
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Energi Arashi habis dan hal itu membuat mode iblisnya memudar kembali ke normal dan sekarang ia hanya bisa mengandalkan instingnya yang tajam untuk bertarung.
Dilain sisi Iblis Ryusuke meraung keras, "WOOAARRGGH...!!!" Iapun meledakan energi api dan malah berubah lagi.
Ukuran tubuhnya berubah menjadi 2 kali lipat lalu muncul satu tanduk lagi ditengah-tengah keningnya, sayapnya bertambah lebar lalu ia menumbuhkan dua lengan lagi.
Arashi yang melihatnya menjadi geram, "Sial, dia iblis spesial!! Dan kenapa disaat aku kehabisan energi ia malah menggunakan wujud keduanya?"
"Ini benar-benar buruk!!!" Pikir Arashi yang terdesak.
Iblis Ryusuke melesat dan langsung saja melesatkan sebuah tendangan berbalutkan api dari arah depan tetapi Arashi yang memiliki insting tajam mampu menghindar meski apinya tetap saja mampu membakar apa yang ada dibelakang Arashi.
"Jika aku yang sekarang terkena serangan itu pasti saja aku akan hangus dalam sekejap..." gumam Arashi yang melihat dampak serangan Ryusuke.
Arashi berteriak dengan keras, "Hey, kunyuk sialan!!!! Sadarlah!!"
"WOOAARRGGH...!!" Ryusuke malah meraung, ia meledakan api yang sangat hebat ke segala arah dan hal itu membuat Arashi terlempar
Ryusuke terus meningkatkan energi hingga dirinya terbalut oleh kobaran api yang berbentuk bola.
Arashi yang terlempar segera berdiri tegak dan sangat panik, "Hey, hey, jangan bilang dia akan berubah lagi!!!!"
"DHUUAARR...!!!" Ryusuke meledakan energi lalu terciptalah kepulan asap pekat.
Arashi menjadi waspada mengingat semua tertutup asap dan Ryusuke bisa muncul kapan saja lalu dimana saja.
"Tap... tap... tap..." terdengar langkah kaki mendekat dari pekatnya asap itu lalu terlihat Ryusuke dengan tampilan yang berbeda.
Ukuran tubuhnya berubah menjadi normal lalu ia hanya memiliki dua lengan, tanpa ekor dan sayapnya telah hilang, Ryusuke hanya tinggal memiliki dua tanduk berukuran pendek dikeningnya.
"Sadarlah, Ryusuke!!!!" Teriak Arashi dengan lantang.
Ryusuke menatap tajam dan berkata, "Berisik!! Tak bisakah kau diam, 'si pengacau'...!!"
"Eeehhh...!!!!" Arashi terkejut begitu mengetahui kesadaran rekannya telah kembali.
*****
Beberapa saat yang lalu di alam bawah sadar Ryusuke.
Iapun melompat dari batu tempatnya berpijak lalu jatuh tepat dikubangan lava pijar yang panasnya meletup-letup.
"Apa yang dipikirkan bocah itu!!!" Ucap sang pendiri iblis yang terkejut pada apa yang diperbuat Ryusuke.
Ryusuke yang masuk ke dalam lava pijar perlahan menampakkan diri dan hal itu semakin membuat sang pendiri iblis terkejut, "Bagaimana mungkin?"
"Wilayah ini adalah tubuh lalu aku adalah jiwa utama dalam tubuh ini..."
"Jika aku mati maka secara otomatis anda akan hidup lagi jadi jawabannya sederhana..."
"Aku hanya perlu menyesuaikan diri dengan wilayah ini lalu aku tinggal membunuhmu..." ucap Ryusuke dengan sorot mata tajam.
"Hahahahaha...!!" Sang pendiri malah tertawa saat melihat keseriusan Ryusuke, "Yang kau katakan semuanya benar!!!"
"Kalau begitu mari segera bertarung!!" Ucap Ryusuke.
Sang pendiri berkata, "Kau pemuda yang menarik!! Ya, jika saja terjadi pertarungan antara aku dan kau sudah pasti aku akan menang!!"
"Ini wilayahku jadi wajar saja aku menang akan tetapi aku memberikan kesempatan padamu, aku meminjakan kekuatanku padamu dan terserah saja kau gunakan untuk apa..." ucap Sang Pendiri dengan entengnya.
Ryusuke malah menatap tajam, "Kenapa kau dengan mudahnya meminjamkan kekuatanmu padaku, apa kau kasihan padaku?"
"Hmm..." sang pendiri berfikir lalu ia berkata, "Aku hanya tertarik saja padamu dan juga bukankah kau ingin mengalahkan anakku 'si akhir'??"
Ryusuke terkejut pada kata-katanya, "Tentu saja aku ingin mengalahkannya tapi bagaimana kau bisa tau?"
"Itu hanya firasatku saja!!" Ucap Sang Pendiri dengan entengnya akan tetapi ekspresinya mendadak berubah menjadi serius, "Kau boleh mencoba melawan anakku akan tetapi kau tak mungkin menang melawannya..."
Ryusuke merespon dengan tenang, "Aku tak peduli dengan ucapanmu itu tetapi kita tak akan tau sebelum mencobanya..."
"Hahahaha... kau memang pemuda yang menarik!!" Ucap sang pendiri itu yang perlahan tubuhnya memudar.
Wilayah dalam diri Ryusuke berubah menjadi tempat lava pijar yang menandakan tubuhnya berubah menjadi tubuh iblis sepenuhnya.
*****
Kembali ke waktu semula dimana Arashi sangat terkejut karena kesadaran Ryusuke kembali lagi, "Eeehh...!!!! Kau sudah sadar juga!!!!!"
"Ya"
Arashi tak tau harus merespon apa akan tetapi ia terlihat sangat lega karena Ryusuke telah sadar dan bahkan ia telah mampu menggunakan kekuatan iblis.
"Aku memang telah tersadar akan tetapi tubuh ini bukan seperti yang dulu lagi..."
"Aku tak mengerti?" Arashi tak paham.
"Singkatnya sekarang ini aku bukan manusia lagi tapi aku yang sekarang adalah iblis..."
"Bhuuft... hahahaha..." Arashi menahan tawa lalu ia yang tak bisa menahannya tertawa lepas.
"Apanya yang lucu?"
"Tidak ada, hanya saja kau dulu membenci iblis sampai-sampai bertujuan ingin membasmi semua iblis tetapi lihatlah dirimu sekarang!! Kau menjadi sesuatu yang kau benci itu..." ejek Arashi akan tetapi Ryusuke tak mempedulikan.
"Ya, tak masalah apapun dirimu sekarang tapi asalkan kau telah kembali hal itu membuatku lega meski aku juga tertawa melihat kau jadi iblis..."
Ryusuke tersenyum menyeringai, "Jika kau tak berhenti mengejek ku pastikan kau akan mati..."
"Aku bukan mengejekmu tapi hanya saja dengan cara inilah aku mengungkapkan kegembiraan hati..." jawab Arashi dengan tersenyum lebar.
Airi muncul dengan berlari dan langsung saja memeluk Ryusuke dari arah depan, "Kakak, aku sangat takut kehilanganmu jadi jangan pernah melakukan hal gila seperti ini!!" Ucapnya yang khawatir.
"Ya, maafkan aku!!" Ryusuke juga merasa bersalah.
Tuan Kai dan Arashi yang melihat hubungan kakak adik itupun menjadi sedikit terharu.
Airi kemudian melepaskan pelukannya lalu mengalihkan pandangan pada Arashi, iapun lalu membungkukkan badan, "Terima kasih karena telah menyelamatkan kakak..."
Arashi merasa berbangga hati dan sifat sombongnya muncul lagi, "Yah, sebagai tanda balas budi maka kau bisa memelukku juga..."
"Tidak dalam mimpimu, sialan..." mendadak Airi memasang sorot mata tajam.
Arashi menjadi agak kesak, "Cih, padahal aku bercanda dan tak ada niat jahat tapi kok dia malah marah padaku..." gumamnya dalam hati.
Disaat ketiga anak itu merasa senang Tuan Kai mulai berbicara, "Ryusuke, aku tak pernah menyangka kau dapat mengendalikan kekuatan ayahku dan juga ku ucapkan selamat kembali..."
"Terima kasih juga..."
"Yosh!! Sekarang kita bisa pergi itu mengahajar mereka para iblis...!!!!" Teriak Arashi.
Mendadak Tuan Kai berkata, "Jangan pernah mencoba bertarung melawan kakak ku karena kalian tak akan pernah menang..."
"Kita tak akan tau sebelum mencobanya..." ucap Ryusuke.
"Kalian tak selevel dengannya..." ucap Tuan Kai serius, "Dimasa lalu kakak ku menghabisi 10.000 pengguna jubah raja jadi berhenti bermimpi bisa mengalahkannya...!!!"
"Melawannya sama halnya kematian...!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1006 : Pesan
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****