Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 979 : Aku Akan Pergi Dari Sini!!


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Arashi yang telah terdesak mendadak mendapatkan bantuan dari Pasukan Bayangan.


Pemimpin kedua dan pertama dari Pasukan Bayangan yang muncul sangatlah kuat sehingga membuat 'si akhir' terpaksa harus turun tangan sendiri.


Tebasan yang mampu membelah benua milik sang iblis terkuat dapat ditahan dengan telapak kaki oleh pemimpin pertama Pasukan Bayangan.


'Si Akhir' menjadi sangat geram karena serangan terhebatnya dapat ditahan, "Sebenarnya kau siapa!!! Bagaimana mut.gngkin kau dapat menghentikan Pedang Pembelah Benua...!!!"


Pria berjubah putih dengan kemampuan naga itu tak menjawab, iapun meningkatkan energi dan memfokuskannya pada telapak kaki yang sedang beradu lalu membuat 'Si Akhir' terdorong dari tempatnya.


"Cih, sial..."


'Si Akhir' menjadi sangat geram karena serangan terhebatnya dapat ditahan, "Sebenarnya kau siapa!!! Bagaimana muajngkin kau dapat menghentikan Pedang Pembelah Benua...!!!"


Disaat yang sama Eden 'sang raja iblis duri' dan Excel 'sang raja iblis es' ikut menyerang.


Eden meletakan dua telapak tangan ditanah dan duri-duri tajam bermunculan lalu Excel menghentakan kakinya lalu gelombang es tinggi melesat.


Pemimpin kedua dari pasukan bayangan mengepalkan tangan yang terfokuskan kobaran api, "Jbbllast...!!!"


"DHHUUAARR...!!!" Serangan mereka beradu dan menciptakan ledakan yang hebat.


"Dia mampu menghentikannya? Mungkinkah apinya lebih kuat dariku?" Ucap Blast 'sang raja iblis api' yang terkejut.


"Tak perlu terkejut seperti itu!! Sebelumnya dia juga mampu menghentikan serangan gempa dengan mudah jadi mungkin saja level kekuatannya dibawah 'si akhir'..." ucap Leonidas 'sang raja iblis gempa'


'Si Akhir' bertarung seimbang dengan pemimpin pertama Pasukan Bayangan yang memiliki kekuatan naga itu sementara dilain sisi pemimpin kedua pasukan bayangan menghadapi para raja iblis yang lainnya.


Arashi yang melihat pertarungan mereka sangat terkejut, "Bagaimana mungkin dua orang mampu mengimbangi 'raja iblis' yang jumplahnya saja sangat tak imbang?"


Perempuan yang mengobati Arashi berkata, "Untuk sekarang ini mereka dapat bertarung dengan imbang tapi jika begini terus mereka tetap akan kalah..."


"Lalu apa yang harus kita lakukan?"


"Prioritas kita melarikan diri bukan bertarung jadi sebisa mungkin kau harus bisa menyelamatkan temanmu lalu pergi dari tempat ini..." jelas perempuan dari Pasukan Bayangan itu.


"Aku mengerti..." jawab Arashi yang langsung memahami keadaan.


"Kalau begitu ayo mulai..." ucap perempuan itu yang tiba-tiba naik ke punggung Arashi.


"Eeehh...!! Kenapa kau naik ke punggungku?"


"Sudahlah, jangan banyak bertanya ataupun protes!! Kita tak punya banyak waktu..."


"Cih, bukannya mau protes..." ucap Arashi yang secara perlahan mengembangkan sepasang sayap api.


Iapun terbang melesat menghindari pertarungan antara para raja iblis dan dua pemimpin Pasukan Bayangan, Arashi bergerak menuju ke tempat Ryusuke yang terkapar tak sadarkan diri karena kehilangan kedua lengannya.


"Kau obati dia..."


"Aku tau!!" Jawab perempuan itu dengan melompat turun dari punggung Arashi, ia agak terkejut begitu melihat kondisi Ryusuke, "Lukanya parah sekali dan juga dia telah kehilangan banyak darah..." gumamnya dalam hati.


Dilain sisi Arashi menatap ke arah Yui yang disandera oleh Va'al 'sang raja iblis hutan'


"Dan sekarang aku harus menyelamatkan Yui tapi yang jadi masalah disana ada dua 'raja iblis' yang sepertinya sangat kuat..." pikir Arashi yang melihat disamping Va'al ada Lindouw 'sang raja iblis kematian'


"Apa boleh buat!! Sebisa mungkin aku harus menyelamatkannya..." ucap Arashi dengan mengembangkan sayap api dan bergerak ke arah Yui.


"Khehehe... tak ku sangka iblis terkuat bisa diimbangi..." ucap Va'al.


"Tidak ada yang lucu dari kata-katamu itu jadi jangan tertawa dan bila kau yang melawan orang dengan kekuatan naga itu belum tentu kau mampu menghadapinya..." ucap Lindouw.


"Ya, aku tau dan ku akui pria dengan kekuatan naga itu kuat..." ucap Va'al dengan santainya.


Lindouw melihat Arashi bergerak terbang ke arah mereka berkata, "Bocah yang sebelumnya bertarung dengan Rafathar datang kemari dan kurasa dia berniat menyelamatkan rekannya yang kau sandra..."


Va'al tersenyum menyeringai, "Biar aku saja yang mengatasinya dan jangan sesekali kau ikut campur..."


"Terserah kau saja..."


Arashi terbang melesat ke arah dua iblis kelas atas itu dan iapun langsung mengepalkan tangan berbalutkan api, "HIIAA...!!!!"


Lindouw terlihat tenang dan tak peduli sementara itu Va'al menyeringai dan bersemangat, "Kemarilah dan aku juga ingin bermain denganmu, bocah..."


Arashi tanpa ragu langsung memukul Va'al akan tetapi secara mendadak Rafathar muncul dihadapannya dengan kemampuan teleportnya.


"Apa!!!" Arashi terkejut.


"Jbbuuak!!" Rafathar menendang wajah Arashi dan berhasil menghempaskannya, "Dia mangsaku jadi jangan coba-coba mengambilnya..." ucapnya dengan melirik ke belakang.


Va'al terlihat kesal, "Cih, kalau begitu cepat habisi dia!!!"


Arashi yang terhempas perlahan berdiri lagi, "Sialan, disana ada tiga raja iblis yang mustahil ku kalahkan!!!"


"Zink!!!" Secara mendadak Rafathar muncul tepat dihadapannya dengan kepalan tangan berbalut api.


Arashi yang memiliki insting tajam segera melompat ke belakang akan tetapi Rafathar memukul permukaan lantai dan menciptakan kobaran api yang menyebar ke segala arah, "Kau adalah mangsaku dan ku pastikan kau akan mati ditempat ini..."


Arashi menjadi geram, "Menyebalkan sekali!!!" Iapun berlari ke arah Rafathar melompat lalu langsung memukul dengan tinju api.


Rafathar juga melapisi kepalan tangannya dengan api, "Jbbllast!!!" Keduanya beradu kepalan tangan dan kobaran api menyebar ke segala arah.


"AARRGGH...!!!" Arashi melompat ke belakang dan berteriak kesakitan, "Panas sekali!!! Padahal aku naga api tapi mengapa aku bisa kepanasan seperti ini!!!"


"Dasar bodoh!!! Kemampuan panas ini ku dapat setelah melahap iblis dengan kemampuan melipat gandakan suhu jadi kau tak akan menang melawannya..."


Arashi menjadi kesal dan ia berfikir, "Energiku hampir habis dan aku harus menyelamatkan Yui lalu kabur dari sini!! Meski menyebalkan tapi tiada waktu untuk menghadapinya..."


Setelah berfikir Arashi membuat keputusan dengan perlahan meningkatkan energi.


Energinya berubah menjadi sangat tenang lalu secara perlahan ujung rambutnya berubah menjadi putih lalu bagian pangkalnya berubah menghitam, "Mode : Cahaya Kegelapan"


Rafathar yang merupakan iblis kelas atas menjadi waspada karena merasakan hal tak wajar dari lawannya.


"Aku akan pergi dari sini...!!!!!!!!" Teriak Arashi.


"Jangan harap!!!!!" Ucap Rafathar dengan sorot mata tajam.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 980 : Serbuan


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****