Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1109 : Berkumpul Pada Satu Titik II


Pada akhirnya 'sang raja iblis pelahap' muncul tepat dihadapan Arashi dan rekan-rekannya.


Rafathar langsung saja menggunakan kemampuannya yaitu memukul udara bebas yang ada dihadapannya, "Krak!!! Krak!!!" Atmosfer terpusat lalu hancur jadi retak-retak yang kemudian gelombang gempa penghancur segalanya melesat.


"...!!!" Baik Yuri, Ritsu dan Yume terkejut pada serangan yang datang ke arah mereka.


"Tuan Rafathar telah tiba dan melancarkan serangan gempa jadi kurasa aku harus menyingkir sekarang..." ucap Heliel yang kemudian menghilang dengan kemampuan teleport, "Zink!!"


Yuri berkata, "Apa yang harus kita lakukan?"


"Aku tak tau!!"


"Kita harus bertahan menghadapi serangan itu!!" Teriak Yume dan hal itupun disetujui oleh keduanya.


Mereka bertiga bertahan dengan memperkuat pijakan kakinya masing-masing lalu serangan penghancur segalanya itu bergerak sangat cepat menghempaskan segala yang dilaluinya ke langit tinggi.


Baik Yuri, Ritsu maupun Yume merasa ragu apakah bisa menghalau serangan itu.


Tetapi disaat yang tak terduga Arashi melompat dan berdiri tepat dihadapan ketiganya dengan tersenyum lebar, "Khehehehe..." iapun mengepalkan tangan kanan yang berbalutkan kobaran api dan memfokuskan energi pada satu titik.


"HIIAA...!!!" Arashi melesatkan pukulan api dan melemparkan energi yang terkumpul sekaligus, "Jbbllast!!"


Serangan Arashi lebih kuat dan mematikan sehingga gelombang gempa penghancur segalanya itu dapat dihentikan bahkan hancur oleh serangan Arashi.


Yume, Ritsu dan Yume terbelalak dan tak dapat berkata-kata lagi setelah melihat Arashi mampu menghentikan serangan tersebut, "Khehehe..."


"Sepertinya aku tak punya waktu untuk istirahat dan harus bertarung lagi..."


Ritsu agak keberatan, "Memangnya energimu sudah pulih?"


"Yah, sekarang sudah 80 persen..." jawab Arashi.


Yuri menjadi kesal, "Cih, jangan meremehkan kami!! Kau duduk manis dan lihat saja pertarungan kami..."


"Benar sekali!! Pulihkan dulu energimu..." sahut Yume.


Ritsu menepuk pundak kanan Arashi lalu berjalan maju, "Kekuatanmu dibutuhkan untuk meraih kemenangan jadi kami mengandalkanmu, kawan..."


Yume dan Yuri mengikuti Ritsu dari belakang lalu Arashi yang melihat keteguhan hati ketiganya berkata, "Yah, terserah kalian saja..."


"Kalian hanya perlu mengulur waktu selama 3 menit sampai energiku pulih 100 persen..."


Ketiganya tak menjawab akan tetapi dalam hati mereka bergumam, "Berisik!! Jangan meremehkan kami!!"


*


Dilain sisi, Heliel muncul tepat disamping 'sang raja iblis pelahap', "Tuan Rafathar, untuk apa anda kemari?"


'Sang raja iblis pelahap' yang terlihat geram itu menjawab, "Aku disini untuk menghabisi Kosuke Arashi 'si pengacau'..."


"Jika hanya menghabisi dia maka biarkan aku saja..."


"Sayang sekali tapi aku ingin menghabisinya dengan tanganku sendiri dan lagi pula kau yang hanya seorang diri tak mungkin mampu mengalahkannya..." ucap Rafathar dengan sorot mata tajam dan hal itu membuat Heliel terdiam.


Kepulan asap tebal perlahan menghilang lalu dihadapan keduanya terdengar suara langkah kaki mendekat, "Tap... tap... tap..." Yume, Ritsu dan Yuri muncul dari kepulan asap itu.


"Aku tak mengenal kalian jadi enyahlah dari hadapanku!! Urusanku hanya dengan Kosuke Arashi 'si pengacau'..." ucap 'sang raja iblis pelahap' dengan sorot mata tajam.


Yuri membalas dengan sorot mata tajam pula dan ia bahkan mengacungkan sebilah pedang miliknya, "Kami juga tak mengenalmu, 'raja iblis' sialan!!! Tetapi tempat ini adalah rumah kami jadi sudah sewajarnya kami mengusirmu dengan cara bertarung..."


"Ku bilang enyahlah!! Kalian membuang waktuku!!!!"


Ritsu berkata, "Cukup basa-basinya..." iapun meluapkan energi kuat dari kedua pijakan kakinya dan melesat cepat tanpa rasa takut ke arah iblis kelas tertinggi itu.


Iapun mengangkat pedangnya dan bersiap menebas begitu berada tepat dihadapan 'sang raja iblis pelahap'


"Sllash!!" Ritsu menebas akan tetapi 'sang raja iblis pelahap' menghilang tepat sebelum terkena bilah pedangnya.


"Zink!!" Rafathar muncul lagi diarah samping Ritsu dan langsung saja melesatkan tendangan tepat pada wajahnya, "Jbbllast!!"


Ritsu terlempar jauh akan tetapi Yume berlari ke arah 'sang raja iblis pelahap' dan langsung menusukan pedangnya tepat pada bagian jantungnya, "Jlebb...!!!" Pedang si gadis dewa bunga itu hanya menembus tubuh 'sang raja iblis pelahap'


"Apa!!!!" Iapun terkejut.


"Dasar gadis bodoh..." ucap Rafathar dengan sorot mata tajam, "Kau pikir siapa diriku?"


"Aku adalah 'sang raja iblis pelahap' pemilik 10.000 kemampuan..." ucapnya yang kemudian meledakan kilatan petir kuat dan hal itupun membuat Yume terkena serangan telak tanpa sempat menghindar


Ritsu dan Yume terlempar cukup jauh dan hal itu membuat Yuri mengambil kesempatan dengan memasang kuda-kuda lalu meningkatkan energi, "HIIAA...!!!!" iapun melesat tebasan, "Sllash!!" Gelombang es tinggi menjulang melesat.


"Cih, dasar bodoh!!" Rafathar mengepalkan tangan kanan dan memukul ke depan, "Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat lalu tercipta retakan-retakan dan gelombang penghancur segalanya melesat menyapu serangan milik Yuri.


"DHHUUAARR...!!!" gelombang es hancur lebur tak bersisa dan bahkan Yuri sendiri terlempar ke angkasa tinggi bersama dengan pecahan-pecahan es.


Yuri menatap ke bawah, "Tinggi sekali!!! Sialan, jadi sekuat ini iblis kelas tertinggi itu"


"Dengan kekuatan seperti ini apakah kami bisa memenangkan peperangan ini?" Gumam salah satu Kapten Red Eagle itu yang mulai sedikit ragu setelah merasakan sendiri kemampuan 'sang raja iblis pelahap'


"Zink!!!" Disaat yang sama Rafathar muncul tepat diatas Yuri.


"Teleport!!!" Yuri terkejut.


Rafathar segera melesatkan tendangan dari atas akan tetapi Yuri merespon cepat dengan menyilangkan kedua lengan, "Krak!!! Krak!!" Sungguh sangat tak beruntung karena tendangan kaki 'sang raja iblis pelahap' itu berlapiskan kemampuan gempa.


"Apa!!!!!" Yuri tak dapat bertahan dan iapun terhemas jauh ke permukaan tanah dengan sangat keras bahkan permukaan tanah berubah menjadi cekungan begitu terkena gelombang penghancur segalanya.


"Uhuk!!" Yuri terbaring ditanah dengan memuntahkan darah, ia bahkan tak dapat bergerak lagi karena hampir seluruh tulang-tulangnya patah, "Zink!!" Mendadak saja Rafathar muncul tepat dihadapannya dengan kemampuan teleport.


"Kau kuat dan tangguh bocah, aku yakin 10 tahun lagi kau akan jadi sangat kuat yang mungkin selevel dengan 'raja iblis'..."


"Ya, aku tak akan membiarkan hal itu terjadi..." Rafathar mengangkat kaki kanannya dan memfokuskan energi pada telapak kakinya itu, "Akan ku hancurkan perutmu hingga organ dalammu keluar..."


Rafathar menyerang, "Sialan!!!!" Yuri yang tak dapat bergerak lalu tak berdaya hanya bisa berteriak penuh dengan kekesalan.


Tetapi disaat yang tak terduga k.eberuntungan masih berpihak padanya, Arashi melesat cepat ke arah Rafathar.


Ia memfokuskan energi pada satu titik yaitu kaki dan melesatkan tendangan sekaligus melemparkan semua energi yang terkumpul, "HIIAA...!!!!"


Rafathar segera menahan dengan menyilangkan kedua tangan ke depan, "Jbbllast!!!!" Tetapi tendangan Arashi lebih mematikan sehingga sebagian tubuh 'sang raja iblis pelahap' itupun hancur.


"Khehehe..."


Yuri terkejut mengetahui dirinya selamat, "Kau menyelamatkanku..."


"Yap, dan aku berterima kasih pada kalian karena sekarang ini energiku sudah kembali ke 100 persen..."


Arashi tersenyum lebar dan berkata lagi, "Kalian istirahat saja dulu untuk memulihkan energi dan luka fisik..."


"Yah, sekarang ini tak perlu khawatir karena aku akan beraksi..."


Yuri terdiam lalu tersenyum, "Kau benar!! Kau itu kuat jadi aku tak perlu khawatir lagi!!"


"Aku mengandalkanmu, kawan..."


Arashi telah kembali dan kini setelah istirahat sejenak energi yang dimilikinya kembali utuh 100 persen.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1110 : Berkumpul Pada Satu Titik III