
Arashi bertarung dengan 'raja iblis duri' dan pada akhirnya iapun menggunakan wujud iblis.
Arashi sekarang memiliki dua tanduk dikening, cakar tajam, duri-duri dipunggung serta sorot mata tajam.
Eden 'sang raja iblis duri' terbelalak dan tak dapat berkata-kata lagi saat lawannya menggunakan wujud iblis, "Bagaimana mungkin? Sebelumnya aku dengan jelas merasakan energi darinya adalah milik ras naga tapi sekarang kenapa ia bisa menggunakan wujud iblis..."
"Sebenarnya siapa dia?" Eden bertanya-tanya dalam hati, "Kau juga seorang iblis tapi mengapa kau membela para manusia?"
"Cih..." Arashi menjadi semakin geram, "Entah kau iblis atau dewa sekalipun tapi yang jelas kau tak punya hak mengambil nyawa seseorang..."
"Intinya aku akan menghajarmu supaya kapok..." Arashi memfokuskan energi kegelapan pada telapak tangan kirinya.
"Ugh!!" Eden terkejut dengan gaya tarikan dari Arashi akan tetapi ia tak berdaya dan terus saja mendekat.
Arashi mengepalkan tangan kanannya dan tanpa ragu memukul wajah lawan meski penuh duri tajam, "Jbbuuak...!!" Eden terlempar dan kepalan tangan Arashi berdarah.
"Sialan!!!" Eden mengusap pipinya yang berdarah, "Kau benar-benar muak!! Tak peduli siapa kau tapi aku akan menghabisimu..." iapun memfokuskan energi pada telapak tangan kanan.
Ya, energi itupun perlahan memadat dan membentuk gada berduri.
Kepalan tangan Arashi yang berdarah perlahan pulih dengan kemampuan regenerasi iblis dan iapun berlari ke arah lawannya tak peduli jika lawan sekarang menggenggam senjata.
"DYYEESS...!!" Eden menghentakan kaki dan membuat duri-duri muncul dari tanah menjulang tinggi untuk menghentikan pergerakan lawan.
Arashi mampu menghindari setiap duri yang muncul dari dalam tanah karena instingnya yang tajam akan tetapi duri-duri itu cukup untuk memperlambat gerakannya karena harus berlari secara zig-zag.
Eden tiba-tiba saja muncul dari balik duri yang menjulang tinggi dan iapun langsung saja menghantam Arashi dengan gadanya, "Jbbuuak...!!"
"Ugh!!!" Arashi yang lengah sedikit saja terkena gada berduri pada bagian perut dan iapun terhempas kebelakang, "Sial..." iapun nampak kesakitan.
"Jlleeb...!! Jlleeb...!!" Konsentrasi Arashi sedikit buyar hal itu membuat instingnya tumpul dan secara mendadak duri-duri menusuk tubuhnya dari belakang.
Eden tak menyia-nyaikan kesempatan itu dan iapun segera berlari lalu menendang wajah Arashi dengan telapak kaki berlapiskan duri, "Jbbllast...!!!" Arashi terlempar jauh menembus beberapa bangunan.
Arashipun segera berdiri tegak dan langsung mencabut duri-duri yang tertancap dipunggungnya, "Sial, aku lengah..."
Eden mendadak muncul dari atas dengan menggenggam erat gada berdurinya menggunakan dua tangan, iapun menghantam sekuat tenaga, "Ku hancurkan kepalamu...!!!!!"
Arashi terkejut akan tetapi ia mampu menghindari serangan itu, "DYYEESS...!!!!!" Hantaman gada berduri itu yang mengenai permukaan tanah bahkan mampu menciptakan sebuah cekungan luas.
"Kenapa kau menghindar padahal aku hanya ingin menghancurkan kepalamu?"
"Cih..." Arashi terlihat kesal, ia perlahan memulihkan luka-luka yang diderita dengan regenerasi iblis dan menjawab, "Kau tidak mungkin mampu menghancurkan kepalaku!!! Kaulah yang akan ku hancurkan!!!"
Keduanya menatap tajam dan sama-sama berlari melesat, "HIIAA...!!!!" Keduanya sama-sama menendang, "Jbbllast...!!!" Keduanya saling berbenturan telapak kaki.
"Khihihi...!!" Eden tersenyum menyeringai dan iapun menumbuhkan duri dari telapak kakinya.
"ARRGH...!!!" Duri-duri itu menembus telapak kaki Arashi dan iapun terlihat sangat kesakitan, "Sial, aku terlalu meremehkannya..." pikirnya yang melompat mundur kebelakang.
"Kau benar-benar kuat akan tetapi dihadapanku kau hanyalah seorang bocah..." Eden berlari ke arah Arashi dan langsung saja mengayunkan gada berdurinya dari arah samping.
Arashi mempertajamkan insting dan baginya mudah saja menghindari serangan itu dengan menunduk, iapun mengepalkan tangan memfokuskan energi pada satu titik lalu memukul sekuat tenaga dengan melemparkan semua energi sekaligus, "Jbbllast...!!!" Pukulan itu tepat mengenai dagu 'raja iblis duri'
"Sial..." mulut Eden sampai berdarah, iapun jadi sempoyongan.
Eden berusaha menghindar akan tetapi tetap saja tembakan itu mampu mengenai perut bagian kirinya, "Buruk..." pikirnya dengan menahan rasa sakit dan menyembuhkan lukanya dengan regenerasi iblis.
Sekali lagi Arashi mengumpulkan elemen kegelapan pada telapak tangan kanan dan menarik paksa lawan dengan gaya tarik dari elemen kegelapan, "Jbbuuak...!!!" Iapun memukul wajah Eden dengan kepalan tangan kirinya.
Ya, 'raja iblis duri' itu terlempar jauh menembus beberapa bangunan setelah menerima serangan bertubi-tubi.
Kepulan asap pekat menutupi tempat jatuhnya Eden, "Dia bahkan tak memberikan kesempatan regenerasi untuk..." ucapnya dengan perlahan berdiri.
Mendadak ia merasakan tekanan energi kuat terkumpul, "Apa itu?" Ucapnya yang tak dapat melihat keadaan karena semua tertutup asap debu.
"...!!!!" Eden terbelalak dan sangat terkejut begitu mengetahui sebuah cero mengarah padanya menembus dedebuan tebal.
"Sialan!!!!!" Iapun langsung menghentakan kaki kanan pada permukaan tanah, "DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Duri-duri muncul dari dalam tanah akan tetapi duri-duri itu hancur saat dilewati cero.
Meskipun begitu usaha Eden cukup sukses karena duri-duri yang ia ciptakan mampu mengurangi kecepatan laju tembakan cero sehingga ia punya kesempatan menghindar, "DHUUAARR...!!!!!" ledakan hebat tercipta dibalik punggung 'raja iblis duri'
"Hah... hah... hah..." keduanya nampak terngah-ngah dan mencoba mengatur nafas.
"Aku akan membunuhmu...!!!" Ucap keduanya secara serentak dengan sorot mata tajam.
Mereka berdua yang saling bertarung sekarang merasa saling mengakui kekuatannya satu sama lainnya.
"HIIAA...!!!!" dengan pijakan kuat keduanya melesat maju bersiap bertarung lagi.
*****
Sementara itu Senju Rain dan juga Misaki masih berada diatas kapal.
"Duh, kemana sih perginya si Arashi itu?" Ucap Misaki yang menjadi agak khawatir.
"Entahlah..." ucap Senju Rain yang seolah-olah tak peduli dan iapun memperhatikan daerah sekitar yang tertutupi oleh kabut, "Laut ini menjadi aneh karena tenang sekali dan rasanya ada yang janggal..."
"Hmm... apa maksudmu?" Misaki kurang mengerti.
"Yang ingin kukatakan adalah untuk sekelas Arashi yang memiliki kemampuan hebat dan kuat ini termasuk hal aneh!! Dia lama sekali kembali..." jelas Senju Rain.
"Benar, kurasa kita harus menyusulnya..." Misaki setuju pada pendapat Senju Rain.
Keduanya hendak pergi dari kapal yang terdampar itu akan tetapi ketika keduanya hampir menyentuh permukaan laut hal yang mengejutkan terjadi yaitu mendadak air lautnya membeku.
"Apa yang terjadi?" Misaki menjadi panik.
Senju Rain yang merasakan tekanan energi kuat memperingatkan dengan penuh kewaspadaan, "Hati-hati, ada seseorang yang datang kemari!!!"
"Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka yang diikuti dengan hawa dingin menusuk kulit.
Ya, keduanya menjadi sangat waspada mengingat orang yang datang pada mereka mampu membekukan air laut.
"Oh, wajah yang tak asing rupanya..." ucap sesosok iblis yang muncul dihadapan keduanya dengan datar.
Ia adalah salah satu Raja Iblis dan dia adalah Excel 'sang raja iblis es'
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 922 : Rekrut