Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
94. Senjata Ciptaan


Untuk memuluskan rencananya, Nabilla harus melibatkan para mafia tampan di keluarganya. Walaupun Devan bukan seorang ahli mafia namun, sang kakak ingin Devan ikut dalam misi ini. Devan adalah seorang ahli kimia yang bisa menciptakan senyawa sebagai senjata pembunuh. Keahliannya ini sebenarnya tidak diketahui oleh siapapun termasuk ayahnya. Selama ini ia hanya melakukan tugasnya sebagai analisis kimia di rumah sakit Ibunya. Tapi Nabilla sudah mengetahui kemampuan Devan.


Untuk menyampaikan tujuannya Nabilla harus menemui ayahnya untuk meminta ijin pada ayahnya untuk menciptakan sendiri ponselnya. Selama ini Nabilla ingin menciptakan ponsel buatannya sendiri yang akan digunakan oleh kalangan terbatas. Tapi, ponsel yang akan ia ciptakan itu pasti akan mengundang pro kontra karena pasti di salah gunakan oleh pemilik yang masih memiliki kepentingan dunia.


Ponsel itu yang akan dinamakan oleh Nabilla adalah inner eye.


Inner eye memiliki filosofi tersendiri yaitu Mata hati adalah kebenaran yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata namun bisa dirasakan dengan hati, mungkin manusia bisa tampil dengan seribu wajah namun, selalu membohongi hatinya karena kebenaran hakiki ada di dalam hati seseorang, bukan dilihat dari gestur tubuhnya ataupun ekspresi wajahnya.


Kadang manusia menolak sesuatu yang diinginkannya saat ketulusan yang ditawarkan kepadanya datang secara cuma-cuma, tapi kadang manusia menjadi serakah ketika ada kesempatan yang menggiurkan. Menipu dan ditipu tidak akan pernah terlepas dari topeng manusia. Inilah mengapa,


"Inner eye smartphone"


Yang menjadi alasan Nabilla menciptakan ponsel tersebut. Sesuatu yang akan selalu tersembunyi oleh manusia yang punya niat jahat pada orang lain akan tetap terungkap juga dengan cara Allah menyibak kebenaran.


Tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah jika penjahat melakukan kejahatan dengan menggunakan cara apapun, pasti akan jatuh dan hancur juga. Jika mereka selama ini masih bebas, bukan berarti mereka akan akan merasa nyaman tapi mereka sedang menunggu waktu kehancuran mereka yang Allah akan perlihatkan pada dunia.


"Jika negara masih punya andil untuk melindungi pelaku kejahatan, maka jangan salahkan warganya yang ingin membuat keadilan sendiri untuk menghukum para penjahat tentunya Pandawa mafia keluarga ini yang sudah terbukti nilai kejujurannya, yang aku manfaatkan," batin Nabilla yang menciptakan ponsel itu dengan aplikasi khusus yang akan ia bagikan untuk keluarganya saja.


Nabilla berdiskusi banyak hal dengan ayahnya sebagai mantan agen FBI. Banyak pengalaman dan taktik penyerangan dengan menggunakan senjata pemusnah musuh yang akan mereka ciptakan bersama. Ada juga berbagai alat canggih diciptakan oleh Nabilla sebagai penunjang operasionalnya nanti. Untuk itu ia butuh banyak komponen utama dalam merakit beberapa alat canggih yang sedang ia buat sesuai dengan fungsinya masing-masing.


"Sayang. Ini alatnya kecil-kecil sekali yang kamu ciptakan. Apa saja fungsinya?" tanya tuan Rusli mengambil salah satu alat yang menyerupai kunang-kunang dan juga sejenis lebah.


"Kunang-kunang akan menarik perhatian para siswa untuk menghampirinya saat kita melakukan operasi di malam hari. Siswa pasti akan mengagumi cahaya yang dikeluarkan oleh kunang-kunang dalam gelapnya malam.


Di saat itu, alat ini akan membaca setiap identitas siswa yang langsung terhubung dengan data di ponsel kita. Cahayanya bisa merekam dan memotret siswa yang mengerubutinya. Dengan begitu kita bisa mengetahui di mana keberadaannya putranya mbak Tiar," jelas Nabilla membuat ayahnya manut-manut memahami kecanggihan alat ciptaan putrinya.


"Bagaimana kalau mereka menangkap alat ini yang dikira kunang-kunang beneran?" tanya tuan Rusli.


"Alat ini memiliki tingkat sensitif pada panas tubuh manusia. Ia akan segera menjauh menghindari tangan manusia yang ingin menggapainya dan cahayanya akan redup sendiri jika berada di kegelapan untuk menghilangkan jejaknya,"ujar Nabilla.


"Bagaimana dengan alat model lebah ini?"


"Alat ini akan mendekati beberapa siswa yang akan menyengat mangsa yang kita cari. Jika belum tertangkap maka dia akan terus mencari target. Kenapa dibuat seperti sengatan lebah karena ada cairan bius didalamnya. Jika disengat pada bagian tubuh tertentu, maka lebah itu memudahkan kita untuk menculik anak ini," jelas Nabilla.


"Bagaimana cara mengendalikan alat-alat canggih ini Nabilla, jika ketahuan oleh seseorang yang mengetahui jika alat ini hasil rekayasa genetika?" tanya tuan Rusli.


"Alat ini akan meledak ditangan orang yang menemukannya dan ia akan menjadi abu hingga sulit dideteksi. Singkatnya, alat ini bisa membunuh dirinya sendiri jika ketahuan," ucap Nabilla.


"Wow...! good job baby! kamu adalah putri ayah yang sangat hebat...-"


"Dan istri yang menakjubkan," sela Amran yang sudah memperhatikan sejak tadi mendengar obrolan keduanya.


"Mas Amran."


"Sepertinya agen rahasia kita punya rencana besar nih," sindir Amran pada istrinya saat melihat beberapa peralatan canggih di atas meja kerjanya tuan Rusli.


"Iya sayang. Aku ingin bicara dengan saudara yang lain di tempat ayah. Apakah mereka akan memenuhi undanganku?" tanya Nabilla yang belum melihat kehadiran para mafia itu.


"Arland sudah ada di sini, hanya lagi menelepon Nadine. Wira dan Reno sedikit lagi nyampe," ucap Amran.


"Baiklah. Sambil menunggu mereka datang,aku buatin kopi dulu buat mas Amran. Apakah ayah mau tambah kopinya lagi?" tawar Nabilla.


"Aku juga Nabilla," pinta Arlan yang baru bergabung.


"Buat saja untuk semuanya sayang! supaya kamunya tidak bolak-balik membuat untuk yang lain!" pinta Amran.


Nabilla menyeduh kopi untuk para pria tampan itu. Ia juga menyiapkan kue yang tadi dibuat sebelum berangkat ke perusahaan ayahnya. Nabilla sengaja mengumpulkan Pandawa mafia itu untuk membahas misinya. Amran membantu istrinya membawa nampan yang berisi cangkir kopi dan cemilan buatan istrinya. Seperti biasa Amran lebih dulu menyesapkan kopinya dan menikmati kue buatan Nabilla.


Hal yang paling membahagiakan Nabilla adalah menatap suaminya yang sedang menikmati kopi buatannya adalah senyum Amran yang terlihat puas dengan kopi buatannya. Hal yang sangat sederhana namun hatinya terasa berbunga-bunga.


Itulah yang membuat Nabilla selalu terpukau pada wajah si tampan itu. Tidak berapa lama ketiga ayah muda itu sudah datang bersamaan dan langsung mengambil tempat duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya tuan Rusli. Nabilla duduk diapit oleh ayahnya dan Amran. Nabilla mulai membuka diskusinya dengan mengucapkan salam dan doa pada semuanya.


"Terimakasih sudah memenuhi undanganku saudara-saudaraku semuanya. Sebelumnya aku mulai diskusinya, aku ingin tanyakan dulu kesediaan kalian, apakah kalian siap ikut dalam misi penyelamatan anak-anak yang tidak berdosa di salah satu negara di Eropa sana?" tanya Nabilla.


"Insya Allah kami siap," ujar semuanya kompak.


"Baiklah. Tolong perhatikan strategi penyerangan yang akan kita lakukan nanti di sana. Saya sudah merangkumnya dalam bentuk power poin. Silahkan perhatikan layar monitornya yang ada di depan!" Pinta Nabilla yang sudah berdiri di depan enam orang laki-laki yang sedang memperhatikannya dengan seksama.


"Target utama kita adalah menjemput putranya mbak Tiar yang dikirim oleh Dito di sekolah khusus pembetukan calon Mafia. Di mana wilayah sekolah itu menyatu dengan asrama putranya," ujar Nabilla memperlihatkan setiap ruangan yang ada di sekolah itu.


Setiap ruangan yang digunakan di sekolah itu seperti sekolah biasa pada umumnya, namun tempat pelatihan ekstrimnya ada di gudang tersembunyi yang dikelabui mereka sebagai penyimpanan logistik untuk para siswa. CCTV yang di pasang di ruangan tersebut tidak bisa diretas oleh ahli IT manapun tapi insyaallah saya bisa melakukannya seperti yang saat ini kalian saksikan," Terang Nabilla.


"Bagaimana cara kita masuk ke sana untuk menjemput anak itu?" Tanya Reno.


"Bukan kita yang menjemputnya, tapi dia sendiri yang akan menghampiri kita,"imbuh Nabilla.


"Bagaimana caranya, Nabilla?" tanya Arland.


"Saya tidak bisa jelaskan di sini. Tapi akan saya arahkan pada kalian dengan alat-alat canggih hasil ciptaan saya," ucap Nabilla seraya memperlihatkan alat canggih ciptaannya dan mereka belum paham sama sekali cara kerja alat itu.


.......


Vote dan like nya cinta please!