Dengan senyuman lebarnya, Leona berlari cepat bagaikan hewan berkaki empat, "Hahahahaha...!!" Iapun menerjang segalanya lalu melompat dan memukul wajah lawan dengan kepalan berbalutkan api, "Jbbllast!!!"


Venom terdorong dari tempatnya berpijak akan tetapi ia baik-baik saja dan bertambah geram, "Sialan!!!" Iblis itupun melesatkan pukulan ke arah 'si singa api'


Tetapi dengan cepat Leona juga memusatkan energi pada kepalan tangan kanan dan juga memukul, "Jbbllast!!" Keduanya beradu kepalan tangan.


Dilain sisi, Litha berlari mendekat secepat mungkin, iapun mengarahkan dua pedangnya ke depan seakan menusuk akan tetapi ia berputar bagaikan bor.


"Shrring!!!" Tusukan dua pedangnya itu tepat mengenai perut lawan dan berhasil mendorong Venom ke belakang akan tetapi belum mampu melukainya.


Venom kesal pada dua lawannya, iapun mencengkram Leona dengan tangan tambahan yang muncul dari bahu kanan lalu memukul Litha dari atas dengan tangan tambahan yang muncul dari bahu kirinya, "Jbbllast!!!"


"Ugh!!!" Litha terjatuh ke tanah.


"Khawatirkan dirimu sendiri!!!" Teriak Venom dengan membanting Leona yang ada dicengkraman tangannya.


"DYYEESS!!!" Leona membentur tanah dengan keras hingga terciptalah sebuah cekungan.


"Akan ku bunuh kau lebih dulu...!!!" Teriak Venom dengan mengangkat kaki berniat menginjak Leona.


Leona terkejut akan tetapi secepat mungkin ia menghindar dengan berguling ke arah samping, "DYYEESS!!!" Hentakan kaki Venom sangat kuat sampai-sampai membuat tanah terangkat.


Leona segera berlari ke arah Litha, "Kau tak apa?"


"Ya..." jawab Litha dengan berusaha bangkit, "Serangannya benar-benar mematikan dan juga serangan biasa tak mempan padanya..."


"Aku tau!!" Sahut Leona yang geram, "Ia memiliki kulit yang keras terlebih kefokusan energi dan instingnya sangat luar biasa!! Menyerangnya secara asal sama halnya bunuh diri!!!"


Keduanya berfikir dan disaat mereka terdiam Venom menyerang.


"Ayolah!! Apa hanya itu kemampuan kalian!!!" Teriak Venom dengan berlari ke arah keduanya, iapun memusatkan energi pada kepalan tangan kanan lalu memukul sekaligus melemparkan energi yang terkumpul itu.


"Jbbllast!!!"


"Krak!!" Litha menahan dengan menyilangkan dua pedangnya akan tetapi serangan lawan bagaikan meriam sehingga dua pedangnya patah dan iapun terlempar.


Leona segera berdiri dibelakang rekannya agar ia tak jatuh, "Kau tak apa?"


"Aku baik saja tapi kedua pedangku patah..." jawab Litha.


Venom semakin geram, "Berhentilah saling peduli karena kalian berdua akan mati...!!" Teriaknya dengan lantang, iapun memukul dan sekali lagi memusatkan energi pada satu titik lalu melemparkannya sekaligus.


"Jbbllast!!" Serangan yang bagaikan meriam itupun berdampak yang luar biasa bagi permukaan tanah dan beruntung keduanya memutuskan untuk menghindar dari pada melawan secara langsung.


"Sekali pukulan dan semua yang ada dihadapannya lenyap tanpa sisa!! Benar-benar kekuatan yang luar biasa..." ucap Litha.


"Ya, jika kita terkena sekali saja pukulannya maka sudah pasti hidup kita akan berakhir..." sahut Leona.


Keduanya berdiri tegak lagi dan Venom yang mengetahui keduanya masih hidup menjadi semakin geram, "Manusia yang berani menentang 'raja iblis' sangat tak bisa diampuni!!!!" Teriaknya dengan lantang lalu iapun meluapkan energi hebat yang bahkan membuat keduanya terdorong dari tempatnya berpijak.


Disaat yang sama udara mendadak terasa dingin dan permukaan tanah perlahan membeku.


"Huh??" Venom terkejut, ia yang semula geram termakan emosi mengalihkan perhatian pada orang yang mengakibatkan tanah membeku itu.


"Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki dan hal itupun membuat Leona ataupun Litha menjadi senang karena seorang yang mereka kenal telah datang.


Ya, orang itu adalah 'si pengacau' Kosuke Arashi.


"Khehehehe...!! Kau menggunakan wujud iblis, ya?" Ucap Arashi dengan tersenyum lebar, "Sepertinya kau yang sekarang lebih buas saja..."


"Bocah sialan!! Mengapa kau muncul lagi?" Ucap Venom yang geram.


Arashi merespon dengan santainya dan berkata, "Aku kemari untuk mengatakan satu hal padamu bahwa kau akan kalah...!!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 964 : Kombinasi


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****