
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Waktu berjalan dengan cepat dan tak terasa beberapa hari telah berlalu dan hari yang telah dijanjikan untuk merebut kembali daerah selatan hampir tiba.
Ya, kelompok yang bersembunyi di Lembah Bayangan mulai melakukan pergerakan dan saat ini mereka berada diladang ilalang bergerak menuju sebuah hutan lebat.
Mereka bertiga berjalan kaki.
"Hah..." Arashi menghela nafas panjang dan terlihat sangat lega, "Fiuh, beruntung kita bisa kabur dari markas Pasukan Bayangan tanpa ketahuan..."
"Tapi cepat atau lambat mereka pasti akan menyadari bahwa kita telah melarikan diri..." sahut Ryusuke.
"Yah, itu sudah pasti!! Tetapi aku penasaran mengapa mereka melarang keras kita pergi?" Ucap Yui.
Ryusuke menjawab, "Itu karena Tuan Kai tau betul kekuatan kakaknya yaitu 'si akhir' yang begitu kuat jadi ia melarang kita pergi..."
"Dia itu hanya iblis tua pengecut..." sahut Arashi yang kesal pada sikap Tuan Kai.
Ketiganya terus berjalan.
Yui bertanya pada Ryusuke, "Mengapa sebelum pergi kau tak berpamitan dulu dengan Airi?"
"Adikku, ya?"
"Hmm... aku dan dia memiliki pandangan yang berbeda, dia dari Pasukan Bayangan yang menolak perang melawan iblis sedangkan aku anggota Red Eagle yang memiliki tujuan merebut daerah selatan..."
"Dia hanya akan jadi penghalang tujuanku jadi aku tak perlu berpamitan padanya..."
"Tapi kau dan Airi sudah lama tak bertemu jadi ku harap kau tak menyesali keputusanmu ini..." ucap Arashi.
Ryusuke tersenyum, "Meski sudah lama bertemu tapi aku senang melihat ia baik-baik saja dan juga aku tak ingin dia terlibat masalah yang tengah kita hadapi..."
"Khihihi..." Arashi dan Yui malah tertawa.
"Apa yang kalian tertawakan?"
Yui yang senang menjawab, "Dulu kau memancarkan tatapan kebencian akan tetapi semejak bertemu kembali dengan adikmu maka kau berubah!! Kau telah menjadi lelaki dengan raut ceria dan berhati lembut..."
Ryusuke merasa malu, "Jangan mengada-ada!! Aku masih sama seperti yang dulu!!"
"Hey, Ryusuke!! Airi terlalu cantik dan sepertinya aku menyukainya jadi bolehkah dia ku jadikan kekasih?" Ucap Arashi.
Ryusuke menatap tajam dan sifat protektifnya muncul, "Jika kau melakukannya maka ku bunuh kau!! Adik manisku tak boleh dekat-dekat dengan orang brengsek sepertimu..."
"Hehehe... maaf!! Aku hanya bercanda..." ucap Arashi.
Ketiganya berjalan perlahan dan mereka yang sebelumnya berada dipadang ilalang sekarang telah sampai didalam hutan lebat.
Dihutan itu sangat gelap dan lembab dengan pohon-pohon rindang yang menutupi cahaya matahari.
"Gelap sekali dan juga pepohonan disini terlihat tinggi sekali..." ucap Yui yang merinding.
"Hmm... dari ukurannya pohon disini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pohon yang tumbuh di Pulau Abad..."
"Masak sih? Memangnya kau pernah pergi ke Pulau Abad dan seperti tempat itu?" Yui penasaran.
"Aku pernah sekali ke Pulau Abad!! Ditempat itu terdapat pohon yang super besar yang mungkin tiada tandingannya didunia ini..."
"Pulau Abad terbentuk dari akar-akaran pohon dan akar yang menjauh membentuk pulau-pulau kecil!! Ya, ditempat itu ada banyak sekali siluman dari berbagai jenis..."
"Heeeh...!! Tempat itu pasti menakjubkan sekali dan hal itu membuatku ingin pergi ke sana..." Yui terkejut dan penasaran.
Ryusuke berkata, "Kita bisa mengunjungi tempat itu nanti setelah mengalahkan para iblis dan merebut daerah selatan..."
Yui mengangguk setuju dan Arashi hanya membalas dengan senyuman.
Ketiganya semakin dalam memasuki hutan yang sangat lebat itu lalu secara mendadak angin dingin yang membuat bulu kuduk merinding berhembus.
"Hati-hati..." ucap Ryusuke serius.
"Ya..." ucap Arashi yang memiliki insting tajam.
"Memangnya ada apa?"
"Ada musuh..." jawab Ryusuke dengan sorot mata tajam.
Ryusuke dan Arashi yang sering melakukan pertarungan hidup dan mati menatap tajam ke arah datangnya hembusan angin dingin itu.
"Ini angin kematian..." ucap Arashi.
"Apa itu angin kematian?"
"Semacam hembusan angin yang tercipta dari tekanan energi yang dipadukan dengan aura membunuh!! Hanya petarung kuat yang dapat menciptakan angin kematian..." jelas Ryusuke dengan sorot mata tajam.
Arashi yang serius berkata, "Hey, Ryusuke!! Sepertinya aku tau siapa yang kita hadapi kali ini jadi biarkan aku saja yang melawannya dan kau tak perlu ikut campur..."
"Kau serius? Dia kuat lho..."
"Tentu saja aku serius..." jawab Arashi dengan sorot mata tajam.
Ryusuke yang mampu membaca keteguham hati Arashi berkata, "Ya, terserah kau saja..."
*****
Dikejauhan salah satu iblis kelas tertinggi berdiri tegak ditengah-tengah daerah gersang dengan pepohonan yang telah kehilangan dedaunannya.
Ya, ia adalah 'sang raja iblis pelahap' Rafathar.
"Ketemu kau!! Kosuke Arashi 'si pengacau'..." ucap Rafathar dengan mengarahkan kedua telapak tangannya ke depan.
Masing-masing ditelapak tangannya muncul lubang dan iapun meningkatkan energi dari kedua lubang ditelapak tangannya itu terfokus sebuah bola api warna merah yang sangat padat.
"Hancurlah!!!"
"WUUSS...!!!" Bola api tersebut melesat dengan sangat cepat menghancurkan apa yang dilaluinya lalu menciptakan sebuah ledakan besar, "DHHUUAARR...!!!!"
Api berkobar membumbung tinggi ke angkasa akan tetapi 'sang raja iblis pelahap' itu tetap serius penuh dengan kewaspadaan, ia menatap ke arah ledakan besar itu.
"Tap... tap... tap..." Ya, benar saja!! Arashi berlari menerjang kobaran api lalu ia melompat tinggi dihadapan sang iblis kelas tertinggi itu.
Arashi dengan sorot mata tajam memfokuskan energi pada kepalan tangan kanan yang berkobar api, "HIIAA...!!" Ia memukul dengan melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.
"Jbbllast...!!!!" Rafathar sempat berusaha menahan dengan telapak tangan kanan akan tetapi berakhir dengan telapak tangan kanannya hancur lebur tak bersisa.
'Sang raja iblis pelahap' itu segera melompat ke belakang dan ia menggunakan kemampuan regenerasi sehingga dalam sekejap saja lengan kanannya pulih kembali.
"Khi..." Arashi tersenyum menyeringai lalu berkata, "Sudah ku duga regenerasi iblis kelas tertinggi benar-benar luar biasa..."
'Sang raja iblis pelahap' itu menjadi sangat geram begitu mendengar ucapan dari Arashi, "Jangan berkata seolah kau dapat menghancurkan tubuhku dengan mudahnya..."
"Maaf saja, kenyataannya memang begitu..." ucap Arashi dengan entengnya.
"Zink!!" Rafathar menggunakan kemampuan teleport yang tiba-tiba ia muncul tepat dibelakang punggung Arashi dan langsung melesatkan tendangan.
"Khehehe...!!" Arashi tertawa, serangan itu memang mendadak tetapi Arashi yang memiliki insting tajam dapat menghindarinya.
"Hey, raja iblis pelahap!!"
Rafathar menatap tajam, "Apa?"
"Pertemuan pertama kita ada di Artaraz saat Festival Raja Pedang dan kau membunuh 'sang iblis malam hari'..."
"Pertemuan kedua kita, kau menghabisi ayah angkatku..."
"Pertemuaan ketiga, saat perang melawan dewa...
"Pertemuan keempat, saat kalian menaklukan Aera..."
"Lalu yang terakhir adalah saat ini!! Pertemuan kita yang kelima dan aku akan mengalahkanmu!!!!!" Ucap Arashi dengan tersenyum lebar.
Rafathar 'sang raja iblis pelahap' menjadi sangat geram, "Omong kosong!!!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1037 : Aku Telah Bertambah Kuat!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****