
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Ditengah samudra, Senju Rain tengah berkonsentrasi, ia sedang duduk ditepian kapal dan sedang mentransfer pikirannya.
"Ngomong-ngomong saat ini kau ada dimana, Rain?" Tanya Yui.
"Aku ada ditengah samudra bersama dengan Daisuke..."
Yui heran, "Memangnya kau mau kemana?"
"Aku mau merekrut mereka!!"
"Siapa mereka?"
"Mereka adalah pasukan yang setia padaku...!!!"
"Hmm... sangat mengejutkan akan tetapi semoga berhasil?" Ucap Yui.
"Baiklah, hanya itu pesan yang bisa ku sampaikan pada kalian dan kita akan bertemu 7 hari lagi..." gumam Senju Rain mengakhiri percakapannya dengan kelompok Arashi.
"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki pada lantai kapal yang merupakan papan kayu, ia mendekat pada 'si jenius' dan ia adalah Daisuke.
"Siapa yang baru saja kau hubungi?"
"Arashi, Ryusuke dan Yui..."
"Oh, lalu sekarang ini mereka ada dimana?"
"Mereka ada dimarkas Pasukan Bayangan..." jawab Senju Rain.
"Sungguh mengejutkan sekali!!" Ucap Daisuke dengan datar, iapun menatap ke depan, "Ku harap kita sampai ditempat tujuan..."
"Tenang saja!! Sebenar lagi kita sampai..." ucap Senju Rain yang semula duduk kini secara perlahan berdiri.
Ya, dikejauhan terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang disetiap pulau kecil itu tumbuh sebatang pohon berukuran besar.
Pulau-pulau kecil itu tersusun melingkar dan jika mendekat jarak diantara pulaunya semakin dekat lalu ditengah-tengah pulau itu ada sebuah daratan luas yaitu daratan utama.
Didaratan utama berdiri sebuah pohon raksasa yang tegak menjulang tinggi, pohon itu adalah Pohon Abad.
Senju Rain dan Daisuke berdiri dikapal bagian depan lalu keduanya menatap hijaunya daratan.
"Kita sampai juga..." ucap Senju Rain.
Daisuke menjadi terkesan, "Jadi itu Pohon Abad yang banyak dibicarakan itu, ya?"
"Benar sekali dan tempat itu dihuni berbagai macam siluman sehingga tak sembarang orang bisa mendekatinya..." jelas Senju Rain.
"Kalau begitu berlabuh ditempat itu akan jadi lebih susah..."
"Berlabuhnya tidak susah akan tetapi ku harap semuanya berjalan dengan lancar..."
Kapal layar yang mereka tumpangi secara perlahan mendekati pulau kecil yang berada dihadapan mereka.
Para siluman dari berbagai jenis terlihat muncul dipulau itu dan hal itu membuat Daisuke waspada.
Hal yang mengejutkan terjadi yaitu para siluman itu berteriak dengan lantang saat mereka berlabuh.
"Dia kembali!!"
"Tuan Senju Rain tiba!!!"
"Siapkan pesta untuk menyambutnya!!"
Daisuke yang sebelumnya waspada jadi agak terkejut, "Apa-apaan ini? Mereka menyambut kedatangan kita?"
Senju Rain tersenyum menyeringai, "Kau pasti terkejut?"
"Tentu saja..."
"Pulau Abad bisa dikatakan adalah tubuh dari 'sang penguasa hutan' dan mereka yang tinggal ditempat ini sangat menghormati 'sang penguasa hutan'..."
"Dan karena hal itu maka aku yang menjadi pewaris kekuatan hutan juga dihormati ditempat ini..."
"Begitu ya..." Daisuke paham sekarang.
Senju Rain berkata pada mereka, "Terima kasih karena telah menyambut kami akan tetapi bisakah kalian mengantarku ke pulau utama? Aku ada urusan dipulau utama..."
"Tentu saja kami mengerti!!"
"Kami akan mengantar anda ke pulau utama!!" Jawab para penduduk pulau itu dengan gembira.
Senju Rain berserta Daisuke naik ke punggung seekor siluman kura-kura berukuran besar dan sekali lagi keduanya bergerak menuju pulau utama yang merupakan tempat tumbuhnya Pohod Abad.
Daisuke terkesan dengan tempat itu pasalnya ia melihat berbagai jenis siluman yang tinggal disana akan tetapi mereka hidup damai tanpa perselisihan.
"Ada yang aneh?" Tanya Senju Rain pada Daisuke yang memperhatikan sekitar.
"Tidak ada, hanya saja tempat ini sangat damai dan aku hanya berfikir sungguh nyamannya bila bisa tinggal ditempat ini..." jelas Daisuke.
Senju Rain tersenyum atas kata-kata rekannya itu, "Jika diibaratkan temgat ini mungkin tempat ini seperti surga..."
"Apa maksudmu?"
"Maksudku ditempat ini terdapat berbagai macam siluman dari berbagai jenis hidup dengan damai dan juga kehidupan mereka terjamin oleh pepohonan yang ada ditempat ini..."
"Pepohonan ditempat ini sangatlah spesial karena bisa menghasilkan berbagai macam buah dan juga lokasi tempat ini yang berada ditengah samudra membuat kita bisa menikmati hasil lautan..." ucap Senju Rain dengan menunjuk ke arah beberapa siluman yang ada ditepian pulau dan mereka sedang memancing.
"Surga, ya?" Gumam Daisuke saat teringat indahnya kota Kronoz, ia merasa sedih karena kota itu sekarang dikuasai oleh iblis.
Setelah menunggu cukup lama mereka berdua sampai juga didaratan utama.
"Terima kasih karena telah mengantar kami..." ucap Daisuke pada siluman kura-kura yang mengantar mereka.
"Tak perlu berterima kasih padaku!! Melayani Tuan Senju Rain mempunyai nilai sendiri untukku..." jawab siluman kura-kura itu yang kemudian pergi menyelam ke dalam laut lagi.
Didaratan utama Daisuke kembali terkesan dengan apa yang dilihatnya, ia melihat perkampungan para siluman yang tersusun rapi dan yang mengejutkan rumah-rumah berada disela-sela pohon dan ada juga diatas pohon.
Ia juga sangat bahagia saat melihat para anak-anak bermain dengan gembira, "Tempat ini semakin menakjubkan saja..."
Senju Rain tersenyum, "Tentu saja, tempat ini adalah daratan utama dan semakin mendekati pohon abad kau akan melihat berbagai kemegahan yang lainnya..."
Begitu mereka sampai dipulau utama, para penduduk langsung berdatangan untuk menyambut mereka dengan sorak-sorak gembira.
Lalu Senju Rain dan Daisuke dengan langkah perlahan memasuki kota yang ada dipulau utama itu. Mereka berdua menaiki seekor gajar raksasa.
Ditepian jalan banyak warga berdatangan, berjejer hanya untuk melihat sang pewaris hutan.
Lalu tak butuh waktu lama mereka berdua sampai dipusat tepatnya dibawah Pohon Abad.
Daisuke menatap ke arah Pohon Abad, "Ukuran besar sekali!!"" Gumamnya dalam hati.
Dihadapan keduanya muncul seorang siluman tikus berumur tua dan dia adalah tetua Pulau Abad.
"Selamat datang kembali, tuan muda Senju Rain..."
"Ya, aku kembali!! Dan dia adalah rekanku..." ucap Senju Rain dengan memperkenalkan Daisuke.
Tetua tikus itupun membungkukan badan, "Selamat datang rekan tuan muda Senju Rain..."
"Terima kasih atas semuanya, penyambutan dan tempat ini sungguh luar biasa..." ucap Daisuke.
"Terima kasih juga atas pujiannya, tuan..." ucap tetua tikus itu, "Jadi ada perlu apa tuan-tuan kemari?"
"Cukup basa-basinya, aku ada perlu dengan 'sang penguasa hutan' bukan dengan kalian..." ucap Senju Rain blak-blakan.
Tetua tikus itu menjawab dengan sopan, "Kami hanya penduduk pulau dan pelayan beliau!! Kami memiliki hak untuk mengganggu beliau..."
Secara mendadak tanah daratan utama bergetar hebat dan pepohonan yang ada bergoyang, "Apa yang terjadi?" Pikir Daisuke yang tak mengerti akan kejadian mendadak itu.
Batang Pohon Abad terbelah lalu 'sang penguasa hutan' muncul dari dalam pohon itu, "Selamat datang putraku dan juga selamat datang Sunichi Daisuke orang yang memegang separuh dari energi tanpa batas, Cahaya Surga..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1010 : Sang Raja Monster
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****