
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
7 hari telah berlalu semenjak 'si jenius' Senju Rain membuat janji.
Arashi, Ryusuke dan Yui telah meninggalkan markas Pasukan Bayangan secara diam-diam pada malam sebelumnya dan hal itu baru diketahui oleh mereka keesokan harinya.
"Tap... tap... tap..." terdengar suara langkah kaki yang sangat cepat, seorang gadis tengah berlari dengan tergesa-gesa pada sebuah lorong ruangan, "Ini gawat!!" Pikirnya yang panik.
Gadis itu menuju ke sebuah ruangan tertutup dan langsung menggedor-gedor pintunya, "Ini gawat!! Tuan Kai, cepat buka pintunya!!"
Ya, ruangan tersebut adalah milik pemimpin kedua Pasukan Bayangan yaitu Tuan Kai, "Pagi-pagi kau sudah ribut memangnya ada apa, Airi?"
Gadis itu adalah adik dari Ryusuke, Sakazaki Airi, "Hah... hah... hah..." ia yang tergesa-gera perlahan mencoba mengatur nafas, "Ini gawat!! Mereka pergi!! Kakak meninggalkanku!!" Ucapnya yang terdengar tak jelas.
"Aku tak mengerti apa yang kau maksud?"
Airi menarik nafas panjang dan mencoba untuk lebih tenang, "Maaf Tuan Kai, aku sedang panik tapi kakak ku tidak ada dan ia menghilang bersama dengan rekan-rekannya..."
"Mungkin dia ditempat latihan?"
"Aku sudah mencarinya ke segala penjuru tempat ini tapi tetap juga tak bisa menemukannya..." ucap Airi yang kembali panik dan iapun menyerahkan selembar kertas pada Tuan Kai.
"Apa ini?"
"Itu surat yang ditinggalkan mereka..."
Tuan Kai perlahan berubah menjadi serius dan mulai membaca isi surat tersebut, "Terima kasih banyak telah membantu kami akan tetapi kami tak ingin lebih banyak merepotkan kalian jadi kami pergi tanpa bilang-bilang..."
"Kalian tak perlu mencari kami karen kami pergi untuk merebut kota tempat kami tinggal..."
"Ya, maaf kalau kurang sopan akan tetapi kami sangat berhutang budi pada kalian..."
"Tertanda, Kosuke Arashi, lelaki paling ganteng sedunia, hehehe..."
Tuan Kai mendadak ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat geram, "Sialan!!" Iapun menggenggam erat kertas yang ditinggalkan oleh Arashi.
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita sudah memutuskan tidak akan terlibat dengan para iblis akan tetapi cukup aku dan kau, kita berdua akan pergi untuk membawa kakakmu kembali..."
"Aku tak tau apa yang dilakukan kakakmu dan 'si pengacau' itu selama 7 hari ini akan tetapi sekeras apapun latihan yang mereka jalani tetap saja keduanya bukan tandingan kakakku..."
*****
Sementara itu ditempat lain rakit-rakit tersusun rapi disebuah dermaga.
Rakit-rakit itu dibuat dari pepohonan yang ada di Pulau Abad dan digunakan untuk mengangkut pasukan siluman dari Pulau Abad.
Pasukan dari Pohon Abad itu terdiri dari berbagai jenis siluman seperti siluman kera, gajah, harimau, singa, kuda, anjing dan lain sebagainya.
Ya, 'si jenius' Senju Rain dan Shunichi Daisuke adalah orang yang memimpin pasukan dengan jumlah 2.000 petarung dan keduanya telah bergabung dengan anggota Red Eagle yang lainnya yaitu Yasaka Sena dan Yusami Akiru/Akaru.
Mereka bergerak secara perlahan didaratan menuju ke Kota Kronoz.
Keempatnya sekarang berada dipunggung seekor gajah raksasa.
"Tak ku sangka hari yang akan dijanjikan tiba juga..." ucap Daisuke.
"Apa kau gugup?" Tanya Senju Rain.
"Ya, sedikit..." jawab Daisuke.
Sena bertanya, "Apakah kita akan menang melawan musuh yang terdiri dari 17 raja iblis?"
"Entahlah..." jawab Senju Rain.
"Cih, kau pemimpin seharusnya menjawab dengan optimis!!" Bentak Sena yang jadi agak kesal.
"Hanya keajaiban yang bisa membuat kita menang akan tetapi mengandalkan keajaiban adalah sebuah tindakan bodoh..."
"Jangan hanya berfikir optimis tetapi jika kita menginginkan kemenangan maka kita harus bertarung sampai mati...!!!"
Sontak Sena dan Daisuke terdiam tetapi Akaru si sisi iblis petir malah menyeringai, "Bodoh!! Kau memang si jenius akan tetapi bukankah kita sudah sering bertarung sampai mati?"
"Cobalah kau ingat-ingat lagi pertarungan kita melawan Raja Pedang dan melawan Kekaisaran Dewa lalu ku yakin kita akan menang seperti biasanya!!"
Senju Rain menyeringai lalu tersenyum, "Benar sekali!! Seperti biasanya kita akan memenangkan perang ini!!!" Ucapnya dengan penuh rasa percaya diri dan hal itupun membuat Sena dan Daisuke semakin percaya pada kepemimpinan Senju Rain.
Seorang siluman elang mendekat pada mereka lalu ia memberitahu sebuah informasi, "Tuan Senju Rain..."
"Ada apa?"
"Kita telah melihat benteng musuh dan kita siap melakukan penyerangan..."
Senju Rain terdiam lalu memberikan sebuah perintah, "Tahan dulu serangan kita dan perintahkan seluruh pasukan untuk istirahat sejenak!! Perang ini akan berlangsung lebih lama dari yang kita bayangkan jadi perintahkan pasukan kita untuk mempersiapkan mental mereka..."
"Siap, aku mengerti..." ucapnya dengan tegas dan ia kembali ke wujud elang lalu terbang menjauh.
Begitu siluman elang itu pergi, Daisuke bertanya pada Senju Rain, "Mengapa kita tak langsung menyerang saja? Bukankah berhenti sejenak sama halnya memberikan kesempatan bagi musuh untuk bersiap?"
Senju Rain terdiam sejenak lalu berkata, "Kita harus istirahat dulu setelah melalui perjalanan jauh dan juga kita harus mengatur kembali mental pasukan..."
"Ya, musuh memang diuntungkan dalam kondisi kita saat ini dan juga kita memang tak diuntungkan dalam berbagai aspek..."
"Lalu kita tau betul bahwa dalam hal kekuatan militer musuh lebih unggul jadi kita berempat harus menunggu yang lainnya datang..."
Ketiganya setuju pada pendapat 'si jenius' Senju Rain itu.
Ya, sesuai arahan dari komandan perang mereka yaitu Senju Rain, para pasukan siluman itupun mendadak berhenti untuk istirahat sejenak.
Mereka menghabiskan waktu singkat sebelum perang dimulai itu dengan makan-makan, saling bercerita dan bercanda.
Senju Rain dan ketiga rekannya turun dari atas punggung gajah raksasa dan mereka berkeliling pasukan hanya untuk mengecek kondisi mental mereka apakah baik-baik saja atau mengalami tekanan.
"Sepertinya mereka dalam kondisi baik-baik saja..." ucap Akiru si sisi dewa es yang memiliki sikap baik hati.
"Benarkah?" Ucap Senju Rain yang tak percaya, "Bagiku mereka seperti menghibur diri sebelum kematian datang!! Semacam salam perpisahan sebelum mati..."
"Kenapa kau berfikir seperti itu?" Ucap Sena dengan ekspresi wajah agak kesal.
"Aku juga melihat seperti apa yang dikatakan olehnya!! Kondisi mental pasukan kita ini sangatlah menyedihkan..."
"Merekapun ragu pada kemenangan dalam perang ini..." ucap Daisuke.
"Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membuat mereka bersemangat lagi?" Tanya Akiru.
"Entahlah..." sahut Daisuke.
Sena berkata, "Jika tau kondisi mental para siluman seperti ini maka seharusnya kita tak meminta bantuan untuk berperang..."
"Kita tetap membutuhkan bantuan mereka dalam perang ini..." ucap Senju Rain dengan sorot mata tajam, iapun menyatukan dua telapak tangannya dan meningkatkan energi.
"Kau mau apa?" Tanya Akiru.
"Sebisa mungkin aku akan mencoba menghilangkan beban tekanan mental mereka..." ucap 'si jenius' itu.
Ya, mereka mengalami masalah bahkan sebelum perang dimulai...!!!
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1062 : 2.000 Melawan 10.000
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****