Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1077 : Cucu Dewa Kematian II


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


D'maria tersenyum menyeringai saat melihat ketiganya memasang ekspresi serius, "Hahahahaha...!! Konyol sekali!! Wajah kalian terlihat sangat bersemangat dan apakah kalian pikir dapat mengalahkanku?"


"Asal kalian tau saja aku merupakan iblis kelas atas yang setara dengan para raja iblis dan juga diriku ini merupakan cucu dari Dewa Agung, Dewa Kematian..."


"Misaki, berhati-hatilah..." bisik Minaka.


"Ya, akupun juga tau!! Aku bisa saja menggunakan kemampuan clon tetapi aku punya firasat dia juga bisa melakukan hal yang sama..." ucap Misaki dengan suara pelan.


D'maria menggenggam erat sabitnya lalu meningkatkan energi sehingga energi kegelapan meledak dari kedua pijakan kakinya, "Khi..." si iblis wanita itu tersenyum menyeringai karena sabit yang ia genggam berubah menjadi sangat besar.


"Sekarang terpotonglah!!" Iapun menebas, "Sllash!!!"


Angin pemotong dari serangan D'maria mampu memotong gedung-gedung dihadapannya sehingga memaksa Minaka dan Misaki untuk menghindar akan tetapi Rikie malah berlari dan menahan sabit itu secara langsung dengan menggunakan lengan kanannya.


D'maria menjadi sangat geram karena sabitnya dapat ditahan dengan tangan kosong, "Bagaimana mungkin? Padahal seranganku sudah ku lapisi kemampuan kematian yang setiap apa saja bisa langsung menemui ajalnya tapi bagaimana mungkin lenganmu bisa menahannya?"


"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan pada balutan perban yang ada ditangan kananmu itu?" Ucap si iblis wanita itu dengan sorot mata tajam.


Rikie yang menahan serangan itu berkata, "Kau tak perlu tau apa yang ku sembunyikan dibalutan perbang yang ada dikedua tanganku ini..."


"Sialan!!!" D'maria meningkatkan energi dan semua energinya terfokus pada mata sabit, iapun menarik kembali sabitnya dan menebas lagi, "Sllash!!!"


"Cthing!!!" Lagi-lagi Ragna menahannya dengan lengan kanan akan tetapi kali ini ia terdorong dari tempatnya berpijak semula, "Kuat sekali!!!" Pikir Rikie dalam hati.


D'maria semakin geram dan iapun melesat lagi ke arah Rikie lalu menebaskan sabit secara berulang-ulang, "Sllash!! Sllash!!"


"Shring!! Shring!!" Ragna menahan setiap tebasan dengan kedua telapak tangannya.


Minaka yang terkejut berkata, "Dia menaha.nnya dengan tangan kosong..."


"Dia memang menahannya akan tetapi hal itu tak akan bertahan lama..." sahut Misaki.


"Aku tau!! Kita harus membantunya..." ucap Minaka yang dipunggungnya muncul lengan-lengan bayangan.


Misaki bergumam dalam hati, "Kita ada diwilayah musuh jadi sebaiknya jangan menggunakan energi secara berlebihan dulu..."


"Akan ku gunakan sepuluh persen dari energiku..." iapun mengambil grimoire sihir putihnya dan mengambil sebuah kuas.


"Teknik Sihir : Clon"


Misaki menciptakan sebuah clon dan yang ia ciptakan adalah Masamune Ryusaki.


"Ryusaki? Mengapa dia?" Tanya Minaka.


"Karena dia sama-sama memiliki kekuatan Dewa Kematian..." jelas Misaki.


"Kau tak perlu meragukanku..." ucap Masamune dengan segera melesat maju.


"Cih..." Minaka mengikutinya dari belakang.


D'maria terus menerus melancarkan tebasan dan Rikie terus menerus menahan dengan lengannya meski ia juga terlihat mulai kesulitan.


"Hahahaha...!! Sepertinya kau mulai kuwalahan..." si iblis wanita itupun mentertawakan keadaan Rikie, iapun tak menyadari pergerakan Masamune.


Masamune mengambil Pilar Langit dan langsung menghantamnya dari arah samping, "Jbbuuak...!!!" D'maria yang lengah terlempar jauh lalu Minaka memanfaatkan hal itu dengan menceng.kramnya erat-erat menggunakan lengan-lengan bayangan.


"Akan ku hancurkan tubuh wanita iblis ini..." gumam Minaka dalam hati dengan cengkraman lebih erat.


Rikie yang lega berkata pada keduanya, "Kalian menyelamatkanku..."


"Ya, tetapi jangan senang dulu karena semua ini belum berakhir..." ucap Masamune dengan sorot mata tajam.


"Ya, akupun juga tau..."


Keduanya berdiri tegak berdampingan.


Minaka yang mencengkram lawan dengan kemampuan bayangannya nampak fokus, "Apa dia sudah kalah?" Pikirnya karena tak merasakan energi dari lawan.


"Apa-apaan ini?" Iapun mendadak terkejut saat merasakan energi kuat dari cengkraman bayangannya itu, "Dia masih dapat melawan balik...!!!!"


Si iblis wanita itupun terlihat sangat marah saat melihat ke arah tiga lawannya, "Cih, sepertinya dia kuat..." gumamnya saat melihat Masamune.


Masamune menggengam erat pilar langit dengan dua tangannya ke depan lalu memutar-mutar, "Majulah, iblis!!!"


D'maria yang merupakan iblis kelas atas merasa diremehkan oleh Masamune dan iapun terpancing emosinya, "Sialan!!!"


"Zink!!!" Iapun berteleport dan langsung muncul dibelakang punggung Masamune.


D'maria mengangkat sabitnya dan menebas akan tetapi Masamune yang sedang memutar-mutar pilar langsung berbalik sehingga dagu D'maria terkena ujung tongkat Masamune, "Jbbuuak...!!" Si iblis wanita itupun terlempar.


Minaka memanfaatkan kesempatan dengan menghujani D'maria pukulan-pululan lengan kegelapan, "Jbbuuak!! Jbbuuak!!" Meski serangannya tak begitu bertenaga tapi Minaka berhasil membuat lawannya babak belur.


Rikie sangat kagum dan berteriak dengan semangat, "Senpai serangan kombinasi kalian luar biasa..."


"Tidak, yang tadi itu biasa aja..." ucap Masamune dan Minaka serentak.


"Yah, meskipun biasa saja tapi tetap saja aku kagum pada kalian berdua...!!!" Ucap Rikie.


D'maria yang babak belur karena dihajar oleh Masamuea dan Minaka secara perlahan berdiri lagi, ia nampak sangat marah, "Akan ku habisi kalian...!!!" Ucapnya yang perlahan memulihkan luka-lukanya dengan kemampuan regenerasi.


Ia meningkatkan energi dan memfokuskan energi pada satu titik yaitu ujung mata sabit, "HIIAA...!!" D'maria menggenggam erat sabitnya dengan dua tangan lalu menebas.


"Sllash!!!" Angin pemotong bergerak secara vertikal.


Masamune tak tinggal diam, iapun menancapkan pilar langit pada tanah, "Cthing!!!!!" Angin pemotong membentur pilar langit dan terus mendorongnya.


"Cih..." Masamune menggenggam erat sekuat tenaga dan memperkuat pijakan kedua kaki akan tetapi tetap saja ia terdorong ke belakang.


Minaka membantu rekannya itu dengan menggunakan lengan-lengan bayangan yang ikut serta mencengkram pilar langit.


"Fiuh..." keduanya nampak lega karena dapat menahan serangan itu.


Misaki yang berada dikejauhan bersama dengan Goto, kakak Goto, Hinowa dan anak-anak berteriak, "Dasar bodoh!!! Jangan bermain-main dan cepat kalahkan iblis wanita...!!!!"


"Cih..." Masamune menoleh ke belakang dan merasa tersinggung, "Maaf saja, aku hanyalah sebuah clon dan jika ingin iblis wanita itu segera kalah maka setidaknya berikan sebagian energimu..."


"Tidak mau!!!!" Teriak Misaki yang ada dikejauhan.


Disaat Minaka dan Masamune sedikit lengah, D'maria yang kesal mengumpulkan energi pada ujung tanduknya, "Sialan, mereka kuat juga..." pikirnya yang membentuk sebuah cero, "WUUSS...!!"


Cero ditembakan dan melesat ke arah keduanya yang tak waspada, "Tap..." mendadak Rikie berdiri tepat pada laju serangan itu, ia pun mengarahkan dua telapak tangannya ke depan untuk menahan cero yang datang.


"HIIAA...!!!" Meski menahan dengan memperkuat pijakan kedua kakinya tapi Rikie tetap saja terdorong ke belakang, "Yang benar saja!!! Kuat sekali!!!" Pikir Rikie dan iapun memutuskan melemparkan serangan itu ke atas, "DHHUUAARR...!!!" Tercipta ledakan diudara.


"Fiuh, aku berhasil..." gumam Rikie dalam hati.


"Plak!! Plak!!" Mendadak Masamune dan Minaka mengeplak kepala Rikie dari belakang.


"Kenapa kalian memukul kepalaku?" Protes Rikie.


"Kau bodoh!! Mengapa melempar serangan itu ke udara?" Ucap Minaka.


"Benar, kita ada diwilayah musuh dan hal yang kau lakukan barusan sama hal memberitahu semua musuh bahwa kita ada disini..." sahut Masamune.


"Sialan, aku lupa!!!!" Rikie menyesali perbuatannya.


"Zink!! Zink!! Zink!!" Dan benar saja, enam iblis wanita mendadak muncul dengan kemampuan teleport dan mereka berenam berdiri diatas gedung.


"Kau lama sekali, D'maria?" Ucap salah satu dari mereka yang ternyata rekan D'maria.


Ya, kelompok itu pun dalam masalah besar!!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1078 : Cucu Dewa Kematian III


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****