
Tiga 'raja iblis muncul disaat Turnament Lima Bintang berlangsung dan membuat kekacauan yang luar biasa hebat yang memaksa para panitia menghentikan acara itu.
Para iblis kelas atas itu berhasil dikalahkan akan tetapi luka-luka pertarungan dengan mereka belum pulih sepenuhnya.
Ya, saat ini rumah sakit dikota Kronoz sangat sibuk karena merawat peserta turnament yang tak terhitung jumlahnya.
Dirumah sakit itu tepatnya disalah satu ruangan khusus salah satu pasien yang merupakan 'Dewa Langit' sedang dirawat secara intens oleh ahli medis terhebat di Red Eagle, Profesor Jun.
Dewa Langit itu tak lain adalah Mizorogi atau lawan Arashi dalam penjara Arkstrem.
"Ugh!!" Dalam ranjangnya yang empuk secara perlahan Mizorogi membuka matanya, iapun terlihat kebingungan dan segera duduk.
"Jangan paksakan dirimu!! Kau sangat beruntung masih hidup karena hampir seluruh tulang di tubuh patah lalu kau juga kehabisan darah..."
"Ya, dalam kondisi normal kau pasti sudah mati akan tetapi kau sangat beruntung karena mendapatkan perawat hebat seperti diriku..." jelas Prof. Jun.
Mizorogi semakin kebingungan, "Siapa kau dan dimana aku sekarang?"
"Hmm... aku adalah ahli medis terbaik di Red Eagle dan merupakan salah satu orang yang berasal dari 'Generasi Keemasan..."
"Dan sekarang kau berada dikerajaan Alvarez tepatnya dikota Cronoz..." jelas Prof. Jun.
Mizorogi menjadi terdiam dan mengingat-ingat segala kejadian sebelum ia tak sadarkan diri.
Tetapi sebelum ia ingat terlebih dahulu Prof. Jun mengajukan pertanyaan, "Sekarang giliranku bertanya, siapa kau? Dan bagaimana bisa kau ada ditempat ini? Lalu mengapa kau menjadi incaran para 'raja iblis'?"
Mizorogi menjadi tertunduk, "Benar sekali!! Semua hal buruk yang terjadi padaku karena para iblis sialan itu..."
"Aku tak mengerti apa yang kau katakan tapi kami butuh informasi darimu..." ucap Prof. Jun lalu beberapa orang memasuki ruangan itu.
Mereka adalah Master Izumi, Master Green Snake, Putri Hanami, Senju Rain, Ryura dan Thunder.
"Sisanya ku serahkan pada kalian..." ucap Prof. Jun dengan berjalan keluar ruangan.
Keenam orang itu berdiri mengelilingi 'sang dewa langit'
"Apa yang kalian inginkan dariku?" Ucap Mizorogi dengan sorot mata tajam karena merasa terganggu.
Senju Rain menjadi emosi, "Berkerja samalah dengan kami atau kami akan menghabisimu saat ini juga!! Kau tak punya pilihan!!"
"Rain!! Cukup!! Kita harus mendapatkan informasi darinya jadi jangan mengancamnya!!" Ucap Hanami yang merupakan putri kerajaan.
"Cih..." Senju Rain agak kesal.
Master Izumi bertanya dengan tegas, "Kenapa para iblis mengincarmu? Terlebih mereka bukan iblis biasa tapi 'raja iblis'..."
Mizorogi terdiam dan terlihat tak mau menjelaskan akan tetapi Hanami berkata, "Ku mohon katakan pada kami apa yang terjadi sebenarnya..."
"Benar... kita hidup didunia yang sama jadi kalian punya hak yang sama untuk mengetahui kondisi perubahan dunia saat ini..."
"Apa maksudmu? Berhentilah bertele-tele!!" Ucap Thunder dengan tegas.
Mizorogi menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan dan berusaha berbicara dengan tenang, "Setelah perang besar berakhir, kami para dewa berusaha dengan cepat memulihkan kekuatan Aera dan hal itu dimulai dengan pengangkatan Delapan Dewa Penguasa yang baru dan akulah salah satu kandidatnya..."
"Akan tetapi pengangkatan gelar Delapan Dewa Penguasa itu tak berjalan lancar..."
"Khehehe... memangnya apa yang terjadi?" Tanya Ryura dengan tertawa.
Mizorogi menjelaskan lagi, "Saat acara itu berlangsung kami diserang oleh sesosok iblis yang sangat kuat, ia mengamuk tak terhentikan di Aera dan membunuh banyak sekali dewa..."
"Dan sekarang ini negeri para dewa telah jatuh ke tangan para iblis!! Aera telah ditaklukan!!"
"Apa!!!" Keenam orang yang ada disana itupun menjadi terkejut.
"Memang itulah kenyataannya..."
"Tapi sekuat apapun iblisnya dan meski ia menyandang gelar 'raja iblis' sekalipun hal itu sungguh tak bisa dipercaya..." ucap Hanami.
"Entah kalian percaya atau tidak tapi iblis ini mungkin setara dengan Dewa Agung, Dewa Kematian..." ucap Mizorogi.
"...!!" Keenam orang itupun kembali terkejut.
"Dan kalian pasti bertambah terkejut lagi bahwa ia membawa bala tentara yaitu para 'raja iblis' yang jumlahnya sekitar 17..."
"Tidak mungkin..." pikir keenamnya yang berusaha menyangkal.
Keenamnya terdiam akan tetapi 'si jenius' Senju Rain bertanya dengan ekspresi serius, "Katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi di Aera!! Katakan dengan detail agar kami dapat menganalisa lalu waspada...!!"
Mizorogi terdiam, berfikir sejenak lalu berkata, "Baiklah, cepat atau lambat para iblis itu juga akan kemari jadi kalian berhak tau hal yang sebenarnya terjadi..."
Keenamnya terlihat serius dan mendengarkan dengan seksama sementara Mizorogi mencoba mengingat-ingat kejadian sebelumnya, kejadian sebelum ia dikejar tiga 'raja iblis'
*****
Beberapa saat yang lalu di Aera terjadi penyerangan oleh iblis legendaris dari 2.000 tahun.
Iblis itu adalah 'si akhir'.
Ia merupakan iblis terkuat dimana begitu kemunculannya dimedan perang maka dipastikan perang itu akan berakhir karenanya.
"Hahahahaha...!!!" Dalam kobaran api kehancuran 'si akhir' tertawa lepas karena tak terkalahkan meski telah melawan para dewa, "Ayolah!!! Apa hanya ini kekuatan para dewa sekarang?"
"Kalian terlalu lemah!! Lebih lemah daripada 2.000 tahun yang lalu sebelum aku disegel..."
Delapan Dewa Penguasa yang baru saja diangkat telah dihabisi oleh 'si akhir' kecuali 'sang dewa langit' yaitu Mizorogi.
"Sialan!!!" Mizorogi berusaha berdiri lagi meski telah tertimpa reruntuhan, "Beberapa tulangku telah patah tapi aku tak menyangka semuanya dikalahkan oleh satu iblis?"
Iapun mencoba berdiri tegak dengan menancapkan pedangnya dan digunakan sebagai penopang tubuhnya, "Hah... hah... hah..." dengan nafas tak beraturan Mizorogi mulai mengumpulkan energi.
"Sialan!!!!!!" Teriaknya dengan penuh emosi, iapun meningkatkan energi dan membuat semua puing-puing disekitarnya terangkat ke udara karena kehilangan gravitasi.
"Hah??" Sang iblis legendaris menoleh ke belakang karena merasakan energi kuat dari Mizorogi, "Khahahaha... jadi kau belum mati, ya?"
Mizorogi menjadi geram, "Aku tak akan mati sebelum mengalahkanmu, iblis!!!" Teriaknya dengan lantang, iapun melesat cepat menggunakan gaya dorong dikedua kakinya.
"Kau akan ku bunuh!!!!" Mizorogi melesatkan tusukam secara langsung akan tetapi 'si akhir' tak bergeming.
Ia berdiri tegak dan tanpa ragu menahan tusukan itu dengan telapak tangan kosong, "Kau boleh juga..." ucapnya dengan tersenyum menyeringai ketika serangan Mizorogi dapat dengan mudah diatasinya.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 971 : Menuju Negeri Langit
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****