Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1166 : Bunuh Raja Iblis


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Cahaya menyilaukan melesat ke arah masing-masing raja iblis dan salah satunya mengarah pada Kamui 'sang raja iblis cahaya'


Masamune yang menghadapi Kamui dan telah mendapatkan penjelasan Senju Rain lewat telepati tersenyum menyeringai, "Aku mengerti!!!!"


"Apa yang kau bicarakan, sialan?" Ucap Kamui.


Masamune meningkatkan energi dan menggenggam erat sebilah pedangnya dengan dua tangan lalu meledakan energi kegelapan dari kedua pijakan kakinya, "Sekarang kau tak abadi lagi dan aku akan seger mengirimmu ke neraka..."


"Cih..." Kamui yang menyadari Va'al telah dikalahkan nampak kesal dan iapun berkata, "Aku tak perlu keabadian untuk mengalahkanmu, bocah...!!!" Ia menciptakan dua buah pedang ditangan kanan dan kiri dari elemen cahaya.


"Sllash!!" Dengan sekali pijakan, Kamui melesat secepat cahaya dan langsung saja menebas, "Cthing!!"


Dua buah pedang cahaya itu beradu dengan pedang kegelapan milik Masamune.


Kamui segera menjaga jarak.


"Tidak lagi!!! Aku tak akan kalah!!" Teriak Masamune penuh semangat, iapun melesat ke arah lawan.


Kamui bersiap menghadapi Masamune, "Aku tak takut padamu!!!"


Masamune menusuk dan Kamui menyilangkan pedangnya untuk bertahan akan tetapi sejengkal sebelum pedangnya berbenturan mendadak Masamune masuk ke dalam bayangannya sendiri.


"Apa!!" Sontak keputusan Masamune itu membuat Kamui terkejut.


Masamune muncul kembali tepat dibelakang Kamui dan iapun mencengkram kepala lawan dari belakang lalu membantingnya ke depan, "Jbbuuak!!" Kepala 'sang raja iblis cahaya' itu membentur tanah dengan sangat keras sampai-sampai menancap ke dalam tanah.


"Khehehe... rasakan itu!!" Ucap Masamune yang senang.


Kamui segera menarik kepalanya yang terbenam, "Jangan main-main denganku...!!!" Teriaknya dengan melesat secepat cahaya ke arah Masamune.


Masamune yang telah mendapatkan kepercayaan dirinya tetap tenang dan iapun bergumam dalam hati, "Rivalku yaitu Arashi sudah berhasil mengalahkan 'sang raja iblis pelahap'..."


"Lalu rivalku yang lain yaitu Rain telah berhasil mengalahkan 'sang raja iblis hutan'..."


"Aku senang dengan pencapaian mereka berdua akan tetapi juga aku iri pada pencapaian mereka..."


"Ya, oleh karena itu aku tak boleh kalah darimu..."


Kamui melesat mendekat dengan kecepatan cahaya lalu menebas akan tetapi serangan itu dapat dihindari oleh Masamune.


"Hanya sebatas itukah kemampuanmu?" Ejek Masamune.


Kamui 'sang raja iblis cahaya' kesal karena pergerakannya yang sekejap itu terbaca, "Cih..." ia memfokuskan energi pada kedua kakinya lalu dengan sekali lompatan melesat ke angkasa.


"Aku ingin tau bagaimana caranya kau mengatasi yang ini..." Kamui mengarahkan kedua telapak tangan ke bawah dan menembakan ribuan bola cahaya.


Masamune terdiam dan memejamkan matanya, ia teringat percakapan dengan Arashi beberapa waktu yang lalu.


Saat itu Arashi sedang nongkrong ditoilet dan Masamune menunggu diluar dengan bersandarkan pintu toilet.


"Hey, Arashi!! Aku heran padamu!! Maksudku bagaimana caramu membaca serangan lawan yang begitu cepat dan datangnya secara bertubi-tubi?" Tanya Masamune.


Arashi yang nongkrong ditoilet dan fokus jadi agak risih, "Tak bisakah kita bicara nanti?"


"Tidak bisa!!"


"Kau mengganggu saat pentingku..." ucap Arashi.


"Ayolah, jawab saja dan aku akan segera pergi!! Kau tau disini bau sekali!!" Ucap Masamune dengan menutup hidungnya.


Kembali ke masa sekarang dimana Kamui menembakan bola-bola cahaya seukuran bola kasti yang tak terhitung jumlahnya.


Masamune berdiri tegak dan ia perlahan memejamkan mata lalu memfokuskan segalanya pada insting yang ia miliki, "Aku telah melakukan seperti yang Arashi katakan dan aku mempertaruhkan semuanya sekarang..." ia perlahan membuka matanya dan entah mengapa Masamune merasa serangan yang datang padanya terasa lambat begitu ia mempertajamkan instingnya.


"Seperti inikah dunia terlihat saat kita mempertajamkan insting?" Ucap Masamune yang dengan mudahnya mampu menghindari setiap tembakan.


Kamui menjadi sangat geram ketika Masamune mampu menghindari setiap serangan miliknya, "Kurang ajar!!" Iapun mengangkat kedua tangan ke atas lalu mengumpulkan energi.


Masamune berdiri tegak dengan mempertajamkan instingnya, ia menggenggam erat pedangnya dengan dua  tangan, "Aku akan mencoba menebas dari tempat ini..." pikirnya dengan meningkatkan energi.


"HIIAA...!!" Kamui melemparkan bola cahaya berukuran besar.


"Lampaui batasanmu..." gumam Masamune dengan melesatkan tebasan, "Sllash!!"


Sebuah angin pemotong yang berpadukan dengan kegelapan tipis melesat sangat cepat tanpa disadari oleh musuh.


"Apa ini?" Kamui tak mengerti karena saat melemparkan bola cahaya perlahan pandangan matanya kabur, "Aku terbelah jadi dua?" Ucapnya yang tak percaya.


Bola cahaya yang hendak ia lemparkan juga terbelah jadi dua dan kemudian meledak, "DHUUAARR...!!" Kamui 'sang raja iblis cahaya' terbelah jadi dua lalu meledak oleh serangannya sendiri.


Ya, satu 'raja iblis' telah dikirim ke neraka.


*****


Dipertarungan yang lain.


Tatsumi Kidou 'si tinju penghancur' berhadapan dengan Juzo 'sang raja iblis lautan' dan Eden 'sang raja iblis duri'


Semangat Saburo langsung turun begitu mengetahui kedua lawannya tak abadi lagi, "Yah, padahal pertarungan ini menyenangkan tapi sayangnya akan cepat berakhir..."


"Apa!!! Jangan meremehkanku!!" Teriak Eden yang dengan mudahnya emosi, ia meletakan dua telapak tangan ke tanah.


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Duri-duri tajam bermunculan dari dalam tanah dan mengarah pada Saburo.


Tubuh Saburo yang berlapiskan berlian sama sekali tak terluka.


Juzo memperingatkan rekannya, "Jangan buang-buang energi dan gegabah Eden!! Kemampuan kita tak cocok melawannya!! Lari!!!"


"Sebagai raja iblis aku tak akan pergi kemanapun!! Akan ku hadapai dia dan bertarung sampai mati!!" Teriak Eden dengan sikap keras kepalanya, iapun berlari ke arah Tatsumi Saburo.


"Tunggu Eden!! Berbahaya!!"


Saburo yang semula kehilangan hasrat bertarungnya setelah mengetahui lawannya tak abadi lagi mendadak tersenyum menyeringai karena sifat kegilaannya pada pertarungannya bangkit kembali, "Gyahahahaha...!!"


Eden melesat dan langsung saja menusuk dengan duri tajam yang berasal dari telapak kakinya, "Cthing!!" Duri tajam itupun tepat mengenai bagian perut dan mendorong lawan kebelakang.


"Gyahahahaha...!! Itu lebih baik akan segera ku habisi kalian lalu pergi berburu iblis yang lain!!" Teriak Saburo yang kemudian berdiri tegak karena tusukan Eden sama sekali tak mempan padanya


Iapun mencengkram duri yang sedang menusuk perutnya dan membanting Eden berulang-ulang, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!"


"Entah mengapa aku merasa dia berbeda dari sebelumnya..." pikir Juzo yang mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan rekannya dari kegilaan Saburo.


Iapun tanpa ragu menembakan sebuah cero pada punggung Saburo, "WUUSS...!!!"


"DHUUAARR...!!" Ledakan tercipta dan hal itu membuat Eden terlempar.


"Eden, ayo lari!!"


"Berisik!! Aku akan bertarung sampai mati!!" Teriak Eden dengan sikap keras kepalanya


"Sampai mati!!! Menarik sekali!!" Teriak Saburo dengan keluar dari kepulan ledakan dan langsung saja menendang dagu Eden.


"Jbbuuak!!" 'Sang raja iblis duri' itupun segera bangkit lagi.


"Gyahahahaha...!!" Tatsumi Saburo tertawa lepas dan semakin brutal.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1167 : Bunuh Raja Iblis II