Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia

Dikira Pembantu, Ternyata Istri Mafia
126. Tidak Sengaja Bertemu


Pesawat jet RI satu sudah tiba di bandara setempat. Bunga turun dari pesawat yang di sambut oleh dua anggota FBI. Sementara Daffa tidak ingin kembali ke Indonesia karena masa cutinya belum berakhir. Ia memutuskan untuk tinggal di Amerika dan menemui teman lama. Terpaksalah pesawat itu kembali lagi ke Indonesia tanpa Daffa.


Setelah mendengar laporan Daffa yang telah menyelesaikan tugasnya mengantar Bunga, keduanya berpisah di Bandara itu. Bunga yang ingin mengucapkan terimakasih ditanggapi dingin oleh Daffa yang masuk ke mobil milik angkatan udara Amerika entah menuju ke mana. Akhirnya Bunga langsung masuk ke mobil FBI dengan perasaan kecewa juga curiga pada Daffa yang tidak memberitahu tujuan akhirnya.


"Dia mau ke mana? kenapa rasanya sesak sekali dia tidak memberitahukan aku tujuannya," batin Bunga.


Bunga menghela nafas dalam. Ia merebahkan tubuhnya karena saat ini ia menuju ke hotelnya untuk istirahat sebentar lalu kembali menemui Mr. M keesokan harinya. Sementara Daffa mencari hotel yang tidak semewah Bunga karena Bunga mendapatkan fasilitas mewah karena negara tersebut yang menjaminnya.


"Ada apa denganku? kenapa setiap kali bersikap dingin pada agen satu itu hatiku merasakan sakit? apa yang dimiliki gadis itu? kenapa aku enggan berpisah dengannya? oh tidak ..! Aku tidak boleh selingkuh hati pada Bungaku," gerutu Daffa.


Daffa masuk ke dalam lift menuju kamar yang sudah ia pesan. Di dalam lift itu ia berdua saja dengan seorang pria yang usianya tidak jauh dengan Amran. Hanya saja pria itu sedang menerima telepon dari seseorang dan berdiri membelakangi Daffa yang terlihat santai dengan kepala bersandar di dinding lift. Mantel hangat yang dipakai Daffa menutupi seragam angkatan udara miliknya. Walaupun begitu potongan seorang perwira tetap terlihat jelas dari Daffa. Saat mencapai lantai yang dituju Daffa, pria tampan tadi membalikkan tubuhnya sambil melepaskan kacamatanya.


Baik Daffa maupun pria itu sama-sama tersentak melihat kemiripan wajah mereka yang hanya beda versi yaitu versi tua dan muda. Keduanya tertegun menatap wajah mereka sambil bergumam di dalam hati masing-masing dengan tanggapan berbeda.


"Kenapa wajah bocah ini sama persis seperti saat aku masih muda?" batin Tuan Darwish.


"Mengapa wajah tuan ini sangat mirip denganku?" batin Daffa penasaran.


Tuan Darwish tersenyum pada Daffa lalu menegur kekasih Bunga yang masih meneliti wajahnya.


"Apakah pikiran kita sama, anak muda? kalau kita berdua memiliki kemiripan?" tanya Darwish diangguki Daffa namun tetap dalam posisi waspada.


"Banyak sekali orang yang mirip wajahnya di dunia ini walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah. Dan ini sebuah kebetulan saja tuan," sanggah Daffa santun.


"Boleh berkenalan denganmu anak muda?" Darwish langsung jatuh cinta pada pesona Daffa dan Daffa menerima tawaran itu sebagai awal pertemuan.


"Tidak buruk juga jika kita saling berkenalan," Daffa mengulurkan tangannya menyalami Darwish yang siap mengeratkan jabatan tangan mereka.


"Daffa..!"


"Darwish..!"


"Aku suka gayamu anak muda. Sepertinya kamu bukan warga asli Amerika. Apakah kamu sedang berkunjung?" tanya Darwish sambil terkekeh.


"Indonesia. Negara asalku Indonesia," sahut Daffa membuat tawa Darwish mereda dengan bibir terkatup rapat.


Ingatannya tertuju pada sosok wanita cantik Cyra. Seorang gadis yang ia nikahi hanya tiga bulan lalu meninggalkan dirinya entah kenapa.


"Apakah tuan memiliki kesan mendalam dengan negaraku?" seloroh Daffa yang melihat wajah tampan Darwish berubah sendu mengenang wanitanya.


"Sangat karena aku pernah menetap tiga tahun di Jakarta lalu kembali lagi ke Jerman karena urusan kelurga," tutur Darwish.


"Apa kabarmu Cyra? di mana kamu sayang?" batin Darwish yang sangat merindukan sosok Cyra yang tidak bisa ia temui keberadaan wanita itu sampai saat ini.


Lift terbuka dan Daffa juga Darwish keluar dari kotak berjalan itu." Apakah kamu menginap dilantai ini juga?" tanya Darwish.


"Hmm!" gumam Daffa.


"Aku punya wiski, anggur dan martin," tawar Darwish membuat Daffa langsung menolak.


Pria empat puluh delapan tahun ini hanya mengangkat bahunya sambil menjebikkan bibirnya lalu masuk ke kamarnya setelah menempelkan key card ke tombol pintu kamarnya.


Daffa meletakkan kopernya. Merebahkan tubuhnya dan menyalahkan ponselnya untuk menghubungi Bunga. Sementara Bunga sudah terlelap tidur di kamar hotelnya untuk menjaga kebugaran tubuhnya demi menjalankan misi selanjutnya.


Daffa memilih tidur setelah mengirim pesan singkat penuh romantis pada Bunga.


...----------------...


Virginia Amerika serikat.


Cintami dan Adam menerima tugas berbeda dari bos mereka. Usia keduanya yang masih muda cocok untuk melakukan misi itu di mana Cintami akan di minta menjadi seorang mahasiswa dari Aljazair yang akan kuliah di Moscow Russia.


"Cintami. Tugasmu adalah menyelidiki seorang dosen yang telah melakukan kebohongan dengan mengambil beberapa riset penelitian milik mahasiswanya menjadi disertasi mahasiswa keluarga konglomerat hingga beberapa mahasiswa itu dituduh plagiat. Mereka harus kehilangan beasiswa dan kembali lagi ke tanah air mereka penuh kecewa," ucap tuan Kenneth.


"Baik Tuan Kenneth. Saya siap menjalankan tugas saya," ucap Cintami optimis.


Sementara Adam menjadi seorang perawat pria di sebuah rumah sakit untuk mencaritahu sepak terjangnya seorang dokter yang telah mengganti warna mata para anak balita yatim piatu sebagai kelinci percobaannya dan membuat mereka buta. Hanya saja dokter itu selalu lolos tanpa ada bukti karena berurusan dengan mafia di negara Swiss.


Sementara Bunga di minta untuk mendekati seorang mafia dengan berpura-pura menjadi seorang dokter kecantikan untuk istri mafia itu. Dengan begitu informasi tentang mafia yang selalu menjual organ manusia bisa ia ketahui jika bisa masuk dan dekat dengan istri mafia itu.


"Ini adalah foto targetmu. Selidiki kegiatan mereka yang sampai saat ini sulit terendus oleh FBI. Dekati target. Dapati kepercayaannya. Bila perlu buat ia jatuh cinta padamu!" tutur Mr. M.


"Kenapa harus membuat dia terpesona padaku? lihatlah...!dia lebih pantas menjadi ayahku daripada kekasih," protes Bunga.


"Aku tidak menyuruhmu jatuh cinta padanya. Aku hanya menginginkan kamu mendapatkan kepercayaannya," jelas Mr. M.


"Kenapa bukan kamu saja yang tidur dengannya dengan begitu urusan ini lebih mudah," timpal Bunga tidak mau kalah.


"Kalau aku bisa, aku sudah melakukannya. Masalahnya aku tidak bisa bahasa Turki dan kamu bisa. Dia adalah seorang blasteran Amerika Turki. Ibunya orang Amerika dan ayahnya adalah keturunan Turki," jelas Mr. M seraya menyerahkan paspor asli tapi palsu untuk Bunga.


"Apakah aku akan berangkat ke Turki sekarang?" tanya Bunga.


"Semuanya sudah disiapkan di koper ini. Wilayah pengintaian sudah kami sebarkan untuk membantumu selama di sana. Jika ketahuan misi ini gagal. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan bukan?" tanya Mr. M.


"Membunuh target dan aku pulang," jawab Bunga ketus padahal bukan itu yang ingin di dengar Mr. M.


"Kenapa dia dan ibunya selalu saja keras kepala," gerutu Mr. M yang selalu menyuruh agennya untuk melakukan bunuh diri jika tertangkap.


Bunga keluar dari ruang kerja Mr. M sambil menenteng kopernya yang berisi alat-alat canggih untuk memperlancar misinya.


Anggota FBI sudah siap dengan helikopternya mengantar Bunga lagi ke bandara. Bunga menaiki pesawat komersial biasa. Sementara peralatan canggih miliknya di bawah oleh jet tempur ke Turki untuk di simpan ke kedutaan Amerika yang ada di Turki.


Kembar tiga ini menjalankan misi mereka di tiga negara berbeda. Ketiganya siap menjalankan misi mereka dengan prinsip yaitu pulang membawa keberhasilan dan bertemu lagi dengan keluarga dan mati dalam keadaan syahid karena sedang menyelamatkan misi kemanusiaan. Ketiga anaknya Amran dan Nabilla ini yang mengusai semua ilmu pengetahuan dan juga 14 bahasa di dunia dengan dialek yang sangat kental hingga orang tidak curiga dengan keberadaan mereka. Itulah sebabnya mereka selalu lolos uji seleksi sebagai agen rahasia di negara tersebut. Tidak semua orang mengusai semua ilmu, apa lagi bahasa yang menjadi nomor satu untuk melakukan interaksi dengan penduduk setempat.


.......


...Vote dan likenya cinta please!...