
Menjelang senja, kelurga besar Amran menunggu azan magrib dengan membaca Alquran dan berzikir di dalam restoran hotel tersebut. Hanya keluarga mereka saja yang ada di restoran itu atas permintaan raja Farouk.
Pelayan sibuk menyiapkan menu buka puasa yang menyajikan masakan kedua negara itu. Sedari tadi Adam hanya mengkuatirkan istrinya yang nekat ikut berpuasa. Sementara Syakira tampak biasa saja dan tidak begitu risih dengan suaminya sedari tadi menawarinya makan.
"Sayang. Makanannya sudah siap. Kamu mau aku ambilkan apa?" tanya Adam yang duduk di sebelah Syakira yang tampak santai mendengarkan ceramah di ponselnya karena saat ini dia sudah mulai fasih bahasa Indonesia.
"Ini sepuluh menit lagi mau buka, kenapa kamu jadi menggantikan tempat setan dengan terus menggodaku dengan makanan. Aku dan anak-anak kita sangat kuat. Jadi, kamu tidak usah mencemaskan kami. Insya Allah. Kami baik-baik saja," omel Syakira mantap.
"Baiklah. Tapi ingat jika nanti perutmu sakit dan kamu lemas, kamu harus katakan sejujurnya," ucap Adam.
"Hmm!" Syakira mengangguk.
"Oh iya Adam. Kapan kita ke mesjid Nabawi? Aku ingin ke sana. Aku ingin melihat makam Rasulullah," pinta Syakira.
"Paling dua hari lagi kita baru berangkat ke Madinah, sayang. Tiga hari kita berada di mesjid Nabawi setelah itu kita kembali ke negara kita masing-masing. Raja Farouk ke Bahrain. Kedua orangtuanya Ghaishan ke Italia dan Tante Mariam, Kirana dan Asegaf kembali ke Turki," ucap Adam.
"Oh iya. Aku ingin kita ke Turki. Aku ingin merasakan puasa di sana juga boleh yah?" pinta Syakira manja.
"Nanti saja, tahun depan kita akan ke Turki. Jangan sekarang..! Aku tidak mau kamu kelelahan," ucap Adam.
Tidak lama kemudian, datang pengantin baru ingin bergabung di mejanya Syakira. Princess Tamara memang belum begitu dekat dengan Syakira. Tapi, dia sudah banyak dengar kisah cinta Syakira dan Adam yang juga tidak kalah dramatisnya dengan dirinya.
Tamara menyapa kakak iparnya itu. Kebetulan usia mereka tidak jauh berbeda. Syakira berusia 21 tahun dan Princess Tamara berusia 18 tahun.
"Apakah mereka sudah bergerak?" tanya Tamara yang terlihat gemas melihat perut besar Syakira.
"Sudah."
"Apakah aku boleh memegangnya?" tanya Tamara.
"Boleh." Syakira mengambil tangannya Tamara dan meletakkan ke posisi bagian atas perutnya di mana tiga calon bayinya sering bergerak.
"Aku ingin cepat hamil. Apakah kamu mengalami masalah saat hamil?"
"Sedikit. Tapi setiap wanita akan mengalami masalah ngidam yang berbeda. Oh iya, apakah kamu nyaman mengenakan cadar itu?" tanya Syakira yang ingin mengenakan cadar karena pengalaman tadi pagi membuatnya cukup repot melayani para fansnya.
"Aku sudah terbiasa sejak pertama memasuki akhil baligh. Apakah kamu ingin memakai cadar? Aku bawa banyak cadar," ucap Tamara dan Syakira mengangguk tapi langsung dilarang oleh Adam.
"Jangan sayang..! Aku ingin melihat kecantikanmu secara bebas. Jangan ditutupi. Hijab saja sudah cukup," timpal Adam.
"Tidak usah Tamara. Suamiku tidak menyukainya," tolak Syakira.
Tidak lama kemudian terdengar azan Magrib. Mereka kemudian membaca doa buka puasa lalu meneguk air zamzam dan memakan tiga butir kurma ajwa sesuai Sunnah Rasulullah. Adam dan El-Rummi menawarkan kolak untuk kedua bidadari mereka.
"Tolong coba makanan ini...! El menyuapi Tamara yang menyambutnya senang.
"Bagaimana? Enak?" tanya El-Rummi.
Syakira tersenyum mendengar percakapan pengantin baru itu. Karena ingin sholat magrib mereka hanya makan makanan ringan saja dan kompak turun bersama menuju Masjidil haram.
Saat menuju di Masjidil haram, Daffa berpapasan dengan tiga pemuda yang menggoda istrinya. Iapun mendekati Askar yang sedang mengawal raja Farouk.
"Tuan. Saya ingin mengadukan kepada anda tentang perbuatan 3 pemuda itu karena mereka hampir melecehkan istriku," ucap Daffa seraya menunjukkan jarinya ke arah ketiga pemuda nakal itu.
"Apa kamu punya buktinya?" tanya Askar.
"Tentu saja." Daffa memperlihatkan bukti dari CCTV hotel dan memperdengarkan audio percakapan Bunga dan ketiga pemuda itu.
"Baiklah. Usai sholat magrib aku akan menyuruh rekanku untuk menangkap ketiga pemuda itu. Mereka harus dihukum rajam karena telah menggoda istri anda," ucap Askar yang langsung mengirim pesan pada rekannya yang di markas penjagaan Masjidil haram untuk mengamankan ketiga pemuda itu.
Daffa tersenyum puas karena bisa menjebloskan ketiga pemuda iseng yang menggoda Bunga. Tidak lama kemudian sholat magrib didirikan. Para jamaah nampak khusuk menyimak bacaan imam.
...----------------...
Dua hari kemudian, mereka sudah bertolak ke Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah. Rombongan keluarga besar Amran menggunakan satu bus. Hanya Raja Farouk yang sudah pulang lebih dulu karena urusan kerajaan jadi ia tidak bisa mengunjungi mesjid Nabawi.
Dan sekarang hanya tersisa keluarga besar Amran. Tamara juga meminta kepada ayahnya agar tidak lagi menyuruh orang untuk mengawalnya karena sudah cukup suaminya dan kelurga besar suaminya saja yang menjaganya. Dengan begitu orang lain tidak perlu curiga atas keberadaannya.
Rupanya banyak juga rombongan jamaah lain yang menuju ke Madinah. Perjalanan itu dilakukan usai sholat Subuh. Waktu tempuhnya sekitar 5 sampai 6 jam tiba di kota Madinah.
Karena berangkat di pagi hari membuat kelurga Amran semuanya memilih untuk tidur supaya tidak merasa kelelahan jika sudah tiba di Madinah. Ditengah perjalanan, tiba-tiba bus yang ada di depan rombongan kelurga Amran mengalami rem blong.
Sontak saja sang sopir yang membawa bus yang ditumpangi keluarga Amran berteriak histeris.
"Astaghfirullah halaziiim...! Ya Allah. Sepertinya bus di depan kita mengalami rem blong," ucap sang sopir pada rekannya.
Nabilla dan Amran yang duduk di belakang sang sopir terusik juga mendengar kicauan sang sopir yang terlihat panik.
Wanita ini menggeliat sesaat sambil menutupi mulutnya karena sedang menguap. Nada juga ikut terbangun. Ia memang tidak puasa karena sedang menyusui bayi kembarnya. Bayinya yang sedang dipangku oleh Tante Mariam dan sepupunya Kirana duduk di belakangnya.
"Ada apa mommy...?" tanya Nada setengah berbisik pada ibunya yang bingung saat ini.
"Lihatlah Nada...! Ada bus yang di depan kita itu mengalami rem blong. Jika tidak diatasi maka bisa itu akan menabrak bus yang ada di depannya," ucap Nabilla panik.
Nada melihat bus itu bergerak seperti tidak bisa di kendalikan oleh sang sopir. Sang sopir hanya menekan klakson agar bus di depannya untuk segera menghindar.
Peringatan sang sopir itu membuat bus yang ada di depannya segera menghindar. Begitu pula bus selanjutnya mengikuti arahan bus yang ada di belakang.
Dan sekarang, tinggal bus yang mengalami rem blong itu terus saja melaju dengan kecepatan tinggi. Di tambah jalanan yang sedikit licin dan menurun membuat bus itu makin melaju kencang. Para jamaah umroh yang ada di bus tersebut berteriak menyebut takbir dan kalimat apa saja.
"Ya Allah. Aku harus menolong mereka," gumam Nada yakin bisa menghentikan bus yang mengalami rem blong itu.
Namun resikonya, keluarganya akan mengetahui kekuatan supernya itu.