
Kekaisaran Dewa telah runtuh dalam perang besar melawan manusia dan hal itupun memicu perubahan besar bagi dunia.
Kekacauan terjadi akibat hilangnya keseimbangan dan tatanan dunia.
Para iblis mulai memberanikan diri untuk bergerak dan sebuah kota telah dikuasai oleh salah satu 'raja iblis'.
Bangunan-bangunan kota hancur tertusuk duri-duri tajam yang muncul dari dalam tanah.
Tak hanya bangunan tapi duri-duri itu mengakhiri nyawa penduduk dengan menusuk mereka.
Sekarang kota itu bagaikan terpagari duri-duri yang tertancap tubuh manusia.
Dipusat kota terdengar suara tawa lepas dari sesosok iblis, "Hahahahaha...!! Era para dewa telah berakhir dan saat ini waktunya para iblis menunjukan taringnya...!!!"
Ia adalah salah satu Raja Iblis yang mempunyai julukan 'raja iblis duri' dan ia bernama Eden.
Eden merupakan iblis berbadan kekar dengan empat lengan dan duri-duri dipunggungnya lalu meskipun ia seorang iblis tapi ia tak mempunyai tanduk.
"Hahahaha..." Eden tertawa lepas setelah membunuh banyak sekali nyawa penduduk tak bersalah dan iapun terlihat sangat puas.
Dihadapan 'raja iblis duri' itu para penduduk bersujud karena mengharapkan belas kasih dan ampunan.
"Ku mohon ampuni aku!!"
"Jangan bunuh aku!!"
"Biarkan aku hidup!!" Ucap mereka dengan wajah memelas dan penuh harap pada sang iblis.
"Hahahaha...!!!" Sang iblis itu hanya tertawa lepas, "Aku suka melihat wajah penuh keputusasaan kalian tapi sayang sekali tapi aku juga sangat senang melihat kematian kalian..."
'Raja Iblis Duri' itu menghentakan tanah dan duri-duri muncul dari dalam tanah menusuk tubuh beberapa penduduk sampai terangkat ke atas, "Arrggh...!!!" Teriak mereka yang kemudian kehilangan nyawa.
Hal itu memicu kepanikan dan menambah rasa takut pada para penduduk yang masih hidup.
Mereka berlarian kesana kemari tak tentu arah karena tak bisa kabur dari tempat itu.
Dinding-dinding duri yang menutupi kota membuat para penduduk tak punya harapan melarikan diri, "Hahahahaha...!! Larilah!! Takutlah padaku dan berputusasalah karena kalian berhadapan denganku, 'sang raja iblis duri...!!!!" Ucap Eden yang terlihat menikmati keadaan.
*****
Ditempat yang jauh tepatnya ditengah lautan Arashi dan kedua rekannya sedang berlayar menuju daratan terdekat.
"Cih, sial..." Arashi terlihat kesal.
"Kenapa denganmu itu?" Tanya Misaki.
"Ya, aku masih kesal saja karena dikalahkan oleh 'penyihir hutan' itu..." jelas Arashi.
"Wajar saja kau kalah karena yang kau hadapi itu adalah petarung legendaris..." sahut Senju Rain.
"Tapi sayangnya aku tak sempat menunjukan semua kemampuanku!! Ya, jika aku menunjukan semua kemampuanku maka ku yakin aku akan mampu mengalahkannya..."
"Pemikiran yang bodoh..." ejek Senju Rain, "Dia legenda jadi ku pikir dia juga belum mengeluarkan semua kemampuannya..."
Arashipun seketika terdiam dan tak dapat beralasan lagi.
Kapal yang mereka tumpangi berlayar dengan perlahan dalam lautan yang tenang, angin berhembus semilir dan awan biru terlihat dilangit. Ketiganya menikmati perjalanan pulang dengan hati yang riang gembira.
Arashi tiduran dilantai kapal sambil menatap ke langit biru, "Hah... inilah hidup!!!" Gumamnya dengan memejamkan mata.
Sementara itu Misaki mendekati Senju Rain yang sedang memeriksa peta rute perjalanan, "Hey, Rain!!"
"Apa?" Senju Rain mengalihkan pandangan.
Senju Rain terdiam sejenak lalu berkata, "Itu sedang ku pikirkan dan sedang ku pertimbangkan..."
"Apa lagi yang kau ragukan dari Arashi? Dia kuat dan hebat yang bahkan seorang legenda saja mengakui kemampuannya?" Tanya Misaki lagi.
Senju Rain berkata, "Ya, aku tau dia kuat akan tetapi sepertinya sikap ceroboh dan sembrono dari Arashi belum berubah!! Sikap seperti itulah yang akan jadi bahan pertimbanganku dia tetap di Red Eagle atau tidak..."
Misaki terdiam dan tak punya pertanyaan lagi, iapun menyadari bahwa apa yang dikatakan rekannya itu benar dan semuanya demi kebaikan Red Eagle.
Ya, disaat keduanya sedang berbicara satu sama lain secara mendadak kapal berguncang hebat dan berhenti ditengah lautan.
"Apa yang terjadi?" Arashi yang tertidur sampai bangun dan terlihat terkejut.
"Entahlah, kamipun tak tau apa yang terjadi...!!!" Jawab Misaki dengan berteriak.
Senju Rain masuk ke dalam kapal lalu melihat ke bawah, ia cukup terkejut karena bagian bawah kapal tertusuk karang tajam, "Kita dalam masalah sekarang..."
Arashi dan Misaki yang berada dilantai atas terdiam tak menjawab.
"Hey, kawan-kawan!! Kita dalam masalah..." ucapnya lagi dengan menuju ke atas akan tetapi ia kembali terkejut karena melihat lautan tertutupi oleh kabut tebal.
"Hey, apa yang terjadi?" Ucapnya pada kedua rekannya yang terdiam.
"Kami tak tau akan tetapi mendadak ada kabut tebal..." jelas Misaki.
Arashi terlihat geram karena dengan penciuman yang tajam ia merasakan sesuatu, "Sialan, aku memcium bau darah..." iapun mengembangkan sayap api dan tanpa pikir panjang terbang meninggalkan kapal menuju kabut tebal.
"Kau mau kemana?" Teriak Misaki tetapi diabaikan oleh Arashi.
Senju Rain terlihat serius menyikapi keadaan, "Yang benar saja!! Kita sudah berada dijalur yang tepat tapi mengapa mendadak muncul kabut dan seharusnya ditempat ini tak ada karang tajam..."
"Kalau begitu ini hal aneh..." sahut Misaki.
"Firasatku buruk..." Senju Rain terlihat serius.
Arashi pergi dan keduanya tetap berada dikapal karena tak ingin salah langkah dalam mengambil keputusan.
*****
Ya, kabutpun terlihat semakin memudar dan Arashi terbang melewati duri-duri tajam
Iapun sampai dikota yang dibentengi duri-duri tajam lalu diujung duri-duri tersebut tertancap tubuh para penduduk yang sudah tak bernyawa.
"Siapa yang melakukan hal ini?" Arashi mendaratkan kaki dipermukaan tanah dan ia sekarang berjalan perlahan melewati sela-sela duri, "Sungguh kejam sekali!! Tak peduli anak-anak, dewasa atau bahkan orang tua semuanya dihabisinya..." ucapnya yang bertambah geram ketika melihat mayat yang tertancap.
Dalam perjalanannya menuju pusat kota Arashi mendadak mendengar suara tawa lepas dari seseorang, iapun langsung mempercepat langkah kakinya, "Cih, kurasa aku tau siapa pelakunya!!! Ya, aura dan tekanan energi ini jelas milik iblis..."
Arashi berlari dan terus berlari lalu tak butuh waktu lama iapun sampai dipusat kota, "Bagaimana mungkin?" Ia terbelalak dengan tumpukan mayat yang ada dihadapannya.
"Bagaimana mungkin kau bisa sekejam ini...!!!!!!" Teriaknya dengan lantang penuh emosi ketika dihadapannya berdiri sesosok iblis.
"Hahahaha...!! Aku tak mengenalmu dan jika kau bertanya alasanku membunuh mereka semua maka sudah jelas..."
"Aku adalah iblis jadi sudah sewajarnya aku membuat teror pada manusia..."
"Ya, aku adalah 'raja iblis duri', Eden..."
Emosi Arashi berubah menjadi amarah dan kini amarahnya tengah memuncak saat melihat kejahatan sang iblis, "Sialan...!!!!! Kau tak bisa dimaafkan!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 920 : Kesal