
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
"DHHUUAARR...!!!" Rikie melemparkan sebuah serangan yaitu cero ke atas dan tercipta ledakan diudara.
"Fiuh, aku berhasil..." gumam Rikie dalam hati.
"Plak!! Plak!!" Mendadak Masamune dan Minaka mengeplak kepala Rikie dari belakang hingga benjol.
"Dasar bodoh!!!!!!"
"Hey, kenapa kalian memukul kepalaku?" Protes Rikie.
"Kau bodoh!! Mengapa melempar serangan itu ke udara?" Ucap Minaka.
"Benar, kita ada diwilayah musuh dan hal yang kau lakukan barusan sama hal memberitahu semua musuh bahwa kita ada disini..." sahut Masamune.
Rikie tersadar dan menyesali perbuatannya itu, "Sialan, aku lupa!!!!"
"Zink!! Zink!! Zink!!" Dan benar saja tak butuh waktu lama keberadaan mereka diketahui dan enam iblis wanita mendadak muncul dengan kemampuan teleport, mereka berenam berdiri diatas gedung.
Keenamnya adalah pelayan dari 'sang raja iblis kematian' dan mereka adalah.
-D'maria
-Lina
-Rena
-Rikka.
-Sakura
-Tifa
-Kanna
"Kau lama sekali, D'maria?" Ucap salah satu dari mereka yang ternyata rekan D'maria, ia bernama Lina, si iblis wanita yang bertarung menggunakan dua pedang..."
"Benar, kak Maria memang tak bisa diandalkan..." sahut salah satu iblis wanita yang bernama Rena, ia bertarung dengan menggunakan senapan.
D'maria mendongak ke atas dan iapun malah kesal karena rekan-rekannya sampai, "Cih, sialan!! Kalian semua tak perlu kemari!! Aku bisa mengatasi semua masalah ini sendirian..."
"Hahahaha...!!" Keenamnya malah tertawa lepas.
"Yang benar saja!! Tampak jelas bahwa sekarang ini kau tengah kerepotan..." ejek Rena, si iblis wanita yang bertarung dengan tongkat.
"D'maria yang bodoh!! Kau berniat membuat tuan kita bangga padamu tapi sekarang ini kau telah gagal..." ucap si iblis wanita yang bertarung menggunakan dua buah celurit, ia adalah Rikka.
"Mau tak mau kami akan ikut bertarung untuk menangkap semua penyusup yang ada ditempat ini..." ucap Sakura si iblis wanita yang bertarung dengan menggunakan tombak.
"Mau tak mau tapi para penyusup harus segera ditangkap..." ucap Tifa si iblis wanita yang bertarung menggunakan dua buah palu.
Kanna si iblis dengan senjata cambuk mengejek, "Dasar, apa mengalahkan mereka sulit bagimu?"
"Berisik!!!!!" Bentak D'maria yang berada dibawah, "Jika kalian merasa hebat cepat turunlah dan kita buktikan!!!!"
"Baik..." jawab keenamnya dengan semangat.
Mereka pun melompat turun dengan pijakan kaki yang sangat kuat, "DYYEESS...!!!" Rikie, Minaka dan cloning Masamune terkepung oleh 7 iblis wanita.
Misaki yang berada dikejauhan menjadi sangat khawatir, "Ini gawat!! Sekuat apapun mereka tetap saja mengalahkan 7 petarung sekaligus itu hal yang sangat mustahil..."
"Benar, mereka semua setara dengan kakak ku atau bahkan lebih kuat..." ucap Goto dengan memegangi peti mati yang didalamnya ada kakaknya.
"Jika begitu apa yang harus kita lakukan, senpai?" Tanya Hinowa yang dibelakangnya ada empat anak kecil.
Misaki berfikir dan mempertimbangkan segala hal, "Skenario terburuk bila mereka bertiga kalah maka ketujuhnya akan beralih mengincar kita yang sembunyi..."
"Mereka semua memiliki kemampuan teleport yang artinya lari dari mereka adalah hal yang sangat mustahil..."
"Jadi pilihan kita untuk sekarang adalah bertarung habis-habisan sebelum Minaka, Rikie dan clon yang ku ciptakan kalah..."
Goto berkata, "Meski kemungkinan menang kita kecil tapi hal itu adalah satu-satunya pilihan kita..."
"Benar sekali..." sahut Misaki.
Hinowa menjadi sangat khawatir dan iapun berkata pada empat anak kecil yang ada dibalik punggungnya, "Maaf, sepertinya kami tak akan bisa melindungi kalian dan bahkan kalian harus melindungi diri kalian sendiri..."
Yuuki si anak iblis tersenyum, "Khihihi... kami anak papa jadi kami akan bertarung juga..."
"Benar, kami anak papa dan kami tak takut pada mereka..." ucap Yuzuru si Ark tanpa ragu
Isla si setengah siluman kelinci berkata, "Benar, kak Arashi akan sangat kecewa bila kami tak melakukan apapun..."
Misaki tersenyum menyeringai, "Meski kalian anak-anak tapi aku bangga pada kalian..."
"Mari bertarung dan kalahkan mereka lalu rebut kota kita tercinta..."
"Siap...!!!!" Jawab keempat anak kecil itu dengan semangat.
*
Dikejauhan Rikie, Minaka dan clon Masamune dikepung oleh 7 iblis wanita.
Rikie yang merasa bersalah berkata, "Maafkan aku, senpai!! Karena diriku mereka berdatangan..."
"Cih, tak masalah!! Apa boleh buat nasi sudah berubah menjadi bubur..." ucap Masamune dengan ekspresi kesal.
Minaka berkata, "Berhenti menyalahkan dirimu terus menerus dan sekarang pikirkan cara agar kita bisa lolos dari situasi ini, Rikie..."
"Ya..." jawab Rikie dengan sorot mata tajam.
D'maria yang sudah bertarung dan babak belur berkata, "Mari kita lihat seberapa cepat kalian dapat menghabisi mereka?"
"Hahahaha..." Lina si iblis wanita dengan senjata pedang tertawa lepas dan secara perlahan menarik dua pedang yang tersarung dipinggangnya, "Menarik sekali!! Tapi aku yang akan memenangkan permainan kecilmu..."
Kelima yang lainnya hanya tersenyum dan mereka pun bersemangat juga.
"Sllash!!!!" Dengan sekali pijakan saja Lina melesat ke arah Rikie dan langsung menebaskan dua pedangnya.
"Cepat sekali!!" Rikie agak terkejut akan tetapi ia mampu menahan serangan itu dengan dua lengannya.
Lina menatap tajam, "Bagaimana mungkin padahal pedangku terlapisi energi kematian tapi mengapa kedua lenganmu tak membusuk?"
"Aku tak akan memberitahu rahasiaku padamu..." iapun meningkatkan energi dan memaksa si iblis wanita mundur.
Lina agak kesal, "Kalau begitu akan ku bongkar rahasiamu itu sendiri..." iapun melesat lagi ke arah Rikie dengan terus melancarkan tebasan-tebasan akan tetapi Rikie dengan sigapnya mampu menangkis setiap serangan yang mengarah padanya dengan kedua kepalan tangan.
Masamune berkata, "Hey, Minaka!! Kau mampu menahan berapa orang dari mereka?"
"Mereka kuat dan kurasa aku hanya mampu menghadapi 2 orang saja..."
"Cih, kalau begitu sisa dari yang kalian hadapi akan jadi milikku..." ucap Masamune.
"Bukankah berlebihan satu orang menghadapi empat sekaligus?"
"Kalau begitu aku harus bagaimana?"
Minaka terdiam sejenak lalu berkata, "Baiklah, kurasa itu adalah jalan terbaik dan semoga kau dapat bertahan melawan empat dari mereka..."
"Aku hanya sebuah clon jadi khawatirkan dirimu sendiri..." ucap Masamune.
Lina berhadapan dengan Rikie seme.ntara enam yang lainnya lagi bergerak mengarah pada Masamune dan Minaka.
Kanna si iblis wanita dengan senjata cambuk dan Tifa dengan senjata palu mengarah pada Minaka.
Tifa mengangkat palunya dan secara mendadak palu itu pun membesar lalu ia menghantam, "DYYEESS..." Minaka mampu menghindar dengan melompat ke belakang akan tetapi tanah tempat palu menghantam jadi hancur.
"Mengapa kau menghindar padahal aku hanya ingin membuat dirimu gepeng?"
Minaka menjadi kesal dan lengan-lengan bayangan muncul dipunggungnya, "Hanya karena kau wanita bukan berarti aku akan menahan diri?"
"Oh, sayang sekali aku jadi takut..." ejek Tifa.
Kanna memanfaatkan kelengahan Minaka dengan melesatkan cambuk ke salah satu kaki Minaka.
"Apa!!" Minaka terkejut ketika melihat satu kakinya terliliti cambuk.
Kanna menarik cambuknya ke belakang dan secara spontan membuat Minaka terjatuh ke tanah, "Ugh!! Sial..."
Dilain sisi clon Masamune harus menghadapi empat iblis wanita, "Aku tak takut pada kalian semua jadi majulah sekaligus dan akan ku hadapi kalian semua...!!!" Ucapnya dengan sorot mata tajam tanpa rasa takut.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1079: Melawan 7 Pelayan Kematian
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****