
Setelah melewati ketegangan demi ketegangan yang terjadi hari ini, kini saatnya keluarga besar itu rehat untuk memulihkan kembali tenaga mereka. Tapi tidak dengan Amran dan Nabilla yang lebih menghabiskan waktu di mesjid Nabawi untuk melakukan itikaf.
Sekitar menjelang buka puasa pasangan ini baru kembali ke hotel mereka yang ditempuh hanya dalam waktu 10 menit dengan berjalan kaki. Nada yang sudah berjanji kepada kedua orangtuanya untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada dirinya berjalan menuju kamar kedua orangtuanya.
Sama seperti yang ia jelaskan kepada suaminya, tidak ada yang Nada sembunyikan dari kedua orangtuanya.
"Apakah aku dosa mommy memiliki kekuatan aneh ini?" tanya Nada menanti tanggapan kedua orangtuanya.
"Jika kekuatan itu bermanfaat untuk dirimu dan orang banyak, tidak masalah. Asalkan tidak membuat kamu takabur dan ujub," ucap Nabilla.
"Insya mommy. Semoga Nada di jauhkan dari sifat itu," pukas Nada.
"Iya sayang. Selama ini kalian berlima dibekali ilmu bela diri, mengusai persenjataan dan mengasah kemampuan dalam teknik melumpuhkan lawan.
Di tambah lagi ada kemampuan lainnya yaitu meretas, meracik bahan kimia dan masih ada hal lain yang kalian miliki untuk menunjang aksi kalian dalam menjalankan misi sebagai agen rahasia dan sekarang kamu memiliki tambahan ilmu lain secara gaib, syukuri itu sebagai bagian nikmat dari Allah," imbuh Nabilla bijak.
"Iya mommy."
"Tapi ingat sayang. Jaga Allah, maka Allah akan senantiasa menjagamu," nasehat Amran agar putrinya tidak bermaksiat baik itu pikiran maupun perbuatan yang akan membuatnya kehilangan itu semua.
"Teruslah maju tanpa harus menyingkirkan orang lain yang ingin bersaing denganmu. Tetaplah rendah hati tanpa harus menjatuhkan orang lain yang tidak sesuai dengan penilaianmu.
Mereka bukannya tidak bisa, tapi mereka tidak diberikan kesempatan untuk memulainya," nasehat Nabilla bijak.
"Baik daddy. Terimakasih atas nasehat daddy dan mommy. Nada pamit mau lihat baby kembar dulu," ucap Nada.
Dua hari kemudian, Amran kembali lagi ke Indonesia bersama keluarga besarnya. Kini kepulangannya tidak sendirian karena harus memboyong menantu yang merupakan seorang putri kerajaan Bahrain.
Berita pernikahan putri kerajaan Bahrain dengan seorang pangeran dari Indonesia, kini santer terdengar di dunia Maya. Bahkan pasangan pengantin baru ini akan di undang oleh beberapa stasiun televisi swasta saat menjelang buka puasa.
Mantan kekasihnya El-Rummi yaitu Paradista begitu syok mengetahui pangeran yang dicintainya kini memilih putri kerajaan negara orang lain dari pada negaranya sendiri. Paradista yang saat ini sudah berada di Jakarta yang awal mulanya ingin mendekati kembali El, malah harus gigit jari.
"Cih...! apa hebatnya wanita ini? Apakah El buta sampai memilih putri kerajaan Bahrain yang penampilannya serba tertutup. Jangan-jangan dia di jebak lagi oleh wanita itu.
Bisa jadi wajahnya jelek hingga pangeran lain tidak meliriknya dan akhirnya El yang kena getahnya. Aku yakin wajahnya pasti jekek," gumam Paradista menghibur dirinya sendiri walaupun dia tahu perkiraannya itu keliru.
Baru saja turun dari pesawat, wartawan nampak berdiri berjejer di bawah pesawat dengan kamera siap mengarahkan ke arah pasangan pengantin baru itu.
"Dari mana mereka tahu kalau kita mau pulang ke Indonesia?" kesal Amran pada awak media yang sudah mencium kedatangan mereka.
Padahal saat ini masih pukul 2 dini hari. Para pengawal anak buahnya Reno dan Wira harus menyingkirkan para awak media yang tidak tahu aturan itu. El rummi dan Nada harus melindungi princess Tamara agar tidak tersentuh oleh kamera mau mikrofon milik wartawan.
"Mohon maaf ya. Kami tidak bisa melakukan wawancara karena saat ini kami sedang kelelahan setelah menunaikan ibadah umroh.
Nanti kami akan mengabari kalian jika waktunya sudah siap," ucap Arland yang sudah biasa menangani wartawan menyebalkan.
"Tapi kami hanya ingin meminta sedikit informasi dari tuan Arland sendiri bagaimana bisa tuan El-Rummi mendapatkan mutiara cintanya itu yang tidak lain adalah princess Tamara?" tanya wartawan.
"Ceritanya terlalu panjang untuk dipaparkan di sini. Aku bisa terlambat sahur kalau kalian menahan aku di sini," sindir Arland.
Mereka segera masuk ke mobil Limosin warna hitam. Empat mobil Limosin berjalan beriringan di kawal ketat oleh polisi militer. Walaupun Tamara menikah dengan keluarga agen rahasia dan mafia, tetap saja negara turun tangan dalam mengawasi satu-satunya keturunan Bahrain itu.
Sebenarnya sih, bukan hanya Tamara yang menjadi prioritas Amran yang harus dilindungi, namun seluruh keluarganya ini adalah aset berharga milik bangsa bahkan dunia.
"Tidurlah sayang...! Kita juga masih lama tiba di rumah," ujar El memberitahu Tamara yang hanya berdehem..
"Hmm!"
Pelayan di mansion Amran nampak sibuk mempersiapkan makanan sahur untuk menyambut keluarga besar itu. Sekitar pukul 3.40 dini hari, Amran hanya membawa keluarga intinya saja ke mansionnya kecuali Cintami yang ikut kelurga suaminya.
...----------------...
Jika wartawan belum bisa mendapatkan informasi pernikahan singkat putri Bahrain dengan El-Rummi, kini putri Paradista mencari sensasi dengan memberikan keterangan pada wartawan dengan berita yang mencengangkan.
"Apakah benar sebelumnya, tuan El-Rummi ingin memperistrikan anda tuan putri Paradista?" tanya wartawan.
"Itu benar sekali," jawab Paradista.
"Lalu, mengapa rencana pernikahan kalian gagal?" tanya wartawan.
"Itu karena El-Rummi hanya ingin mendapatkan gelar kebangsawanan dari kerajaanku saja. Ia tidak tulus mencintaiku. Itulah sebabnya, saat ia tidak bisa memiliki aku, ia sampai mencari putri bangsawan lain hingga ke negara lain," imbuh Paradista angkuh.
El-Rummi yang sedang menonton berita pagi itu begitu geram dengan penghinaan putri Paradista padanya.
"Sayang. Apakah kekasih wanita itu memiliki nama yang sama denganmu? Kenapa dia terus saja menyebutkan nama El-Rummi?" tanya Tamara yang ikut menyimak berita pagi itu.
El tersentak mendengar pertanyaan Tamara. Ia terdiam sesaat lalu menjawab pertanyaan istrinya.
"Mungkin saja begitu. Sudahlah. Tidak usah di tonton..! Berita infotainment selebritis memang senang bergosip. Dengan begitu stasiun televisi mereka akan mendapatkan ranting tinggi dengan iklan seabrek," ucap El-Rummi mencari aman.
"Semoga dia bukan kekasihmu," seloroh Tamara membuat wajah El memerah.
"Dia bukan seleraku. Hari ini aku mau ke perusahaan, apakah kamu mau ikut, sayang?" tawar El.
"Tidak. Aku ingin membantu mommy menyiapkan masakan untuk buka puasa hari ini. Aku juga ingin melihat suasana kota Jakarta," jawab Tamara.
"Kalau begitu, tunggu saja nanti sore karena kota Jakarta menjual berbagai jenis kuliner yang memanjakan mata untuk mengeruk uang konsumen," ucap El.
"Apakah mereka curang dalam berdagang?" sentak Tamara.
"Bukan. Karena banyak yang lapar mata hingga membeli berbagai jenis makanan padahal mereka tidak sanggup memakan semuanya. Hanya minum saja orang sudah kenyang. Jadi apa yang mereka beli akhirnya tidak kemakan semuanya," ucap El-Rummi membuat Tamara terkekeh.
"Yang penting penjualnya sudah mendapatkan rejeki dari mereka. Itulah sebabnya mereka menjual makanan yang terlihat enak dan menggiurkan mata agar mudah tergoda," timpal Tamara.
Nabilla yang juga mendengar pengakuan putri keraton Jogja itu menahan geram.
"Gadis ini harus diberi pelajaran agar bisa bersikap seperti wanita terhormat yang bergelar putri. Beruntunglah El tidak jadi mempersuntingkan kamu menjadi istrinya.
Kalau tidak, kehadiranmu ditengah keluargaku tidak lebih seperti seekor anjing yang suka menggonggong," gumam Nabilla.
Di perusahaan, El sedang sibuk membaca beberapa berkas laporan perusahaan miliknya. Tidak lama kemudian, ponselnya berdering yang memaksanya untuk mengangkat panggilan itu.
Sesaat kemudian keningnya berkerut melihat nama sang penelpon yang tertera di ponselnya.
"Ada apa dia meneleponku...?" batin El tampak tak suka.