Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
215. Pelan-pelan Saja


Syakira meneguk salivanya gugup kala melihat benda pemuas wanita dewasa itu dengan angkuhnya memperlihatkan kegagahannya.


"Besar sekali..! Syakira mengigit bibir bawahnya sambil tangannya ingin meraih pusaka yang sudah siap untuk digenggamnya terlebih dahulu.


"Baiklah. Kamu sudah melihatnya. Sebentar lagi dia akan mengunjungi tempatmu," ucap Adam yang tidak tahu jika Syakira masih tersegel rapi.


Dipikiran Adam, dunia barat adalah tempat untuk bersenang-senang tanpa mempedulikan nilai kehormatan. Dan itulah pertimbangan Adam saat ia mengingkari perasaannya pada Syakira yang dianggapnya bukan wanita baik-baik.


Hanya saja dia tidak ingin menyinggung hal itu karena itu sebuah aib. Dan dia tidak ingin bersikap lancang pada Syakira karena itu hak hidup masing-masing orang lain.


Walaupun begitu, Adam merasa heran melihat sikap Syakira yang seperti baru pertama kali melihat milik pria dewasa.


Adam duduk lagi sebelah Syakira yang masih bingung untuk memulai. Tubuhnya sudah gemetar hebat seakan berada di kutub Utara yang sangat dingin padahal temperatur di kamar itu cukup stabil.


"Kau kenapa begitu takut, sayang?" tanya Adam meraih dagu istrinya.


"Ini pertama kali dalam hidupku, aku berhadapan dengan lawan jenis di dalam kamar," ucap Syakira membuat Adam merasa tertampar.


"Astaghfirullah halaziiim..!" Adam merasakan penyesalan saat itu juga mendengar pengakuan jujur istrinya.


Adam enggan melontarkan pertanyaan bodoh yang akan merusak momen indah mereka malam ini. Dikira gadis second, tidak tahunya original pabrik. Semangat Adam mulai mendominasi. Rasa cinta dan hormat pada sang istri makin bertambah.


"Masya Allah. Terimakasih ya Allah. Ampunilah aku telah meragukan kesucian istriku," batin Adam.


"Kamu sudah siap, sayang?" tanya Adam lembut membuat wajah Syakira semburat merah.


Syakira mengangguk sambil tersipu malu." Boleh aku melihat ini?" ijin Adam membuat Syakira gemas karena ia sudah menanti ini.


"Lakukan apapun atas diriku Adam. Semuanya milikmu," ucap Syakira agar Adam tidak perlu meminta ijinnya.


Sebenarnya Adam tahu, istrinya sudah tidak sabar. Tapi, dia ingin mempermainkan gairah Syakira yang sudah melambung.


"Ya Allah. Kenapa lama sekali. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Bukankah miliknya sudah sangat bengkak," gemas Syakira ingin mengerjai balik suaminya.


Sekarang gantian Adam yang menggigil kedinginan karena melihat aset berharga milik Syakira padahal baru bukit kembar Syakira saja yang nampak ranum dan bening dengan puncak pink menggoda imannya.


Tidak kuat menatapnya lama, kini Adam memilih memagut bibir pink basah istrinya dengan menggebu-gebu dengan salah satu tangannya bergerilya meremas gemas dada sekang itu dengan semangat membara.


"Augghtt...!" desis Syakira mendayu manja dengan tubuh menggeliat menahan nikmat ketika kecupan kissmark merambah turun dari leher jenjang berakhir di dadanya yang siap menyambut hisapan mulut ganas Adam yang tidak lagi terarah menyambar dua bukit itu dengan saling bergantian.


Seperti harimau mau lapar yang berjalan jauh mencari mangsa, sekalinya ketemu langsung dilahap tak kenal ampun sambil menggeram serak mendapatkan makanan segar lagi nikmat.


Puas bermain bagian atas dada, kini Adam tidak sabar membelai kelopak mawar pink menantang imannya untuk menambah imunnya sesaat lagi.


Pujian meluncur dari mulut yang tidak pernah berkata nakal sebelumnya kini lebih frontal berbau mesum memuji milik sang istri kala menatapnya penuh damba.


"Wow...! Syakira...! ini sangat indah...!" puji Adam seraya memisahkan kedua paha Syakira untuk memperlihatkan surgawinya.


Jilatan lidah kasar Adam pada miliknya membuat tubuhnya menggeliat ke sana kemari hingga tangannya terus menekan kepala sang suami agar lebih dalam memanjakan miliknya.


"Oughtt....sssshhh!" de$ahan nikmat itu menyusup di setiap syaraf yang berpusat pada titik gairah yang sebentar lagi siap meledak.


Adam beristirahat sesaat seraya menanggalkan seluruh pakaiannya hingga memperlihatkan susunan perut kotak itu dengan dada bidang menggoda istrinya yang bersemu merah.


"Wow... betapa jantannya suamiku!" batin Syakira memuji pangerannya.


Adam mendekati istrinya sambil menyodorkan miliknya tepat di wajah Syakira.


"Manjakan dia sayang! karena dia sudah menjadi milikmu mulai saat ini dan selamanya..!" titah Adam yang langsung di sambut oleh Syakira dengan mulut kecilnya merasakan pusaka kokoh itu dengan keahlian mulut dan lidahnya untuk menservis suaminya.


Adam tidak tahan lagi dengan permainan Syakira yang sangat lihai memanjakan miliknya. Ia segera memasuki istrinya yang sudah siap menerima pusaka kokoh itu untuk memuaskan miliknya.


"Aku takut sakit!" cemas Syakira.


"Aku akan pelan-pelan sayang. Kita bermain aman sekarang. Jangan takut. Aku tahu ini pertama kalinya untukmu. Kamu akan menikmatinya," ucap Adam dengan menggesekkan miliknya untuk menerobos masuk liang sempit Syakira yang berusaha mendorong lagi tubuh Adam.


"Ini sakit...sakit...sakit Adam...!" pukulan kecil Syakira tidak diindahkan oleh Adam yang sudah dikuasai oleh syahwatnya.


Adam menggeram, merasakan sensasi hebat yang membuatnya tidak ingin berhenti untuk lebih dalam menjelajahi milik istrinya yang mengetat seakan memijit lembut miliknya di dalam sana.


"Oh... Syakira... sayang!" serak Adam memagut lagi bibir Syakira yang sedang megap-megap tat kala perih yang lebih ia rasakan dibandingkan nikmat yang dijanjikan Adam barusan.


"Maafkan aku sayang. Mereka baru berkenalan...hmm! Sebentar lagi mereka tidak ingin berpisah kalau sudah jatuh cinta," bisik Adam.


"Tapi perih Adam!" bulir bening Syakira bergulir di sudut mata indahnya yang langsung di jilat Adam.


"Kita mulai lagi ya, sayang..!" ucap Adam yang tadi sempat berhenti sesaat untuk menikmati ruang sempit itu.


Hentakan kembali terjadi. Perlahan namun lembut lalu berubah tempo dengan gerakan cepat. Di saat Syakira merasakan perbedaan besar dengan pertama kali yang menciptakan perih kini berganti nikmat yang amat sangat hingga dirinya tak ingin untuk berhenti.


Erangan erotis itu terdengar indah dari suara emas sang biduanita yang merasakan banyak kupu-kupu yang memenuhi perutnya saat ini. Lekukan bibir mungil penuh itu tersenyum menatap wajah suaminya dengan peluh yang menghiasi pahatan sempurna itu.


"Kamu sudah merasa nikmat sekarang, hmm?!" goda Adam sambil memacu tubuhnya yang terlihat sangat se*si di hadapan Syakira yang mengangguk malu.


Syakira mulai berani mengimbangi hentakan suaminya untuk mendapatkan kenikmatan lagi dan lagi hingga akhirnya Adam tidak kuat lagi untuk membenamkan lebih dalam miliknya saat semburan lahar benihnya menembak jauh ke dalam rahim Syakira yang merasakan kehangatan di dalam rahimnya yang juga menyatu dengan cairan nikmatnya.


Suara nafas tersengal keduanya membaur bersama lenguhan panjang untuk kesekian kalinya hingga keduanya terkulai lemas.


"Kamu tidak apa sayang?" tanya Adam seraya mencabut miliknya dari liang kenikmatan Syakira.


"Aku baik-baik saja, Adam. Terimakasih suamiku...!" ucap Syakira tersenyum manis pada Adam yang sedang sibuk melihat bercak darah kesucian Syakira yang menghias seprei putih itu.


"Terimakasih princess. Kau wanita hebat dan terhormat. Aku bangga memilikimu," puji Adam kembali memagut bibir istrinya yang menyambutnya dengan senang hati.


......................


Sudah lunas ya utang author untuk MP


😂