
Pernikahan yang sudah disiapkan oleh Amran untuk putrinya dan Ghaishan akhirnya terlaksana di hari itu juga.
Setelah dilamar oleh kedua orangtuanya Ghaishan, Amran bersama istrinya mendatangi mesjid yang ada di negara Amerika itu untuk mengukuhkan pernikahan keduanya secara agama terlebih dahulu karena melihat Ghaishan tidak mampu mengendalikan dirinya untuk menyentuh Nada walaupun itu hanya sebuah pelukan sayang, namun Amran tidak rela putrinya disentuh seperti itu.
Walaupun pernikahan itu terkesan dadakan yang penting sudah memenuhi rukun nikah dan syarat sebuah pernikahan. Kedua orangtua mereka memang sengaja mempercepat pernikahan Nada dan Ghaishan secara agama karena kedua orangtuanya Nada harus kembali ke Jakarta untuk menanti persalinan putri pertama mereka yaitu Bunga, yang sebentar lagi akan menghadiahi mereka cucu kembar yang belum diketahui jenis kelaminnya karena sengaja dibuat surprise oleh pasangan itu.
Usai melangsungkan pernikahan itu, mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Dan kini Amran menanyakan pendapat pengantin baru itu sebelum berangkat ke bandara.
"Ghaishan. Kalian mau bulan madu ke mana?" tanya Amran saat mereka berada di lobby hotel.
"Daddy. Sebaiknya kami di sini dulu karena ada banyak hal yang harus saya urus sepulang dari antariksa," ucap Ghaishan.
"Baiklah. Kalau begitu nikmati bulan madu kalian dan setelah itu kalian boleh memilih mau menetap di mana saja di negara yang kalian sukai," ucap Amran bijak karena ia sudah menyerahkan putrinya pada pemilik baru untuk merawat dan memberikan cinta dan perhatiannya pada Nada, putri bungsunya.
"Sayang. Nanti kalau urusanmu sudah kelar, tolong pulang ke Italia dan bawa istrimu untuk dikenalkan dengan keluarga besar papimu di sana," pinta nyonya Rosella kepada putranya Ghaishan.
"Insya Allah mami," ucap Ghaishan lalu memeluk ibunya dengan erat setelah itu ayahnya saat keduanya pamit pulang kembali ke Italia. Begitu pula dengan kedua orangtuanya Nada.
Nabila menarik lengan putrinya untuk memberikan wejangan kepada putri bungsunya itu yang baru memulai hidup baru dengan suami tercintanya, Ghaishan.
"Sayang. Ingat apa yang sudah diajarkan mommy kepadamu sebagai seorang wanita dan kini menjadi seorang istri. Kemarin kamu bisa memukuli Ghaishan seenak jidatmu karena kalian belum terikat pernikahan.
Tapi sekarang satu perkataan kasar tanpa alasan yang jelas maka kamu dianggap durhaka pada suami. Berikan waktu untuk suamimu menjelaskan apapun yang terlihat dihadapanmu tidak sesuai dengan keinginanmu atau menyakiti hatimu karena mata bisa saja membohongi pikiran sesat karena kurangnya ilmu dalam mengolah batin untuk menerima alasan tanpa penghakiman secara sepihak,"
tutur Nabilla yang belajar dari kesalahannya di masa lampau karena tidak mengklarifikasi kesalahpahamannya pada Amran tentang apa yang terjadi pada suaminya dan Fina saat ia memergoki keduanya di kamar Amran.
Dan penyesalan itu sampai saat ini masih membekas dihatinya karena meninggalkan suaminya selama tiga tahun tanpa konfirmasi kembali kepada Amran.
Ia tidak ingin apa yang pernah terjadi dalam hidupnya terulang lagi kepada kelima anaknya. Bukan hanya Nada saja yang dapat nasehat berharga itu, bahkan ia juga memberikan nasehat yang sama untuk kedua putrinya yang lain. Itulah sebabnya Nabilla mudah memaafkan kesalahannya Amran yang pernah menyakitinya secara verbal setelah ia meninggalkan suaminya begitu saja.
"Insya Allah mommy. Nada tidak akan meninggalkan suami Nada sebelum mengetahui kejelasan permasalahan diantara kami nantinya," ucap Nada.
"Baiklah. Kalau begitu mommy dan Daddy kembali ke Jakarta. Kasihan kakakmu Bunga yang sebentar lagi akan melahirkan tanpa ditemanin mommy dan Daddy," kilah Nabilla lalu masuk ke dalam mobilnya yang akan membawa mereka ke bandara.
"Ghaishan. Jagalah putriku bungsuku ini karena untuk melihatnya dia lahir dengan selamat, aku harus menggendong ibunya melewati banjir parah yang melanda ibukota Jakarta 18 tahun yang lalu. Itulah sebabnya aku sangat menyayangi si kembar," ucap Amran berkaca-kaca.
"Insya Allah Daddy. Aku akan menjaganya dengan nyawaku," balas Ghaishan.
Nada dan Ghaishan melepaskan kepergian kedua orangtua mereka yang berangkat ke bandara bersama. Lambaian tangan keduanya dengan senyum terukir di bibir mereka walaupun merasa sedih juga.
"Apa kamu sudah siap bertempur di atas ranjang kita, nona Nada? " tanya Ghaishan merengkuh pinggang ramping Nada.
"Aisss...! Kau ini benar-benar barang ORI yang belum digoda pria manapun selain aku," ledek Ghaishan menuntun istrinya ke pintu lift hotel yang sudah terbuka.
Keduanya masuk ke dalam dan kebetulan kotak berjalan itu terlihat sepi dan Ghaishan tidak sabar memagut bibir Nada yang sudah ia incar sejak mereka resmi menikah pagi ini. Hanya saja kedua orangtua mereka masih bersama keduanya membuat Ghaishan kesulitan menerkam mangsanya.
Ciuman panas merasuki Ghaishan yang tidak ingin Nada menyudahi ciuman mereka. Nada harus memukul pelan dada suaminya yang terlalu bernaf*su memagut bibirnya hingga pasokan udara dalam paru-parunya menipis.
Ghaishan baru melepaskan pagutannya sambil menyeringai puas melihat istrinya terengah-engah." Apakah kamu baru melihat perempuan sehingga melampiaskan hasratmu padaku saat ini, hah?!" omel Nada dengan mata melebar.
"Ada juga perempuan di timku. Tapi, aku tidak berminat padanya atau wanita manapun karena yang aku inginkan hanya satu wanita yaitu Denada Alenta Quenby Elvina binti Mohammad Amran Abdullah," tegas Ghaishan lagi-lagi memancing tawa Nada.
"Ghaishan. Aku tidak membawa apapun untuk persiapan acara bulan madu kita karena ini sangat mendadak. Apakah aku boleh meminta waktu sebentar untuk bisa mempersiapkan diriku untuk tampi cantik di depanmu?" tanya Nada malu-malu.
"Kamu tidak perlu persiapan apapun untuk membangkitkan gairahku. Kamu tertutup begini saja aku sudah tidak tahan untuk menyentuhmu. Urusan tampilan bisa nanti saja.
Sekarang aku ingin kamu berada dibawah kungkunganku malam ini. Kita akan menghabiskan waktu sampai menjelang subuh. Bagaimana sayang?" rayuan maut Ghaishan hanya dijawab pasrah oleh Nada.
"Baiklah yang mulia. Hamba siap melaksanakan titah rajaku di dunia demi mendapatkan kerajaanku di surga nanti," ujar Nada memberanikan diri menatap wajah tampan suaminya. Akhirnya singa betina ini jinak juga di depan suaminya yang menatapnya penuh kerinduan.
Ghaishan menggendong tubuh istrinya dengan posisi kedua kaki Nada sudah berkoala di pinggangnya Ghaishan sambil berciuman menuju ke kamar mereka yang tidak jauh dari pintu lift.
Dunia saat ini hanya milik mereka berdua yang sedang mabuk cinta ditambah rindu yang menumpuk disertai ketakutan kehilangan setiap saat menghantui penantian Nada yang hampir setahun ini bertahan dalam diam. Hanya untaian doa tulus yang ia panjatkan dalam sholat dan zikirnya untuk keselamatan kekasihnya di setiap penantiannya.
Kini Allah telah membalas kesabarannya penuh kenikmatan yang saat ini ingin mereka reguk bersama.
"Ya Robb ku. Terima kasihku tak terhingga untukMu, Tuhan seru sekalian alam. Aku bersyukur atas karuniaMu hari ini dan seterusnya yang telah memberikan jodoh terbaik untuk hamba yang penuh dengan kehinaan ini," batin Nada memuji keagungan Tuhannya penuh rasa syukur.
Pintu kamar dibuka oleh Nada. Ghaishan hanya mendorong pintu itu dengan telapak kakinya kebelakang hingga pintu itu tertutup rapat.
Tanpa ingin melihat suasana kamar pengantin itu, Ghaishan sudah tidak sabar merasakan kenikmatan percintaan panas mereka sebagai pengantin baru.
Keduanya saling membantu melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka. Karena cahaya lampu yang begitu temaram di dalam kamar itu membuat Nada tidak memperhatikan keadaan tubuh suaminya yang penuh dengan luka memar akibat dari keterlambatan Ghaishan menyelamatkan nyawanya sendiri saat menolong temannya Ben.
Itulah sebabnya Ghaishan agak terlambat keluar dari pesawat karena keadaannya sebenarnya belum pulih. Karena tidak ingin membuat orang-orang yang dicintainya kuatir pada dirinya terutama Nada, Ghaishan berusaha menahan sakit ditubuhnya yang seharusnya perlu mendapatkan perawatan medis saat tim medis masuk ke dalam pesawat ruang angkasa itu untuk membawanya ke rumah sakit.
"Apakah mereka berhasil melalui malam pengantin mereka saat ini tanpa ada kendala?" tunggu saja jawaban berikutnya.
......................
Vote dan likenya cinta, please!