
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
9 anggota Red Eagle yang terdiri dari 5 orang dewasa dan 4 anak-anak berhasil menyusup ke Kota Kronoz lewat penyelundupan senjata.
Dan kelompok kecil itu adalah Misaki, Minaka, Rikie, Hinowa, Goto, Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla.
Karena berisikan anak-anak, mereka pun memutuskan untuk sembunyi dalam waktu yang tak ditentukan.
Tetapi sesuatu yang diluar dugaan terjadi yaitu kakak Goto yang semula tenang dalam peti mati mendadak meledakan energi kematian yang luar biasa kuat.
Mereka pun dalam masalah besar.
"WOOAARRGH...!!!" Kakak Goto meraung dan meledakan energi kuat kegelapan.
Dengan sorot mata tajam, Msaki berkata, "Tekanan energinya sangat mengerikan dan dia harus segera dihentikan karena jika tidak ia hanya akan memancing para musuh datang kemari..." iapun mengeluarkan grimoire putih miliknya.
"Aku tau itu..." ucap Minaka dengan sorot mata tajam dan iapun meningkatkan energi lalu menghasilkan kegelapan dari punggungnya yang membentuk lengan-lengan bayangan, "Akan ku tangkap dia..."
"Tunggu..." ucap Rikie yang dengan melentangkan tangan kanannya, iapun menghalangi Minaka dan Misaki untuk beraksi.
"Tap... tap... tap..." dengan langkah perlahan dan tanpa rasa takut Goto mendekati kakaknya yang tengah mengamuk.
"Kakak, tenangkan dirimu!! Biasanya kau tak seperti ini jadi sebenarnya apa yang tengah membuatmu risau?"
Kakak Goto menatap ke arahnya dengan sorot mata tajam, "WOOAARRGGH...!!" Ia meraung dan melesat ke arah Goto lalu ia mengangkat tangan kanan yang kemudian menyerang dengan cakar.
"Kita harus menghentikannya!!" Ucap isaki dan Minaka yang berniat beraksi akan tetapi secara mendadak kakak Goto menghentikan kuku tajamnya sebelum mengenai pipi Goto.
"Apa!!" Minaka terkejut.
"Dia berhenti..." ucap Misaki.
Ragna sebagai teman Goto dan sudah lama bersama dengannya berkata, "Dia tak akan pernah menyakiti Goto meski telah kehilangan akal sekalipun karena dulunya kakak Goto adalah orang yang sangat baik..."
"Apa maksudmu?" Ucap Misaki dengan rasa sangat penasaran.
"Dulu sekali sewaktu tinggal didesa yang sangat jauh aku, Goto dan Hinowa merupakan anak yang sangat nakal sehingga banyak orang didesa membenci kenakalan kami itu..."
"Akan tetapi ada satu orang yang tetap baik pada kami dan selalu bersabar pada kenakalan kami dan orang itu adalah kakaknya Goto, ia bernama Erinka..."
"Kak Erinka mengalami nasib buruk karena bertemu dengan iblis yang memiliki kekuatan Dewa Kematian..."
"Iblis itu tertarik pada Kak Erinka dan menjadikannya iblis pelayannya..."
"Lalu iblis yang sangat kuat itu dengan kekejamannya menghabisi semua penduduk desa kami..."
"Hanya kami bertiga yang tersisa dari pembantaiannya..."
"Lalu bagaimana bisa kalian selamat darinya?" Tanya Minaka dengan sorot mata tajam.
Rikie menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, "Yah, saat itu Kak Erinka memang tak beruntung akan tetapi kami bertiga berbeda..."
"Kami mendapatkan keberuntungan yang luar biasa karena Sang Naga Emas Legendaris secara kebetulan muncul didesa kami yang telah hancur itu..."
"Ia bertarung dengan sang iblis yang memiliki kekuatan Dewa Kematian itu dan merebut Kak Erinka darinya..."
"Sang iblis dapat dikalahkan dan ia berhasil melarikan diri akan tetapi meski telah berhasil direbut tetap saja Sang Naga Emas tak bisa membatalkan kutukan sang iblis yang telah melekat pada Kak Erinka dan iapun memberikan sebuah peti pada Goto sebagai wajah tubuh kakaknya..."
"Begitu rupanya..." Minaka dan Misaki mengangguk paham.
*
Kakak Goto yang kuku tajamnya hampir melukai pipi Goto secara perlahan kuku tersebut memendek dan iapun mengelus wajah si adik, "Go... to..." ucapnya dengan terbata-bata.
"Ya, ini aku kakak..." ucap Goto, "Sebenarnya apa yang telah membuatmu risau kak?"
Kakak Goto tak menjawab.
Goto mengambil kembali peti matinya, "Sekarang kakak, kembalilah ke sini..."
"Dia kembali tenang..." ucap Minaka yang secara perlahan menonaktifkan kemampuan lengan-lengan bayangannya.
"Sekarang semua telah kembali ke semula..." ucap Misaki yang lega.
Kakak Goto secara perlahan masuk ke dalam peti mati itu akan tetapi secara mendadak seorang iblis wanita muncul tepat dibelakang Goto dengan kemampuan teleportasi.
"...!!!" Semua terkejut pada kemunculannya itu.
Goto berbalik dan iblis wanita itu memegang erat-erat sebuah sabit dan tanpa ragu menebas, "Sllash!!!!" Beruntung Kakak Goto segera merangul kepala si adik dan membawanya melompat ke belakang.
Kakak Goto menggertakan gigi-giginya dan terlihat sangat geram pada iblis wanita yang tiba-tiba muncul itu akan tetapi Goto yang berada dalam dekapannya mengelus wajah sang kakak, "Tenangkan dirimu, kak..."
Sang kakak tak menjawab akan tetapi ia berubah menjadi lebih tenang.
Iblis wanita itu merupakan salah satu dari tujuh pelayan 'sang raja iblis kematian' dan dia bernama D'maria.
D'maria memiliki rambut pirang sebahu dan ia memiliki satu tanduk dikeningnya lalu bersenjatakan sebuah sabit.
"Oh, mengapa kau melindunginya padahal hanya aku mau memenggal kepalanya..." ucap D'maria tanpa rasa bersalah pada kakak Goto.
Kakak Goto kembali geram akan tetapi secara mendadak Minaka menciptakan lengan-lengan bayangan dari kegelapan yang ada disekitar pijakan kedua kakinya.
Lengan-lengan bayangan itupun melesatkan pukulan ke arah D'maria.
"Cih..." dengan mudahnya D'maria mampu menghindari serangan itu dengan lincahnya melompat ke sana ke mari, "Sllash!! Sllash!!" Ia sesekali memotong lengan-lengan bayangan itu dan kemudian melesat ke atas lalu berdiri diatas sebuah bangunan.
Minaka terlihat sangat kesal, "Dia mampu mengatasi lengan-lengan bayanganku dengan mudahnya..."
"Kita harus hati-hati..." ucap Misaki yang merasa lawan dihadapannya sangat berbahaya.
Rikie memberikan sebuah perintah, "Goto, bawah Kak Erinka mendekat pada Hinowa dan anak-anak!!! Kaupun memiliki tugas melindungi mereka semua..."
"Baik..." jawab Goto dengan tegas.
Iblis kelas atas itupun menatap ke bawah dan terlihat sangat kesal, "Wanita itu adalah pelayan yang melarikan diri waktu itu..." ucapnya dengan menatap kepada kakak Goto.
"Lalu ada sembilan penyusup yang terdiri dari 5 orang dewasa dan 4 anak-anak berhasil masuk ke dalam kota ini..."
"Ya, akan ku habisi mereka semua..." ucap D'maria dengan kembali melesat ke bawah.
"Dia datang!!" Teriak Misaki yang dengan cepat menarik belati dipunggungnya.
Rikie dan Minaka lalu bersiap bertarung.
"DYYEESS...!!" D'maria jatuh dengan pijakan kuat hingga membuat permukaan tanah hancur.
Begitu jatuh ia langsung melesat ke arah Misaki dan menebas dengan sabitnya, "Cthing!!" Misaki dapat menangkis dengan menggunakan belatinya meski kesusahan.
"Rupanya kau gadis yang tangguh..."
Misaki menjadi geram karena merasa diremehkan, "Jangan meremehkanku, sialan...!!!"
Rikie berlari ke arah mereka dan langsung saja melesatkan pukulan, "HIIAA...!!" D'maria mampu menghindar dengan melompat ke belakang.
Disaat yang sama lengan-lengan bayangan milik Minaka berusaha menangkapnya tetapi lagi-lagi dengan lincahnya D'maria dapat menghindar.
"Dia sangat cepat..." pikir ketiganya.
D'maria tersenyum menyeringai saat melihat ketiganya memasang ekspresi serius, "Hahahahaha...!! Konyol sekali!! Wajah kalian terlihat sangat bersemangat dan apakah kalian pikir dapat mengalahkanku?"
"Asal kalian tau saja aku merupakan iblis kelas atas yang setara dengan para raja iblis dan juga diriku ini merupakan cucu dari Dewa Agung, Dewa Kematian..."
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1077 : Cucu Dewa Kematian II
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****