
Nabilla mengenakan kaca mata yang mampu mendeteksi musuh dalam kegelapan. Kaca mata ciptaan Nabilla ini di rancang sedemikian rupa oleh dirinya untuk kepentingan setiap misi penyerangan musuh saat berada di dalam kegelapan.
Pasalnya, alat ini bekerja dengan menerjemahkan kondisi panas (thermal) sebuah objek seperti night vision googles pada umumnya namun didukung dengan fitur image intensification, dimana setiap objek yang ditangkap akan lebih diperjelas.
Sensitivitasnya juga sangat baik untuk mendeteksi kondisi tanah atau dapat juga mendeteksi objek yang sedang bersembunyi di balik semak belukar. Tidak hanya itu saja, SENVG juga dapat digunakan untuk ekspor-impor data seperti gambar, video, dan data lain seperti gambaran kondisi tanah atau peta.
"Gunakan pistol jika diperlukan saja. Sementara teman-temannya Cintami yang tidak bisa menggunakan senjata cukup diberikan pisau untuk berjaga-jaga," ucap Nabilla melalui alat penghubung sebagai komunikasi mereka saat ini.
"Sebaiknya kita membebaskan para tahanan yang ada di dalam sini karena tujuan kita adalah untuk membebaskan mereka," pinta Cintami.
"Baiklah. Cintami tanganin para sandera bersama Arsen dan tiga orang temannya. Bunga dan Daffa berserta tiga orang lainnya menangani jalan menuju pintu keluar. Nada dan El bersama tiga orang lainnya menangani para pengawas yang ada di sini. Dan mommy dan Daddy bersama Marco menangani tuan Vadim," ujar Nabilla.
"Iya mam!" ujar anak dan menantunya secara bersamaan seraya bergerak ke setiap arah yang di maksud oleh Nabilla.
Cintami cs sudah berada di ruang tahanan para sandera untuk membebaskan mereka. Sementara Bunga dan Daffa mencari pintu keluar di arah yang berbeda di mana mereka bisa mendapatkan kendaraan yang lain.
Cintami membuka pintu tahanan itu dengan mudahnya dan untuk mengeluarkan sekitar dua ratus lebih para sandera. Karena otak mereka masih di program untuk mengikuti setiap perintah memudahkan Cinta untuk meminta mereka keluar dari tempat itu menuju mobil.
"Hei Nevi, Amar dan Sofia.! Kalian bisa menyetir bukan? bawa mereka keluar dari tempat ini..!" pinta Cintami saat meminta para sandera untuk masuk ke dalam mobil.
"Siap. Tapi, apakah jalanan di luar sana aman?" tanya Nevi.
"Bis ini ada alat penyeka serbuk salju. Kalian bisa gunakan saat sudah berada di atas salju. Jika sudah sampai di luar sana cari titik bertanda orange di ponsel kalian karena di sana sudah ada anak buah ayahku yang akan membawa kalian ke camp untuk di jemput oleh helikopter," ucap Cintami.
"Baiklah. Lagian suhu di sini juga sudah makin dingin. Kita bisa kehabisan oksigen jika berada terlalu lama di sini tanpa mesin penghangat," ujar Sofia.
Semuanya sudah bergerak menaiki mobil dengan kapasitas penumpang sesuai jumlah para sandera itu yang tidak lain adalah mahasiswa yang rata-rata memiliki IQ jenius. Saat mobil mulai bergerak keluar, tiba-tiba banyak penjaga menghadang mereka dengan senjata lengkap.
Cintami melemparkan jarum beracun dengan sekali hentak ke arah para penjaga dengan kekuatan tenaga dalam. Semuanya jatuh tumbang di tempat mereka.
Arsen nampak tercengang melihat aksi istrinya yang sekarang sudah berpakaian seperti ninja." Baby ..Kau ..!" sentak Arsen namun Cinta lebih dulu menarik suaminya untuk menaiki motor cross untuk mengawali tiga mobil yang membawa para mahasiswa itu.
"Tidak ada waktu untuk tercengang, sayang. Ayolah! bawa motor ini...! aku harus memastikan mereka tetap aman dalam pengawasanku karena mereka dibawah tanggung jawabku," ucap Cintami seraya naik ke atas motor bersama suaminya yang segera menyusul tiga bis yang sudah bergerak meninggalkan laboratorium.
"Tuan Vadim...! para tahanan berhasil kabur dengan mobil bis," ucap nyonya Loius.
"Suruh orang-orang kita mengejar mereka dan bawa kembali mereka ke sini! riset ini harus berhasil karena dana yang di keluarkan tidak sedikit," ucap tuan Vadim yang sudah mulai geram dengan keadaan saat ini yang mati lampu namun teknisi masih sibuk memperbaiki mesin genset.
"Mereka sudah mengejarnya tuan," ucap nyonya Louis yang mulai merasakan dadanya sesak karena dia menderita penyakit asma.
Baru saja mengeluh seperti itu, tiba-tiba lampu mulai menyala. Terpaksalah, rombongan dari pihak Nabilla harus mencari tempat untuk berlindung sambil melumpuhkan lawan dengan pukulan dan tendangan serta mencekik dan memelintir leher mereka.
Sementara Daffa dan Bunga yang sedang menghadang para penjahat yang ingin menerobos keluar harus bertempur dengan mereka semua tanpa menggunakan senjata api.
"Jika kalian menembak. Tempat ini akan terbakar dan bos kalian di dalam sana akan mati terpanggang," ancam Bunga.
Bunga mengeluarkan tali cambuknya lalu mengibas ke arah para anggota yang memegang senjata. Senjata mereka berhasil direbut oleh Bunga dan Daffa lalu senjata-senjata itu di lemparkan ke arah tiga orang temannya Cinta untuk mengumpulkan senjata itu.
Bunga berlari menerjang para penjahat yang ingin kabur dari dirinya karena merasa Bunga bukan wanita yang bisa mereka hadapi dengan tangan kosong.
Sementara Daffa sudah lebih dulu menjatuhkan beberapa lawan hingga mereka mengangkat kedua tangan mereka tanda menyerah.
"Giring mereka masuk ke dalam sel tahanan tempat kalian disekap oleh mereka..!" titah Bunga pada Ammar.
"Baik nona!" ucap Ammar semangat mendorong sepuluh orang penjahat itu ke dalam sel tahanan mereka.
Sementara di luar sana, Cinta dan Arsen masih di kejar oleh para penjahat dengan sepeda motor cross jenis ski di atas permukaan salju.
Arsen menarik tubuh istrinya duduk di depannya saling berhadapan sambil membawa motornya dalam keadaan kencang." Ambil kedua pistol di kantong celanaku dan tembak mereka, baby!" titah Arsen sambil tetap fokus mengendarai motornya. Sementara Cintami melumpuhkan lawan-lawannya yang berusaha mengejar mereka.
Kehebatan Cintami yang bisa menembak tepat sasaran pada tubuh musuhnya walaupun suaminya membawa motor secara zig zag untuk menghindari tembakan dari musuh.
Hampir saja keduanya tertembak namun Arsen bisa menghindarinya karena pikirannya terpusat kepada Allah. Hingga pada akhirnya, Cinta mampu melumpuhkan semua musuh yang mengejar mereka.
Baru saja bisa bernafas lega, entah datang dari mana mobil musuh menghadang mereka dari samping kiri membuat mereka harus mengalihkan perhatian musuh dengan mengambil jalan yang lain agar mobil musuh tidak mengejar bis yang sedang berjalan menuruni bukit.
"Apakah mobil itu mengikuti kita sayang?" tanya Arsen sedikit cemas karena motor mereka hampir kehabisan bensin.
Sebenarnya bukan kehabisan bensin. Karena udara dingin bersalju membekukan isi tangki bensin yang belum mencair secara menyeluruh.
"Yah, sayang. Bensinnya habis," ucap Arsen sementara mobil musuh sudah berhenti di belakang mereka.
Sang musuh turun dari mobilnya sambil mengarahkan senjatanya ke arah Cinta dan Arsen yang terlihat pasrah sambil memohon pertolongan dari Allah.
Kuasa Allah meliputi langit dan bumi hingga doa pasangan suami istri ini akhirnya terkabul. Entah datang dari mana gerombolan serigala yang langsung menyeruduk mobil dan kedua orang penjahat itu sambil mencabik tubuh mereka yang tidak bisa menghindar dari serangan gerombolan binatang karnivora itu.
Cintami dan Arsen hanya bisa menarik nafas lega namun takut juga pada binatang buas itu yang menatap mereka dengan lidah menjulur keluar. Arsen dan Cintami tidak berani menembak binatang itu karena kawanan serigala lain akan muncul dan mengepung mereka.
Cintami dan Arsen berdiri saling memunggungi satu sama lain. Sementara kawanan serigala sudah membentuk formasi melingkar siap menerkam mereka sebagai mangsa berikutnya.
"Jangan panik sayang. Mereka tidak punya akal hanya mempunyai nafsu. Maka, mintalah pertolongan Allah agar menundukkan hati mereka!" ucap Arsen tetap terlihat gagah.
.....
Vote dan likenya Cinta. Terimakasih yang sudah mampir di karya author yang baru. Semoga banyak rejekinya ya say... aamiin.