Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 937 : Kami Akan Mengalahkannya!!


"Si Akhir adalah kekhawatiran terbesar era ini karena dia tak terkalahkan dimasa lalu..." ucap Utsugi Reina dengan sorot mata tajam.


Arashi terdiam sementara itu Masamune seakan tak mau mempercayai kisah tersebut, "Tunggu dulu!! Aku tetap saja tak bisa sepenuhnya percaya pada kata-katamu itu...!!!"


"Maksudku meski 'si akhir' adalah iblis terkuat tapi tak mungkin dia mampu mengalahkan 10.000 pengguna jubah raja!!! Itu hal yang sangat mustahil...!!!!"


Dengan sorot mata tajam Utsugi Reina berkata, "Kenyataannya memanglah seperti itu..."


"Lautan darah, pertarungan 'si akhir' melawan 10.000 petarung membuat dunia bersedih kala itu..."


"Bukti dan saksi bisu dari pertarungan mereka adalah sebuat tempat yang sekarang ini kalian kenal dengan sebuatan Daratan Pedang..."


"Ya, Daratan Pedang tak lain adalah sebuah makam dari 10.000 pengguna Pedang Suci..."


"Meski telah mati dimasa lalu tapi mereka tetap saja menyimpan dendam dan kekhawatiran pada 'si akhir' sehingga selama 2.000 tahun mereka yang telah mati secara terus menerus memilih penerusnya yang kelah mereka berharap bisa menghadapi kekuatan 'si akhir' lagi..."


Masamune kali ini tak dapat berkata lagi karena iapun teringat dengan kata-kata yang diucapkan pengguna Pedang Suci yang mewariskan kekuatannya padanya, "Anak muda dari era ini aku telah mendengar tekadmu dan aku akan memberikan Pedang Suci terhebat untukmu agar kelak kau bisa mengalahkan sang iblis terkuat, 'si akhir'..."


"Begitu, ya? Sekarang ini aku mengerti..." ucap Masamune dengan suara pelan.


Utsugi Reina tertunduk sementara itu Masamune juga terdiam karena mengetahui menerima beban kekuatan yang harus digunakan untuk mengalahkan 'si akhir'...


Dilain sisi Arashi sama sekali tak merasa terkejut ketika mendengar kenyataan yang dikatakan Utsugi Reina dari masa lalu.


"Emm... Utsugi Reina, bukankah kau tadi bilang bahwa dirimu satu era dengan iblis yang mendapatkan julukan 'si akhir' itu?" Tanya Arashi.


"Ya..."


"Hmm... yang ku dengar dari Sang Penguasa Hutan, 'si akhir' itu karena terlalu hebat iapun disegel, jadi yang ingin ku tanyakan bagaimana caranya menyegelnya?" Tanya Arashi dengan tatapan serius.


"Omong kosong!!" Ucap Utsugi Reina.


"Apanya yang omong kosong?" Masamune semakin tak mengerti.


"Kejadian yang sebenarnya 'si akhir' itu tak pernah disegel..."


"Lalu bagaimana kenyataan yang sebenarnya?" Tanya Arashi dengan sorot mata tajam.


"Si Akhir merupakan iblis yang sangat loyal dan merupakan pengikut setia Kekaisaran Dewa akan tetapi setelah ia mengalahkan 10.000 pengguna Pedang Suci maka hal yang sebaliknya berubah..."


"Kekaisaran Dewa yang semula dibelanya perlahan mulai khawatir dan takut pada kekuatan 'si akhir' itu..."


"Mereka menganggap bahwa kekuatannya terlalu hebat dan ia dianggap terlalu berbahaya bagi Kekaisaran Dewa..."


"Kenyataan yang pahit karena para dewa mulai tak percaya pada 'si akhir' dan alasan itupun diperkuat karena 'si akhir' merupakan sesosok iblis yang bisa kapanpun membelot dan melakukan pemberontakan pada Kekaisaran Dewa jadi mereka memutuskan menjadikan 'si akhir' sebagai musuh..."


"Apa...!!" Masamune dan Arashi terkejut.


"Apakah terjadi pertarungan babak kedua antara 'si akhir' melawan Kekaisaran Dewa?" Tanya Masamune yang masih terkejut.


"Tidak, perang terbesar pada 2.000 tahun yang lalu adalah pertarungan 'si akhir' melawan 10.000 pengguna jubah raja dan jika terjadi perang antara 'si akhir' melawan Kekaisaran Dewa maka perang itu tak akan pernah menjadi perang terbesar diera tersebut..."


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Arashi.


"Dan asal kalian tau saja dimasa lalu aku adalah kekasih dari 'si akhir' yang ikut serta dalam proses penyegelannya..."


"Kau kekasihnya..." Masamune terkejut saat mendengar kisah 'si akhir' karena dikhianati oleh orang terdekatnya akan tetapi Arashi merasa ada yang janggal, "Tapi mengapa tadi kau bilang penyegelan 'si akhir' adalah sebuah omong kosong?"


"Ya, karena saat itu 2.000 tahun yang lalu 'si akhir' bisa saja lolos dari penyegelan akan tetapi dia tak melakukannya..."


"Apa maksudmu?" Masamune tak mengerti.


"Dasar bodoh!!" Arashi malah mengejeknya, "Iblis itu terlalu kuat jadi sebuah segel saja tak akan mungkin mampu menahannya dan jika pendapatku benar mungkin saja 'si akhir' itu shock berat karena dikhianati oleh orang-orang yang telah dilindunginya..."


"Benar sekali!! Ia sangat kecewa dan aku yang sangat tau betul sifat 'si akhir' mengetahui bila ia kembali pasti perang besar akan terjadi..."


"Kekaisaran Dewa telah runtuh jadi dia pasti punya sebuah rencana untuk membuat kekuasaannya sendiri dimana tiada satupun orang yang berani menantangnya..."


"Artinya 'si akhir' akan menaklukan era ini dan jika itu terjadi maka kalian dalam masalah yang sangat besar..." ucap Utsugi Reina dengan sorot mata tajam.


Masamune terdiam setelah mengetahui masalah besar dan sebuah tanggung jawab yang luar biasa berat yang harus dipikulnya akan tetapi mendadak Arashi malah tertawa, "Hahahahahaha...!!!"


Utsugi Reina menatap tajam karena merasa terhina penjelasan seriusnya ditertawakan, "Apanya yang lucu?"


"Si Akhir menjadi iblis terkuat di era lampau akan tetapi sekarang berbeda..."


"Intinya kami akan mengalahkannya jika dia berani berbuat onar...!!!!" Ucap Arashi dengan tersenyum lebar.


Utsugi Reina menjadi sangat geram dan kesal pada sikap Arashi itu, "Apa kau tak mengerti juga!!! 'Si akhir' itu sangatlah kuat dan dengan kemampuanmu yang sekarang kau tak mungkin menang melawannya!!!"


Arashi tersenyum menyeringai dan berkata dengan entengnya, "Generasi kami telah meruntuhkan Kekaisaran Dewa dan juga kami memiliki pecahan Dewa Kematian, pewaris kekuatan hutan, Raja Pedang lalu Cahaya Surga..."


"Dia memang mampu mengalahkan 10.000 petarung seorang diri akan tetapi kamipun tak akan kalah darinya...!!"


"Inilah era kami jadi kami akan mengalahkannya...!!!!" Ucap Arashi dengan tersenyum lebar penuh rasa optimis.


"Benar sekali!!! Kami akan mengalahkannya!! Dihadapan Red Eagle iblis itu bukanlah apa-apa...!!!!" Teriak Masamune yang setuju pada apa yang dikatakan Arashi.


Utsugi Reina terdiam dan tak dapat berkata lagi saat melihat kepercayaan diri keduanya lalu disaat yang sama cahaya matahari terbit dan menyinari punggung keduanya, "Apakah mereka bisa menghentikannya?" Gumamnya dalam hati.


Iapun merasa sedikit lega, "Ya, tujuanku menemui kalian hanyalah memberikan peringatan pada kalian untuk mempersiapkan diri menghadapi 'si akhir' dan untuk sekarang semuanya terserah kalian..."


Secara perlahan tubuh Utsugi Reina menyusut menjadi kecil dan iapun berkata pada Arashi, "Terima kasih telah memberikan kasih sayang padaku dan hal itu membuatku sangat bahagia..."


Utsugi Reina menghilang dan kesadaran Yuuki kembali lagi, "Ugh!!! Kenapa aku ada diatas atap?"


Arashi berjalan mendekatinya dengan tersenyum lebar, "Kau baik-baik saja, Yuuki?"


"Memangnya apa yang terjadi padaku, papa?"


"Entahlah, tapi kau tidur sambil berjalan dan juga dirimu sepertinya baru saja mengigau yang aneh-aneh..."


Yuukipun terdiam dan tak mengerti akan apa yang dikatakan Arashi itu.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 938 : Sebuah Turnamen