Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 989 : Reuni


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Kai yang telah kehilangan sahabat baiknya menjadi sangat geram dan iapun melimpahkan semua kesalahan itu pada Airi,"Akan ku bunuh kau, gadis kecil!!!" Teriaknya dengan kobaran api dikedua kaki melesat bagaikan roket.


Kai berniat memukul dengan balutan tinju api, "Jbbllast!!!" Tetapi mendadak seorang pengguna jubah raja menahan serangannya itu dengan pedangnya.


"Mundur, kau, iblis!! Tak akan ku biarkan kau melukai mereka..."


Ia memiliki jubah raja api dan dia adalah 'Raja Api' Masamune Kanzaki dan tak hanya 'sang raja api' tapi Master Yamaji juga muncul.


Dua orang itu muncul dari retakan-retakan dimensi yang ada dilangit.


Kai cukup terkejut ketika serangannya dapat ditahan dan iapun segera melompat kebelakang lalu dengan sorot mata tajam ia bertanya, "Siapa kau?"


"Tak penting siapa diriku yang jelas kau tak akan ku biarkan bertindak sesuka hati..." ucap Masamune Kanzaki dengan mengacungkan sebilah pedangnya.


Kai geram dan iapun meledakan kobaran api dari pijakannya, "Jangan halangi aku!!!" Ia menarik pedangnya lalu melesat dan langsung saja menebas.


"Cthing!!" Masamune Kanzaki menahan dengan sebilah pedangnya dan benturan dua serangan mereka membuat pepohonan hutan yang ada dipulau itu terbakar habis.


Master Yamaji yang melihat hal itu bergumam dengan suara pelan, "Baru pertama kali ada orang yang mampu mengimbangi Kanzaki dalam hal menggunakan elemen api..."


Baik Kai maupun Masamune Kanzaki melompat ke belakang setelah keduanya saling beradu serangan.


"Sial, sebenarnya siapa kalian?" Teriak Kai dengan meningkatkan energi yang semuanya terfokus pada kepalan tangan kanan dan memukul, "Tinju Api!!!"


"WUUSS...!!!" Sebuah gelombang api tercipta dan bergerak dengan cepat.


Masamune Kanzaki menatap tajam, iapun meningkatkan energi juga dan memfokuskan semua energinya pada sebilah pedang yang digenggamnya dengan dua tangan, "Badai!!!!"


"Sllash!!!" Iapun menebas dan tebasannya itu mampu menciptakan gelombang api juga.


"DYYEESS...!!!!" Dua gelombang api yang sangat besar saling berbenturan dan hal itupun membuat kobaran api membumbung tinggi ke langit.


Keduanya menyadari bahwa serangan mereka sama-sama imbang dan hal itu membuat keduanya kesal.


Baik Masamune Kanzaki maupun Kai melesat maju berniat saling menyerang akan tetapi dikejauhan Master Yamaji tak tinggal diam, iapun melemparkan tongkatnya yang merupakan pilar langit.


"DYYEESS...!!! DYYEESS...!!" Batangan-batangan besi berukuran raksasa menancap ditanah dan memisahkan keduanya.


Kai terkejut ketika melihat senjata dewa itu, "Mereka memiliki pilar langit yang artinya mereka bukan lawan biasa..." gumamnya dalam hati.


Master Yamaji ikut campur dan kini ia telah berdiri tepat disamping Masamune Kanzaki, "Hey, iblis!! Mengapa kau sangat ingin menghabisi mereka?"


"Bukan urusanmu!!!" Bentak Kai.


"Karena kau tak mau menjelaskannya maka kami tak akan membiarkanmu..." ucap Masamune Kanzaki dengan sorot mata tajam.


"Cih..." Kai menjadi sangat geram akan tetapi ia tidaklah bodoh bahwa dirinya tak mungkin menang melawan Masamune Kanzaki dan Master Yamaji, "Kalian kemari untuk menghentikan hancurnya dimensi, 'kan?"


"Benar sekali!!" Jawab Master Yamaji.


Masamune Kanzaki menatap tajam, "Benar sekali!! Lalu apa kau tau penyebab terjadinya fenomena ini?"


"Asal kalian tau saja, penyebab kejadian ini adalah gadis kecil itu..."


"Apa!!" Keduanya terkejut, "Itu tidak mungkin!!"


"Kenyataannya memang begitu jadi biarkan aku membunuhnya agar semua masalah ini selesai..." ucap


Kai dengan sorot mata tajam dan iapun meluapkan energi api yang luar biasa.


Masamune Kanzaki dan Master Yamaji menjadi waspada pada ancaman si iblis api itu akan tetapi secara mengejutkan Airi berdiri tegak lalu berjalan maju dan berhadapan langsung pada Kai.


"Apa kakak ku akan hidup lagi?" Ucapnya yang terlihat putus asa.


Kai menurunkan emosinya, "Temanku telah mengorbankan nyawanya jadi cepat atau lambat kakak mu akan sadar akan tetapi aku tak yakin dia akan jadi dirinya lagi..."


"Mengapa?" Tanya Airi.


"Tanpa kebencian ia tak mungkin bisa mengendalikan lengan kiri iblisnya yang artinya ia akan gila secara perlahan..." jelas Kai.


Secara mendadak Airi tersenyum dan hal itu membuat Kai terheran-heran, ia bertanya-tanya tentang hal apa yang membuatnya tersenyum, iapun mulai bimbang antara membunuhnya atau tidak.


Gadis kecil itupun berjalan kembali akan tetapi Kai membiarkannya begitu saja karena ingin tau apa yang akan dilakukannya.


Airi mencium kening Ryusuke, "Kakak, kau selalu ada untuk ku, menghiburku, membuat diriku tertawa dan menjadi sesosok yang penting dalam hidupku..."


"Aku tak mengenal kalian berdua akan tetapi ku mohon pada kalian untuk merawat kakak ku!! Aku tau kalian sangat hebat jadi ku mohon dengan segala cara buat kakak ku hidup dan buat dia jadi kuat..." iapun perlahan berjalan menjauh.


"Hey, gadis kecil!! Siapa namamu?" Tanya Master Yamaji.


Airi tersenyum, "Namaku Sakazaki Airi, dan semoga kita bertemu lagi..."  gadis kecil itupun berjalan dan berdiri tepat dihadapan Kai.


"Aku telah membuat kontrak dengan iblis jadi sekarang jiwa dan ragaku milikmu, kau bisa melakukan apa saja pada diriku..." ucap gadis kecil itu tanpa rasa takut.


Kai terdiam dan tak tau harus melakukan apa akan tetapi ia tau bahwa gadis kecil yang berdiri tepat dihadapannya memiliki potensi, "Baik, mari kita lihat seberapa bergunanya kau untuk ku..." ucapnya dengan membawa Airi pergi.


Mereka berdua terbang ke angkasa dimana disana ada celah dimensi, Masamune Kanzaki dan Master Yamaji hanya diam menonton saat keduanya pergi.


Setelah itu secara perlahan retakan-retakan dilangit menghilang dan setelahnya langit biru kembali terlihat oleh mata.


*


Beberapa hari kemudian Ryusuke kecil tersadar, "Ugh!!" Ia secara perlahan membuka matanya, "Dimana aku?"


"Kau ada dikota Kronoz tepatnya dirumah sakit..." sahut Master Yamaji yang ada disampingnya.


"Begitu, ya?" Ryusuke kembali memejamkan matanya akan tetapi mendadak ia teringat hal penting, "Dimana adikku??!!" Ucapnya yang mulai panik.


Master Yamaji terdiam tak menjawab.


Ryusuke menjadi geram, "Dimana adikku, pak tua!!!!!"


"Adikmu terbunuh..."


"Apa!!!!!" Ryusuke terkejut dan shock.


Master Yamaji mulai mengarang cerita,"Kami tiba disana dan saat itu ada iblis yang sudah mengoyak tubuh adikmu!! Adikmu dimakan oleh iblis dan setelahnya sepertinya lengan kirimu sudah tersambung begitu kami tiba..."


"Lalu bagaimana dengan iblis itu!!!!!" Teriak Ryusuke.


"Iblis itu berhasil melarikan diri..."


"Apa!!!!!!"


"Maafkan kami..."


Ryusuke menjadi sangat depresi dan shock, ia bergumam pelan, "Sekarang bagaimana bisa aku menjalani hidup!! Satu-satunya tujuan hidupku telah hilang..."


Master Yamaji terdiam akan tetapi kemudian ia berkata, "Bergabunglah di Red Eagle dan mulailah petualanganmu!! Temukan iblis yang membunuh adikmu!!"


Ryusuke terdiam akan tetapi mendadak ia tertawa, "Hahahahahaha...!!! Benar sekali!! Akan ku temukan iblis itu!! Dan aku bersumpah dengan segenap jiwa ragaku akan ku bunuh setiap iblis yang ku temui!!!!!"


"Akan ku gunakan lengan kiri yang terkutuk ini untuk membasmi iblis!!!!"


Ya, dengan begitulah awal kebencian Ryusuke terhadap bangsa iblis dan hal itulah yang membuatnya mampu mengendalikan lengan kiri iblisnya sampai sekarang.


Ia hidup karena kebencian yang sangat mendalam.


*****


Lalu setelah sekian lama berlalu setelah bangun dari pingsannya Ryusuke kembali dikejutkan oleh mimpi dari masa lalu.


Airi, adik kecilnya yang sudah lama mati muncul kembali tepat dihadapan Ryusuke, "Apa aku sedang bermimpi?"


"Tidak, ini memang aku, kakak..." ucap Airi dengan tersenyum.


Ryusuke terdiam membisu dan tak dapat berkata-kata lagi, ia semakin tercengan dengan munculnya iblis kelas atas dari balik pintu.


"Hey, bocah!! Lama tak bertemu!!"


"Kau...!!!"


"Ya, aku adalah pemimpin kedua Pasukan Bayangan..." ucapnya, ia adalah Kai, iblis dari masa lalu.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 990 : Tujuanku!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****