Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1069 : Pedang Serba Guna


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Dihamparan tanah yang semuanya telah hancur Arashi perlahan bangkit dan keberadaannya yang masih hidup itu membuat semua raja iblis terkejut.


Ia melapisi seluruh tubuhnya dengan berlian sehingga bisa bertahan disegala serangan lawan.


"Hah..." Arashi menghembuskan nafas secara perlahan dan ia yang terluka perlahan menyembuhkan diri dengan elemen darah spesial milik Yuza, "Melawan 7 raja iblis sekaligus memang sangat merepotkan dan ku yakin aku tak bisa mengalahkan mereka semua sekaligus..."


Secara mendadak seorang gadis kecil yang memiliki rambut merah panjang jatuh didekat Arashi.


"Eeehh...!!" Arashi terkejut.


"Aduh, kepalaku sakit!!" Ucapnya dengan mengusap kepalanya yang benjol.


Anak kecil itu adalah perwujudan dari pedang yang ditempa Arashi di Lembah Penempa Pedang.


"Yugiri, bagaimana mungkin kau bisa ada ditempat ini?"


"Eeeeeemmmm..." gadis kecil itu berfikir dan terlihat lama sekali dalam menjawab, "Eeeeeemmmm... tidak tau papa..."


"Hadeh..." Arashi terlihat malas menanggapi anak kecil, "Karena kau sudah berada disini dan aku sangat kesulitan menghadapi 7 raja iblis sekaligus jadi bisakah kau membantuku, anakku, Yugiri?"


"Emm..." gadis kecil bernama Yugiri itu langsung saja mengangguk, "Aku memang kemari untuk membantu papa!!"


Arashi tersenyum lebar, "Yosh!! Mari tunjukan kemampuan kita berdua pada mereka...!!"


"Emm..." gadis berambut merah itu tersenyum dan mengangguk.


"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Tak butuh waktu lama ketujuh raja iblis yang menyadari bahwa Arashi masih hidup langsung bergerak lagi. Mereka melompat dan jatuh tepat mengepungnya.


"Kali ini kami akan benar-benar memastikan kau terbunuh, si pengacau!!!" Ucap Leonidas dengan sorot mata tajam.


"Khehehehe..." Arashi tersenyum lebar, "Sayang sekali!!! Tapi kalian akan terpotong-potong..."


"Yugiri, lakukan!!"


"Siap, papa..." gadis kecil bernama Yugiri itupun meningkatkan energi dan menghasilkan cahaya terang yang sangat menyilaukan.


Iapun berubah menjadi sebilah pedang.


Arashi menggenggam pedang tersebut, "Yugiri adalah salah satu anakku yang memiliki kemampuan spesial..."


"Dia mampu berubah menjadi sebilah pedang yang memiliki segala elemen..."


"Lalu jika pemegangnya tak mahir atau tak bisa ilmu berpedang sekalipun Yugiri dapat menyesuaikannya dengan berubah bentuk sesuai keinginannya..." Arashi tersenyum lebar dengan menggenggam erat pedangnya.


Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya terang yang sangat menyilaukan dan begitu cahaya itu menghilang nampaklah sebuah sayap yang setiap bulunya adalah pedang muncul dipunggung Arashi, "Mode : Swordman"


Leonidas menatap tajam, "Apa-apaan itu?"


"Ini adalah pedangku!!!"


"Cih, aku tak peduli!!" Ucap Leonidas dengan melompat dan iapun menyatukan dua kepalan tangan bersiap menghantam dari atas dengan kemampuan gempa, "HIIAA...!!"


Arashi dengan tersenyum lebar mengibaskan sayap pedangnya dan beberapa pedang melesat lalu menusuk tubuh 'sang raja iblis gempa', "Jlleebb...!! Jlleebb...!!"


"Ugh!!" Leonidas yang lengah terjatuh ke tanah.


Para raja iblis yang lainnya sekarang mengerti bahwa kemampuan Arashi mirip dengan yang dimiliki oleh Dewa Pedang.


"Majulah kalian semua dan akan ku tusuk..." Arashi dengan penuh rasa percaya diri malah menantang mereka semua.


Eden 'sang raja iblis duri' merasa diremehkan, "Sialan!!!!" Iapun menghentakan kaki kanan ke depan lalu munculah duri-duri tajam yang menjulang tinggi dari dalam mengarah pada Arashi.


"Sllash!! Sllash!!" Arashi mengibaskan sayap pedangnya dan dengan mudahnya memotong duri-duri itu begitu mendekat.


"Yah, karena kalian tak mau menyerangku maka biarkan aku yang menyerang..." sayap pedangnya mendadak berubah warna menjadi hitam karena merupakan elemen besi.


Arashi meningkatkan energi sehingga besi dipanaskan berubah warna menjadi merah membara, "Baiklah, aku datang pada kalian..." ucapnya dengan sekali kepakan sayap saja melesat ke arah Mogura.


Mogura mengarahkan ribuan lengannya pada Arashi dan menembakan cero-cero seukuran genggaman tangan.


Arashi yang memiliki insting tajam dengan mudahnya menghindari serangan yang mengarah padanya dengan terbang berkelok-kelok, "Khehehe..." ia tersenyum lebar dan memotong-motong lengan Mogura dengan kibasan-kibasan sayap pedangnya.


"Sialan!!!" Mogura geram dan ia segera meregenerasi lengan-lengannya yang terpotong.


Arashi mulai bosan memotong-motong lengan Mogura dan iapun terbang ke angkasa.


Kilatan-kilatan petir muncul disayap yang ada dibelakang punggung Arashi, "Hey, Yugiri!! Hujani dia dengan petir!!"


"Baik papa..."


Di angkasa yang tinggi itu Arashi mengibaskan sayap pedangnya dan kilatan-kilatan petir melesat ke bawah, "Sllash!! Sllash!!"


"Gawat!!" Mogura terkejut dan iapun melindungi dirinya dengan mengarahkan ribuan lengannya ke atas.


Ribuan lengannya itu hancur lebur karena kilatan petir yang jatuh dari angkasa, "DHUUAARR...!!!" Tercipta ledakan yang meninggalkan sebuah cekungan.


"Khihihi..." Arashi tersenyum lebar dan beralih terbang ke arah Venom dan Karma.


"Venom, dia datang ke arah kita..." ucap Karma dengan menciptakan dua buah pedang dari elemen petir.


"Aku tau!!" Ucap Venom dengan menarik tulang belakangnya sehingga ia memegang sebuah cambuk.


"WUUSS..."


"DYYEESS...!!" Arashi jatuh tepat dihadapan keduanya dengan hentakan kaki yang sangat kuat dan iapun segera menyerang dua raja iblis yang berdiri dihadapannya dengan kibasan-kibasan sayap pedangnya.


"Sllash!! Sllash!!" Kedua raja iblis itupun menyerang dengan melesatkan senjata yang mereka genggam masing-masing.


"Dia lincah sekali..." pikir keduanya yang mulai kuwalahan menghadapi kibasan-kibasan sayap pedang dari Arashi.


Sayap pedang yang ada dipunggung Arashi mendadak terlapisi oleh angin peruntuh dan iapun mengibaskannya dengan sangat kuat, Jbbllast...!!!" Dua raja iblis yang berusaha menahannya malah terlempar.


Arashi menarik nafas panjang dan meningkatkan energi, "Auman Naga Api...!!!!"


"WUUSS...!!!"


"DHUUAARR...!!!" Venom dan Karma terkena ledakan besar.


"Khehehehe..." Arashi tersenyum lebar.


Kombinasi dari sayap pedang dan kemampuan Arashi sendiri benar-benar hebat karena mampu memojokan 4 raja iblis sekaligus.


Tersisa tiga musuh yang belum merasakan kehebatan dari sayap pedang Arashi dan mereka adalah Eden 'sang raja iblis duri', Guts 'sang raja iblis bumi' dan Excel 'sang raja iblis es'


Ketiga raja iblis itupun mengepung Arashi dari tiga sisi yang berbeda.


"Hohoho... tersisa 3 ya?" Ucap Arashi dengan nada mengejek.


"Kurang aja!!!!" Eden 'sang raja iblis duri' menggenggam erat gada besinya dan ia melompat lalu mengayunkannya sekuat tenaga.


"DYYEESS...!!" Serangan Edeng menghantam sayap pedang terlapisi oleh berlian dan hanya membuat pijakan kaki Arashi hancur.


"HIIAA...!!!" Arashi menghempaskan Eden dengan mengibaskan sayap pedangnya, iapun memanjangkan lengan kanannya ke belakang dan kepalan tangannya terlapisi oleh besi membara.


Arashi memusatkan energi pada satu titik lalu ia memukul sambil melemparkan semua energi yang telah terkumpul sekaligus, "Jbbllast...!!!!" Eden menahan pukulan Arashi dengan gadanya akan tetapi gada besi berduri miliknya malah hancur dan perutnya berakhir dengan berlubang.


"Tersisa dua yang perlu dihajar..." ucap Arashi.


Excel mendadak membekukan tanah sehingga Arashi tak dapat bergerak dari tempatnya berpijak lalu dilain sisi Guts telah berubah menjadi raksasa batu dengan ukuran 500 meter dan langsung melesatkan pukulan super besar.


Arashi tetap tenang dan iapun membentangkan sayap pedangnya selebar mungkin, "Sllash!! Sllash!!" Iapun malah memotong-motong kepalan tinju sang raksasa batu itu dengan mudahnya.


"Apa...!!!!!" Excel dan Guts terkejut.


"Khehehe... itulah kekuatan gabungan kami..." ucapnya dengan penuh rasa bangga.


Kedua raja iblis itupun geram lalu 5 raja iblis yang lainnya berkumpul kembali.


Mereka perlahan memulihkan luka yang dideritanya dengan kemampuan regenerasi dan mereka menatap tajam Arashi.


"Gunakan seluruh kemampuan yang kita miliki..." ucap Leonidas.


"Ya..." semuanya setuju dan meningkatkan energi yang luar biasa kuat, "Mode : Devil" ketujuh raja iblis itu secara bersamaan menunjukan wujud aslinya.


Akankah giliran Arashi yang terdesak?


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1070 : Berhentilah Main-main!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****