
Mulut Arashi mengeluarkan darah setelah berusaha menahan tusukan lawannya yaitu seorang petarung dari White Tiger.
"Sialan!!" Ucap Arashi yang kesal dan iapun menyembuhkan lukanya dengan elemen darah spesial.
Ryuji tersenyum menyeringai, "Sudah ku duga Kosuke Arashi 'si pengacau' benar-benar hebat dan gila karena mampu mematahkan pedangku hanya dengan mulutnya..." iapun kembali menyarungkan pedangnya yang patah.
"Nah, Arashi-senpai setelah melawanku bagaimana penilaianmu, apakah aku kuat?"
Arashi yang kesal berkata, "Kau lemah dan masih terlalu jauh dari kata kuat untukku...!!!"
"Hahahahaha..." Ryuji malah tertawa, "Sudah ku duga kau akan berkata seperti itu..."
Goro berjalan lalu berdiri disamping Ryuji.
"Goro dan semuanya, mari kita lakukan itu!!" Ucap Ryuji dengan tersenyum menyeringai.
Arashi tak mengerti akan tetapi semua petarung dari White Tiger yang ada disana berdiri tegak mengangkat senjata.
"Kalian mau apa?" Teriak Rikie yang berdiri didepan Arashi bersama dengan Goto dan Hinowa, ketiganya juga bersiap bertarung.
"Cih, apa yang kalian lakukan?"
"Kami juga akan bertarung senpai!!" Ucap Hinowa.
"Bodoh, kalian mundurlah!! Ini urusanku..."
"Apa kau serius, senpai?" Tanya Goto.
"Ya, aku benar-benar serius!! Masalah ini masih dalam kendaliku dan juga aku ingin melihat apa yang akan mereka lakukan..." ucap Arashi dengan tegas.
Meskipun berat hati bercampur dengan rasa kesal karena niat membantunya ditolak tapi ketiganya akhirnya menyingkir dan menyerahkan masalah itu pada Arashi.
Arashi menatap semua petarung White Tiger yang berdiri dihadapannya, "Kalian adalah peserta Turnamet Lima Bintang, jadi aku tau betul bahwa jika kalian membuat onar maka secara otomatis akan dikeluarkan dari Turnament jadi jangan lakukan hal yang percuma!!"
"Jangan khawatir!! Kami hanya ingin melawanmu saja..." ucap Ryuji.
"Khahahaha... Kau kuat Kosuke Arashi 'si pengacau' jadi ku yakin kau tak akan mati..." ucap Goro dengan penuh kesombongan.
Arashi dengan instingnya yang tajam merasakan bahaya jadi ia menjadi lebih serius dan waspada.
"Bersiaplah!!" Ucap Ryuji dan Goro dengan sorot mata tajam.
Para petarung White Tiger mulai meningkatkan energi dan mereka semua terlihat mulai menggunakan tekniknya.
Ryuji juga kembali menarik pedangnya dan berteriak, "Semuanya, serang!!" Ia dan kawan-kawannya menyerang secara serentak ke arah Goro.
Goro terkena semua serangan berbagai elemen tepat mengenai punggungnya, "Khehehe..." bukannya kesakitan tapi ia malah tersenyum menyeringai.
Rikie dan kedua rekannya terkejut dan mereka bergumam dalam hati secara serentak, "Apa yang mereka lakukan?"
Dilain sisi Arashi semakin mewaspadai pergerakan petarung White Tiger yang aneh itu, "Menyebalkan!! Mereka melakukan sesuatu yang merepotkan!!"
"Kemampuanku adalah menyerap serangan dan melipat gandakan jadi bersiaplah..." ucap Goro yang tekanan energinya meningkat, iapun mengepalkan tangan kanannya dan memfokuskan seluruh energinya, "Terimalah ini, sialan!!!"
"WUUSS...!!" Sebuah bola energi berukuran besar melesat ke arah Arashi.
Arashi memperkuat pijakan kedua kakinya lalu mengarahkan dua telapak tangannya ke depan, "Dia bisa menghancurkan tempat ini..." ucapnya yang agak kesal dan kedua telapak tangannya menghitam lalu berbalutkan elemen kegelapan
"Apa...!!??" Goro, Ryuji dan para petarung White Tiger yang lainnya terkejut ketika perlahan bola energi itu dapat diatasi Arashi dengan diserap.
Ya, elemen kegelapan memiliki kemampuan menyerap.
"Fiuh..." Arashi menghela nafas panjang setelah mampu mengatasi serangan itu, "Nyaris saja..." ucapnya yang lega meski terdorong cukup jauh dari tempatnya berpijak semula.
"Brengsek!! Apakah kalian mau menghancur tempat ini...!!!" Teriak Rikie.
"Benar sekali!! Tindakan kalian sudah sangat keterlaluan..." sahut Hinowa.
Goro, Ryuji dan rekan-rekannya nampak jengkel karena rencana mereka dapat diatasi oleh Arashi akan tetapi Arashi merespon dengan datar, "Bagaimana? Apakah pertarungan ini dilanjutkan lagi atau selesai?"
Semuanya terkejut dan seorang wanita tertawa, "Khahahaha...!!! Baiklah, kalau begitu aku ikut keributan ini!!" Ucapnya dengan penuh semangat dan wanita itu adalah 'si singa api', Leona.
Arashi terkejut, panik dan nampak ketakutan, "Ke-kenapa kak Leona bisa ada disini?"
"Hah?? Memangnya wanita itu siapa, senpai?" Tanya Hinowa.
"Kalian bertiga tak perlu tau dan tak perlu mengenal siapa dia lalu bilang saja aku tak ada disini..." ucap Arashi yang langsung saja sembunyi dibalik meja.
Rikie, Hinowa dan Goto jadi semakin penasaran pada Leona akan tetapi mereka merasa harus waspada.
Orang-orang White Tiger jadi geram karena mendadak Goro dikalahkan, "Siapa kau?"
"Kenapa kau mendadak menyerang kami?"
"Kita serang saja dia...!!!"
Merekapun bersiap bertarung akan tetapi Ryuji berkata, "Tunggu dulu!! Kawan-kawan kita tak sebanding dengannya dan juga jangan terlibat masalah dengannya..."
"Wanita ini adalah putri Raja Artaraz dengan julukan 'si singa api' dan dia sangatlah berbahaya jadi mari pergi dari tempat ini saja..."
Para petarung White Tiger terkejut setelah mendengar identitas dari Leona dan setelah mempertimbangkan berbagai hal merekapun memilih meninggalkan tempat itu.
Leona menjadi kecewa pada sikap mereka, "Cih, mereka pengecut!!" Ucapnya yang beralih menatap ke arah Rikie, Goto dan Hinowa.
"Kalian tak lari dariku yang artinya kalian siap jadi lawan bertarungku..."
"Ah... tidak, tidak, kami sama sekali tak ingin bertarung denganmu..." ucap Goto.
"Benar sekali!!" Sahut Rikie.
"Lalu mengapa kalian masih ada ditempat ini?"
Rikie dan Goto kebingungan untuk menjawab akan tetapi Hinowa bertanya, "Anu... apa benar kau adalah putri kerajaan Artaraz?"
"Benar sekali!! Yah, meskipun begitu aku tak terlalu peduli pada statusku itu..." jawab Leona dengan tegas dan iapun teringat pada keberadaan Arashi, "Hey, dimana dia? Dimana Kosuke Arashi 'si pengacau' itu?"
Ketiganya terdiam.
"Cih, aku tau dia ada ditempat ini..." ucap Leona yang mencari-cari dengan matanya yang tajam.
Iapun melihat Arashi ketakutan sembunyi dibawah meja dan dengan tersenyum menyeringai bagaikan binatang buas menemukan mangsa Leona berkata, "Ketemu kau...!!!"
Wanita itupun segera berlari lalu melompat dan menginjak meja tempat Arashi sembunyi sekuat tenaga, "Jbbuuak...!!!" Meja tersebut hancur dan kaki Leona saat ini menginjak punggung Arashi.
"Mengapa kau sembunyi dariku?" Tanya Leona dengan sorot mata tajam.
"Hahaha..." Arashi tertawa dan kebingungan menjawab, "Yah, itu karena..."
"Bertarunglah denganku...!!!"
"Eehh...??!! Tidak, tidak, aku tak mungkin menang melawanmu, kak..." ucap Arashi yang terkejut dan langsung menolak.
"Cih, aku tak peduli!! Pokoknya bertarunglah denganku..."
"Aku tidak mau babak belur..." Arashi tetap saja menolak.
"Tap... tap... tap..." wanita teman serigala Leona mendekat, "Jadi kau adalah 'si pengacau' itu, ya?"
"Ya, benar..." jawab Arashi, "Memangnya siapa kau?"
"Dia adalah wanita serigala buas dan juga haus pertarungan dan julukannya adalah 'Si Serigala Badai'..."
"Akupun terkejut dia ingin bertemu denganmu jadi aku membawanya ke sini dan yang jadi masalah bagaimana bisa kau mengenalnya..." jelas Leona.
Arashi memperhatikan dengan seksama wanita serigala itu dan bergumam dalam hati, "Memangnya siapa sih dia? Kok aku gak kenal juga?"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 944 : Dimulai Besok.