
Di luar sana massa berdatangan berdiri sepanjang jalan gedung pengadilan. Rasanya mereka tidak puas mengikuti jalannya sidang hanya mendengar melalui televisi atau ponsel mereka melalui channel YouTube. Massa yang datang berjubel memenuhi di depan halaman gedung pengadilan, rata-rata warga miskin yang selama ini hidup mereka disokong oleh Amran.
Teriakan mereka untuk membebaskan Amran dari tuduhan yang tidak mendasar itu membuat polisi dan Brimob mengamankan massa dengan memblokade beberapa jalan agar tidak terjadi kemacetan menuju arah gedung pengadilan.
"Bebaskan pahlawan kami, tuan Amran. Selama ini hanya dia yang memikirkan. perut kami yang kelaparan dan nasib pekerjaan kami karena korban PHK dari pabrik yang memiliki kebijakan outsourcing. Hanya dia yang selama ini membiayai kebutuhan sekolah anak-anak kami," ucap salah satu massa dengan pengeras suara mewakili teman-temannya.
"Bebaskan pahlawan kami tuan Amran! karena dia adalah pengganti ayah kami setelah kami menjadi anak yatim piatu," ucap yang lainnya yang rata-rata pemuda tanggung usia 12 sampai 16 tahun.
"Bebaskan pahlawan kami! karena selama ini, kami telah di belikan tanah pertanian untuk bercocok tanam sehingga kehidupan kami lebih layak," ucap yang lainnya yang berasal dari beberapa desa.
Semua memberikan pengakuan mereka atas jasa Amran yang begitu besar pada kehidupan mereka dari segi usaha apa saja yang saat ini mereka geluti untuk kelangsungan hidup mereka hingga mereka tidak hidup melarat lagi. Tentu saja uang yang diberikan oleh Amran adalah hasil penjualan senjata dan permata murni.
Sementara itu di dalam ruang sidang, para mafia sudah tidak bisa bergerak karena polisi jujur dikerahkan untuk siap dengan senjata mereka dalam mengamankan mereka dengan memborgol tangan mereka masing-masing.
"Lepaskan tangan kami, berengsek!" umpat Kenzie yang masih sok kuat.
Hakim mengambil alih kembali jalannya sidang setelah Nabilla berhasil mengemukakan kejahatan para penjahat yang kompak untuk menggulingkan kekuasaan suaminya di dunia bisnis raksasa yang dimiliki Amran.
Dengan membacakan kembali dakwaan kepada Amran yang ternyata tidak terbukti bersalah dan namanya akan dibersihkan oleh negara.
"Kepada saudara Mohammad Amran Abdullah. Dengan adanya bukti-bukti yang dipaparkan oleh saksi dari saudara Nabilla yang tidak lain adalah istri sah dari saudara Amran sendiri. Maka dengan ini saya menyatakan saudara Mohammad Amran Abdullah dinyatakan tidak bersalah demi hukum dan nama baiknya akan segera dipulihkan kembali oleh negara di ranah publik. Negara akan mengganti rugi atas penangkapan praduga tidak bersalah yang ditujukan kepada saudara Amran.
Dengan jalannya sidang pagi ini berjalan dengan lancar. Kepada saudara Nabilla terimakasih atas ide anda untuk memberantas para koruptor negara ini, maka negara akan memberikan penghargaan tertinggi kepada anda atas dedikasi anda yang ikut partisipasi dalam memberantas para koruptor dan penyelewengan jabatan diantara oknum pejabat yang sudah anda paparkan dengan gamblang di layar monitor dan telah diliputi langsung oleh awak media sehingga masyarakat Indonesia mengetahui dalang dari fitnah keji yang di lemparkan kepada saudara Amran.
Kepada para mafia yang terlibat langsung dengan oknum pejabat akan di adili segera setelah pembebasan saudara Amran dari segala tuntutan hukum kepadanya hari ini. Sebagai ayah kandung dari Mohammad Amran Abdullah saya tentu sangat bangga kepada putra tercinta saya atas pengorbanannya selama ini yang sudah melindungi dan menafkahi rakyat kecil dengan kemampuannya. Untuk itu sidang hari ini saya tutup," ucap hakim Reky Agus Gunawan dengan mengetuk palu tiga kali tanda berakhirnya sidang.
Amran menangis sejadi-jadinya saat ayahnya mengakuinya di depan publik dan di depan ruang sidang. Amran menghampiri ayahnya dan mencium punggung tangan tua itu dengan penuh takzim.
Nabilla dan peserta sidang lainnya hanya bisa termangu menatap adegan haru itu. Di tambah massa diluar gedung pengadilan yang menyaksikan jalannya sidang melalui layar raksasa itu, ikut hanyut melihat pahlawan mereka sedang menangis mencium tangan ayahnya.
"Wah...! bagaimana mungkin pahlawan kita memiliki seorang ayah yang merupakan hakim agung yang terkenal dengan keadilannya dalam menjatuhkan hukuman kepada terdakwa yang terbukti bersalah tanpa tebang pilih. Ia selama ini anti menerima suap dari para konglomerat. Rupanya dua sendiri putra konglomerat," ucap pemimpin massa itu pada teman-temannya.
"Tuan Amran memang hebat. Punya keluarga hebat dan seorang istri yang hebat. Ayo kita berjanji akan melindungi keluarga pahlawan kita dari musuh yang masih ada di luar sana," ucap mereka kompak mengikuti pemimpin mereka.
"Baik ayah. Sebentar lagi ayah akan memiliki cucu kembar tiga," ucap Amran.
"Wah...! selamat nak!" ucap hakim Recky.
Amran menghampiri Nabilla yang menatapnya penuh haru. Amran memeluk istrinya itu dan menangis bersama. Ia mencium seluruh wajah istrinya yang masih tertutup cadar.
"Sayang. Sana...! peluk ummi. Kamu harus berlaku adil kepada kami. Jangan buat ummi cemburu. Atas ridho dan doanya kamu bisa bebas hari ini," ucap Nabilla.
"Baik sayang." Amran memeluk lagi nyonya Ambar yang menangis tersedu-sedu. Setelah itu ia juga memeluk nenek Anisah yang menatapnya bangga.
"Nenek sangat bersyukur bisa membesarkanmu setelah perceraian kedua orangtuamu. Kamu tumbuh menjadi pria sukses dan bapak untuk para duafa. Mungkin karena kebaikanmu itulah yang membuat Allah mengirimkan jodohmu yang sangat hebat seperti Nabilla.
Nenek tidak menyangka Nabilla super jenius, cantik dan berakhlak mulia. Istrimu itu adalah seorang menantu, kalau di ibaratkan makanan tu ya, paket komplit. Atau juga masakan lezat yang memiliki takaran yang pas asinnya, pedasnya, gurihnya dan manisnya," ucap nenek Anisa sambil menepuk kedua bahu cucunya penuh rasa bangga.
Nabilla menghampiri polisi Gavin yang menatapnya penuh kecewa karena janji Nabilla yang tidak ditepati oleh gadis itu.
"Nona Nabilla. Aku sudah berusaha untuk membebaskan suamimu dari jeratan hukum tapi, keadaan tidak memungkinkan aku untuk melakukan itu. Apakah usahaku tidak bisa menjadi pertimbangan bagimu untuk tidak menyentuhku seperti janjimu?" tanya Gavin dengan tangan terborgol.
"Aku memang pernah bilang tidak akan menyentuhmu, tuan Gavin. Tapi, aku tidak menjamin jika negara ikut campur dalam masalahmu untuk menyelamatkanmu. Yang jelas negara tidak akan tinggal diam melihat bapak masih merajalela bangsa ini melebihi kekuasaan pemimpin negara ini.
Dan aku hanya sebagai warga negara yang baik, yang tentu saja harus ikut andil dalam memberantas mafia berkedok polisi. Sudah cukup main-mainnya. Sudah saatnya anda di hukum. Masih syukur hanya di masukkin ke penjara jadi masih dapat jatah makan 3 kali sehari. Walaupun tidak lezat di lidahmu, namun cukup membuat Anda kenyang untuk bisa bertahan hidup. Dengan begitu anda bisa membayar setiap kejahatan yang anda lakukan.
Di penjara nggak ada penyiksaan. Hanya ruang gerak anda sangat terbatas hingga anda akan bergabung dengan napi lainnya dengan berbagai kasus kejahatan yang pernah anda tangani. Syukur-syukur mereka tidak akan membalas dendam kepada anda atas penyiksaan yang anda lakukan kepada mereka ketika anda menjadi bagian tim interogasi dulu...
Kalau saya sendiri yang menyentuh anda, pasti lain lagi ceritanya. Bahkan anda sulit untuk bernafas saking sakitnya penjara yang akan saya buat untuk anda. Bagaimana dengan kejutan dariku tuan Gavin. Apakah anda masih menganggap aku adalah perempuan bodoh.
Bagaimana kalau saya bilang, saya masih bekerja untuk negara ini secara diam-diam hanya untuk menangkap oknum pejabat seperti anda? Semoga hari ini menjadi mimpi buruk sampai anda dihukum mati. Silahkan bawa dia pak," ucap Nabilla pada dua orang polisi yang menyeret Gavin ke mobil tahanan untuk di bawa ke polisi untuk mendapatkan hukuman sesuai aturan kepolisian yang lebih dikenal kedisiplinan militer.
......
Mohon vote dan like nya, cinta. Thank you..muuachh!