
Adam yang semula ingin menjemput lagi Syakira ternyata mendapat panggilan dari ibunya agar segera pulang. Merasa bingung ia menghubungi lagi nomor perusahaan Syakira untuk memastikan keadaan gadis itu.
"Selamat sore pak..!" sapa Adam di seberang sana.
"Sore Tuan..!"
"Apakah saya bisa bicara dengan nona Syakira?" tanya Adam pada sekuriti perusahaan Syakira.
"Nona Syakira sudah pulang dengan helikopternya sebelum terjadi badai, tuan," ucap sekuriti itu.
"Oh...! Ya sudah kalau begitu saya pulang dulu. Terimakasih tuan...!" ucap Adam lalu memutuskan untuk kembali ke rumahnya Nada.
Sebenarnya, Syakira masih berada di perusahaannya. Ia tahu Adam akan balik lagi untuk menjemputnya. Itulah sebabnya ia mematikan ponselnya dan meminta sekuriti untuk mengatakan sesuai yang ia katakan sebelumnya.
"Nona. Aku sudah melakukan sesuai yang nona minta," ucap sekuriti.
"Terimakasih pak," Syakira mematikan sambungan selular itu.
"Maafkan aku Adam karena sudah membohongi kamu. Jika kamu bersamaku, kita akan terus mengukir kenangan dan itu sangat menyakitkan untukku. Aku tidak ingin lagi terlibat dalam urusan apapun dengan kamu maupun keluargamu.
Aku tidak mau keluargamu mengira kalau aku yang telah menghancurkan pernikahanmu. Jika pernikahanmu gagal itu karena campur tangan Allah. Jika pernikahanmu tetap terlaksana, takdir kita hanya berakhir sebagai sahabat," hibur Syakira berusaha mencerna setiap takdir Allah sesuai dengan Allah inginkan darinya.
"Ya Allah. Hibur aku...! Dan peluk aku...!" tangis Syakira pecah sambil merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yang ada di sebelah ruang kerjanya.
Adam sudah tiba di rumah Nada dalam keadaan selamat. Udara dingin membuat wajahnya ikut mengeras hingga bibirnya terasa kaku untuk berucap.
"Yah... uncle Adam pulang sendiri. Kirain bawa pulang lagi aunty Syakira," rasa sedih menyeruak di hati keponakan Adam yang ingin menghabiskan liburan mereka dengan penyanyi hebat itu.
"Apakah semuanya baik-baik saja Adam? Di mana Syakira?" tanya Amran menyambut putranya.
"Dia sudah kembali ke rumahnya dengan helikopter sesaat Adam meninggalkannya di perusahaannya, Daddy," ucap Adam.
"Oh...! Syukurlah. Kalau begitu kita sholat ashar berjamaah dulu..!" ajak Amran pada putranya karena anggota keluarga lain sudah menunggu.
Saat malam tiba, Syakira menghangatkan lagi makanan yang diberikan Adam tadi pagi berupa oleh-oleh dari Indonesia. Karena semuanya di kemas dalam kotak alumunium foil, jadi mudah bagi Syakira menghangatkannya dalam microwave.
"Kesepian adalah teman sejatiku. Dari dulu hingga saat ini tak akan pernah berubah. Kebahagiaan yang kutemui hanya sesaat. Seolah mereka tak begitu betah bersamaku. Walaupun begitu aku masih punya Engkau ya Robby karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku. Aku lebih beruntung dari siapapun di dunia ini.
Karena apa yang ku miliki tidak semua orang mendapatkannya. Maka ampunilah aku jika aku masih tamak pada karuniaMu. Berilah aku jodoh yang terbaik dari sisiMu..!" pinta Syakira di dalam sholat isya itu.
Jika Syakira membaur dengan kesepiannya bersama Chery, tidak dengan keluarga besar Amran yang menghabiskan waktu kebersamaan mereka di malam itu penuh kehangatan. Ada yang ngobrol, bersenda gurau dan bernyanyi.
Sementara badai salju diluar sana mengamuk di kota besar itu. Karena badai salju sering terjadi di kota itu, hampir seluruh warga membangun rumah mereka dengan standar pengamanan yang memadai. Seperti dinding kaca tebal yang mampu menahan ganasnya badai salju bila datang menyambar apa saja yang ada dihadapannya.
Amran, Ghaishan dan Adam tetap waspada mengamati keadaan sekitarnya. Walaupun Ghaishan sudah membuat ruang bawah tanah sebagai tempat perlindungan jika kondisi cuaca yang sangat ekstrim melanda Amerika Serikat.
Adam yang sedikit duduk menjauh dari Ghaishan dan ayahnya karena ingin mengisap rokok untuk menghangatkan mulutnya dan membuang rasa suntuk. Sedari tadi pikirannya tidak bisa terlepas dari Syakira.
"Ya Allah. Tolonglah aku..! Jangan biarkan aku jatuh cinta kepadanya. Sebab itu terjadi akan ada air mata dan ada hati yang terluka di seberang sana. Aku tidak mau mempermalukan kedua orangtuaku dalam perjodohan ini," lirih Adam yang tidak mau terjebak dalam situasi saat ini.
...----------------...
Syakira yang ditemani sahabat dekatnya Gress yang mengetahui keadaan gadis itu.
"Ya Tuhan Carey. Kenapa kamu jadi seperti ini? Padahal kamu jarang sakit selama ini. Kenapa sekalinya sakit kamu malah tidak bisa bertahan?" keluh Gress saat berada di dalam mobil ambulans.
Tiba di ruang IGD, dokter langsung menangani Syakira. Gress nampak cemas dan tidak bisa melakukan apapun saat ini karena tidak ada yang bisa ia hubungi kecuali manajer artis di mana Syakira bernaung. Itupun dia harus meminta ijin Syakira. Hampir satu jam Gress menunggu sahabatnya itu hingga akhirnya dokter keluar menemui Gress.
"Apa yang terjadi dengan Syakira, dokter?" tanya Gress cemas.
"Pasien menderita gagal ginjal," ucap dokter membuat Gress hanya bisa tercengang.
"Ini tidak mungkin. Selama ini dia baik-baik saja. Bahkan Syakira tidak pernah mengeluh sakit," ucap Gress.
"Maaf nona. Biasanya penyakit ini berasal dari keluarga yang mengalami riwayat penyakit yang sama. Entah kakek, nenek atau kedua orangtuanya," jelas dokter Albert.
"Apakah ada solusinya dokter?" tanya Gress.
"Tindakan ringan yaitu cuci darah. Tindakan yang lainnya yaitu donor ginjal yang sehat," ucap dokter Albert.
"Tolong dapatkan donor ginjalnya dokter. Syakira bisa membayar berapapun harga ginjal itu," pinta Gress.
"Semua orang bisa membeli ginjal. Tapi setiap ginjal memiliki ukuran yang harus cocok dengan pasien yang akan menerima donor itu sendiri," ucap dokter Albert.
"Kalau begitu, lakukan yang terbaik untuk sahabatku! Anda lebih mengerti dengan urusan medis. Aku tidak mau kehilangan sahabat terbaikku," ucap Gress.
"Baik. Kami akan mencari donor terbaik. Nanti kami akan mengabari anda nona," ucap dokter Albert.
"Apakah aku bisa menemuinya dokter?" tanya Gress.
"Silahkan....!"
Gress mendekati Syakira yang terlihat sangat lemah dengan alat Intubasi endoktrakeal yang ada di dalam mulutnya untuk membantu melancarkan sistem pernapasan pada pasien yang sedang mengalami kondisi kritis. Gress yang tidak mengetahui keadaan sebenarnya tentang hubungan Syakira dan Adam karena gadis itu tidak pernah lagi membahas Adam.
"Apa yang terjadi pada kamu Carey? Apa kamu sudah bosan hidup di dunia hingga memilih sakit kemudian pergi meninggalkan aku dan Chery. Apakah itu sebabnya kamu selalu menitipkan Cherry padaku agar kamu pergi ada yang mengurus Cherry?" tanya Gress sambil bercucuran air mata.
Sepekan kemudian, badai salju sudah reda. Syakira yang sudah mempersiapkan pesan yang akan di kirim secara otomatis jika di stel tanggal pengirimannya.
"Assalamualaikum mommy...! Syakira mohon maaf tidak bisa ikut bermain ski dengan anak-anak karena saat ini Syakira sedang berada di luar kota.
Mungkin Syakira tidak bisa menemui kalian sampai kalian kembali ke Jakarta karena ada banyak masalah perusahaan cabang yang harus Syakira urus usai badai salju. Terimakasih atas kehangatan kasih sayang yang tulus dari mommy dan saudara yang lain untuk Syakira.
Peluk cium ku untuk para kembar yang cantik dan tampan. Aku mencintai kalian semua. Bye..! Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh..!" tulis Syakira dalam pesannya.
"Oma ..! Apakah aunty Syakira tidak ikut bermain ski bersama kita?" tanya Audrey sedih.
"Aunty Syakira lagi sibuk sayang. Dia sekarang berada di luar kota. Sebaiknya kita bisa berlibur sendiri tanpanya," ucap Nabilla pada cucunya yang tidak lagi seceria sebelumnya.
......................
Vote dan likenya cinta please!