
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Tuan Kai berkata dengan serius, "Jangan pernah mencoba bertarung melawan kakak ku karena kalian tak akan pernah menang..."
"Kita tak akan tau sebelum mencobanya..." ucap Ryusuke.
"Kalian tak selevel dengannya..." ucap Tuan Kai serius, "Dimasa lalu kakak ku menghabisi 10.000 pengguna jubah raja jadi berhenti bermimpi bisa mengalahkannya...!!!"
"Melawannya sama halnya kematian...!!!"
Arashi menjadi jengkel, "Jangan pesimis begitu!!!"
"Lalu bagaimana caranya mengalahkan orang yang telah mengalahkan 10.000 pengguna jubah raja!!!!" Bentak Tuan Kai.
"Mana ku tau!!!!" Arashi semakin kesal.
"Kalau begitu dengarkan kata-kataku!!!"
"Memangnya kau siapa!!!" Ucap Arashi yang tak suka diperintah.
Mereka berdua berdebat dan hal itupun membuat Airi kebingungan mau memihak siapa akan tetapi Ryusuke tetap bersikap tenang, iapun berkata, "Diamlah, Arashi!!"
"Kenapa aku harus diam?"
"Dengan kemampuan kita saat ini melawan 'si akhir' sama halnya dengan kematian dan aku setuju pada pendapat Tuan Kai bahkan kau seharusnya juga tau itu!!" Ucap Ryusuke.
"Tapi kita tidak akan tau sebelum mencoba..." Arashi masih bersikeras.
"Bodoh, yang kau katakan sama halnya mempertaruhkan nyawa melawan iblis terkuat dan hasilnya sudah jelas adalah kematian..."
Seketika saja Arashi jadi terdiam membisu dan berfikir, "Hah..." ia menghela nafas panjang.
"Sudah, sudah, tiada gunanya memikirkan masalah yang berat itu dan yang harus dilakukan sekarang adalah mengobati kalian berdua..." ucap Airi yang akhirnya bicara dan hal itupun disetujui oleh keduanya.
Ya, mereka kemudian pergi ke tempat medis untuk merawat luka-luka.
*****
Lalu ditempat lain.
Air shower membasahi tubuhnya yang putih mulus dengan bentuk ramping itu, ia terlihat menikmati kesegaran air yang mengalir dikulitnya itu.
Air hangat yang menyentuh kulitnya itu menciptakan uap dan membuatnya sangat nyaman.
Ia bernyanyi dan meski suaranya tak begitu merdu tapi ia sangat menikmatinya, baginya menyanyi sambil mandi bagaikan konser yang tiada tanding.
Rambutnya basah dan hal itu menambah kesegaran baginya setelah lelah dan penat didalam merawat mereka yang terluka.
Gemericik suara air mengalir dari atas kepala langsung ke rambut lalu menuju ke bagian dada dan kemudian membasahi mulusnya ujung kaki.
Ya, saat ini Kosuke Yui 'si naga putih' sedang mandi.
"Fiuh, lelahnya..." ucapnya dengan mengambil satu sachet sampo dan meletakannya diatas kepala, iapun menusap-usap sehingga tercipta busa banyak sekali, "Tak pernah ku sangka mereka memiliki air hangat ditempat dingin seperti lembah ini..."
"Fufufu... ku harap aku tak pernah keluar dari tempat ini!!" Ucapnya yang terlihat bahagai, ia seakan baru pertama kali mengenal mandi.
Yui mengusap kepalanya dan menyentuh sesuatu yang aneh berada diatas kepalanya itu, "Apa ini?" Ia mencoba menariknya akan tetapi benda itu seakan menyatu dengan kepalanya.
Berulang kali ia mencoba mencabut benda itu akan tetapi tak bisa dan ia yang penasaran melihat ke cermin yang ada ditempat itu dan langsung terkejut, "Eeeehhh...!!! Ada bunga diatas kepalaku...!!!!" Teriak Yui yang panik atas kejadian itu.
Ia yang panik langsung mengambil handuk kemudian membalutkannya pada tubuh, "Kenapa bisa tumbuh bunga diatas kepalaku?" Gumam Yui dalam hati dan iapun keluar kamar mandi dengan berlari meski tubuhnya masih basah kuyup.
Yui berlari menuju sebuah pintu dan ia yang panik langsung membukanya, "Ini gawat!!!"
"Eehh...!!??" Diruangan itu ada Arashi dan Ryusuke.
Arashi sedang melepas celananya lalu dilain sisi Ryusuke sedang melepas bajunya.
"KYYAA...!!!!" Yui yang biasanya bersifat tenang menjerik sekeras-kerasnya, "Kenapa kalian telanjang!!!!"
"Woiy, ngaca dong!!! Kau juga hanya mengenakan handuk!!" Protes Arashi.
Yui baru menyadarinya, ia merasa malu dan langsung menutup belahan dadanya dengan kedua telapak tangan, ia kemudian menutup pintu lagi dan kemudian menuju kamar mandi lagi untuk berpakaian.
*****
Ryusuke sedang berbaring ditempat tidur sementara itu Arashi sedang membalut kedua lengannya dengan perban.
"Jadi apa yang telah terjadi sehingga kau begitu panik?" Tanya Ryusuke dengan tenang.
"Benar sekali!! Kepanikanmu hampir membuat jantungku copot!! Yah, meski aku juga tak punya jantung sih..." sahut Arashi yang semula terkejut.
"Ehem..." Yui telah kembali tenang, "Ini gawat!! Tiba-tiba tumbuh bunga diatas kepalaku..."
"Oh..." Ryusuke dan Arashi merespon datar.
"Hey, ada apa dengan sikap kalian? Aku dalam masalah tau!!" Yui jadi agak kesal.
"Hadeh..." Arashi mendekatinya, "Tinggal dicabut apa susahnya sih..." iapun langsung memegangi bungan itu dengan tangan kanan dan tanpa pikir panjang menariknya.
"Aduh, kepalaku sakit!!"
"Eehh!! Kok sulit banget, ya?" Ucap Arashi yang telah menariknya sekuat tenaga tapi gagal.
"Jika tak bisa dicabut maka potong saja..." ucap Ryusuke yang terbaring ditempat tidur.
"Benar sekali!!" Arashi mengambil pisau dimeja yang ia gunakan untuk mengupas apel.
Arashi mendekat pada Yui lagi akan tetapi ketika ia hendak memotong bunga itu hal yang mengejutkan terjadi.
Bunga itu dapat bicara dan langsung berkata, "Singkirkan benda itu dariku..." ucapnya yang hampir terpotong.
"Eehh...!!" Ketiganya terkejut saat mengetahui bunga itu dapat bicara terlebih suara darinya seakan dikenal oleh ketiganya.
Ya, secara perlahan bunga yang sebelumnya hanya kuncup saja itupun mekar lalu seseorang muncul dari dari kuncup bunga itu.
"Rain...!!!!" Ucap Yui yang secara spontan terkejut.
"Ya, ini aku..." ucap Senju Rain berukuran kecil itu.
Arashi maupun Ryusuke memasang sikap datar dan seolah tak peduli, keduanya yang tau bahwa Senju Rain merupakan pewaris hutan sama sekali tak terkejut pada kemunculan 'si jenius' itu.
"Jadi untuk apa kau kemari?" Tanya Ryusuke tanpa basa-basi.
"Benar, kau pasti punya tujuan kemari..." sahut Arashi.
Senju Rain kecil itupun duduk bersila diatas kepala Yui, "Kalian harus duduk tenang dan aku akan menjawab setiap pertanyaan kalian..."
"Jujur saja, kami sudah tenang dari tadi..." ucap Arashi dengan entengnya.
"Kalau begitu ku persilakan kalian untuk bertanya..."
"Hmm..." Yui berfikir lalu ia mulai bertanya, "Bagaimana mungkin kau bisa muncul dari kepala ku?
"Jawabannya singkat, aku tanpa diketahui oleh siapapun menaruh bibit-bibit yang berupa biji diatas kepala kalian dan suatu saat biji itu dapat ditumbuhkan bila diperlukan..."
"Dasar mesum..." ejek Arashi.
"Apa maksudmu?"
"Maksudku kenapa harus kepala Yui dan bukan kepalaku atau kepala Ryusuke? Kau pasti punya sifat mesum dengan memilih Yui yang merupakan gadis..."
"Jangan salah paham..." Senju Rain menjelaskan, "Biji yang ku gunakan sangat kecil dan cocok diletakan diatas kepala gadis ketimbang pria, hal itu karena kulit kepala gadis itu lembab dan rambutnya panjang..."
"Dari pada diatas kepala laki-laki, kepala perempuan lebih cocok jadi biji yang ku tempatkan jadi bisa tahan lama..." jelas Senju Rain.
"Hmm..." Arashi dan Yui mengangguk paham lalu Ryusuke mengajukan pertanyaan, "Jadi untuk apa orang sepertimu kemari? Kau tak perlu repot-repot ditempat ini bila tak ada sesuatu yang penting, 'kan?"
Mendadak 'si jenius' Senju Rain menjadi serius, "Jadi kalian tak tau semua hal yang telah terjadi rupanya? Ya, kalau begitu aku akan menjelaskannya..."
"Dan juga aku kemari untuk membawa sebuah pesan yang sangat penting bagi kalian bertiga...!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1007 : Pesan II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****