Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 999 : Pewaris Hutan


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Va'al terdiam sejenak setelah mendengar kemenangan Arashi melawan Mogura dan Excel.


Tetapi ia tertawa lepas dan berkata, "Hahahahaha...!!!! Baiklah, saatnya serius!!!" Ucapnya dengan menyatukan dua telapak tangan didepan dada.


Tekanan energinya meningkat lalu kedua kakinya berubah menjadi akar yang masuk ke dalam tanah.


"Mode : Devil"


Tanah berguncang hebat seakan terjadi gempa bumi lalu kaki Va'al yang berubah menjadi akar menyebar ke segala tempat dan dengan cepat tubuhnya berubah menjadi batang sebuah pohon yang tumbuh menjulang tinggi dengan dahan rindang menutupi seluruh Lembah Bayangan.


"Arashi, hati-hati..."


"Ya, aku tau!! Sepertinya dia mengeluarkan sebuah teknik yang merepotkan..." ucap Arashi yang sekarang ini serius, ia bergumam dalam hati, "Dia membentuk tubuhnya menjadi pohon raksasa seperti Pohon Abad, ia melakukan sama persis yang dilakukan 'sang penguasa hutan'..."


Arashi yang sudah sekali bertarung melawan kekuatan hutan tau betul seberapa kuat musuh yang ia hadapi kali ini, "Sial, bagaimana caranya kami melawannya?" Ucapnya saat melihat pohon raksasa itu.


"Hey, Tuan Kai!! Kau telah hidup cukup lama diera mereka bukan?"


"Ya, memangnya ada apa?"


"Dimasa lalu bagaimana caranya mengalahkan 'sang penguasa hutan'?"


"Entahlah, dulu sekali Naga Emas, Dewa Kematian dan Sang Penguasa Hutan memang pernah bertarung tetapi pertarungan mereka tak pernah menunjukan hasilnya..."


"Apa maksudmu?" Arashi tak mengerti.


"Mereka bertarung berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan dan karena energi mereke yang tanpa batas pertarungan mereka seakan tiada akhir lalu sebelum pemenang ditentukan mereka bertiga berhenti sendiri setelah menyadari dampak luar biasa dari pertarungan mereka..." jelas Tuan Kai.


"Cih, jadi bagaimana sekarang?" Arashi.


Tuan Kai kebingungan untuk menjawab lalu disaat yang bersamaan pohon raksasa itu menumbuhkan kuncup-kuncup bunga.


"Apa yang terjadi?"


"Jangan tanya padaku!! Kau saja tak tau apa lagi aku!!" Jawab Arashi yang agak kesal.


Secara perlahan kuncup-kuncup bunga itupun mekar lalu mereka 'sang raja iblis hutan' mulai bermunculan.


Va'al yang tak terhitung jumlahnya dengan berbagai ukuran berdiri tepat diatas dahan pohon raksasa itu.


"Ini gawat!!!" Pikir Arashi saat melihat musuh yang tak terhitung jumlahnya itu.


Tuan Kai dengan tatapan serius bertanya, "Hey, Arashi!!"


"Apa??"


"Kau telah mengalahkan dua 'raja iblis' jadi berapa sisa energimu sekarang?"


"Tidak banyak, mungkin hanya tersisa 10 persen..."


"Ini buruk!! Terlebih lawan kita adalah iblis tertinggi..." ucap Tuan Kai serius.


Semua cloning Va'al melompat dari atas dahan pohon dan membuat tanah bergetar ketika kaki mereka menghantam tanah.


"Bersiaplah untuk dihabisi..." ucap salah satu dari mereka yang memiliki ukuran tubuh paling besar.


Keduanya berdiri tegak tanpa rasa takut lalu Tuan Kai berbisik, "Aku punya satu ide untuk mengalahkannya..."


"Apa idenya?"


"Kita harus bertahan sampai bala bantuan datang!! Dengan kondisi dan situasi kita berdua yang sekarang mengalahkan pewaris kekuatan hutan adalah hal yang mustahil..."


"Jadi kita harus bertahan sampai kelompok elite Pasukan Bayangan kembali ke markas!! Dengan bersama ku yakin dia dapat dikalahkan..." jelas Tuan Kai dengan semangat.


"Aku mengerti!!!" Jawab Arashi dengan berteriak.


Salah satu Va'al yang memiliki ukuran besar berkata, "Biar ku beri tau kelemahanaku pada kalian..." ucapnya dengan nada meremehkan.


"Meski jumlah ku sangat banyak tetapi kekuatan hutan memiliki batasan yaitu pada jiwa..."


"Aku bisa memperbanyak tubuhku sebanyak yang ku mau tetapi jiwaku tetap satu jadi jika kalian dapat menumbangkan pohon raksasa itu maka semua cloningku akan melemah..." jelasnya dengan menyeringai.


Arashi dan Tuan Kai dapat dengan mudah memahami apa yang dikatakan Va'al akan tetapi keduanya menyadari bahwa dalam kepungan banyak cloning menumbangkan pohon raksasa itu tak akan mudah.


"DYYEESS...!!!" Arashi meningkatkan energi dan mendadak kedua kakinya meledakan api lalu sepasang sayap api muncul dipunggungnya.


"Tiada salahnya mencoba!!!!" Teriaknya yang melesat ke atas akan tetapi salah satu Va'al yang memiliki sayap menghalangi.


"Jangan halangi aku!!!" Arashi segera memfokuskan energi pada kepalan tangan dan memukul cloning itu dengan melemparkan energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast...!!!!" Pukulan mematikan itupun sukses menghancurkannya akan tetapi cloning-cloning yang lainnya bermunculan lagi.


"Ini tidak ada habisnya..." pikir Arashi yang terus terbang menyerang dengan pukulan.


Tuan Kai yang melihat aksi Arashi berkata, "Dasar bodoh!!! Bukankah tadi ku bilang untuk bertahan sambil menunggu bala bantuan tapi mengapa bocah itu malah menyerang!! Apa dia lupa pada rencananya ataukah dia sudah gila?"


Tuan Kai tetap pada rencana awal yaitu bertahan, ia diam ditempat dan melawan para cloning Va'al yang tak terhitung jumlahnya.


Ia meningkatkan energi sehingga api berkobar-kobar diseluruh tubuhnya lalu bertarung dengan membabi-buta melawan para cloning.


"Sial, mereka tiada habisnya..." gumam Tuan Kai yang mulai kesal pada para cloning yang meski telah dihancurkan sebanyak apapun tetap tak berkurang.


Para cloning membalas mereka mengarahkan telapak tangan pada lawan dan akar-akaran melesat ke arah Tuan Kai dari berbagi sisi.


Ia mencoba menghancurkannya bahkan menghindar akan tetapi akar-akaran itu pada akhirnya meliliti dirinya, "Ini buruk!!" Pikirnya yang meronta-ronta.


Tetapi meski meronta-ronta dan meningkatkan energi Tuan Kai merasa semakin melemah, "Sial, ada yang aneh dengan diriku..." ucapnya.


Salah satu Va'al berkata, "Kehehe... semuanya telah berakhir ketika kau terliliti oleh akar ku..."


"Apa maksudmu?" Tuan Kai menatap tajam.


"Akar ku memiliki kemampuan menyerap energi yang artinya kau akan jadi pupuk bagiku..."


Tuan Kai menjadi sangat geram, "Sialan!!!" Ia meningkatkan energi dan meronta-ronta akan tetapi hal itu percuma saja.


Dengan senyuman puas, salah satu Va'al berkata, "Kau telah kalah dan sekarang tinggal menaklukan Kosuke Arashi 'si pengacau'..."


*****


Dilain sisi Arashi masih terus berjuang untuk mendekat pada pohon raksasa akan tetapi ia dihadang oleh cloning-cloning Va'al yang bisa terbang.


"Sial, mereka tak pernah ada habisnya!! Dan aku tak bisa mendekat pada pohon raksasa itu..." ucap Arashi yang melihat pohon raksasa terus memproduksi cloning Va'al.


Setelah berjuang keras, Arashi yang telah putus asa menemui jalan buntu dan iapun mempertaruhkan semuanya pada satu serangan, ia meningkatkan energi dan menggunakan semuanya sekaligus, "AUMAN NAGA API!!!!"


"WUUSS...!!!" Arashi mengeluarkan kobaran api yang lebih besar dari sebelumnya.


Kobaran api itupun membakar habis semua cloning yang dilaluinya lalu sedikit apinya hampir menyentuh permukaan kulit pohon raksasa, "Sial, aku gagal!!" Ucap Arashi yang mulai lemas.


Ia mulai kehilangan sayap api yang digunakannya untuk terbang lalu disaat yang tak terduga sebuah akar raksasa mencambuknya dari atas, "Jbbllast...!!"


"WUUSS...!!" Arashi terhempas jauh dan berakhir jatuh dengan keras membentur tanah.


"Arashi...!!!" Teriak Tuan Kai yang khawatir meski ia sendiri sedang terjebak dalam lilitan akar.


Ya, pada akhirnya mereka berdua dibuat tak berdaya dan sekarang bagaimana caranya mengalahkan Va'al 'sang raja iblis hutan'?


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1000 : Sang Legenda


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****